Anak kampung
dibawah pohon mangga
Di Jakarta
Jangan Lupa Asal

Laut Disana
Begitu luas..
Jangan Lupa Asal



   

<< September 2011 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, March 06, 2013
pembantu kecil 2

Dua hari berlalu
Jum’at siang itu, aku di kantor sedang membaca laporan laporan dari staff, juga menandatangani permohonan purchasing dan mutasi gudang. Blackberry ku berdering. Istriku, batinku. “Halo, papa?” terdengar suara di seberang. “iya ada apa babe?” jawabku. “mama rencana mau balik ke kampung sore nanti, mama tau ini mendadak, barusan di telepon bapak, eyang sakit” cerocosnya. “iya, tapi kan mama tau kalo papa ga isa kemana mana week end ini babe, besok ada stuffing” jawabku. “iya makanya, mama balik sendiri aja sama anak’e, papa di rumah” jelasnya lagi. “terus, mau bawa sendiri? Ato naik travel aja?” tanyaku lebih lanjut. “ga pa, mepet ga sempet pesen ticket, mama sama mas dedy aja, juga lebih save” jawabnya. Dedy sebenarnya adalah driver kami, yang juga sudah kami anggap sebagai saudara, sementara dia jadi driver, aku percayakan juga kepadanya usaha rental mobilku.

“ok” kataku lagi, “si latri di ajak aja, sekalian pulang kampong”. Tentunya hal itu adalah yang paling logis aku sarankan, mengingat libidoku kepada dia yang udah ada di ubun ubun, sedangkan aku sendiri (saat ini) tidak mau kejadian kalau aku sampai tidak bisa menahan diri ngentotin dia. “udah mama ajak, dia gak mau, katanya bulan kemarin sudah pulang kampong, dia mau ngumpulin dulu uange, katanya kalau di bawa pulang kampong pasti abis, anak itu memang agak boros” jawab istriku. Deg! Semerta merta jantungku seperti berpacu…Well? Semoga aku di beri kekuatan, batinku.

“yawdah, mama ati ati, sampein salamku ke eyang dan bapak ibu, I’m gonna miss you babe” kataku lagi. “I’ll gonna miss u too, luv u pa” jawab istriku. “luv u too, take care ya hunny”. “ok, see u”. clik. Telepon terputus. Aku terbengong. Ini artinya aku bakalan dua hari dua malem di rumah berdua bersama latri, si pendiem imut yang ternyata nakal banget itu. Seketika konsentrasi kerjaku buyar berantakan.

---

Sore itu telah selepas mahrib, ketika aku memasuki garasiku. Aku masuk sendiri, tanpa ada yang bukain, pintu depan rumahku dan garasi memang aku bikin otomatis, di operasikan menggunakan remote yang selalu ada di mobil ku maupun istriku. Harganya lumayan mahal, istriku sempet sewot ketika aku memasangnya. Aku bilang ini biar gak merepotkan orang rumah, kan bisa sendiri. Tapi istriku membantah, halah, alasan ! katanya, ni pasti buah dari keisengan papa. Buang buang duit aja, tambahnya, emang duit tinggal gunting sendiri apa?. Aku hanya tertawa, aku memang selain orangnya iseng, aku juga gadget and electronic freak. I just can’t hold my self kalau liat sesuatu yang ‘berbau otomatis’, pasti segera ku kuras tabungan buat membelinya. Ini yang sering buikin istriku sewot.

Dengan santai aku masuk rumah. Langsung menuju ke kamar. Ku lempar tas kerjaku ke ranjang dan melucuti bajuku. Penat setelah kerja seharian, membuatku cuman punya satu pikiran setelah sampai rumah. Berendam!. Dengan telanjang bulat aku berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarku yang memang aku pasang jacuzzy. Astaga. Kaget hampir lepas jantungku. Di jacuzzy aku lihat sesosok telanjang di terlentang. “rika!” teriak ku sambil kalap menutupi kontolku yang telanjang, Rika, adalah adik iparku, sekilas tentang rika, dia berumur sekitar 25 tahunan, 2 tahun lebih muda dari istriku, single, kalau istriku kecil, dan bisa di bilang mungil, rika sebagai adik, berbody sebaliknya, bongsor, sedikit chubby tapi gak gemuk, model yang bertulang besar. Dadanya lumayan gede, hampir dua kali lipat dibanding dengan dada istriku, dan yang paling menarik, dari rok mini yang sering dia pakai, pantatnya kelihatan bulat dan padet banget.

Rika tetap tidak bergeming dengan mata terpejam dan headset di telinganya. Ealah, ketiduran di jacuzzy ni anak, pantes aja dia gak denger aku masuk. Pelan pelan aku beringsut mau masuk ke kamar lagi. “EH, MAS!!” aku mendengar dia menjerit kaget melihat aku yang hamper beringsut, telanjang bulat di hadapan tubuh bugilnya. “iya aku! Kamu ngapain berendem telanjang di jacuzzy ku?” jawabku sambil menutupi kontolku yang jadi setengah tegang melihat tubuh putih cubby adik iparku itu.

“hehehe…sorry, aku minjem jacuzzy nya, abis penat banget pulang kerja, lagian yang namanya berendem ya bugil lah” katanya lagi. “mbak ine tadi pulang kampung, eyang sakit, aku gak isa pulang makanya mbak ine minta aku mampir sekalian beliin makan buat mas, soalnya pastinya makan gak bakalan kepikir di otak mas kalo mbak ine pergi, aku datang, mas belum pulang, jacuzzy kosong ya daku manfaatkan” cerocosnya lagi dengan hanya melintangkan tangan kirinya ke dada untuk nutupin puting susunya, yah paling gak putingnya ketutupan, dan tangan kanannya untuk menutup memek tanpa berusaha untuk bangun, alias masih dengan cueknya terlentang. Rika ini anaknya emang selebor, selain seenaknya sendiri sebenarnya dia orangnya asyik dan terbuka dan berwawasan luas. Aku sangat cocok ngobrol ama dia. Ya tapi maksudnya gak ngobrol dalam keadaan bugil. Aku sendiri kalang kabut nutupin kontolku yang semakin membesar dan mengeras di depan tubuh bugilnya.

“udah, gantian kalo gitu, aku juga pengen berendem” sahutku ketus. “ya elah, pelit amat sih, masih PW nih, kalo mas cuman mau berendem aja napa harus ribut, jacuzzy luas ini…” katanya lagi. Aku garuk garuk kepala menyadari maksud dari ucapannya, tanpa sadar ngelepasin tangan yang aku pakai menutup kontol ku. “gak, kamu kaluar, aku mau berendem” kataku lagi. “elah, pelit amat sih? Tinggal masuk aja, kan muat berdua…dan tu konti di tutup dunk, lagian beringas banget sih junior?”. Aku kembali teringat kontol ku yang memang sudah 60% menegang. Dengan reflek aku kembali membekapnya dengan kedua tanganku. “rik, please dunk, aku gak isa nih berendem berdua…” kataku lagi. “ya itu derita mas, kalo mau berendem ya harus mau berbagi” jawabnya santai sambil benahin headset nya dengan tangan kanannya, dan mulai menutup matanya lagi, nerusin tidur, alhasil itu memek kembali terlentang di hadapanku. Aku jadi bingung, sebenernya yang punya jacuzzy ini sapa sih?

“geser!” kataku ketus, ketika akhirnya aku menyusul juga ke jacuzzy. Dia hanya melenguh dan menggeser sedikit posisinya ke kiri. Aku berbaring di kanannya, jacuzzy itu cukup besar tapi pada dasarnya adalah single jacuzzy, jadi kami tetap berhimpitan. Bagian kiri tubuhku bersentuhan dengan bagian samping kanan tubuhnya. Aku lirik susunya yang kurang berhasil ditutup dengan tangan kirinya. Menggelembung naik turun seiring tarikan nafasnya. “jangan liat liat, ntar nafsu lagi…” katanya sambil masih memejamkan mata. Jembret, batinku, ketahuan!. “prêt, emang aku ni manusia gak bermoral?” sanggahku. “mas sih aku yakin bermoral, juniornya yang nakal, tu masih beringas banget” katanya. ‘lha, berarti kamu juga perhatiin kontolku dunk” kataku lagi. Sengaja aku langsung sebut ‘kontol’ biar terdengar vulgar dan kasar sekalian. Nyindir kata kata sarkasme dia yang barusan.

‘hahaha…” dia malah tertawa. “lha kontol mas besarnya segitu, masak ga menarik perhatian, aku kan normal mas” katanya lagi dengan menekankan kata kontol, membalas sindiranku sambil berbalik, sekarang dia terbaring miring memunggungi aku. Aku ikutan miring menghadap ke dia, tanpa pengahalang, mau tidak mau kontolku menempel di belahan pantat chubby dia. “eh, sekarang malah nempel di pantat nih kontol” katanya masih selebor. “alah, bentar aja, mau pijat punggung nih” kataku lagi “salah siapa ngotot berendem bareng, dah tau jacuzzy sempit”. Jacuzzy ku emang ada water jetnya, yang berfungsi untuk memijat. “aduuuh, nganjel banget sih ni kontol” keluhnya lagi. “iiiihh, jangan di gerak gerakin dunk, ntar isa masuk ke lubangku, soalnya kepalanya pas di tepinya” katanya lagi.

Karena struktur kontolku yang panjang dan agak bengkok ke dalam, posisi ini tentu saja riskan, soalnya kepala kontolku langsung berhadapan dan nempel di mulut memeknya. Kami manusia bukan patung, tentu saja bergerak, minimal kontolku pasti berkedut kedut nempel di memek seperti itu. Tidak memakan waktu lama, kepala kontolku sudah menyeruak di pangkal bibir memeknya dari belakang, membuka kelopak memeknya dan bersentuhan dengan ujung jalan masuk ke relung vaginanya. Di tambah licinya air jacuzzy yang di campur dengan aromatherapy soap. “mas, mundur dikit dunk, kepala batang mas dah mulai masuk di lubangku nih, geli banget” katanya. “iya, bentar” kataku, tapi aku tidak juga segera mundur, aku sengaja membiarkan kontolku dalam posisi itu, abis enak juga.

“rik, kamu masih perawan ga?” tanyaku, karena memang adik iparku itu belum menikah. “Nggak, kan dulu aku dah pernah cerita ke mas” jawabnya.
“oo iya juga, nakal juga kamu ya, ternyata” sambungku
“kalo gini, lebih nakal sapa? Aku ato mas?” jawabnya sambil cekikian
“hehehe…aku emang ga pernah bilang kalo aku orangnya alim…hehehe…”

Bless…pelan tapi pasti, karena licinnya lobang memeknya, mungkin juga karena cairan memeknya yang sudah mulai mengalir, dari belakang kontolku meluncur semakin dalam ke relung memek adik iparku. “aaagghh…” erangnya lembut. “jangan di masukin mas, cabut dooonkkk…aarrgghhh…” erangnya lagi, tapi tanpa reaksi penolakan apapun dari gerakan tubuhnya. Tak seberapa lama, tanpa dorongan pinggul pun, kontolku sudah masuk setengahnya ke lobang kewanitaan dia. Masih tidak ada reaksi penolakan, hanya dia jadi diam, tidak banyak bicara seperti tadi. Pelan tapi pasti aku mencoba menggoyang pinggulku naik turun. Di dalam kepalaku memang seperti ada teriakan penolakan, gila apa yang aku lakukan? Masa aku ngentotin adik iparku sendiri…

Tapi kalau di lihat dari awal muasal kejadian ini, kan dia yang memulai, dia juga sudah nggak perawan, lagipula, juga tidak ada pemaksaan maupun ada penolakan, jadi ini bukanlan sebuah perkosaan. Hanya dua insan dewasa yang menyalurkan kebutuhan, pikirku mencari pembenaran dari tindakanku ini. Selang beberapa lama aku menggoyang goyang pinggul setengah hati, terasa seperti ada empotan di dalam liang vagina rika. Gila, pikirku…empot ayam… aku memejamkam mata menikmati sedotan sedotan erotis dari liang vagina adik iparku itu, hingga pada satu titik aku tidak tahan lagi, sambil bilang “sorry rik!” aku memeluk pinggangnya dan menghujamkan kontolku sedalam mungkin. “Arrrgghhh…maaassss!!!” erangnya. Dengan posisi miring tersebut aku genjot dia sejadi jadinya. Air memercik kemana mana, sedangkan rika menggelepar lepar seiring genjotanku serta tanpa canggung mengerang erang dan berteriak “arrghh…maaasss…oogghhh…myy…goooddddd…aghh…agh…agh …aaaccgghhh…”

Karena di jacuzzy aku merasa kurang bebas menyetubuhi adik iparku, sedangkan nafsuku bener bener meledak ledak (entah kenapa) aku cabut kontolku lalu berdiri. Aku bopong dia dari jacuzzy, masih tanpa penolakan, ku lemparkan tubuh bugil dan basah kuyup dia ke ranjangku. Dengan nafsu, aku sosor mulut dia yang sedari tadi mengerang erang. Sambil French kiss, ku tindih dia dan kembali ku arahkan kontholku ke lobang memek dia. BLESS…kali ini, karena posisi MOT, dengan mudah kontolku menerobos memek chubby dia yang sudah basah kuyup.
“achh…ackhh…arrggghhh…mmmpppfftt….mmppfttt…”

Setengah jam aku menghajar memek dia dengan posisi MOT, memang aku sengaja tidak berganti posisi, di samping aku canggung juga mau berganti posisi, aku juga sangat menikmati ngentotin memek chubby dia yang istimewa sambil tak henti hentinya memFrench kiss bibir dan lidah dia yang nggemesin. Hingga sudah terasa lahar pejuhku hamper meledak, aku lepasin French kiss ku dan bertanya “rik, boleh ku keluarin didalem kamu?”
“agghh...aghhh…gaa paa paa…aku lagi ammannn…dan aku juga mau dapet laaagii…”
“kalo gitu kita keluar barengan…arrrrgghhhh…!!!”

Tak berapa lama kemudian, aku muntahkan sperma panasku di rahim dia, aku hujamkan dalam dalam kontolku ke memeknya adki iparku itu. Rika juga mengerang keras sambil mendekap erat dan mencakar punggungku. Setelah bergoncang goncang hebat, akhirnya tubuhnya terhampas ke kasur dengan lemas. Masih dengan posisi menelungkup, aku biarkan kontolku masih menancap di memek dia.

Aku bergeser ke samping agar adik iparku itu bisa bernafas, dengan masih memeluk dia, sesekali aku sosor bibir nya yang nggemesin itu, seakan tak ada puasnya aku mem French kissnya. Dia dengan hanya tertawa tawa kecil, melayani setiap hisapan bibirku dan kecupan kecupan nakalku.
“udah ah…” katanya sambil beranjak dari ranjang lalu menuju ke kamar mandi lagi
“mau berendem lagi rik?” tanyaku
“ga ah mas, mo mandi aja, trus makan yuk?” ajaknya
“ayuk, aku juga dah laper, mana lemez lagi”
“hihihi, abis, mas goyangnya kaya kesetanan…” jawabnya
“abis, memek kamu enak banget, dapet berapa kali O kamu rik?” tanyaku menggoda
“tiga” jawabnya selebor

Aku menyusul dia ke shower, kita mandi bareng. Hampir aja aku gak tahan lagi, mau ku entot lagi dari belakang. Abis pantatnya putih dan montok bener, hehehe…

Posted at 12:01 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu kecil 3

Kami makan makanan yang tadi di bawa ama rika di ruang makan, sambil makan aku liahatin mulut sexy adik iparku itu mengunyah makanan. Dan belahan dadanya yang mengintip nakal Dari kaos U can See istriku yang dia pinjem dan sedikit kekecilan. Sedangkan pinggul montok cubby dia hanya di bungkus hot pants ketat dan kekecilan yang juga punya istriku, tanpa memakai CD, jadinya memeknya nampak nyeplek dan sedikit basah, mungkin sisa spermaku yang masih sedikit demi sedikit mengalir keluar dari memeknya.

“kamu tadi ke sini naik apa rik?” tanyaku memecah keheningan
“di antar temen” jawabnya
“pulang apa mo bobo sini?” tanyaku sambil masih jelalatan ngelihatin tubuh adik iparku itu
“balik ah, besok masuk pagi, ga bawa sragam lagi” jawabnya
“lagian, kalo di sini, alamat ga isa bobo sampe pagi..hihihihi…”tambahnya lagi
“prêt, macam sexy aja kau” kataku sok berlogat batak, sambil ngeloyor ke depan TV, karena aku emang dah selese makan.
“mo minta anter pulang?” lanjutku lagi
“ya iyalah, masa tega biarin aku naik taxi malam malam gini, ntar kalo di perkosa orang gimana?” Jawabnya mulai selebor
“weks!” balasku

Rika masih beres beres piring bekas makan kita tadi, lalu di bawanya ke tempat cuci piring dan mulai mencucinya. Adik iparku ini walau selebor tapi rajin orangnya, untuk urusan kecil seperti nyuci piring dll, di paling ogah kalau harus ngerepotin pembantu. Padahal latri…LATRI…!!!

“latri…” pikirku, tadi kami bertempur cukup seru, dan rika pun teriak teriak semau sendiri, mustahil kalau latri sampai gak denger. Gaswat bin syahwat! Kalau sampai di laporin ama istriku, bisa ancur ancuran aku. Sambil berfikir, aku melirik adik iparku yang masih cuci piring. Dari belakang, karena lampu dapur, celana hot pants kekecilan milik istriku yang dia pakai hamper tidak dapat menutupi benda apapun yang ada di baliknya. Pantatnya nampak nyeplak penuh, bergoyang goyang seiring kegiatan dia mencuci piring. Kekhawatiran ku tentang latri yang mungkin mendengar aktivitas kami tadi seolah langsung musnah, seiring libidoku yang terbakar dengan cepat melihat body adik iparku yang baru saja aku entotin tadi.

“satu ronde lagi yuk rik” aku tiba tiba sudah di belakangnya, menempelkan kontolku yang sudah ¾ tegang ke belahan pantatnya dan berbisik tepat di telinga. Aroma rambut yang habis keramas menusuk sekali ke hidungku membuat libido ku tambah gak karu karuan.

