Wednesday, April 18, 2012
nikmatnya tubuh pembantuku.

Perkenalkan namaku Hasan, dan panggilan akrabku adalah Nan. Aku berasal dari kota Malang (Jawa Timur), dan kedua orang tuaku masih tinggal di sana. Umurku baru 25 tahun, dan saat ini sedang studi Master tahun terakhir di Melbourne (Australia). Sejak lulus SMA aku langsung kuliah S1 di Jakarta, dan sempat bekerja selama setahun di Jakarta setelah lulus S1. Aku mendapat sponsor dari orang tua untuk melanjutkan pendidikan S2 di Australia. Aku memilih kota Melbourne karena banyak teman-temanku yang menetap di sana.

Di pertengahan bulan November 2004 adalah awal dari liburan kuliah atau di Australia sering disebut dengan Summer holiday (liburan musim panas). Summer holiday di Australia biasanya maksimum selama 3 bulan lamanya. Saat itu adalah pertama kali aku pulang ke tanah air dari studi luar negeri. Rindu sekali rasanya dengan makanan tanah air, teman-teman, dan orang tua.Saat itu aku pulang dengan pesawat Singapore Airlines dengan tujuan akhir Bandara Juanda, Surabaya. Aku tiba di Surabaya sekitar pukul 11 pagi, dan terlihat supir utusan ayah sudah sejak jam 10 pagi menunggu dengan sabar kedatanganku. Ayah dan ibu tidak menjemputku saat itu karena hari kedatanganku tidak jatuh pada hari Sabtu atau Minggu, ditambah lagi dengan macetnya lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong yang membuat mereka malas untuk ikut menjemputku di bandara.

Wajah supirku sudah tidak asing lagi denganku, karena supir kami ini sudah bekerja dengan ayah sejak aku berumur 5 tahun. Dia sudah aku anggap seperti pamanku sendiri. Aku sangat menghormatinya meskipun pekerjaannya hanya seorang supir.Aku sempat mencari makan di kota Surabaya. Tempat favoritku tetap di restoran kwee tiau Apeng. Suasana restoran nampak tidak ramai, mungkin masih pagi hari. Di malam hari terutama di malam minggu, restoran ini akan penuh dengan antrean panjang.

Seabis makan, aku meminta supirku untuk langsung jos pulang ke Malang. Badanku terasa letih sekali karena perjalanan yang panjang. Sepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu mengobrol santai. Bahasa jawa supirku masih terkesan medok sekali. Dahulu semasa sma, bahasa jawaku juga lumayan medok. Tetapi sejak kuliah di Jakarta, aku jarang memakai bahasa jawaku, sehingga terkesan sedikit luntur. Tapi setiap kata-kata jawa yang terucap oleh supirku masih bisa aku mengerti 100%, hanya saja aku membalasnya dengan separuh jawa separuh bahasa Indo.

Kemacetan lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong sempat menyita perjalanan pulang kami. Aku tiba di rumahku di kota Malang sekitar jam 4 sore. Sesampai di gerbang rumah, supirku menekan klakson, memberi peringatan orang di dalam rumah untuk membuka pintu gerbang.Tak kurang dari 2 menit, pintu gerbang terbuka dan aku membuka jendela mobilku memberi sapaan hangat kepada bibiku. Bibiku yang satu ini juga lama ikut dengan ayah dan ibu. Bibiku ini bernama Tutik, dan sudah berumur sekitar 50 tahun lebih. Bibi Tutik jago sekali memasak masakan *********** Makanan bibi yang paling aku rindukan selama aku kuliah di Jakarta dan Melbourne. Aku sudah membuat daftar panjang masakan Bibi Tutik selama 3 bulan liburan musim panas ini.Setelah bersalaman dan bercanda ria dengan Bibi Tutik, tiba-tiba sosok gadis muda keluar dari pintu rumah memberikan salam kepadaku. Aku sempat tercengang oleh wajah cantik gadis yang masih terasa asing bagiku. Ternyata gadis muda ini adalah pembantu rumah yang baru, karena pembantu sebelumnya telah menikah dan pindah bersama suaminya. Aku menafsir bahwa umur gadis ini sekitar 17 atau baru 18 tahun. Setelah diperkenalkan oleh Bibi Tutik, pembantu baruku ini bernama Yanti.


Yanti berperawakan sedang, sekitar 158 cm. Kulitnya sawo matang. Matanya hitam dan lebar sehingga tampak bersinar-sinar. Rambutnya hitam sebahu (kuintip saat dia mandi sebab dia selalu berjilbab). Besar payudaranya bisa aku tafsirkan sekitar 32C. Pinggulnya mantap dan kakinya mulus tanpa ada borok (ini juga hasil intipanku). Wajahnya cantik berhidung mancung, hanya saja bibirnya sedikit tebal. Tapi mungkin itu yang membuatnya unik. Aku sempat tidak mengerti mengapa ibu bisa menemukan pembantu secantik ini. Selain itu gadis itu juga mengenakan jilbab lebar dan baju berbentuk jubah panjang.

Walaupun demikian, jubah dan jilbabnya tidak dapat menutupi bentuk tubuhnya yang montok, sintal, padat dan berisi itu. Kontolku tegang juga melihat sosok gadis itu. Dia tampak alim dan taat agama, keluargaku sendiri juga kuat memegang aturan agama hingga aku tidak berani macam-macam kepada pembantuku ini. Namun sosok gadis itu makin kuat merangsang diriku hingga aku kadang-kadang berkhayal bagaimana aku dapat menyetubuhi gadis yang tentu masih rapet memeknya itu. Kadang-kadang aku beronani untuk menyalurkan nafsuku yang menggebu-gebu terhadap gadis alim itu. Yanti membantuku membawa koper bagasiku masuk, dan menanyakan diriku apakah ada cucian atau pakaian kotor yang akan dicuci. Sepertinya Yanti telah diberi info oleh ibuku bahwa aku biasanya selalu membawa pakaian kotor sewaktu pulangdari Jakarta. Jadi tidak heran ibu bisa menduga bahwa aku pasti juga membawa baju kotor pulang.

Aku bongkar 2 koper dan memisah-misahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih, dan juga menata rapi oleh-oleh dari Australia. Aku sudah menyiapkan semua sovenir-sovenir untuk ayah, ibu, bibi Tutik, supir ayah. Dan tentu saja oleh-oleh yang pertamanya buat pembantu lama yang kini sudah tidak bekerja lagi dengan kita, saya berikan kepada Yanti. Ayah aku belikan topi cowboy dari kulit kangguru.

Menurutku cocok untuk ayah, terutama disaat ayah sedang berkunjung di kebun apelnya. Ibu aku belikan kulit domba yang halus untuk hiasan lantai kamarnya. Supir ayah aku belikan korek api berlogokan kangguru dan kaos bergambarkan benua Australia