Rika menoleh ke arahku, menempelkan bibirnya di bibirku menggigitnya kecil, lalu sambil masih menempel dia berkata “ogah ah, aku merasa bersalah banget ama mba ine”

“ayolah, kalau kita simpan ini di antara kita aja mana ada yang tau?” sanggahku sambil bibir kita masih menempel.
“gak mau” katanya pendek, sambil menjulurkan lidah hangat dia, menyentuh ujung lidahku.
Libidoku tambah terbakar abis abisa, aku nyosor bermaksud untuk French kiss dia dalam dalam, tapi rika lebih cepat menarik kepalanya kesamping berlawanan, sehingga aku nyosor angin. Melihat aku menyosor angin begitu, dia cekak cekikik sambil menjulur julurkan lidahnya, mengejek. Tangannya lalu menjulur meremas kontholku dan bilang “mbok coba kendaliin ni junior sedikit to mas, kan kasihan mba ine, mas selain sama aku pasti sudah ngesex ama puluhan wanita selama pernikahan dengan mba”

“hayo ngaku ma rika, dah berapa wanita mas entot selama nikah ama mba ine?” katanya lagi
“mmm” aku gak langsung menjawab, cuman manyunin mulut.
“emang ine pernah cerita, apa aja?” tanyaku lanjut, perbincangan ini terjadi dalam posisi aku masih belum melepaskan pelukanku dari belakang kepada adik iparku itu. Dan kontolku juga masih dalam kondisi setengah tegang, menempel erat di belahan pantatnya yang hanya di alasi oleh celana hotpants ketat, tanpa celana dalam.
“jawab dulu, pertanyaan rika, dah berapa cewek mas entotin?” dia mendesak
“well, cuman ama kamu” gurauku
“wekksss…” katanya sambil menggoyang goyangkan pantatnya yang masih di tempeli sama kontolku, membuatnya semakin keras menegang.
“berapa?” desaknya lagi
“napa sih?” aku masih mencoba ngeles
“say it straight like a man, berapa?” rika terus mendesak
“jujur ma rika, kalo mas jujur, gak akan merubah pandangan rika ke mas, malah rika akan membantu mencari jalan keluar, kalau memang libido adalah masalah mas selama ini”

“ok, gw akan jujur, tapi jawab dulu tiga pertanyaan mas dengan jujur pula” kataku menantang.
“ok, tanyakan langsung ke tiga pertanyaan itu di awal, rika ga mau pertanyaan berikutnya adalah pengejaran dari pertanyaan sebelumnya” jawab rika. Sudah aku certain dari awal kan kalo adik iparku ini emang cerdas, dan dia adalah salah satu tempat curhatku (dan istriku, mungkin). Dan tentunya gak pernah terlintas sedikitpun di otakku bahwa akhirnya aku entotin juga dia…well, let’s call it a human error.

“fine” kataku “pertama: apa pandangan kamu tenatang aku? I mean, selama ini, sampai…emmm, ok deh, including sampai aku ngentotin kamu barusan” lanjutku.
“ok, itu yang pertama” jawab rika
“yang kedua?”

“yang kedua; ine pernah cerita ke kamu ga, dia pernah ato belum selingkuh…emmm, ok deh, gw frankly aja, ML sama cowok lain, selama kita menikah?”
“trus yang ke tiga; apa pertimbangan kamu kok sampai mau ML sama aku tadi, soalnya aku tau kamu orang yang selalu penuh pertimbangan” dah itu aja.

“hihihi…” rika ketawa kecil
“pertanyaan mas, gak seperti biasanya, kurang tajam, kurang berbobot, cuman seputaran ngentot aja, agak susah ya mikir pas horny?” lanjutnya sambil masih ketawa tawa sambil goyang goyangkan pantatnya menggoda.

“ok rika jawab; pertama, pandangan ku tentang mas…ma situ orangnya sebenernya penyayang, bertanggung jawab, sedikit ganteng, jangan GR lho, tapi mas punya masalah besar, mas gampang horny, dan masalah lanjutannya, waktu mas horny, mas selalu berhasil mendapatkan pelampisan instant dengan memanfaatkan kecerdikan, kata kata manis mas, pesona, bahkan uang mas, walau mas akhirnya menyesalinya tapi toh siklus ini berulang tanpa mas mampu menghentikannya, entah kenapa, jadi di mataku, mas bukan orang yang harus di benci, melainkan harus di tolong”

“Kedua; yup, mbak ine pernah ML sama cowo lain, selain mas selama pernikahan, rika harap mas tidak egois dan tetap mencintai dan menerima mba ine apa adanya, selain mas juga harus introspeksi, juga mba ine menyesal…menyesal krena BEBERAPA cowok yang pernah dia goda, dan tiduri tidak ada yang seberingas mas…heheheh…”

“sumpe lo?” tanyaku menyela.

“ga juga, aku cuman ngarang kok, jangan langsung GR gitu kenapa sih, makanya besok lagi kalo ngentotin mba ine, tunjukin kalo mas jantan perkasa dan unforgettable, jadi mba ine cuman ML ama co lain kalo butuh variasi, bukan ngejar butuh..hihihi…”

“omongan lo mulai ga enak rik!, ni kita bicarain istriku lho, kakak kamu lho...”
“justru itu, makanya kita harus membicarakannya secara terbuka dan apa adanya, kebutuhan kebutuhannya, kelebihan dan kelamahannya, mengingat dia adalah orang yang sama sama kita sayangain”
“ic...ic…” jawabku sekenanya
“dan yang ke tiga?” tanyaku lagi

“o? apa tadi pertanyaan ke tiga?” katanya
“ngeles lo, pertanyaan ke 3: pertimbangan lo mau ngentot ama aku tadi? Gak mungkin kalau kamu khilaf, I know u too well…” jawabku

“lha ini, baru berbobot…percaya apa ga, kalau aku sudah minta ijin mba ine buat menguji mas, apa sampai hati ngentotin aku, adik ipar sendiri, dan kalau memang mas tega dan sampai hati, ini menjadi pertimbangan buat dia ngajuin gugatan cerai…dan…ternyata…mas sampai hati…”
“sumpe lo? Boong abis! yang bener? loe...” sergahku…
“hahahaha…takut niy…” banyolnya selebor
“kurang ajar lo rik!” sergahku

“hihihi…ok, yang tadi boong…sejujurnya, aku emang khilaf, aku lagi punya masalah ama cowoku, ngelihat junior mas, body mas lalu nempel nempel, masuk separo, akhirnya ya sudahlah…ngentot ngentot dah…lumayan dapet kuda gratisan…hahahaha…” rika ketawa terbahak bahak.

“gila lo rik, ampir aja aku jantungan ma jawaban kamu sebelumnya, kalo sampe bener seperti itu, bisa mati beneran aku, aku gak ngebayangin hidupku kalo mbak mu sampe ninggalin aku”
“mmm, aku seneng mas masih mikirin keutuhan pernikahan ama mba ine”
“Ya iyalah! Gila apa, mbak kamu itu masa depanku, satu satunya yang aku mau untuk tua dan mati, ya cuman di samping dia”
“dan kelihatannya mba ine gitu juga, aku ngiri sama kalian berdua” kata rika lagi “walo kalian ni gila gilaan soal ngentot sama orang lain hahaha…” lanjutnya

“so…” katanya lagi
“kalo, aku bilang, demi mba ine, aku ga mau satu ronde lagi, apa mas masih mau maksa, bujuk atopun seduce aku?” kata dia lagi. smart move girl!

“nope” kataku sambil mencium kilat pipi dia lalu mundur, dan mau berbalik ke depan TV lagi. tetapi tangan rika tiba tiba menjulur kea rah kontolku dan bilang

“trus ni konti, mau di biarin berdiri tersiksa gini aja? Beneran ni isa nahan? Ntar latri lagi jadi pelampiasan…” godanya.
“gila lo! dia emang kalo udah berdiri susah di suruh duduk, tapi biarin aja, ntar di bawa tidur juga dah kalem sendiri” jawabku. Rika tersenyum penuh misteri.

Rika menyusulku ke sofa.

“kliatanya rika bobo sini aja deh, sembari ngawasin, jangan sampe mas nakal nakalan ama latri…hihihi…”
“prêt, tai lo!” kataku ketus
“eh, menurutmu latri tadi denger kita gak ya?” tanyaku
“denger, tadi dia sempet nanya aku, tapi dia sudah ku kondisiin untuk tutup mulut dan di makanannya yang tak kasih ke dia tadi sudah ku campur sesuatu, dia pasti sudah tidur pulas sekarang” jawabnya
“rika...rika…bisa aja lo sis, trus katanya lo ga bawa baju seragam?” sambungku
“ya besok pagi aja anterin ke kost pagi pagi…”
“iye, pricess!! eh btw emang kamu tau apa tentang latri? Maksudnya, kelakuan asli dia kalo di kampung? Kan dia dari kampung lo yang nun jauh di mato…hehehe…”

“mmm…kalau masalah latri di kampung, aku ga gitu tau, soalnya kan beda desa, cuman satu kecamatan doang…tapi kalau tentang dia sama 'manusia hornian' yang ada di sini…hmmm…” katanya sambil nyolek kontolku dan melirikku binal

“maksudlo???!!!” kataku tanggap atas sindiran dia dan menepiskan tangan dia yang dah mulai akan meremas kontolku.
“please deh mas…seakan mas bisa sembunyiin ini dari aku...”
“ine tau soal ini?” tanyaku lagi dengan sangat gugup
“nah kan bener! Gila lo mas! Masa latri sih? Dia kan masih anak anak!!” teriaknya sambil melotot ke arahku
Sadar telah masuk ke dalam jebakannya, aku gak berusaha ngeles lagi...What did I tell u? she’s damn freaking smart. Shit!!

“ga terjadi apa apa, jujur !!…aku mergokin dia nonton bokep di kompi ku, trus terjadi sedikit pembicaraan, lalu tiba tiba dia ato aku entah siapa yang mulai, kita French kiss, but that’s all, saat itu aku bener bener bisa kendaliin diri…entah malaikat apa yang masih menjaga ku…dan serius, aku nyesel seribu nyesel…” jelasku panjang lebar seakan malah curhat.

“Gila lo mas...I don’t know, apa yang kamu punyain mas, tapi klitanya kok hampir semua cewe bertekuk lutut di depan kamu, makanya kamu jadi gede kepala trus jadi brengsek gini…”
“hus, jaga bicaramu” sergahku
“serius! Saat kamu apel pertama kali, aku sempet minta ke mba ine, buat iklasin kamu buat aku, tapi mba ine bersikeras, padahal dengan cowo2 dia yang lain, mba ine asik asik aja”

“eh? Ngomong apa sih kamu rik? Jadi…halah, boong banget lo! I’m not your type kale…”
“hmm” rika hanya menjawabku dengan senyuman
“hehehe, cuman mo ngetes sePD apa mas…” lanjutnya ngeles
“prêt!”

Rika merebahkan kepalanya di pangkuanku, denga begitu, otomatis tanganku melingkar di perut dia, sambil terus cerita cerita mata dia memperhatikan acara TV yang kita tonton, dan aku? aku memperhatikan dua tonjolan di puncak bukit dadanya. Putting itu seakan berlomba ingin melompat ke luar dari You can see tipis tanpa BH yang dia kenakan. Naik turun seirama dengan aliran nafasnya yang entah kenapa menurutku masih sedikit kurang teraur. Sengaja ku pindahkan tanganku dari perut ke dadanya, walau tidak tepat diatas kedua putingnya. Rika masih cuek dan terus bercerita tentang dia dan pacarnya yang seakan ‘kurang mengerti’ kebutuhan dia dan apa yang sebenarnya dia inginkan.

Gairahku kambali naik ke ubun ubun, aku tahu sebentar lagi aku tidak akan dapat menahan gejolah birahi yang selalu mengasaiku begitu ia terbangkitkan. Tangankupun secara otomatis mulai melakukan remasan remsan lembut terhadap payudara adik iparku yang sekal itu. Dan remasan itu semakin keras, semakin keras lalu berubah menjadi gerakan gerakan jari melingkar lingkr di seputar putingnya. Melingkar dan sesekali mencolek dengan lembut ujung puncak putting yang terasa semakin mengeras itu. Lalu gerakan itu berubah menjadi pilinan terhadap putting rika. Seperti sedang mencari chanel radio, aku memilin milin putting yang semakin keras itu. Kontolku sudah ngaceng 100% entah kenapa, sensasi ini benar banar membakar birahiku, membara panas dan liar.

Rika sendiri seperti tidak ada tindakan untuk menghentikan permainan remasan dan pilinan jari jariku terhadap dadanya. Malah sesekali aku mendengar desahan desahan halus keluar dari mulutnya. walaupun aku orangnya suka tidak control terhadap birahi, tetapi aku dapat menjadi orang yang sangat sabar apabila melakukan tidakan foreplay dan merangsang pasangan. Bisa di bilang aku selalu mengerti dimana titik lemah seorang cewek, perlakuan apa yang paling dia sukai dan apa yang dapat membakar birahinya. Masih bermain main dengan keterampilan jariku, dengan tangan kanan meremas dan memilin dada rika, rangan kiriku dari bawah bergerak kearah pangkal lehernya, menyusur belakang telinganya lalu berbali ke depan dan mengusap lembut bibirnya.

Rika mulai lebih jauh terpancing, lidahnya mulai terjulur menyambut jari jariku yang bermain main di bibirrnya. Sejurus kemudian, jariku telah bertarung dengan sengit melawan lidahnya yang menjilat jilat liar. Seiring dengan puntiran putingnya dengan tangan kananku, aku masukkan kedua jariku ke mulutnya dan menjepit lidahnya…

“aghhh…”

Rika menggelinjang lalu tiba tiba mengubah posisinya menjadi terlentang. Ia kangkangkan kedua kakinya, aku tidak menyadari kapan tangannya sudah masuk ke celana hot pants yang ia kenakan dan mengobel memeknya sendiri dengan kedua tangannya. Aku keluarkan tanganku dari mulutnya, dan kugunakan keduanya untuk memproses buah dada dan putingnya. Rika semakin seperti kesetanan mengobel dalam memeknya. Akupun semakin tidak tahan, dengan nafsu ku tarik U can see nya ke atas, tarpampanglah buah dada adik iparku yang montok itu, lalu dengan segera aku menuduk dan mempermainkannya dengan mulut dan lidahku.

Rika sekamin menjadi jadi, di obelnya sendiri memeknya dengan kedua tangannya dengan RPM tinggi sambil mendesah desah tidak karuan. Jilatanku pun semakin turun, kearah perutnya lalu kusodok sodok pusarnya dan kupermainkan dengan lidahku. Erangan dan lenguhan rika semakin keras, akupun semakin bergerak kearah bawah dari tubuhnya. Dengan posisi merangkak di atas badannya dalam gaya 69, ku pelorotkan hotpants yang menutupi memeknya tanpa CD itu, aku tercengang tiga jarinya sudah masuk ke lobang memeknya sendiri yang sudah sangat basah itu. Aku segera mencabut jari jari itu, menyingkirkan tangannya dan menggantikannya dengan mulut dan lidahku. Baru beberapa jilatan dan hispan, rika melejang lejang dengan keras dan menyemburkan cairan orgsmenya beberapa kali ke mulutku. Tanpa menyianyiakan cairan favoritku yang beraroma sangat aku sukai itu,aku menyedotnya habis tanpa ampun. Rika pun akhirnya menggelosoh lemas seusai orgasme.

Terengah engah dia berkata “hehehe..thanks ya mas…”

“it’s OK, kamu enak?”
“banget…”
“good, mau mandi lagi?”
“ah, entar aja degh, masih mau menikmati sisa orgasmeku dulu”

Aku kembali duduk dan memegang kontolku.

“kalo gak keberatan, tetep posisi itu ya, tak pake ngocok bentar”
“he’eh…” jawabnya

Akupun segera mengeluarkan kontolku dan dengan posisi mengangkang di antara kepalanya aku mulai mengocok sambil memperhatikan matanya yang sayu menatap kontolku yang ku kocok dengan tanganku sendiri. Praktis kontolku hanya berjarak beberapa cm dari mukanya. Lalu sengaja aku menurunkan sedikit posisiku sehingga biji pelirku menggesek hidung dan mulutnya. Aku berharap dia sedikit terangsang lagi lalu membantu ku dengan sedikit menjilat buah pelir maupun batang kontolku, sialnya rika tidak bereaksi. Aku tahu dia sengaja tidak melakukan itu. Tapi tidak masalah, dengan pemadangan itu, matanya yang tidak berkedip menatap kontolku yang sedang ku kocok, dadanya yang terpampang indah dan memeknya yang masih kelihatan licin mengkilap, tidak butuh waktu lama sebelum aku menyamburkan spermaku. Aku memang tidak berniat menahannya terlalu lama, walau aku mempunyai kemampuan untuk itu. Dan kecrotan spermaku sengaja aku rahkan ke atas bibir dia. Rika pun tidak protes ataupun mengubah posisinya, sehingga spermaku sukses membanjiri bibirnya.

Dia tersenyum dan menjilat sedikit pejuh yang belepotan di bibirnya itu.

Hanya itu yang terjadi malam harinya, keesokan hari aku mengantarkan dia pagi pagi ke kos. Dan aku yakin kejadian kemarin akan tersimpan rapi di memory kita berdua.

Posted at 12:03 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu kecil 4

“siapa?” tanyaku

“pah, ini aku latri…” jawab suara dari luar

Pintupun ku buka.

“lho, gak menunggu rombongan yang dari mbak yun gedhe lat?”

“enggak pah, masih tiga hari lagi, latri bosen di kampung”

“ooo…yaudah masuk, bawaanmu mana?”

“cuman ini aja kok pah, kemaren juga latri gak bawa baju banyak waktu balik ke kampung, cuman ini ada oleh oleh dari emak” katanya sambil melangkah masuk

“weh, kok repot repot to lat…”

“ennggak kok pah, cuman sedikit…mmm…papah gak sendiri yah?” tanyanya dengan menyelidik

“enggak, ada bu Umy tuh di kamar”

“eh? Bu Umy? Di kamar? Kok di kamar pah?” tanyanya terkejut sedikit menyelidik

“eh…dia numpang ke kamar mandi, tadi dateng bawain berkas buat rapat nanti siang”

“oooo…” katanya masih (kelihatan) menyelidik sambil melihat badanku yang masih penuh keringat

“ya udah pah, latri permisi ke kamar dulu pah” lanjutnya

“ok” jawabku pendek “lat, ntar malem gak usah masak aja, kita makan di luar, papah paling pulang sebelum jam 6, mandi bentar trus kita keluar yah?”

“ya pah…” katanya sambil berjalan masuk ke kamarnya, di depan kamarku dia sempat berhenti dan melirik ke dalam, untung saja Umy sudah tidak tergolek telanjang di atas ranjangku dengan berlumuran lendir, kalau tidak…ya ga papa sih, sbenernya…

---

“lat…” panggilku sambil membuka pintu kamarnya

“ya pah…” sambil reflek menutupkan handuk ke badannya. Rupanya dia habis mandi dan sedang mau berganti baju.

“eh, maaf…” kataku sambil mencoba menutup pintu kamarnya lagi

“ah…gak apa kali pah…” jawabnya polos sambil tersenyum aneh

“eeh...gini, papah berangkat dulu, kamu istirahat aja dulu gak usah kerjain apa apa kan masi capek habis perjalanan, tadi pagi papah sudah bersihin rumah kok, cuman nanti akan ada orang anterin laundry, uangnya di meja telfon…eeemm, apa lagi ya? Eh, dan untuk makan siang, papa dari kemaren cuman beli roti, semua ada di kulkas, kamu makan aja...”

“ya pah…”

“kamu mau nitip apa kalau papah pulang nanti?” tanyaku lagi

“enggak pah, makasih…kan katanya mau keluar lagi”

“eh, iya ding…ya udah, baik baik ya di rumah”

Latri cuman tersenyum dan mengangguk. Sumpah man, gimana gitu. Sekilas terbayang adegan ciuman kita beberapa minggu yang lalu. Akupun mengerjap, memaksakan kesadaranku untuk segera kembali ke akal sehat, lalu berbalik. Beberapa langkah kemudian aku menegok dia. Dia masih mematung di posisinya semula masih dengan hanya selembar handuk yang menutupi badannya sambil masih (juga) tersenyum, kali ini sedikit ada pancaran geli di matanya. Sialan memang anak 17 tahun ini. Dan sejak ciuman itu, aku selalu salting di depan dia. Brengsek, macem ABG aja aku nih!

---

Aku bergegas membuka pintu depan, jam tanganku sudah menunjukkan pukul 18.45, memang pertemuan itu memakan waktu sedikit lebih lama dari yang ku perkirakan. Tapi sebenernya SO WHAT? Kenapa hanya karena terlambat sedikit dari janji pulang sebelum jam 6 dengan pembantu kecilku, latri, aku jadi grasa grusuh gini? Macem abg janjian ama gebetan barunya aja. Memasuki ruang tamu, kucoba untuk meraih kembali kendali diriku. Kupelankan langkahku, ku atur nafasku dan ku buat pembawaanku sekalem mungkin. Dan aku kembali melangkah.

Diruang tengah kulihat latri sudah rapih, duduk dengan manis dengan menonton tayangan sore. Aku berdehem, dengan ringan ku lihat dia menoleh.

“eh? Papah? maaf pah, latri gak mendengar mobil papah masuk ke halaman…jadi tidak bukain pintu…” katanya sambil bergegas bengkit dan mengulurkan tangannya untuk mengambil koper kerjaku.

“eh, ga papa lat, papa emang ga masuk halaman, mobil papa parkir di jalan…emm, maaf papah agak telat, soalnya tadi rapat…ee…”

“ya gak papa to pah, kan kerjaan papah lebih penting…” katanya sambil tersenyum

Aku hanya bisa membalas senyumannya sambil garuk garuk kepala… kemaren kakak iparku yang sok berperan sebagai istri yang manis, sekarang ada anak umur 17an yang sok mengerti aku, sok jadi seperti pacar yang pengertian. Panggilnya papah, tapi sikapnya GFE. Buset, what a life I had.

Geleng geleng kepala aku menggeloyor ke kamar, sekilas ku lirik latri yang berjalan kearah ruangan kerjaku untuk menaruh koperku di sana. Dia kulihat memakai kaos ketat lengan panjang berwarna pink muda dengan potongan leher sampai bahu, daleman you can see kuning tampak melintang di pundaknya, di padu dengan semcam balero jala jala putih yang agak gombrong sepaha. Sedangkan di bawahnya dia memakai hotpants dari jeans hitam sebatas paha yang mempertontonkan kakinya yang jenjang dan putih khas remaja.

Rambutnya di sisir ke belakang dengan memakai japitan di tengah kepala dan sisanya di biarkan tergerai. Di telinganya dua anting berbentuk Winnie the pooh berwarna senada dengan kaosnya menempel dengan lucu, dan beberapa gelang warna warni menghiasi tangan tangan rampingnya, tidak lupa beberapa aksesoris kalung juga menjuntai dengan indah melewati dada kecilnya. Sepatu flat standar yang dia pakai aku ingat betul, itu hadiah ulang tahun dari kami sekeluarga, sepatu keluaran zara ini memang sedikit agak mahal untuk hadiah kepada pembantu, tetapi sekali lagi latri sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri. Tidak ada istilah pembantu di keluarga kami, semuanya bekerja sama dalam hal mengurusi rumah.

Tak lama kemudian aku bergegas keluar dari kamar mandi, kulihat sebuah celana jeans dan T-Shirt hitam faforitku, dengan seperangkat pakaian dalam sudah ada di ranjangku yang sudah diganti spreinya. Sprei yang seingatku tadi pagi penuh dengan lelehan lendirku dan Umy yang aku genjot di sana. Aku tersenyum simpul memikirkan betapa beruntungnya nasib bajingan seperti diriku. Sambil garuk garuk keapala aku pun memungut pakaian yang sudah di siapkan gadis kecilku itu. Ah, bahkan sampai berpakaianpun dengan halus latri berhasil mengaturku. Aku semakin geleng geleng kepala. What a life!

“sudah siap?” tanyaku saat kulihat latri dengan telaten duduk di ruang tangah, sedang TV sudah dia matiin.

“sudah pah” jawabnya. Aku semakin geleng geleng kepala. Prasaan jadi kaya mo ngedate…padahal cuman mau makan aja.

“latri mau makan apa?” tanyaku ketika mobil kita sudah mulai jalan

“apa aja deh pah” jawabnya yang duduk di sampingku

“papah ajak ke tempat yang special, namanya laluna, tempatnya asik dari sana bisa liat pemandangan simpang lima”

“wah, kedengarannya asik banget tuh pah” jawabnya, entah beneran ato tidak tetapi matanya kulihat berbinar semangat seiring dengan senyum lepasnya waktu mengatakan hal itu, sesuatu yang akan bikin cowo manapun akan berbesar hati karena merasa amat sangat di hargai pilihannya. Bisa aja nih anak!

Aku segera berbelok ke arah ruang parkir yang kosong, kamipun segera keluar dari mobil. Waktu menunjukkan pukul 19.15 saat aku lirik jam tanganku.

“latri sudah lapar banget atau mau jalan jalan dulu di mall?” tawarku pada gadis kecil yang sekarang berjalan sedikit menghimpit di sebelah kiriku.

“mmm…kalau papah ngasih pilihan jalan dulu, ya…jalan dulu lah pah…” jawabnya sambil tertawa renyah.

“so it is…” desahku

Kamipun memasuki jembatan yang menghubungkan tempat parkir dengan mall. Sepanjang jalan latri kelihatan riang. Seperti layaknya ABG aktif, dia ‘meloncat’ dari stand ke stand lain sambil memegang apapun yang berbau fashion dan pernak perniknya. Dan aku seperti om genit yang tolol mengikuti kemanapun arah langkahnya. Sesekali dia mengapit mesra tanganku sambil menunjukkan barang barang yang membuat dia tertarik. Setiap kali pula aku menawarkan apakah dia mau membelinya, dan hampir setiap kali dia menolaknya, dia cuman mau windows shopping, katanya. Dan lucunya setiap kali ada orang memandang aneh kepada kami, karena (sumpah) ane emang nampak seperti om om genit yang baru nurutin keinginan ABG simpenannya, dia selalu (mungkin) dengan sengaja panggil aku ‘papa’ dengan keras. Mungkin latri mengira panggilan itu bisa mengaburkan pandangan negative mereka. Bisa aja ni anak. Seperti di salah satu boutique yang kita masukin.

“pah ini bagus ga?” kata latri dengan keras setelah dia memilih dan mencoba sebuah dress terusan dengan atasan model gombrong dan bawahan berupa rok mini yang ketat berwarna hijau gelap yang kontras dengan kulitnya yang putih

Aku tidak menjawab hanya tersenyum kalem sambil mengacungkan jempol

“putrinya pak?” tanya salah satu dari mereka, aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu

“udah besar ya? Padahal papanya masih muda gini” kata mbak itu semakin genit

“yah…aku bersyukur sekarang, do’a ku dijawab oleh Tuhan; kenakalan masa remajaku ternyata di ampuni oleh tuhan dengan mengirimkan malaikat cantik itu kepadaku” jawabku sedikit berteka teki

“ooo…terus mamanya? Eh, maaf lho pak, malah jadi nanya nanya, abis penasaran cii…hihihi…”

“pernah liat pernikahan usia dini bermasalah?” jawabku sambil meliriknya

“buuuuannyyaaaakk banget kalee pak, malah hampir semua…” jawabnya

“nah itulah yang terjadi” aku tersenyum lagi sambil mengangguk angguk ke arah latri ketika memberikan persetujuan atas baju lain yang sedang dia coba

“ooo…ic…mau dunk jadi mama nya…hihihi…” temennya ikut menimpali

Aku hanya tersenyum geli mendapati ‘sandiwara’ spontan kami di respon dengan sangat meyakinkan oleh orang orang itu. 20.30 kami duduk di restoran di meja yang memang sudah saya pesan sebelumnya. Beberapa tas belanjaan terpapar di samping kursi latri. Akhirnya belanja juga…

“makasih ya pah, malah jadi beli beliin latri yang macem macem…” katanya ketika pelayan yang mencatat pesanan kami berlalu

Aku hanya tersenyum memandang wajah dia. Entah apa yang ada di otakku

“iya, pemandangannya indah banget dari sini pah…kalau gak di ajak papah mana mungkin latri sampai ke tempat ini”

“iya, kadang papah kalau merenung suka ke sini sendirian, tempatnya adem dan inspiratif…”

“dan romantis…” timpalnya

“eh? Oya? Mnurut kamu gitu?” aku sedikit geli dengan kata itu

Latri hanya tersenyum.

Posted at 12:04 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu kecil 5

Kami memasuki rumah pada jam 22.30. latri sedikit limbung di dukunganku karena mungkin sedikit mabok. Mabok? Yup, seperti kebiasaanku saat makan di laluna, aku pasti membuka wine untuk menemani tenderloin black pepper sauce yang ku pesan. Dan dia bersikeras untuk ngerasain wine. Sudah ku bilang itu mengandung alcohol, tapi dia maksa. Setelah seteguk melewati tenggorokannya, dia bilang enak juga, ujung ujungnya kita open sampai dua botol. Buat anak yang (mungkin) seumur umur belum pernah minum alcohol, hasilnya ya teler. Fuih… emang badung ni anak!

Memasuki ruang tamu, aku tidak sabar menuntun langkahnya yang terhuyung, segera tubuh mungil itu aku gendong. Matanya yang setengah sadar, menatap manja kepadaku sambil tersenyum. Pikiranku mulai kacau. Entah kenapa dada kecil yang melengkung di boponganku dan sentuhan paha pada lenganku membuat libidoku terbakar. Kegilaanku tersulut, niatku untuk tidak sampai menidurinya karena sudah aku anggap anak sendiri aku khawatir akan segera pupus.

“pah…” panggilnya

“iya …” jawabku, masih menggendongnya

“malam ini latri bobo di kamar papa ya?” pintanya menggoda

“kamu mabuk…” kataku pendek

“mabuk cinta…” desahnya sambil menggeliat mengeratkan pelukannya kepadaku

Eh?

Aku geleng geleng kepala, mengabulkan keinginnannya aku menggendongnya berbelok ke kamarku. Sesampainya di sana langsung aku rebahin ke ranjangku. Ranjang yang sudah menjadi saksi bisu kebejatanku dalam menggumuli wanita wanita selain istriku. Tubuh mungil itu tergeletak pasrah di sprei putih dalam terangnya lampu kamar yang memang sengaja aku nyalain semua. Menghindari aura romantis apapun yang bakalan mematahkan niatku untuk menjaganya.

“kamu mabok lat…cepat tidur, biar besok tidak pusing kepala…” bisikku lirih

“iya pah…aku mabuk…aku mabuk cinta pah…cinta sama papah…aku sayang papah…peluk aku pah…please…” jawabnya sambil menggeliat lalu mencengkeram bahuku kuat kuat

Aku melepaskannya dengan lembut lalu beringsut sambil garuk garuk kepala. Setengah mati aku menahan libidoku untuk tidak segera menggumuli dia dan menyodokkan kontolku ke lobang memeknya yang pastinya masih sempit dan legit. Aku bertahan mati matian. Tapi…kanapa aku bertahan mati matian? Rasa sayang kah? Ini gila! Ini membuatku gila! Dan semua kegilaan ini…Arrrgh!!

Latri sudah mulai tenang, aku membelai kepalanya, dan menatapnya lekat lekat lalu aku (entah dorongan dari mana) mengecup keningnya. Dia tersenyum. Kali ini harus aku akui lagi man! Senyumannya emang manis…lalu kelopak matanya yang memang sudah sayu itu perlahan menutup, sedetik kemudian desisan nafas halus sudah terdengar dari hidungnya. Dia tertidur. Aku geleng geleng, lalu tertawa sendiri. Keluar dari kamar aku menghampiri kulkas dan mengambil satu botol air dingin. Ku teguk sampai setangah sedangkan setangahnya lagi aku siramkan ke kepalaku.

---

Selimut itu ku benerin, karena aku masih merasa dingin dan belum ingin bangun. Di dalamnya aku masih menggeliat dengan enggan, bersiap untuk tidur lagi, ya karena aku tahu hari itu aku libur…sampai guyuran kesadaran itu menghampiriku. Aku terlonjak. Siapa yang menyelimutiku? Seingatku semalam, setelah mati matian bertarung dengan libidoku sendiri, aku keluar untuk minum air dingin dan mengguyur kepalaku, lalu aku merebahkan diri di sofa. Yap ini sofa yang sama dengan semalam, hanya plus selimut. Aku tersenyum menyadari kemungkinannya. Latri.

“eh, papah sudah bangun?” suara latri terdengar

Ternyata dia sudah mandi dan mulai bersih bersih rumah. Itulah salah satu yang membuat kami sayang sama dia, latri ni di luar usianya yang masih seumur jagung, dia rajin dan bertanggung jawab. Bahkan pada saat kita menawarkan untuk melanjutkan SMA aja di kota ini, dia menolak, dia bilang dia ikut keluarga kita untuk kerja dan membantu kami, bukan untuk merepotkan. Akhirnya kita sepakat untuk mengikutkan dia ke program home schooling. Dengan ijazah nantinya setara SMA. Karena kita semua sayang dia. Sayang dia…mmm, kukira baru baru ini kata itu memiliki arti tersembunyi antara aku dan dia…or is it cuman buatku? GILA!!!

“yap…papah mau mandi dulu…” ujarku singkat sambil melompat bangun dari sofa ruang tengah, tempat aku tertidur semalam. Ough…kepalaku pusing banget, lemungkinan besar hasil kolaborasi antara alcohol, dinginnya guyuran air es dan nahan libido semalem. Kombinasi yang sadis!

“pah…” panggilan latri menghentikan langkahku

Aku melirik lalu berbalik dan mengangkat alisku, isyarat kepadanya untuk melanjutkan perkataannya. Terlihat rambutnya yang sedikit berombak masih basah sehabis keramas, dia memakai kaos putih agak longgar berpotongan leher lebar dengan hotpants pantai yang longgar pula. Seger cuy…

“latri…minta maaf, kalau semalam…merepotkan…dan…berlaku tidak sopan…yang…mungkin bikin papah tidak berkenan…latri gak tau kenapa latri berani berlaku seperti itu…maafin ya pah…”

“mmm…enak aja minta maaf gitu aja…kamu harus di hukum…” kataku bercanda sambil senyam senyum dan mengangkat-angkat alis

Latri tersenyum, lalu sambil mengangkat-angkat alis juga menirukanku, dia bilang “latri siap di hukum apapun pah…”

“apapun? Hmm…ntar deh papah pikirin hukumannya…” Aku berbalik sambil jual mahal

Dari sudut mata kulihat dia tersenyum genit sambil menjulurkan lidah. Awas ya!

Aku membalik Koran sabtu itu dengan enggan sambil bertengger di kursi santai samping kolam koi belakang rumah, relax sehabis mandi pagi di hari libur yang tenang itu. Aku memakai celana kombor putih dan baju dalem santaiku. Aku cuek kalau celana gomborku tidak menampung juniorku dengan sempurna. Jadi mahluk tengil itu kubiarkan leluasa menerobos celah di kaki celanaku sambil mengintip matahari pagi. Junior juga kadang pengin berjemur…hehehe…

“ini pah kopinya” suara latri terdengar

“yup taroh aja di situ…” kataku sambil melirik sedikit dan masih sedikit focus ke Koran.

Lirikan sekilas itu ternyata tidak sebanding dengan efeknya. Posisi latri yang membungkuk menaroh kopiku di meja pendek itu membuat bagian leher kaos longgar yang dia kenakan membuka cukup lebar untuk ku dapat melihat BH coklat mungil yang membungkus dada kecil imutnya. Semerta merta junior bangkit. Dan kebangkitannya yang mendadak itu tentunya menghasilkan gerakan yang mengundang perhatian, karena junior memutuskan untuk bangkit di luar celana, menerobos celah lobang kaki celana yang gombrong.

“ah!” latri sepontan sedikit terlonjak, sambil memalingkan muka ketika melihat proses itu.

“halah kaya ga pernah liat punya papa aja kamu lat…dua kali lho papa mergokin latri ngintip papa ama mama berhubungan di sofa ruang tengah” aku membela diri tak kalah sepontan

“eh…iya, abis latri…kaget…eh, anu pah, soal ngintip itu…latri minta maaf, waktu itu…anu pah…mama…mendesah cukup kenceng…jadi kedengeran latri…jadi penasaran…eh…maaf kalau itu membuat mood papa jadi down saat…ngegituin mamah…” jawabnya terbata bata

Aku garuk gruk kepala sambil ‘menyimpan’ si otong kembali ke kandangnya. Kalau ku katakan, aku tambah terangsang waktu liat dia ngintip karena di dalam bayanganku dialah yang ku entot…wedew…

“eh, jadi kamu penasaran, lalu cepet cepet ngambil dildo mamah buat masturbasi sambil ngintipin mamah papah ML? Mmm… ada sesuatu yang bener-bener harus kamu klarifikasi!” kataku dengan akting sok marah

Latri menunduk di depanku, mimik mukanya kelihatan takut, tapi aku tahu matanya masih lirak lirik ke juniorku, aku biarkan itu.

“betulkan?” desakku lebih lanjut, masih akting sok marah

“iya pah, maaf itu memang mainan burung-burungannya mama…latri lancang minjem, tapi sudah latri cuci dan balikin lagi kok…tapi latri salah, latri mohon maaf pah…” jawabnya polos dan sepontan jujur. Satu lagi yang kami suka dari latri, dia jujur dan mau bertanggung jawab. Tidak seperti pembantu lain yang lebih suka ngeles.

“maksud papa…hrmm (dehem krn canggung) walau dildo itu ukurannya sedikit kecil, tapi kalau kamu masukkan semua ke…vagina kamu…itu bisa merobek selaput keperawananmu…”

Latri mendengus dan tersenyum malu malu sambil masih menunduk

“emang latri udah gak perawan pah…” katanya kemudian dengan enteng.

“itulah kenapa…latri malu sekali dengan kata kata latri semalam ke papah, latri…saat itu seperti mengingkari status latri sendiri…yang cuman…pembantu dari desa…yang sudah mendapatkan kasih sayang sedemikan banyak dari keluarga ini…malah masih mau lancang mengharapkan papah…maafin, latri serakah…dan di lagi pula, latri juga tidak ada yang bisa di persembahkan ke papah, misalkan papah…menghendaki…eee… maksud latri…anu…kan latri…” lanjutnya

“ayolah lat, kamu tau kami menyayangimu, kami tidak pernah melihat back ground kamu…eee…kalau kamu tidak keberatan, papa pengin tau masa lalu kamu, kok sampai latri bilang sudah tidak perawan itu gimana? Coba coba dengan pacar kamu, atau…padahal latri kan baru 17 tahun…” ujarku memotong ucapan terbata-batanya sambil menggeser posisi duduk dan menepuk nepuk bantalan kursi yang aku duduki, memberi isyarat kepada latri untuk duduk di situ, berbagi kursi

“ehmm…” latri mulai ceritanya dengan senyuman kecut, dia mengikuti isyaratku dan mulai duduk di sebelahku, berbagi kursi
“latri tidak perawan bukan karena coba coba dengan pacar pah, tapi karena bapak latri…” lanjutnya

“hah!! Maksudnya?” aku kurang mencerna penjelasannya
“kamu di perkosa sama bapak kamu?” aku masih mencari penjelasan, karena setahuku latri sudah yatim sejak beberapa tahun, kalau aku gak salah denger berita, ayahnya meninggal dalam kecelakaan KA. Tapi kalau ada pengalaman kekerasan sexual, mungkin dia termasuk anak yang kedepannya memerlukan perlakuan khusus, biar tidak terjadi trauma. Well, as I told you, kami sekeluarga menyayanginya.

“bukan begitu pah…latri emang sudah tidak perawan dari SMP…karena keperawanan latri di jual sama bapak untuk menutup hutang judinya…” lanjutnya dengan getir “lalu emak tau, emang emak tidak melaporkanya ke polisi, tapi emak langsung minta cerai ke bapak dan melarang bapak mendekati keluarga kami, bapak langsung pergi dan tak berapa lama kemudian kami dengar bapak menjadi korban kecelakaan kereta arah ke Jakarta…”

“eh? Oya?” serius aku terkejut, ternyata latri yang selalu ceria mempunyai masa lalu yang demikian tragis.

“trus? Eh, maksud papa, pas kejadian itu kenapa kamu nurut aja? Kenapa tidak berontak?” tanyaku lebih jauh.

“saat di kamar dengan orang itu, latri marah, takut dan perasaan benci banget sama bapak, latri berontak, menagis dan mencoba lari, tapi dia mengancam akan membunuh latri dan ibu kalau latri tidak menurut…latri lalu menurut karena ancaman itu kelihatannya tidak main main, dia preman dan rentenir yang cukup terkenal ganas di daerah kami dan katanya memiliki backing aparat…lalu saat orang itu menelanjangi latri dan mulai menciumi latri, meraba raba serta menjilati dada larti, latri jadi…eh, anehnya latri jadi tidak takut lagi, malah lebih ke gemetaran yang aneh, trus, malah anehnya latri jadi menurut karena tidak bisa menahan getaran itu…lalu dia mulai kangkangin kaki latri dan berusaha masukin burungnya ke lubang latri…lebih aneh lagi, latri tambah nurut aja, malah seperti penasaran gimana rasanya…”

“eh? Oya?” potongku singkat berusaha mencerna cerita latri

“maksud latri…eh…tapi baru saja burung orang itu masuk sedikit ke…lubang latri…dia langsung…ehm…muncratin…anu…eh, lalu trus dia langsung selesai…dan…jadi malah langsung lemas…jadinya…latri malah jadi…gemes…maksudnya, penasaran gitu…lalu…latri tunggu kali aja dia mencoba lagi, tapi, dia malah langsung keluar kamar dan ngobrol sama bapak, tak lama kemudian latri di ajak pulang…dan karena…eh…itu…latri malah jadi…ketagihan…eh! Emm…maksudnya penasaran…” lanjutnya terbata

Aku bengong…
Padahal kalau pada saat itu benar benar tidak terjadi penetrasi, kemungkinan dia masih perawan…
Tapi aku (entah kenapa) tidak mau mengutarakan kemungkinan itu, well paling enggak latri tidak trauma dan kalau dia tidak menngalami hal yang dia alami tersebut mugkin kejadian ini tidak akan pernah ada.

“trus?” tanyaku penasaran

“ya walau latri penasaran, tapi latri tetap gak berani ngajak gituan sama laki laki pah, karena menjaga nama emak di kampung juga, lalu ada temen latri yang membawa film di HP…tentang cewek yang main mainin miliknya sendiri…katanya namanya masturbasi…latri coba coba…dan ternyata…eh, makanya sejak saat itu…latri jadi ketagihan…eeee…maksudnya keterusan…anu…masturbasi…”

“oya?” aku garuk garuk kepala, dia mengangguk. Seperti cerita fiksi aneh dari film bokep JAV murahan. But what the hell…

“trus, apa yang pernah kamu…eghmm…masukin? Maksudnya pas masturbasi gitu…” tanyaku lebih lanjut, setelah tahu dia tidak mengalami kekerasan sexual yang dapat membuatnya trauma, aku malah jadi penasaran bagian masturbasinya cuy…maklum aku lelaki normal… well, lelaki bejad tepatnya!

“awanya ya cuman jari pah…lalu akhir akhir ini latri menemukan…mainan mamah…”

Aku garuk garuk kepala lagi, dan juniorku semakin ngaceng mendengar cerita itu…

“lat…” kataku sambil menelan ludah.

“ya pah…”

“kamu masih penasaran sama punya cowo yang asli?” Gila! Aku sendiri tercekat ama kata kata yang barusan aku ucapin. Goblok! Bego! Tolol!

“ah, papah…malu ah…”

“kalau papah minta latri pegang punya papah, latri mau gak?” ujarku lebih lanjut.
Terlanjur basah man! Well, dalam hal ini terlanjur kentang! Anjriitt!!! Apa yang gw lakukan???

“mau! mau banget pah!…eh, anu…ee…maksudnya…jangankan cuman disuruh megang punya papah, papah suruh latri megang bara api sekarang juga latri pegang pah! Jasa papah dan keluarga ini besar banget untuk latri bisa bales…” katanya sok diplomatis

Eh?

Latri mulai menggerakkan tangannya (awalnya sedikit canggung) untuk memegang kontolku

“ough! Tangan kamu anget banget lat…” aku berkata sambil menikmati genggaman dia

“ehhh…kok…gueedee bangedd sih pahh…? Latri kira mainan mamah udah gede…burung rentenir yang dulu membeli latri lebih kecil lagi dari burung burungan mamah…” katanya sambil memegang kontolku dengan dua tangan, menyusuri figurnya dari pangkal ke ujung dan melakukan gerakan meremas remas gemas sedangkan matanya melotot melihat siluetnya yang tercetak di balik celana.

Aku hanya tersenyum, tanganku pun tidak diam saja, aku meraih ke depan dan sukses mendarat di dadanya. Aku membelainya pelan. Mungil…imut…kenyal sekaligus lembut…benar benar khas dada ABG… latri mendesah…dan memandangku sayu. Tanganku bergerak ke samping tepat di ketiaknya. Dengan sekali sentakan latri ku angkat lalu ku dudukkan di pangkuanku. Kami berhadapan. Mata kami bertemu. Pandangannya tajam, menantang. Sedangkan aku…kembali di landa keraguan.

Aku berada dalam posisi duduk sekarang. Kakiku menjuntai menapak lantai. Sedangkan latri berada di pangkuan pahaku dengan posisi kedua kaki mengangkang dan menghadap kearahku. Dalam posisi itu, selangkang kami memang belum saling menggesek, tapi jaraknya hanya hitungan centi. Aku memeluk pinggulnya, sedangkan tangannya masih berusaha mengkucel kucel kontolku. Pandangannya lurus ke mataku. Anak 17 tahun ini membuatku grogi. Aneh…

Beberapa lama aku cuman mematung, bimbang antara nafsu dan akal sehat, sampai latri meremas lagi senjataku dari luar celana. Kucengkeram erat pinggulnya. Kutarik maju sehingga posisi selangkangan kami saling menempel, walau barang kami masih ada di dalam celana masing masing.

Latri mendesah tertahan. Tanganku merambat naik ke punggung dia, kurasakan geronjal kecil, tali belakang BH dia. Tanganku terus naik, mengusap dan menggenggam tengkuknya. Lehernya yang kecil hampir muat ku genggam dengan sebelah tanganku. Lalu tanganku bergerak maju, mengusap pipinya, bibirnya yang mungil namun merekah itu tak lepas dari sentuhan jari jariku. Latri mendesah, alih alih dia memejamkan mata, pandangannya malah lebih tajam menusuk mataku. Ku usap rambut bagian belakang dari kepala kecilnya, tanganku bergerak ke dagunya dan perlahan kutrik ke depan untuk mendekatkan bibirnya ke bibirku. Dia belum juga menutup matanya. Sampai bibir kami bertemu dan desahan kecil itu kembali tersedengar dari mulutnya.

Dan kami berciuman.

Posted at 12:10 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu kecil 6

Sama seperti French kiss kita yang pertama, ciuman demi ciuman ku daratkan dengan penuh penghayatan di bibir dia, lidah kami pun saling membelit. Suara cepakan dan cecapan terdengar dari bibir dan lidah kami dalam balutan air ludah yang kami pertukarkan serta berpadu dengan nafas kami yang saling memburu oksigen di sela sela jeda longmarch kegiatan silat lidah kami. Namun bedanya kali ini dia dengan berani memeluk bahuku dan mengusap-usap tengkukku seiring ritme yang tercipta di antara kami, sedangkan tanganku mengelus, meremas dan menjelajahi pantat mungilnya serta mendorong dorongnya ke depan untuk menggesekkan selangkangan kami. Dia menanggapinya dengan semakin merapatkan tubuhnya ke tubuhku.

Foreplay yang panas dan romantis

Kegiatan saling belit itu berlangsung agak lama, aku memang sangat menikmati moment ciuman dengannya dan tidak ada alasan untuk tergesa gesa. Namun seiring waktu, ciumanku kupadu dengan cecapan dan jilatan ke leher dan telinga latri. Latri seperti tidak mau kalah, ciumannya pun mendarat bertubi tubi di wajah dan leherku.

Sejenak kurenggangkan jarak tubuh kami, wajah kami pun menjauh. Kutatap matanya, latri balas menatapku. Sekian lama kami membisu dan bertukar pandang. Mengatur nafas. Mengatur ritme. Dan aku menanyakan sekali lagi kehatiku, benarkah aku menginginkan ini?

Tiba tiba latri melengkungkan badannya ke belakang, dia menggunakan tanggannya untuk menyangga tubuhnya dengan menumpukannya ke ke-dua lututku. Dada kecil itu sekarang tersaji dengan menantang di depan mataku, dia menatapku seakan menantang. Dan dia tersenyum, misterius, aneh sekaligus menggairahkan. Latri sejenak melirik dadanya sendiri lalu kembali menatapku. Masih dengan senyuman menantang.

Menerima tantangan itu, tanpa menunggu lama lagi, kususupkan wajahku ke dadanya, ku kenyot kedua buah dada kecil itu dari balik kaos dan BHnya yang masih terpasang. Sejenak bermain di permukaan dadanya, tanganku mulai menelusup ke balik bajunya. Dia mendesah, dengan masih melengkungkan badannya ke belakang. Suara desahannya semakin menjadi.

Mulutku bermain main di perut datarnya ketika kedua tangganku menyingkapkan kaosnya. Latri mendesah lagi, lalu membantuku untuk membuka bajunya sendiri. Payudara kecil itu masih terlindung BH berwarna krem, tapi salah satu putingnya sudah sedikit mengintip keluar dari BH kecil yang ternyata masih sedikit kegedean buatnya. Puting itu cerah, berwarna merah muda segar dan menantang, wujudnya sebesar ujung jari kelingking serta tampak sudah mengeras. Semerta merta kudaratkan lidahku dengan gerakan menyapu ke atasnya.

“aaaaagggghhhhh…” latri mendesah panjang seiring sentuhan lidahku di permukaan putingnya

Sejenak kemudian, BH nya sudah tanggal di lantai sedangkan sapuan dan jilatan itu sudah berubah gaya menjadi kenyotan dan empotan halus. Kedua tangannya yang tadinya bertumpu di lututku berpindah ke leherku, sambil bergelayutan mesra. Aku menyapu seluruh permukaan payudara kecilnya dengan bibir dan lidahku. Tanganku melingkar dipinggul kecilnya untuk membantunya mempertahankan posisi itu. Sengaja ku pertahankan untuk menyentuhnya seringan mungkin agar muncul efek geli yang berdasarkan pengamatanku dari rangsangan-rangsangankuku beberapa saat tadi, aku ketahui semakin mengangkat birahinya. Latri semakin menggeliat geliat liar. beberapa saat kemudian, tubuhnya mengejang menyentak nyentak, kakinya yang sebelumnya menjuntai mengapit erat pinggulku di sertai pekikan keras.

“aaaakkkkkkhhhhh…”

Lalu tubuhnya terhempas, kepalanya tersandar lemas di bahuku dengan kaki masih mengangkang, selangkangannya bergesekan dengan selangkanganku. Dadanya yang sudah mulai berkeringat menempel erat di dadaku. Terengah engah dia berusaha berkata…

“papaaaah…eehhh…hhhh…latttriiihh…eehhh…hehhh…hehhh …” katanya sambil memelukku lebih erat. Badannya masih melejat lejet lemah lebih lanjut.

Kurasakan celana di atas memeknya basah kuyup, rupanya dia mendapatkan orgasme. Seperti bekas yang ku temukan di lantai beberapa saat setelah dia orgasme waktu masturmasi sambil mengintip aku dan istriku yang sedang bersenggama, ternyata dia jenis cewek basah. Lendirnya banyak banget. Jenis cewek kayak gini ini biasanya cepet banget orgasme, tapi juga langsung lemes setelahnya karena produksi hormone yang berlebih, tapi cepet panas lagi, sebagian besar cewek dengan type ini mampu menghandle multi orgasme, sebagian lagi langsung lemas setelah first-O.

Tapi cewek jenis ini bisa di ajak longmarch apabila melakukan hubungan sex, karena lendirnya yang terus menerus keluar, jadi tidak membikin Mr. P lecet. Salah satu jenis cewek favoritku. Pernah aku menggarap ABG setype dengan dia, semalam mampu melayaniku tujuh kali, tapi esok paginya dia tepar. Dan dua hari kemudian meneleponku untuk mengajak ngesex lagi, gratis katanya…ketagihan dia rupanya. Hehehe…

“kamu sudah dapat orgasme lat?” kataku sambil tersenyum menatap matanya, tubuhnya sekarang sudah agak menjauh, sehingga kami dapat saling berpandangan. Tangannya masih bertengger di bahuku dan nafasnya masih ngos-ngosan. Kulirik dada kecil itu…kenceng. Ampun DJ! Mana tahan…

“ah, papa nakal…” jawabnya singkat smbil tersenyum juga di sela senggalan nafasnya

“pindah dalem yuk, di sini dah mulai terik mataharinya…” ajakku

“ayuk pah…”

“di kamar papah atau di kamarmu?”

“di kamarku aja pah…”

“napa?”

“biar keliatan papah yang nakalin latri…hihihihi…”

Aku mencubit hidungnya dan mulai berdiri sambil menggendongnya. Seperti menggendong anak kecil di depan, kakinya melingkar di pinggangku otomatis memek basahnya menempel ketat di kontol tegangku. Sedangkan tangannya menggelayut manja di leherku. Kepalanya dia sandarkan ke pundakku. Sengaja sambil menggendong aku remas remas pelan pantatnya sambil mengobel pelan daerah lobang pantat dan lobang memeknya. Sambil menyandarkan kepalanya ke pundakku, kudengar dia mendesis desis halus. Kurasakan cairannya tambah membanjir. Apalagi seiring langkah kakiku, kelamin kami saling menggesek dengan cara beradu yang (menurutku) erotis. Kontolku tambah kencang, libidoku naik, nafsuku sudah tak tertahankan. Kali ini, memeknya yang memang sudah tidak perawan itu pasti akan ku jelajahi setiap inci pada relung kenikmatannya.

“ackhhh…” erangnya pendek saat aku membaringkannya ke ranjangnya sendiri sambil dengan sengaja menyorongkan senjataku ke selangkangannya. Matanya, seperti sebelumnya, menatap, kali ini diantara senyum anehnya, latri meggigit kecil bibir bawahnya. Erotisme Lolita…ancurrr...

“aaahh…papah nakal…” desahnya lagi sambil tersenyum lebar

Aku meringis sambil mengangkat-angkat alisku dengan mimik om-om genit. Hehehe…

"peluk latri lagi pah..."

Hmmm......"peluk latri lagi pah..."

Hmmm...

Aku memutuskan untuk tidak memeluknya kali ini. Lagipula, aku masih ada janji untuk menghukumnya, dan itu akan ku lakukan. Hehehe…becanda. Kupegang kedua betisnya, lalu ku kangkangkan kakinya. Dengan gerakan lemas kakinya mengikuti arah tanganku. Aku meliriknya sekilas sambil tersenyum simpul. Matanya seolah bertanya apa yang hendak aku perbuat. Tanpa basa basi ku sorongkan mulutku kearah memeknya dan mulai menjilat, menyedot bahkan menggigit gigit kecil bukit mini itu dari balik celana hotpantsnya.

“papah!... agggghhttthtt…” latri bereaksi sepontan saat mulutku mendarat di permukaan memeknya dari luar celana. Sepontan pula sentoran cairan panas melanda mulutku. Luapan cairan orgasme ataukah squirt? Aku tidak peduli, semakin membanjir itu memek, semakin keras aku menyedot. Latri tersengal, mengejang dan menggelepar gelepar menghadapi gempuranku. Entah berapa kali anak 17 tahun itu sudah orgasme dari awal ciuman kami.

Tanganku menggenggam kolor hotpantsnya, pelan pelan ku tarik celana itu ke bawah. Latri membantu dengan sedikit mengangkat dan mengejang kejangkan pinggulnya. Tak lama kemudian barang itu terpapar di depanku.

Tak ku sangka, vaginanya begitu merah-muda, dengan rambut yang masih sangat jarang jarang. Sisi luar bibir vaginanya terbelah dengan sempurna dan menonjol dengan cantik. Elegan namun imut. clitorisnya berwarna sedikit lebih cerah dari daerah labia minora atau bibir vagina-nya. Dengan gemetar ku sibakkan bibir vagina itu dengan jempol kananku. Lorong itu terlihat berkerut kerut eksotis, setiap lekukan mengkilat dilapisi cairan yang seakan tidak pernah kering. Perlahan ku elus clitorisnya dan terpampang pemandangan yang membuat darahku berdesir sampai ke kepala. Memeknya mengedut dengan sentakan-sentakan spontan. Memeknya…Empot Ayam!

Kepala latri masih tergolek lemas ke samping seakan masih menikmati orgasme yang barusaja di berikan oleh permainan mulut dan lidahku dari luar celananya. Tanpa dia sadari, aku sudah melepaskan celanaku dan mengarahkan penis tegangku ke lobang vaginanya. Sebenernya aku masih pengin mengenyot barang itu, tetapi kedutan tadi membuatku tidak kuat menahan lebih lama lagi untuk menusuk dan menjelajah relung yang sudah menganga pasrah di hadapanku ini. Aku mulai menggesek gesekkan kepala penisku ke permukaan bibir memeknya. Latri masih tergolek sambil terpejam, walau memeknya bereaksi dengan mengirim kedutan kedutan erotis yang membuatku semain gila. Lalu…

BBBBLLLLESSS…
Pelan tapi pasti lobang itu akhirnya aku tembus…

“aaaagggghhhhhh! Paaaaapaaaaah!” erangnya panjang sambil berusaha menarik kepalanya keatas untuk melihat memeknya yang mulai tertembus rudalku…sekilas kulihat matanya nanar melotot, menandangku panik saat merasakan kontholku menyeruak lorong memeknya. Masuk...masuk…mili demi mili, lebih dalam…dan semakin dalam…

Terlambat latri!! semua sudah terlambat kini… papa brengsekmu ini tidak dapat menahan gejolak libidonya lagi…

Tiba tiba…
JDUK! Eh?

“mentok??” tanyaku di dalam batin…Lalu…

SLUPT…SLUPT…PTETTT…PTETTT…SLEPT…SLEPT…!!!

memeknya bereaksi terhadap benda asing…empot ayam itu secara reflek memeras penisku yang baru ¾ masuk ke lorong memeknya.

Memek yang cetek, empot ayam serta becek banget…Kombinasi aneh tapi luarrr biasa nikmatt…

Dan aku pun mulai memompa!

Kugenjot dia dengan ritme pelan, aku mulai dengan RPM rendah, pinggulku dengan telaten kugerakkan maju mundur, berputar dan kuselingi gerakan gerakan zig-zag secara ritmik. Latri sudah tidak sanggup lagi menatapku, matanya kini membalik ke atas bersamaan dengan lenguhan dan goyangan kepalanya mengikuti ritme goyanganku. Tangannya menari narik sprei dengan kuat, dia mendesah, melenguh dan meracau. Aku tingkatkan RPM goyanganku. Dia mendelik, lenguhannya semakin keras. Memeknya tek henti henti menyemburkan lendir putih licinnya. Rasa licin, panas disertai emputan ayam dan pentokan dinding rahimnya di ujung penisku membuatku serasa melayang. Terbang!


Kuraih pinggulnya dengan kedua tangan untuk memaksimalkan efek goyangan pinggulku. Masih dalam posisi MOT, aku menghujamnya dengan telaten dan variatif. Suatu waktu aku bergerak secara konvensional, maju-mundur, di kombinasi dengan gerakan memutar dan memilin, di lain waktu ku gerakkan pinggulku dengan arah keatas-bawah seperti mencungkil-cungkil. Sesekali waktu, aku memberinya kesempatan bernafas dengan menghentikan sebentar gocekan pinggulku, tempo itu aku gunakan untuk kembali mencecap putingnya yang semakin menantang itu.

Kepala latri yang tergolek ke samping aku tegakkan, sehingga sekarang dia terlentang dengan sempurna, penisku masih dengan nyaman bersarang di relung vaginanya. Dengan gaya kodok, aku masih menelungkupi tubuh mungilnya, tapi tidak langsung menindihnya. Kuelus kembali rambut ikalnya, ku singkirkan beberapa helai yang jatuh dan lengket di wajahnya karena keringat. Matanya sayu membuka, sambil berusaha mengatur nafas dia tersenyum. Latri mengangkat sedikit kepalanya sambil membuka bibirnya. Isyarat minta cium.

Dan kami kembali ber French kiss. Dalam dan intim…

Persetubuhan ini memang aku bikin se-relax mungkin, di dalam pikiran jahatku, aku ingin menanamkan kesan yang dalam di benak latri, agar prosesi seperti ini bisa berlangsung secara kontinyu. Damn !! Sebut aku banjingan, tetapi kalau kalian tidak memungkirinya, hal itu juga yang ada di benak kalian kan?

Cplup…

Bibir kami terlepas dari FK yang dalam

Dan aku mulai mengayuh lagi, aku mulai dengan RPM rendah lagi, hanya kali ini aku variasikan dengan hentakan hentakan kuat sesekali tempo. Vagina latri mulai bereaksi kembali, walau pinggulnya masih passive, mungkin karena lemas, tetapi relung vaginanya benar benar aktif, mengempot dan memilin penis ku yang menjelajahinya.

“aaaaa…AAGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …”

Latri mendesah seiring tempo hentakanku. Sebenarnya aku masih ingin berlama lama, toh tidak ada yang mengharuskan kita terburu buru. Tapi kelihatannya sudah waktunya menyelesaikan ronde satu, lagipula, aku sudah tidak menghitung lagi berapa kali tadi vagina kecil itu sudah menyemburkan cairan orgasmenya. Kupercepat RPM. Menengah! Dan Tinggi!!

Aku meyentak nyentak kuat

CPLOK CPLOK CPLOK CPLOK

Suara testisku terdengar kencang waktu menampar nampar pantat kecilnya seiring genjotanku


“AAAAAAAAAAAAA………………………AAAAAAAAAAAAAAA………………AAAAAA AAAAAAAAA………….AAAAAAAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAA….IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHH HHH……..”

Desahan latri berubah menjadi lengkingan panjang

Dan aku kayuhan itu semakin kupercepat…

CPAK CPAK CPAK CPAK CPAK

“ARRGGHHH !!!” aku mengeram saat puncak itu berhasil kudaki

Kuhujamkan dalam dalam penisku ke relung vagina latri. Spermaku ku muntahkan semuanya di sana. Aku mengerang lagi saat merasakan guyuran cairan panas di sekujur penisku. Dan aku melejang lejang lagi. nafasku memburu. Kemudian aku limbung, terjatuh tertelungkup di atas tubuh latri. Nafasnya tak kalah tersengal.

Perlahan aku geser tubuhku ke samping, memberinya kesempatan untuk menghirup udara. Kupandang wajahnya, latri masih memejamkan matanya, berusaha mengatur nafas. Beberapa saat kemudian, dia menoleh ke arahku. Aku sengaja belum bekata kata, kubelai wajahnya dan kembali ku tatap matanya. Bibirnya mendekat dan kita berciuman kembali. Singkat namun dalam. Kami berpelukan.

“pah, boleh latri bilang kalau latri…say…eh…enggak jadi ding…” latri tidak menyelesaikan kalimatnya, dia hanya langsung menyusupkan kepalanya ke dalam pelukanku.

Aku tersenyum, ayolah, masa aku tidak bisa menebak sih lanjutan kalimatnya? Tapi aku sengaja tidak menanggapinya secara verbal, aku hanya menarik wajahnya dan mengecup keningnya. Latri menunduk lagi dan mempererat pelukannya, dan kami berpelukan kembali dalam kebisuan. Dibenakku terfikirkan hal-hal yang entah akan dapat aku sampaikan dalam bentuk kata kata atau tidak di dalam kehidupan ini. Hal seperti: Lat, aku juga…

Ini gila! Masa aku falling sih? GILAAAA!!!

Aku falling in love?? Kalimat itu masih terus menjerit jerit di batinku, dan yang paling menyiksaku adalah kenyataan bahwa aku memang menyayanginya entah dalam konteks apa, aku sendiri juga masih bingung. Dan yang barusan terjadi, apa itu dia anggap sebagai ekpresi sayang, atau perwujudan dari nafsu bejad majikannya? Kalau yang barusan adalah pemerkosaan, kenapa dia malah hampir mengungkapkan perasaannya kepadaku? Apa memang bener kata-kata rika? Apa aku memang semenarik itu? Ah, jangan GR lah, bajingan sepertiku seharusnya sudah tidak pantas untuk terlihat menarik di hadapan wanita manapun…Dan aku semakin dalam tenggelam dalam lamunanku.

Nafas latri mulai teratur, dinginnya AC di kamarnya mengeringkan keringat kami dengan cepat. Dan sejuknya seakan membius tubuh lelah kami. Tak seberapa lama, aku sudah mendengar desisan halus nafas latri. Rupanya latri sudah tertidur. Ndablek juga cewe satu ini! Padahal… Ah…

Dan aku mempererat pelukanku

Hangat…
---

Epilog
Saat ini latri ada di sebuah kota di luar propinsi yang kami tinggali, menyelesaikan kuliah manajemennya. Dengan biaya kami tentunya. Dia cukup dapat mengikuti mata kuliahnya walau masuk dengan ijazah SMA persamaan, dan kami semua bangga dengannya. Aku hanya sekali itu melakukan hubungan itim dengannya, karena itulah bisa di bilang hubungan kami malah jauh semakin akrab tapi sejauh ini juga tidak ada di antara kami yang menyatakan perasaan. Kadang, kalau ada kesempatan kami hanya berpelukan, Latri sering minta peluk, katanya pelukanku hangat dan nyaman. Kami saling menghormati sebagai dua individu dewasa.

Aku mencintai istriku, latri tahu itu, tetapi aku juga mencintai latri, dan aku kira latri juga tahu itu. Walau kata kata cinta tak pernah terlontar secara verbal dari mulutku. Setiap kutanyakan apa dia sudah punya pacar, latri hanya bilang dia sudah memiliki seseorang yang sangat berarti. Tapi aku tidak berani otomatis mengasumsikan orang itu adalah aku. Aku selalu menganggap cintaku bertepuk sebelah tangan kepadanya. Dan itu aku kira bagus. Menjagaku untuk tidak bertindak nekad dan melamarnya. Wedew, parah kalo itu sampe terjadi!

Hubunganku dengan istriku pun sejauh ini baik baik saja, membaik bahkan. Komunikasi kami juga semakin intens. Everything is fine between us.

Mbak yun akhirnya menikah lagi, dan sekarang sedang hamil anak ke tiganya dari suaminya yang ke dua. Semenjak dia kembali ke kampung, balik lagi ke kotaku, bekerja di sana sampai dia menikah lagi, terhitung hanya beberapa kali kami melakukan persetubuhan, tanpa komitmen dan hanya untuk penyaluran kebutuhan, kami berdua sudah dewasa dan kami menyadari benar pentingnya pemenuhan kebutuhan sexual itu. Lalu kami memutuskan untuk mengakhirinya, demi masa depan kami sendiri.

Rika?
Si ahli manipulasi itu sampai sekarang belum banyak berubah, baik wajahnya, lekuk tubuhnya, maupun kelakuannya. Bulan lalu aku menuruti keinginannya, membelikannya sebuah mobil Toyota Yaris, aku beliin second sih tapi dia sudah OK kok dengan itu. Kenapa aku sampai bela belain beliin dia mobil? Ya karena dia adikku, walau adik ipar tepatnya. Tapi aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri.

OK! Kalau suhu memaksa pengin tahu: ada suatu kejadian sehingga dia bisa ‘memaksaku’ membelikannya. PUAS?!

Posted at 12:13 pm by pohonmangga
Make a comment  

Thursday, March 07, 2013
dgn adik sepupu smp

Perkenalkan nama gw aldy...ini postingan pertama gw gan..(Asli.. Anti copas)
gw punya sodara jauh mmmm... bisa dibilang adik sepupu gw namanya NUR< dia ga cantik tp punya wajah yg napsuin kaya bintang" bokep.. rambutnya panjang, kulitnya sawo matang kulit indonesia bgt dan yg paling penting tubuhnya wangi bgt.... gw dah lama bgt kenal dia dari kecil... waktu dia masih sd gw ga ada napsu"nye walaupun dia sering mandi bugil didepan gw.... yahhh namanya juga bocah toketnya jg blom ada, gw biasa aja ngeliatnya... gw emang cukup deket sama dia bahkan dia sering minta diajarin ngerjain PR sama gw klo gw lagi ga ngapa"in... kadang dia cuma pake tanktop n ga pake bh yg klo diliat" pentil toketnya udah numbuh tapi masih kecil bgt dan dia jg pake celana pendek bgt... kadang klo dia lagi duduk bersila, gue bisa ngintip selangkanga nya yg masih belum ada bulu sama sekali... gw jd konak bgt klo dah ngeliat memeknya yg merah.... tp gw ga bisa ngapa"in yaa soalnya dia masih kecl bgt... kasian klo di apa'"in nanti nangis lagi...

waktu terus berlalu sampe akhirnya dia sudah SMP kelas 2... tubuhnya semakin bagus...kulitnya semakin eksotis... yaahh klo di liat" mirip sama ririn dehh artis sinetron yg manis bgt kl dah senyum.... dan dia semakin dekat aja sama gue pastinya... gue ga tau klo dia suka apa ngga sama gue... kadang dia sms gue dengan panggilan sayank... tp gw anggep biasa aje.... gue jd semakin penasaran aja ama si nur sepupu gw yg makin cantik ini... setiap pulang sekolah dia pasti mampir kesini ke rumah gw cuma pengen mampir aja katanya... n mau maen sama ade gw yg masih kecil... dia dateng dengan senyum manisnya sambil manggil gw...
kakakk... lagi ngapain sih dikamar aja emang ga ke kampus kak?
engga nur lagi libur... km udah pulang?
iya kak... ehh kak aq gerah bgt nih... aq minjem kamar kakak donk aku mau mandi trus ganti baju dikamar kakak...
owhh pake aja...
kakak jangan ngintip yahh.. hehee...
halaaahhh lagian kakak udah sering mandiin kamu waktu kamu kecil koq kakak udah tau dalemnya hahaa..
ihhh kakak mahh.. aku kan malu... tapi itukan dulu kak.. klo sekarang mah beda donk...
hehe.. iya beda dehh.. tambah gede...
hahh kak apanya yg gede..???
ngga... (aduuhh keceplosan gue..) ituu... mmmm... badannya tambah gede.. hehee.. dulu kan masih kecil... hehee... fiuuuuhhh....
hahaa.. kakak bisa aja nih... yaudah aku pinjem kamar kakak dulu yahh.....
Ok...

dan dia pun masuk kamar gue,... kebetulan dirumah sepi.. gue jadi sange ga karuan saat dia masuk kamar gue... gilaa kapan lagi ada kesempatan berdua kayak gini.... akal setan gue bermain gue langsung ngambil bangku tros naek plafon pelan" buat ngintip sepupu gw ini.... dan akhirnya gue udah bisa liat dia jelas banget... dia masuk kamar due dan tiduran sebentar dikasur gue... sambil menggeliat geliat badannya yg bagus itu semakin bertambah seksi... perutnya pusernya terangkat keatas... aahhhhh gue jadi konak liatnya... dia mulai membuka seragam smpnya... satu persatu kancingnya dia buka semakin terlihat putih tubuhnya... mmhhh.. seandainya bisa gue ciumin tubuh ya... oohhhh.. gw jadi makin konak gini.... dia pun membuka smua bajunya nur hanya memakai tanktop kuning.. ahhh seksi banget adik sepupu gue ini... dia buka jg roknya... kini dia tinggal memakai celana dalem putih... wow ceplakan belahan memeknya terlihat samar" dari tempat gue liat... tiba" gue mikir... aduuuuhh goblok banget kenapa gue ga rekam aje si nur pas mandi an gue jadi bisa coli kapan aja sambil liat tubuh dia... tp gue binging kamera DSLR gue ada dikamar gue,... mau gak mau gue harus ambl dulu... dan gue pun turun dari plafon di atas loteng langsung gue mengetuk pintu kamar gue... nurrr... nurrr...??
ada apa kakk... aku belum selesai baru jg masuuk...!
ga koq kaka cuma mau ngambil kunci motor sebentar...( gue spiik klo gue bilang ngambil kamera bisa curiga dia...
bentarr kak...
ketika dia buka .. dia masih pake tanktop doank dan bawahnya ditutup handuk...
duuhh maaf ya nur kakak harus balikin kamera temen kakak tadi dia nelfn katanya mau dipake...
ok gpp koq kak... kakak mau pergi bawa kunci mtor... ? ga jadi katanya ntar dia yg kesini ngambl kameranya...
owh yaudah aq mandi dulu ya kak...
oke... nur kamu tambah cantik aja klo pake tanktop gini.. hehe
kakak suka yaa ?
hehee iya kakak suka koq liat kmu kayak gni tambah manis...
masa sih kak ? hayoo kakak napsu yaa sama aku?? ngaku hayooo...???
hehe,... dikit... wkwkwwk yaudah mandi sono ntar kakak cium lohh..
idiiihhhh enak aja... weeeeee......
pintu pun ditutup nya... gue langsung naik ke atas plafon lagi untuk merekam bidadar manis ini... uhhh... kontol gue ngaceng lagi nihh....

gue pun menyalakan kamera gue... setting auto.. rekaman video siap... dia membuka tanktopnya... ketika tangannya terangkat keatas... gue zoom kamera kearak ketiaknya uhh mulus banget belum ada bulunya sama sekali... gue jadi napsu banget liatnya... pengen banget gue hirup dan gue jilat" ketiaknya pasti nkmat banget tuhh... tanpa terasa gue sambil ngocok... nur pun membuka celananya ooochhh... memeknya pun masih bersih... ga ada bulunya sama sekali... gue zooom ke ara memeknya.. dammmn... memeknya tembem mulus banget... coba aja bisa gue jilat udah gue isep" tuhh itilnya yg masih imut banget...

dia pun mandi dan menggsok semua tubuhnya sambil sesekali dia memilin" puting nya hahaa.. nampakya dia menkmati sentuhannya sendiri... tiba" dia duduk dilantai kamarmandi... dia sampoan ketika dia sedang menggosok rambutnya saat itulah posisi paling seksi dari eorang cewe bagi gue.... toketnya terlihat jelas.. belum besar tapi kenceng banget... dengan puting yg masih merah kecoklatan dengan tangannya yg terangkat ketiaknya yang bersih dan mulus itu pun terlihat jelas... putih... muluss serta dengan sisa bekas lipatan" diketiaknya yang makin bikin gue sange sama sepupu gw ini....

dammmn dia kemudian menggosok" memeknya sendiri sambil duduk dia meggesek"kan itilnya... disambut dengan meremas serta memilin" putingnya yg semakin tegang karena sentuhannya sendiri... oooccchhhh aaaaccchhhh.... aacchhh... SIALLL dia masturbasi dikamar mandi gue... klo dia lagi sange kenapa ga ngewe aja sama gue... shiitt... dia emakin memasukan jarinya kedalam memeknya aaaaaccchhhhkkkkk aaacckkhhkhhhhhh.... nafasnya tersengal- sengal.. nampaknya dia aka mengalami orgasme... gue langsung ngocok kontol gue semakin ceoatt dann dann... aaccchhhkkkk gila gue pengen muncraat gue pengen sampeee... aaacchhhhh aacchhhh nur pun menggeliat ga karan dikamar mandi sambil menjepit pahanya dann AAACCHHHHHHHHHHHHHHH...................... dia orgasme bersamaan dengan gue muncrat... yessss gue dah rekam semuanya... gue bisa coli kapan aja sambil bayangin tubuh dia yg masih ranum itu... tp gw ber fikir kenapa ga gue ajak ML aja sekalian si nur..... hmm tai nanti lah gue masih nunggu waktu yang tepat....!! byuuurrrr.... byuuurrrrr....... dia pun melanjutkan mandinya....

gue save videonya sipp... buat bacol (bahan coli) pribadi gue... gadis yg selama ini gue tahan" napsu ke dia... uhhhh... gue harus bisa ngentot si nur... tp gw mash bngung cara bujuknya...... ahh biarin aja suatu saat klo waktunya tepat gue pasti bisa bujuk dia apalagi gue udah tau dia punya nafsu yg gede juga...

kaakk... makasihh ya aku udah elesai nih kak... mandinya... terlihat senyum sumringah di bibirnya... menandakan kepuasan atas masturbasinya tadi... koq kamu masih pake tanktop nur...
iyaa.. kan tadi kakak suka katanya.. hehee..
wahh kamu godain kakak yaa..? klo kakak napsu gmna?
haha... coba aja klo berani.. hehee..
kak orang rumah pada kemana?
lagi pada kondangan bentar lagi juga pulang...
owhh kamu liburan sekolah kapan?
sabtu bsok aq ambil raport kak.. mulai senin aq libur 2 minngu...
km ga ada acara kemana"?
belum kak... kakak ajakin nur maen donk..
owhh gampang... gmna klo sabtu bsok kita kepuncak yuuk... tp jngan bilang mama papa klo perginya kepuncak nanti ga dibolehin..
owhhh gampang nanti aq bilang klo aq nginep dirumah temen...
ok nanti sms aq ya kak...
oke...

hari sabtupun tiba...
nur jadi ga ke puncak sama kakak...?

ohh iya.. tp nur boleh bawa temen ga kak?

ga usah nur... kita berdua aja lebih seru loh klo rame" ga asyiik..

owwhh... hayoo kakak mau ngapain sama nurr? nanti nur di apa"in lagi... hhee

yahh dikit doank... hehe becanda.. ya nggak lahh..

hehe klo di apa"in jg gpp koq.. hehe asal enak aja... hahaaa..

tenang nanti kaka bikin kamunya enak..

apaan tuhh kak?

nanti aja kamu pasti suka... ok bye abis maghrib kakak tunggu kamu di depan gang ya...
oke kakak...

gue pun memacu motor gue... dengan segala persiapan stamina pastinya gue harus bisa ngentot dia malem ini...
dia pun datang denga selana levis dan tanktop kuning dibalut jaket hirtam... uhh makin dewasa aja keliatannya.. padahal msaih smp.. kak,, aq cakep ga? woow kamu bidadari kakak malam ini kamu cantik luar biasa... yaudah ayuuk naik.. dan kita pun sampai sekitar pukul sepuluh malam...
kak sepi banget sihh... gpp kan jadi seru nur..
ihh kak apa" an sihh nur takut..
tenang ada kakak yg jagain kamu...

gue masuk kamar dan semua udah dipersiapin... gue kasih dia makan... sambil nonton film... kak bobonya bareng yahh nur takut... ok tenang kakak kelonin kamu dehh../ ihhh kakak nakal yahh.. hehe.. malam pun semakin larut gue membuka pembicaraan

nur kamu pernah nonton bokep ga?
hah.. pernah sihh koq kakak tau..?
yaa kakak nebak" aja... gmna klo skrng kita nonton bokep bareng mau ga?
kaka emang bawa kasetnya?
iya kakak bawa nih...
ihh kakak nakal yahh.. tapi nur jangan di apa"in yahh... hehe iyaaa tergantung.. hhe..
tergnatung apanya kak?
tergantung km pengen diajarin apa engga?
hahaa kakak mah bisa aja nih,,...

dan gue pun menyetel bokep amerika yg bernama zoey kush bintang bokep amerika yg masih muda.... tp desahannya mantap toketnya masih kecil dengan rambut panjang persis seperti bidadari di sebelah gue.. yg sebentar lagi gue exe..

gue melihat nur dengan muka merangsangnya... dia ga bisa nyembunyiin nafsu nya didepan gue.... nurr klo gerah buka aja jaketnya..
iya kak aq buka yahh....
dia pun membuka jaketnya dan hanya memakai tanktop kunng dan tubuhnya semakin seksi...... aduuhh gue konak lagi...
kak kakak. pernah kayak gitu blom?
hehe emang kenapa?
gpp..nanya doank...
nur mau kkak ajarin ga?
hah nur takut kak...
takut kenapa..?
nur takut sakit..
lahh kamu liat aja diflm itu cwenya ke enakan gitu koq...
Iya sihh... Tp gmna yahh... !!!

gue pun langsung membuka celana boxer gue... gue yakin banget dia pasti udah sange banget... klo pun dia nolak gue bakal ngeluarin jurus kedua yaitu anceman klo gue bakal nyebarin video bugil yg gue rekam kemarin...
ihh... kak nr maluu.. ihh gede bangett..
iya pegang aja nur gpp koq...
gue pun membimbing tangannya yg mulus wat megang kontol gue...
ahhhh... iya nur.. di elus" biar tambah ngaceng...
ihh kak jadi gede bgt sihh nur takutt... Emang enak ya kak dikocok" gini..
Iyahhh... Ahhhh... Terusss aahhhh...
aacchhhh....
nur sep kaya di film itu...
Ihhh.. Ga mau kak... Jijik..
Ayo donk sayang... Kk dah pengen bgt nihh...

Gue pun membimbing nya untuk turun menghisap kontol gue.. Dia masih malu" buat. Ngulum nya maka gw memancing nafsu nya lewat sentuhan ke arah toketnya... Tangan gw masuk lewat celah tangtop langsung gw sergap toketnya yg masih baru tumbuh itu... Gw pilin" puting nya... Sambil gw remes lembut...
Aaacchhhhh... Kakak... Toket nur di apain.. Geli kak... Jangan aaacchhh...
Gw tetep maksa.. Gw pilin" terus toketnya ... Dan ga rasakan putingnya semakin mengeras... Aacchhh... Nikmatin aja nur.. Ntar enak koq...
Aacchhhhhh... Kak... Aaaacchhhhhh... Kakak aduuhh... Mmhhhhh... aduuuhhhhh... kak.... geli bgt tauu.. aaacchhh...
Gue tarik dia ke atas.. Gw dudukin disamping gue...
gue pun mengankat tangan kanan nya... mhhh... gue napsu bgt klo liat ketiaknya yg masih mulus tanpa bulu sehelai pun... gue pun membenamkan wajah gue keketeknya... gue hirup aroma seksinya... mmmmuuuaacchh... gue jilat setiap pori" kulit ketiaknya.. gue sedot" mmhh.. kakak suka bgt ketek km nurr... aacchhh...
aduuhh kak koq ketek nur di jilatin sihh... aaccchhh geli kakk... nur ga kuat.. aaduuhhhhh aaaaccchhhh.. kak udahh kak.. geli bgt aduuhh.... gue tetep menjilat jilat ketiaknya sampe nur menggelijang menikmati sensasi gelinya... gantian nur yg satu lagi yahh..
Kakakkk,... Aaacchhhhh... Geli kak,.. Udahhh aaacchhh.... Ampun kak nur ga kuat klo di jilatin gini... Stooop... Aaacchhhhh... Entot nur aja kak... Entot nur sekarangg.... Aaacchhhhh.....

gue pun menelentangi nya gue tidurin sambil gue angkat kedua tangannya sehingga terpampanglah kedua ketiak mulusnya di hadapan gue... mmmuuaaacchhh gue jilatin lagi yg kiri sambil gue pilin" terus puting toketnya yg semakin mengeras...
aaacchhhh... Dari dulu kak suka liat ketek km sayang... Ketek km seksi.. Selalu bikin kk napsu... Sekarang kk pengen jilatin kk suka sayang...
Aaacchhhh.. Ya udahh klo kk suka gpp... Aaaachhhh jilatiin ajaahhh.. Accchhhh... Aaacchhhhhhhhh.. Terusss kak... Jilatin sepuas kk... Terussss... Aaaacchhhhhhh....

nur kaka buka yah tanktopnya..
iya kak.....cepet kak... Nur pengen di entot sama kk... Cepetan kaaak... Acchhhhh...

gue angkat tanktopnya keatas.. woow gila toketnya masih kecil bgt pentilnya jg masih merahh.. Pentilnya mancung karena dari tadi gw pilin" sampe dia sange...

langsung aja gue kenyot" perlahan gua jilat" aaccchhhh.. kakak enakk kak.. koq enak bgt sihh.. aaaccchhh teruss kak... adduuhhh yaaahh yaahhhhh,... aacckkkkkkghhhhhhhh..... gue pun buka baju dan celana gue... gue pelorotin juga celana dalemnya nur... uhhh udah basah coyy punya diaa...
gue pandangi tubuh mulus nya dari atas sampe bawah.. memek yg masih bersih tanpa bulu... Terlihat kacang itilnya yg merah...

aaccchhh gila akhirnya gue bisa ngewe si nur jg.... langsung gue tindihin dia gue lumat bibirnya,... gue isep" lidahnya... mmmhhh... Mmmmmmmhhhhhh.... Kakak... Mmmmhhhh.... Gw lumat bibirnya ga gw kasih ampun,,, maklum udah sange berat...

ciuman gue turun ke lehernya gue jilat " aaaccchhh.. geli kakk.. aaccchhhh... telinganya pun gue lumat... aaaccchhh... adduuuhhh kak.... nur ga kuat kaak aaaduhh.. aaaaccchhhh.... gue semakin napsu denger erangannya... gue jilatin seluruh tubuhnya.. lidah gue menelusuri setiap lekuk tubuhnya.. duhhh kak nur gelii.. jngan jilatin nur kaak.... aaccchhhhhh... accchhh.. giuman gue makin turun ke perutnya... gue cium gue raba" dan akhirnya gue mambuka selangkangannya lebar"... aacchhhhh...
gila memeknya bagus bgt.. langsung aaja gue julurin lidah gue... gue isep" itilnya sampe mengeras... aaaaccchhhhh... aduuuhh kakk memek nur di apain.. kak aaaaaccchhh... gue terus menjilat memeknya sampe makin tebel dan memerah... aaccchhh adduuhh kkk. kaaaakk.. nur MAUUU KAAAK.. NURRR PIPISSS KAAAK... AKKKKHHHHHHHHHHHHHHH.... ACCCHHHHHHH....

memeknya pun berkedut" menandakan dia sudah orgasme... tapi gue terus menjilat" memeknya sampe dia menggelijang ga karuan.. menahan kenikmatan yg baru pertama kali dia rasakan dari gue...

AAACCCCHHHHHH kak enak bangeeeeet.... enak bangeeet kaaaakk..... skrng gue nunggingin dia dari belakang gue bisa ngeliat dengan jelas memek merahnya dan lubang anusnya... owwhhh.. pemandangan yg bikin gue konak abiss... gue jilat lagi memeknya... sambil tangan gue meremas " toketnya dan kali ini gue juga mulai menjilat anusnya... gue jilat perlahan diantara memek dan anusnya... ketika lidah gue sudah tepat di lubang anusnya gue jilat sekitar lubangnya sambil gue tekan itil memeknya pake jempol gue... lalu gue mulai menjilat tepat dilubang anusnya yg makin mengkerut... aaaaaccccchhhhhhhhhh.... kk koq lobang pantatnya dijilat juga sih kak.. geli tauu aaaaccchhhhhh... kakak jangan kaak aaaccchhhh aaccccchhh... aaaacccchhh..
Tubuh nya bergetar hebat saat lidah gue mnyapu lubang anusnya... Nur mencengkram kuat sprei kasur... Wajahnya mendongak ke atas... Tubuhnya meliuk"... Aaaccchhhhhhh....ka kak entot nur sekarang kak.. ayooo nur ga kuat klo dijilatin teruss aaaacccchhhhhhh....

setelah gue puas menikmati gue akhirnya ga tahan juga pengen masukin kontol gue kememeknya.. gue kenbali menelentangkan nur dan gue membuka lebar" pahanya.. kak pelan" yahh...
iyaaahh.. Aacchhhhh... Ayo kak kita ngentot kaak... Achhhhh...
Dengan nada manjanya gw semakin napsu aja nih...

gue pun mulai menggesek" kontol gue ke memeknya yg makin basah.... gue gesek" keatas kebawahh... aaaccch nikmat bgt memeknya masih sempit nihh... aaaaacccchhh kak masukin kak... ayoo kak entot nur kak...
yahh kakak masukin yahh...
gue masukin pelan pelan aaccchhhhhhh gila sempit bgt memek km nurr... accchenak.. iyaa teruss kak.. terusss....
tahan ya nurr... gue teken makin dalemm.. makin dalem...... aaaccchhhhh.... aachhhhh aduu kk perihh kak...
tahan nur ntar lama" enak koq.. gue biarin kontol gue didalem memek nur... sampe memeknya terbiasa.. gue goyang pelan" maju mundur.. aaaccchhhhh aaccchhhh... yeessss enakk kakk ayo kak teruss yaahh enak kak... adduuhh enak bgt sih ngentot sama kakak... aaccchhhhhhh aacchhhhh.... gue peluk dia gue isep pentilnya... sambil gue genjot memeknya makin cepet,,,.... aacccchhhhhhhhhhh kakakk.... aawwwhhh... nur mau keluar lagi kak... kakk... nur KELUAAARRRRRR.... aaaaacccchhhh kak nurr keluaaarr.. AACCCCHHHHHHHHHHHH... ACCCHHHH.... udah kak jngan di genjot teruss kak... aduuh kak nur koq keluar terus sih kak.. Tubuhnya kembali bergetar hebat... Matanya terpejam... Dan pinggulnya terangkat... Seakan ingin merasakan lebihh dalam....
adduuhh... Aadduuuhhhh.... aaaaccchhhhh... aaaaaaaccchh...... AAAAAAAACCCCcChHHHhHHHHhHHh... Nurrr muunncrrraaatttt kakakkkk.. Memek nuurrrr aaaaacchhh......
Gue menikmati empotan memeknya...berkedut" seakan ingin menghisap habis kontol gue...
Aaaahhhhhh... Terusss sayaaang.... Nikmatiiin... Iyaaahh... Keluariinn yg banyaakkk....
Nur pun terdiam... Sambil tubuhnya bergetar sesekali... Gw yakin gw bakal bisa entot dia terus.. Setelah dia tau nikmatnya kontol gw....

Setelah istirahat sejenak... Gw lanjutin lagi...
gue angkat si nur gue trus dudukin di meja gue kangkangin... gue arahin lagi kontol gue.... aaaccchhhhh kkak enak kak... aacccchhh iya nurr kakak juga enak nih ngewe kamu.... aaaccchhh..... acccchhhhh.... KAKAK.. NUR SAMPE LAGI NIHHHH... kakak.. nurr keluaaarr nurrrr KELUAAAAArRRRRRRR.....
aaaaccccccccccccccchhhhhhhhh ACCCCCCCHHHHHHHHHHH.... badanya meliuk" menikmati nikmatnya orgasme yg dia rasakan... kak ayo keluarin kak... nur capeee..

yaudah skrng kkakak keluarin yahh km nungging nur...
iya kak... nih kak sodok lagi memek aku kak... ayo kak....
gue pun menempelkan kontol gue tepat dimemeknya.... jleeebb.. kali ini langsung masuk karena udah licin bgt... aaaccchhhhhh gila makin enak aja memek km nurr.. aaccchhh accchhhhh.... oowwwhhh... aaccchhh... terus kaak teruussss... gue peluk nur dari belakang.. gue remes " toketnya.... aaacccckkk kak... teruuss kakk.... aaaccckkk enak bgt dientot kayak gini kak,,... nur pengen di entot terus sama kakak... aaaccckkkkkkkhhhhhhhhhhhh..... kakakk... aku mau keluaarrrr AKU MAU KELUAARRR LAGI KAKK...... TAHAN NURRR KAKAK JUGA MAU KELUAR NIHHH.. HHHMMMFFFFFFFFFTTTTT.... HHHAAAAAAA..... AAAAAACCCCCCCCHHHHHHH... AYO KAK PUTER" PENTILNYA KAK... PUTER" KAAKK ENAKK AAACCCHHHH NURRRR KAKAK MUNRAATTT NIHH KAKAK MUNCRAAATTT.... ACCCCCCCCCCKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHH......... AAAAAACCCCCCCHHHHHHHHH... KONTOLGUE NYEMPROT" DIMEMEKNYAA NURR.. AACCCCCCCCCCHHHHHHHHH.. IYAAA KAK.. NUR JUGA KELUAR MIHHH...A AACCCCCCCCCHHHHHHHHH AACCCCHHHHHHHH ENNNNNNNNAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK,,,...ENNAAAAAAAAAAK KKKK KAKAKKKKK... AAAAAACCCCCCCCCCCHHHHHHHHHH.....

gue pun ambruk sambil memeluknya... aaahh enak bgt sih nur ngewe sama kamu..
iya kak... nur pengen diewe terus deh sama kakak...
iya tenang aja kakak pasti layanin kamu terus nur yg penting ini rahasia kita jngan sampe ada yg tau yaa...
iya kak... nur sayang kakak...

di villa itu enttah udah berapal kali gue ewe nur di kamar mandi.. ruang tamu...di villa itu setiap tempat gue passti jadiin tempat buat nikmatin tubuh mungil nya... Dan gw yakin adik sepupu gw ini hyper jg... Dia bisa orgasme berkali".... Mantaabb...

Ehhh kakak... Aku pernah liat bokep klo cewenya di sodok lewat pantat... Emang enak kak???
Yaa buat kk sih pasti enak... Tp buat km sakit... Tp lama" jg enak koq klo udah biasa...
Masa sihh kak.. Nur pengen nyoba kak...!!! Pinta nya memelas...
Bener nihh... Aduhhh... Kk jd pengen lagi nihhh.... Km kuat jg yahh ngewenya...
Heheee... Iya abisnya kontol kk gede bgt... enakk lagii... Memek nur pengen terus disodok kakaakkk...
Iyaaa... Nanti dirumah klo sepi kita lanjutin yahhh...
ASYIIIIikKK.... Masukin ke lobang pantat nur ya kakak... Nur pengen nyoba...
Ok sippp....

Posted at 04:21 pm by pohonmangga
Make a comment  

andin kecilku

Namaku Idan. Umurku 33 tahun. Sementara isteriku, Santi, 26 tahun.

Sejak menikah 2 tahun lalu, pernikahan kami terasa bahagia. Demikian juga dengan kehidupan seks. Isteriku yang cantik selalu memuaskan. Sampai saat ini setidaknya kami bercinta 2-3 kali dalam seminggu.

Namun sebagai laki laki, kadang aku memiliki fantasi seks. Dan fantasiku makin menjadi jadi saat pembantuku Marni membawa anaknya dari kampung yang baru berumur 12 tahun, Andin.

Andi baru lulus SD dan Marni membawanya ke Bandung untuk meneruskan SMP. Aku dan isteriku setuju saja. Hitung hitung membantu Marni agar anaknya mendapat pendidikan yg lebih baik. Dan aku udah menjanjikan seluruh biaya pendidikannya kutanggung.

Saat pertama melihat Andi aku memang udah tertarik. Anak ini cantik sekali. Kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya sipit tapi rada belo mirip Agnes Monica. Lalu aku suka membayangkan susunya yang baru tumbuh dengan putingnya yang kecil, atau memek anak anaknya yang pasti masih imut imut.

Aku mencoba menekan fantasi itu, terlebih Andin masih anak anak. Tapi makin kutekan fantasiku makin menjadi jadi. Aku tak kuat membayangkan saat kontolku yang gede menerabas memeknya yang mungil itu. Tak terbayang betapa enaknya. Dan setiap membayangkan kontolku langsung tegak mengeras.

Lama lama aku tak tahan juga. Akhirnya sore itu sehabis pulang kerja dan kebetulan isteriku lagi ga ada di rumah, karena dinas luar kota selama 3 hari, aku datangi Marni dan ngobrol dengannya. Pertama aku mengucapan terima kasih karena aku nilai pekerjaan Marni bagus dan rajin. Berikutnya tak lupa aku memuji kecantikan Marni dan Andin. Walaupun ga dipoles apa apa tapi ibu dan anak itu memang cantik. Dan akhirnya aku mengutarakan niatku ingin bercinta dengan Andin.

Seketika Marni terlihat kaget. Mukanya memerah. "Yang bener Pak? Andin kan masih kecil banget. Belum tau apa apa... Baru lulus SD..." Ujar Marni gemetar.

"Iya Marni aku tau. Maafkan aku Marni. Ini memang fantasiku dan aku tidak memaksa. Tapi tolong pertimbangkan kasian kontolku yang selalu tegang melihat anakmu yang cantik itu," ujarku dengan bahasa vulgar biar Marni tau bagaimana gairahku.

Marni terdiam lama. "Baiklah Pak, kasih kesempatan Marni untuk berpikir ya. Besok Marni bilang sama Bapak." Aku pun tersenyum dan mengangguk.

***

Besoknya Marni menepati janji menemuiku. "Pak, Marni udah pikirkan. Bapak dan ibu itu baik banget ama Marni. Segalanya dikasih, Andi pun mau disekolahkan, jadi Marni tak kuasa untuk menolak. Tapi kalau boleh Marni menawar, bolehkan ama Marni aja Pak jangan ama Andi... Dia kan masih kecil..."

Aku berpikir sejenak. "Mar, bukannya aku tak ingin dengan kamu. Tapi... Aku terobesi bercinta ama Andin...."

Kali ini Marni yang berpikir. "Baiklah Pak kalau begitu. Marni coba panggil Andinnya. Tapi saat Bapak mencoba bercinta Marni ikut lihat ya dan kalau Andin kesakitan jangan diteruskan...."

"Asiiikkkkk...." Ujarku girang. "Kamu memang baik Mar. Iya oke, ga apa apa sambil dilihat..." Aku pun memeluk Marni sakit girangnya. Saat memeluk terasa gumpalan susu marni menekan di dadaku, masih terasa kenyal juga dadanya.

Tak lama kemudian Marni datang lagi bersama anaknya, Andin ke kamarku. Anak itu memang cantik sekali dan ngegemesin. Apalagi sekarang dia pake rok mini warna kuning di atas lutut. Sementara atasannya kaos ketat warna putih.

Habis kututup pintu, aku duduk berdua dengan Andin di atas kasur, sementara marni duduk di kursi rias isteriku. Lalu Andin ku ajak ngobrol, soal belajar yang harus rajin dll. Sampai kemudian pertanyaan mulai menjurus.

"Andin cantik banget ya..."
"Om juga ganteng..."
"Hehe bisa aja kamu..."
"Eh din.. Boleh bantu om ngga?"
"Bantu apa om?"
"Kamu tau tau kan kontol Din? Kamu boleh bantu kontol om dielus elus ga? Soalnya pegel..." Ucapku sekenanya.
"Iya tau om.. Tapi itu kan ga boleh..."
"Ga apa apa Din coba aja..."

Tanpa menunggu jawaban Andin, aku segera memelorotkan celana panjangku hingga kini tinggal celana dalam dan atasan. Lalu kupelorotkan celana dalam. Tampak kontolku yang masih tertidur dengan bulu bulunya yang ga terlalu panjang karna sudah dipotong.

Lalu kupapah tangan kanan Andin yang masih mungil itu untuk menyentuh kontolku. Kulihat Andi ragu ragu. Tapi akhirnya tangan mungil itu menyentuh juga. Hanya hitungan beberapa detik aja kontolku berdiri tegak.

"Tuh kan sekarang jadi gede... Coba ya Din dielus elus.." Ujarku dengan mata mulai merem melek keenakan. Fantasi kontolku dielus elus tangan mungil kini jadi kenyataan. Kontolku semakin tegang dan keras. Birahiku pun makin meninggi. Lalu aku pun menanggalkan seluruh pakaianku. Bugil. Sementara Andi terus mengelus ngelus kontolku.

"Din buka dong bajunya kaya om.." Pintaku. Andin kelihatan ragu ragu, lalu melihat ibunya. Marni tersenyum sambil menanggung lalu mendekati Andin. Tanpa kuduga Marni sendiri yang membuka kaosnya Andi sentra bra kecilnya.

Dan luar biasa. Bener bener pemandangan langka. Susu yang baru tumbuh dengan puting kecilnya berwarna coklat memerah. Kontolku dibuat kencang aja dibuatnya. Aku pun tak sabar untuk merabanya.

"Om..." Bisi Andin saat kusentuh putihnya. Sepertinya anak sekecil Andi merasakan pula sensasi geli yang dibuatnya. Aku semakin gemas aja memainkan putingnya. Tak sabar aku pun berlutut di depan Andi yang duduk di pinggir ranjang dan mulai ngemut putingnya yang kecil itu. "Om....L bisiknya lagi. Sementara itu, Marni dengan serus memperhatikan permainan kami dari pinggir.

Rasanya birahiku makin menggebu gebu. "Din.. Boleh ga Andin ngemut kontol Om kaya om ngemut puting kamu tadi?" Pintaku.

Tanpa menunggu lama Andin setengah berlutut didepanku dan meraih kontolku untuk dimasukan ke mulutnya. Kepala kontolku mulai masuk ke mulut Andin yang mungil. "Ahh Andinn... Mainin lidahmu di kontol Om..."

"Ahhh terus Dinn..." Andin mulai memainkan lindahnya. Aku pun makin kegelian. Kontolku yang gede hanya seperempatnya aja masuk mulut Andin. Hampir 10 menit kontolku dimanjakan pilinan lidah Andin. Aku makin nafsu saja.

Kuangkat badan Andi sampai berdiri. Tanpa ku berkata lagi kulucuti roknya. Nampak kini CD mungilnya berwarna merah. "Kubuka ya CDnya Mar?" Tanyaku pada ibunya untuk meyakinkan dia sudah rela atau belum. Dan Marni pun mengangguk sambil tersenyum.

Segera saja kubuka CD itu. Kini di depan mukaku terlihat jelas memek mungil yang indah itu. Masih putih bersih dengan lubangnya yang kecil. Kuangkat Andi dan kurebahkan di kasur. Lalu ku berbaring di sampingnya. Aku kembali menjilati putingnya sambil tanganku mulai meraba memeknya. Sedikit demi sedikit jariku kumasukkan ke dalam memeknya dan kumainkan. Kucari cari kelentitnya dan terus kugerakkan. "Ommmm...." Bisikan Andin semakin jelas. Dan jariku pun mulai terasa basah. Ternyata anak sekecil Andin sudah bisa merasakan rangsangan seksual dan kini dia sedang merasakan enaknya. Aku pun semakin tak kuat untuk segera memasukkan kontolku ke memeknya.

Aku pun segera bangkit dan kini sudah di atas tubuh Andin. Lalu mulai kuarahkan kontolku ke memeknya. Dari pinggir Marni mulai menggam tangan anaknya sambil berujar kepadaku, "pelan pelan ya Pak..."

Kini kepala kontolku sudah berada di bibir memeknya Andi lalu kutekan perlahan lahan. "Ommmm...." Erangnya. Tangannya mulai mencengkram tangan ibunya. Lalu kutekan lagi kontolu hingga kepalanya kini seluruhnya sudah terbenam. "Ommmmm....." Andin semakin mengerang. Tangannya pun semakin mencengkram. Ibunya nampak mulai khawatir.

Sementara kontolku mendapat sensasi yang luar biasa. Lubang memek Andi memang masih sangat kecil. Kontolku dihimpit luar biasa. Ingin rasanya aku segera memasukkan seluruhnya. Tapi aku masih sadar ini pertama kali memek kecil itu dimasuki kontol dan aku harus hati hati.

Lalu kumasukkan lagi lebih ke dalam kontolku. "Ibuuuuuuuuu...." Jerit Andin.

"Pak Pak udah Pak..." Marni kaget. "Din kamu sakit sayang? Mau udahan?" Tanya Marni.

"Ga apa apa Bu, Om nya lebih pelan aja..." Ujar Andin lirih.

Hatiku lega. Kini kumasukkan lagi kontolku dan tiga per empat kontolku sudah terbenam. Kontolku yang besar dan panjang rasanya tak akan bisa masuk seluruhnya. Makanya setelah tiga per empat aku tak memaksakan lagi kini aku hanya tinggal memaju mundurkan.

"Ooommmm......" Desah Andin. Aku tahu Andin mulai merasakan nikmatnya. Aku pun semakin terbakar birahiku. Kumaju mundurkan kontolku.

"Oommmmmmmmmmm....." Andin makin meracau. Tubuhku pun semakin dijalari kenikmatan. Air pejuh rasanya makin terdesak ke ujung kepala kontolku.

"Dinnn enakkk bangetttt....." Erangku.
"Iya omm andin geliiii... Ooommm..." Rupanya Andin mau mencapai puncaknya. Dannn.... Crot crot crotttttttt.... Air pejuhku pun membanjiri memek Andin. Aku memeluk Andin erat begitupun Andin memelukku erat. Nikmat sekali rasanya.

Setelah beberapa lama kontolku kucabut. Nampak sedikit bercak merah di kontolku. Itu sepertinya darah perawannya Andin. "Biar Marni bersihin ya Pak.." Tiba tiba Marni berujar. Lalu dia mengambil handuk kecil basah dan mulai mengelap kontolku dan membersihkannya.

"Makasih ya Din.. Makasih ya Marni... Jangan pernah bilang ke siapapun kejadian ini..." Pintaku. Pasangan ibu dan anak itu pun tersenyum dan mengangguk. ***

Posted at 04:23 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu tetangga

Malam itu aku menginap di rumah Mbak Kristin, karena saking ngantuknya aku tertidur di atas sofa. Sekitar jam 4 pagi aku terbangun, aku masih dalam keadaan telanjang bulat tapi tertutup selimut, tapi Mbak Kristin sudah tidak ada di sofa ah mungkin, dia pindah ke kamarnya dan tidur bareng anaknya. Aku berdiri dan mencari celanaku karena suasana gelap aku menghidupkan lampu. Saat lampu menyala ada suara seorang wanita menjerit, ternyata seorang perempuan masih remaja umurnya sekitar 15 tahun, dia kaget mungkin karena melihatku telanjang bulat, aku menutup mulutku dengan jariku, maksudnya menyuruhnya diam. Kudekati dia, kujelaskan bahwa aku temannya Mbak Kristin, semalam aku menginap disini, diapun memahami dan memberitahuku bahwa dia spontan kaget karena belum pernah melihat pria dewasa telanjang, katanya dia adalah pembantunya Mbak Kristin, namanya Ulfa. Ulfa tidak sekolah semenjak lulus SMP, dia ikut Mbak Kristin baru sekitar 3 bulan. Aku Tanya dia kenapa kaget melihat aku telanjang memangnya belum pernah punya pacar. Dia mengaku sudah punya pacar tapi belum pernah melihatnya telanjang. Kutanya lagi, terus kalau pacaran ngapain, jawabnya jujur katanya pernah ciuman dan diraba-raba susunya oleh pacarnya, tapi belum pernah sampai telanjang bulat. Ah berarti masih perawan? Dia menganggukkan kepala dengan malu-malu. Kuperhatikan matanya sedikit melirik ke arah kontolku tapi masih malu-malu. Aku pura-pura tidak tahu dan cuek saja serta sengaja tidak segera mengenakan celanaku. Aku masih telanjang bulat dan memintanya untuk mengambilkan celanaku, aku duduk di ruang makan yang hanya berbatas sebuah bifet dari ruang tamu. Dia membawakan pakaianku dan perlahan aku ambil celana dalamku aku sengaja memakainya di depan Ulfa. Dia melewatiku menuju ke dapur sambil melirik ke arah kontolku lagi. Dia tidak melihat di depannya ada baju dan celanaku, dia tersandung gesperku dan tertanting ingin jatuh, aku langsung menangkap tangannya, dan menarik tubuhnya hingga aku sendiri hampir saja ikut jatuh. Dengan kondisi itu tak sengaja kami sedikit berpelukan, wajahnya dan wajahku dekat sekali, aku ingin menciumnya tapi masih takut. Kulepaskan pelan tubuhnya dia menyempurnakan berdirinya aku juga, tapi tak sengaja tangannya menyentuh kontolku, dia minta maaf, aku tersenyum dan malah menyuruhnya menyentuh lagi, dia tersipu malu, aku mengambil tangannya dan kuarahkan ke kontolku, ayolah Ulfa, ga papa, ga usah malu, katanya kamu belum pernah lihat kontol kan? Sekarang kamu boleh pegang sepuasnya, dia malu dan menutup matanya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya dengan malu memegang kontolku. Akupun merasa nikmat disentuh oleh tangan seorang ABG, kuarahkan tangannya maju mundur mengurut kontolku, kuajari dia cara mengocok kontolku. Dia kemudian terus mengurut-urut kontolku perlahan tapi malu untuk melihatnya, tapi biarlah yang penting aku merasakan nikmatnya diurut sama tangan yang masih halus, meski pembantu tapi dia lumayan cantik, mungkin kalau dia anak orang kaya dan terawat rajin ke salon, wajahnya tak kalah cantik dibanding asmirandah. Kulitnya kuning langsat, bersih, dadanya besar untuk ukuran anak remaja, pantatnya juga seksi dan montok.

Kulihat dia sepertinya menikmati untuk terus mengurut-urut penisku, sekarang dia mulai tidak malu melihat kontolku, tangan kiri yang tadinya buat menutup matanya, kini kutarik ke leherku. Sehingga kamipun semakin berdekatan, kutarik pinggulnya kudekatkan tubuhnya ke tubuhku, dadanya menyentuh dadaku, jantungnya berdebar, dia sepertinya agak takut. Kubisikkan ke telinganya, ke kamarmu yuk, ga enak kalau disini entar Mbak Kristin bangun, entar aku ajarin yang lebih enak. Tanpa banyak protes, dia berjalan menuju kamarnya aku mengikutinya dari belakang, kuperhatikan bokongnya yang begitu sintal, pahanya yang begitu mulus nampak terlihat karena dia mengenakan baju tidur terusan dan panjang roknya di atas lutut. Warnanya juga transaparan dan tipis sehingga tali BHnya dan juga celana dalamnya samar-samar terlihat. Sesampai di kamarnya kututup pintu dan aku kunci dari dalam. Aku menyandarkan tubuhku di depan pintu kutarik tubuhnya dan kembali kuambil tangannya untuk terus mengocok-ngocok kontolku, kini tubuhnya bersandar di tubuhku, sambil terus mengocok kontolku, tapi gerakan mengocoknya masih sangat pelan dan lembut, mungkin karena baru pertama tapi aku malah menikmatinya. Tolong diemut dong kontolku, dia menggelengkan kepala, kupegang kepalanya dan kududukkan di depanku, kuarahkan kontolku ke mulutnya, kutekan pipinya agar mulutnya terbuka dan perlahan kumasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dia masih terlihat risih dan malu, tapi beberapa saat kontolku sempat masuk juga dalam mulutnya meski sebentar, tapi aku gak mau memaksa karena ini pengalaman pertama baginya. Kutarik tubuhnya dan kupeluk erat, kemudian perlahan kucium bibirnya, dia cantik juga meski pembantu aku tidak risih mencium bibirnya, karena menurutku Ulfa cantik juga dan aku beruntung seandainya Ulfa mau aku entot, soalnya dia masih perawan. Kupeluk tubuhnya erat, dan kuciumi bibirnya sementara tanganku mulai aktif menggerayang ke pantatnya, dari belakang kuangkat dasternya, sehingga aku menemukan lipatan celana dalamnya, kuselipkan tanganku dan kuremas-remas pantatnya, tangannya menahan tanganku, tapi aku cuek saja sambil terus meremas-remas pantatnya, perlahan kuturunkan celana dalamnya sambil terus kuremas dan kutarik pantatnya ke depan, sehingga kontolku sekarang bersentuhan dengan memeknya, tangannya berhenti mengocok kontolku kemudian memegang pinggulku, kutarik tangannya ke atas leherku agar tidak mengganggu kontolku yang sedang menyentuhnya memeknya yang mulai terasa hangat, kuangkat tubuhnya dengan sedikit kugendong, sehingga kontolku tepat berada di depan lubang memeknya, kugesek-gesekkan kontolku ke memeknya, kudorong dia hingga sebelah tempat tidur, dan kurebahkan dia di atas kasur sekalian aku menindihnya, kugesek-gesekkan semakin cepat kontolku, dia terpejam, kunaikkan dasternya ke atas hingga terbuka kedua belah dadanya, kulepas BHnya, dan kulum-kulum putingnya, Ulfa diam dan terus memejamkan matanya. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu, takut terlalu lama pemanasan malah nanti Ulfa sadar dan berhenti melayani nafsu bejatku, aku langsung membuka pahanya lebar-lebar, kulihat vaginanya yang mungil terlihat hanya seperti daging dengan garis tipis di bagian tengah, tidak ada rambut sama sekali, itilnya juga belum nampak keluar, kuarahkan kontolku ke pintu memeknya, kugesek-gesek dengan bantuan tanganku sambil mencari lubang senggamanya, setelah ketemu kudorong kontolku masuk ke dalam, tapi susah kutarik lagi dan kudorong pelan lagi, kini kepala kontolku sudah mulai masuk ke memek Ulfa, kukeluarkan pelan dan coba kudorong lebih ke dalam lagi, Ulfa memelukku erat dan minta kepadaku untuk pelan-pelan, sakit katanya. Kukeluarkan lagi perlahan dan coba kumasukkan lagi, tapi memang memeknya kecil dan sempit, tapi kontolku sudah merasakan sedikit kehangatan, kugoyangkan pantatkan naik kemudian turun sehingga kontolku sudah agak lebih ke dalam lagi, sepertinya kontolku menyentuh sesuatu, mungkin ini selaput dara, aku semakin hati-hati menggoyangkan pantatku, kasihan kalau Ulfa kesakitan, kemudian aku mengeluarkan kontolku. Aku ambil bantal di samping Ulfa kuletakkan di bawah pantat Ulfa, dengan posisi seperti ini perut dan memek Ulfa terangkat naik, ini akan membantuku memasukkan penisku jauh lebih dalam di dinding memek Ulfa, kembali kuarahkan batang penisku ke memek Ulfa, kumasukkan setengah dan menyentuh lagi selaput dara yang tadi belum berhasil kutembus, kudorong lebih dalam dengan hati-hati, tubuh Ulfa menegang kedua tangannya menggenggam erat ujung bantal, matanya terpejam seperti menahan sakit. Ku beri tenaga sedikit dibantu dorongan pantatku, dan slep… aku berhasil menembus selaput dara Ulfa, dan kontolku merasakan sensasi dari kehangatan yang luar biasa, aku berhasil menembus benteng pertahanan dari dinding vagina Ulfa. ah… benar-benar nikmat, aku kemudian mengocok-ngocok kontolku keluar masuk vagina Ulfa, dinding vagina yang begitu sempit membuat kontolku mendapatkan kenikmatan yang begitu hebat, kulihat Ulfa mengeluarkan air mata, mungkin karena tadi merasakan sakit, tapi sekarang dia mulai ikut sedikit menggoyangkan pantatnya, oh dia sudah menikmati permainanku. Tiba-tiba ohhhh…. Ternyata memek perawan ini membuat benteng pertahananku tidak terbendung, hanya beberapa menit berada di dalam memek Ulfa spermaku sudah mau keluar, secepatnya kutarik kontolku dan kugesek-gesekkan di paha Ulfa yang mulus, kugesek-gesek terus dan ohhhh spermaku muncrat juga…. Croootttt….. ohhhhh nikmat sekali, aku puas sekali malam ini, aku telah berhasil merenggut keperawanan Ulfa, memek nya nikmat sekali, ahhhh terima kasih Ulfa. aku kembali mengenakan pakaianku, kulihat Ulfa masih terdiam terkapar lemas tak berdaya, perlahan aku keluar dari kamar, dan melanjutkan tidur lagi di atas sofa, takut mbak Kristin besok pagi terbangun, kalau aku masih di kamar Ulfa, wah apa kata dunia? Kutarik selimutku dan kembali tidur, tapi aku membayangkan betapa nikmatnya memek perawan, oh terima kasih Ulfa.

Posted at 04:26 pm by pohonmangga
Make a comment  

gejolak abg

Pertemuan dan perkenalanku dengan Putri berawal ketika aku berkunjung kerumah kontrakkannya Ine, ditempat itu aku melihat Putri yg tak lain adalah sahabat Ine. Putri gadis manis berusia sekitar 19 tahunan dan berkulit sawo matang. Tatapan matanya nampak tajam dan penuh selidik, seakan ia penuh curiga terhadap orang yg baru dikenalnya. Dan sikapnya sedikit judes serta teramat pendiam. Namun kejudesannya itulah yg membuat aku tertarik ditambah lagi dngn wajahnya yg memang manis. Sehingga aku berusaha untuk dekat dan mencari tahu tentang Putri lewat Ine. Ternyata Putri tak ada bedanya dngn Ine, ia pun tinggal mengontrak atau kost dikota Garut ini. Ia ngekost tak jauh dari kontrakkan Ine. Hal inilah yg membuat aku sering datang ketempatnya Ine, selain itu jika tak bertemu dngn Putri aku bisa bermesraan dan memcumbu Ine jika Ine sedang butuh.
Seperti hari ini, pagi pagi sekali aku sudah tiba dirumah kontrakkannya Ine. Ternyata dirumah ini telah ada Putri lebih dulu yg tengah asyik menikmati semangkuk mie rebus sambil memperhatikan acara televisi. Ia mengenakan kaos hangat berwarna coklat bergaris hitam dan celana pendek blue jeans yg dipotong. "Ech, ada Putri..!"sapaku sambil masuk kedalam rumah . Putri hanya menoleh lalu melanjutkan makannya kembali.
"Nah, kebetulan si A'a datang!?"seru Ine yg baru keluar dari kamarnya sambil merapikan rambut dan pakaiannya. "A, temanin Putri dirumah ya A, aku mau keluar dulu....!!"lanjut Ine setengah memerintah terhadapku. Aku hanya menganggukkan kepala dan duduk dikursi tamu yg ada. "Put, kamu ditemanin si A'a ya, aku pergi dulu!!"ujar Ine kepada Putri sambil melangkah keluar rumah dan berlalu pergi dngn sepeda motornya. Meninggalkan aku dan Putri yg saling terdiam membisu. "A, kalo mau minum bikin sendiri aja ya!?" tiba tiba Putri berkata memecahkan kebisuan kami berdua, sambil merapikan mangkuk bekas mie yg telah habis dimakannya. "Och iya Put!!"jawabku spontan seraya memperhatikannya yg tengah melangkah menuju kedapur. "Hm, gede juga bokongnya......"gumamku dalam hati sambil kedua mataku memperhatikan bokong Putri yg bergeal geol mengikuti langkahnya. Bokong Putri memang cukup besar dngn tubuh setinggi 155cm dan berat badan 49kg. Toketnya pun lumayah besar dngn ukuran bra sekitar 36b. "Ach, kenapa aku berfikiran yg tidak tidak tengtang si Putri?"aku berusaha menepis fikiran kotorku terhadap Putri. Lalu beranjak bangkit untuk menutup pintu yg tak sempat ditutup oleh Ine tadi.
Selang beberapa lama kemudian, Putri kembali keruang tamu dngn membawa secangkir teh manis ditangannya. "Neh aku buatin, aku ga tega.., he he he"ujarnya dngn selera humor, membuat aku tak percaya menyaksikannya. Rupanya Putri memiliki rasa humor juga, meskipun hal itu jarang terjadi. "Ech, makasih Put.....?"jawabku masih diliputi dngn perasaan heran terhadapnya. "Gerah banget ya A, A tolong kipasnya dinyalain dong....!"pinta Putri kepadaku yg memang lebih dekat posisinya dngn kipas angin disudut ruangan. Sambil membuka kaos hangatnya Putri duduk kembali dikursi yg tadi ditinggalkannya. Kini ia mengenakan t-shirt putih tipis yg telah dipotong lengannya, hingga menyerupai tank-top. Saking tipisnya bahan kaos yg dikenakannya, membuat warna branya yg berwarna hitam terlihat jelas dan tak luput dari tatapan kedua mataku.
Saat aku tengah menikmati teh manis buatannya. Tiba tiba Putri beranjak dari duduknya dan merebah tubuhnya dilantai beralas karpet halus didepan televisi. Sekaligus dekat dngn kipas angin.
"Aahh, enak.., dingin euy!"ujarnya dngn tubuh terlentang membuat kedua toketnya membusung naik. Seiring dngn pendulumku yg juga tengah turun naik memperhatikan pemandangan didepanku. Kembali fikiran kotor menjalari isi benakku dan kontolku pun mulai bangun secara perlahan lahan. Sementara Putri se akan akan terus menggoda dngn gaya dan posisinya. Terkadang ia menggeliat membuat toketnya semakin membusung besar atau ia miring membelakangiku se akan akan ingin memamerkan bokongnya. Belum lagi saat ia membelakangiku tampak celana dalamnya yg berwarna hitam terlihat, karena celana jeansna sedikit melorot.
Namun aku tak mampu berbuat apa apa, hanya dapat menyaksikan dan melamun menahan nafsu birahiku yg kian membara. Kontol yg telah bangun terasa berontak ingin memcuat keluar. "A, tolong garukkin punggungku dong....!?"tiba tiba Putri membuyarkan semua lamunanku. Membuat aku sedikit kaget, namun aku cepat cepat berusaha mengusai diriku kembali. "Garuk dimana Put!?"tanyaku pelan sambil bangkit dari dudukku dan merangkak menghampirinya. "Disini ni A, gatel banget dech!!"ujar Putri sambil menunjukan bagian bahunya yg gatel dngn posisi menelungkup. Aku pun mulai menggaruk garuk, tepatnya mengusap ngusap bagian yg ditunjuknya. "Ketengah lagi A..."pinta Putri dngn nada manja. "Ada BHnnya Put!?"ucapku dngn perasaan hati yg mulai tak karuan, karena memang tempat yg diinginkan Putri terhalang dngn branya. "Dibuka aja A talinya..."ujarnya lagi. Maka dngn perlahan aku pun menaikkan t-shirts yg dipakainya sehingga tampak kulit pinggulnya yg sangat mulus berwarna sawo matang.
Dengan perlahan ku buka pengait tali branya dan mulai mengusap ngusap punggungnya. "Aduhhh.., enak A..."ujar Putri dngn kedua belah matanya terpejam. Membuat aku bebas untuk memperhatikan raut wajahnya yg manis dngn hidung mancung dan bibir tipisnya. "A..."ucapnya pelan sambil salah satu telapak tangannya merayap meraba raba ke arah selangkanganku. Membuat dadaku ...
...berdetak kencang dngn irama yg tak beraturan. Akhirnya telapak tangan Putri berhasil menyentuh kontolku yg menegang keras dibalik celanaku.
"A.., aku mau liat A!?"ujarnya lirih seraya membalikkan tubuhnya hingga terlentang. Kemudian Putri beranjak duduk bersimpung menghadap ke arah selangkanganku. Dengan rasa tak sabar, ditariknya retsleting celanaku kebawah. Akupun bangkit berdiri dan membantunya dngn membuka kancing celanaku supaya lebih mudah dan leluasa. Lalu telapak tangannya menyusup kedalam celana dalamku dan langsung menggenggam batang kontolku yg telah tegak berdiri. Tak puas hanya menggenggamnya, Putri melorotkan celana dan celana dalamku hingga melorot kelantai semuanya. "Oohh.., gede banget A...!?"ucapnya sambil melirik kearah ku. Kemudian kedua telapak tangannya mulai mempermainkan batang kontolku. Telapak yg satunya menggenggam batangnya sementara yg lainnya membelai serta mengusap ngusap kepalanya yg licin dan mengkilat. Membuatku kedua lututku terasa sangat lemas dan tak mampu lagi untuk menopang berat tubuhku.
Lidah Putri mulai menjilati kepala kontolku terus kebatangnya berulang ulang, sesekali ia memasukkan kedalam mulutnya dan mengemut emutnya. Membuat diriku tanpa sadar meremas serta membelai belai rambut dikepala Putri dngn kedua telapak tanganku. Sementara Putri terus dngn penuh nafsu memainkan serta mengulum kontolku, se akan akan kontolku ingin dilahapnya habis.
Akhirnya aku benar benar tak mampu lagi untuk berdiri. Tubuhku melorot mendekati tubuh Putri yg masih tersimpuh sambil terus berusaha memegang batang kontolku. Kutindihi tubuh Putri yg telah setengah bugil, karena bra serta t-shirtnya sudah tak lagi menempel tubuhnya dan menghampar dilantai. Dengan penuh nafsu ku lumat mulutnya hingga mulut kami saling berpagutan rapat satu sama lainnya. Lidahku menerobos berusaha memasuki mulut dan membelit lidahnya. Apa lagi aroma mulut Putri tercium sangat harum sekali. Tak puas hanya dngn melumat mulut dan bibir Putri, lidahku pun menjalar menjilati bagian wajahnya. Mulai dari hidungnya yg mancung, daun hingga lobang telinganya, hingga seluruh lehernya. Sehingga membuat tubuh Putri menggeliat geliat karena kegelian.
"Aaaaacchhhhh......, A'aa...."rintih Putri sambil menggeliat serta mengangkat bokongnya. Dari bagian leher lidahku terus melorot kebawah, kebagian dadanya. Dengan rakus segera ku lumat dan remas kedua toket Putri yg cukup besar berukuran bra 36b. "Aaaoowhhhh...."jerit kecil Putri sambil meremas remas rambut dikepalaku saat lidahku mengenyot salah satu pentil toketnya.
Sementara mulut dan lidahku terus menjilat serta mengenyot ngenyot pentil toketnya. Aku juga tak lupa membuat tanda cupangan disekitar daging toket Putri sebanyak banyaknya, membuat kedua buah toket Putri penuh dngn tanda merah bekas cupanganku. Salah satu telapak tanganku merosot menuju selangkangan Putri. Putripun seakan akan mengerti niatku, ia segera melorotkan celana pendek serta celana dalamnya. Maka jari jari tanganku tak mendapat halangan untuk mencapai lembah hitam yg lebat ditengah tengah selangkangannya. Kami berdua seolah olah tengah berpancu dalam buaian nafsu yg terkadang membuat nafas kami terputus putus dan mendesah tak menentu.
Putri membuka lebar lebar kedua pahanya saat jari telunjukku mulai masuk menerobos lobang memeknya. Membuat jari telunjukku leluasa untuk keluar masuk menyolok nyolok lobang memeknya. Sesekali tersentuh oleh telunjukku itilnya, membuat Putri sedikit mengejang dan menggeser geserkan bokongnya. Bahkan tak puas hanya dngn satu jari saja, aku berusaha mengikut sertakan jari tengahku juga. Untuk menyolok kedalam lobang memek Putri yg mulai basah dan lembab. "Aaaggghhhh...., szzssaaakiitt..., Aaaa...,."rintih Putri sambil memegangi tanganku berusaha untuk menahannya dan merapatkan kedua pahanya.
Aku pun mengurungkan niatku tersebut dan menarik kembali jari jari tanganku dari selangkangannya.
"Kamu duduk dikursi ya Put...."bisikku ditelinga Putri. "Mau diapain?"tanya Putri sambil menatap wajahku. "Udah kamu duduk aja......"pintaku lagi. Putri pun bangkit dan duduk pada kursi yg tak jauh dari tempat kami. Aku pun segera menghampiri Putri yg tengah duduk dikursi dan berjongkok didepan selangkangannya. Tanpa dipinta Putri segera mengangkang membuka lebar lebar selangkangannya. Kini aku benar benar dapat menyaksikan bulu jembut memel Putri yg sangat lebat. Ditengah hutan jembutnya nampak lobang memeknya yg berwarna merah semu dngn daging mungil diatasnya yg tak lain itilnya. Mulut dan lidahku segera melumat seluruh hutan jembut dan lobang memek tersebut. Ujung lidahku menyusuri setiap inci daging lobang memek yg telah basah dan lembab.
"Aaaahhhhh,..., ttteeerusss..., A..., eennaaakkk....., ouchhhh...., aaacchhh...."rintih Putri tak kala ujung lidahku menjilati lobang memeknya dngn kedua belah matanya terpejam. "Aaoowwhhhh......"jeritnya Putri lagi saat aku menyedot keluar itilnya seraya tangannya menekan kepalaku pada selangkanganya. Sehingga mulutku menempel rapat pada bibir memeknya. "Ooohhhh..., A'a sudddaaahhh Aaa..., oowhhhhhh....., uuddaahhhh,.., aaagghhhhh......,."rengek Putri dngn suara sedikit tersedah seraya merapatkan kedua pahanya menghimpit kepalaku.
Aku pun menyudahi permainanku terhadap memek Putri, Putri pun melonggarkan himpitan kedua pahanya pada kepalaku. Setelah terbebas aku beranjak bangkit berdiri dan melepaskan kaosku yg belum sempat aku buka tadi. Kini aku dalam keadaan bugil sama halnya dngm Putri yg tengah terlentang kembali dilantai beralas karpet. Dengan bantuan sebuah bantal milik kursi, aku mengganjal bokong Putri, supaya sedikit tinggi dan batang kontolku dapat masuk lebih dalam.
Kemudian kuhimpit tubuh terlentang Putri dngn tubuhku dan ku arahkan kontolku pada lobang memek Putri yg telah menganga lebar. Sedikit terasa sangat sukar, beberapa kali kontolku melejit dan ...
...keluar lagi. Dengan bersusah payah akhirnya batang kontolku berhasil amblas dan bisa melakukan penestrasi pada memek Putri.
"Aaawbbhhhh........., ssaaakkit..., A,....."rintih Putri seraya menggigit bibirnya dan telapak tangannya menahan perutku, saat batang kontolku amblas kedalam lobang memeknya. Namun lama kelamaan lobang memek Putri mulai licin dan kontolku semakin lancar keluar masuk kedalamnya. "Ooochhhhhh....,., tteerrruuusss...., A...., ooochhhh..., yesss....."desah Putri tak lagi merintih. "Iyaaa....., ooch yesss......, aaaacchhhhh..,"desah Putri lagi seperti orang xg tengah kesurupan. Membuat aku semakin bernafsu dan terus memacu gerakkan bokongku. Sampai akhirnya aku tak mampu lagi bertahan dan mencapai klimaxku.
"Aaaagghhhh...., Put aku ga ta tahaann Put..."erangku sambil memeluk erat tubuh Putri. "Iyaaa...., A...., tteeerruusss...., aku jugaaa...."jawab Putri seraya menggoyang goyangkan bokongnya. Akhirnya kami saling mengejang dan berpelukan erat erat, serasa tak ingin terlepaskan.
Beberapa saat kemudian kamipun saling bergulingan dan tergolek lemas dilantai. Kami saling bertatapan dan tersenyum penuh kepuasan. "Kamu nakal si A...."goda Putri sambil mencolek kontolku yg telah lembek dan loyo. Kemudian ia bergegas menuju kamar mandi. Aku pun segera bangkit dan merapikan pakaianku kembali, lalu merapikan karpet serta kursi yg baru aku dan Putri gunakan.
Jam 17.00. Ine baru pulang dngn membawa oleh oleh martabak telor. "Ga ada apa apa ne dirumah, Put!?"tanya Ine kepada Putri sambil menatap kearah kami berdua. "Ga ko In...!"jawab Ine sambil mengunyah martabak dimulutnya. "Ya udah, kalo gitu aku mandi dulu ya...."ujar Ine sambil ngeloyor pergi meninggalkan kami. Aku dan Putri yg tersenyum mengiringi kepergiannya, seolah olah kami berdua bangga telah membodohi Ine. Dan berharaf Ine takkan pernah tahu terhadap apa yg telah kami lakukan selama ia pergi meninggalkan rumah.

Posted at 04:30 pm by pohonmangga
Make a comment  

Previous Page Next Page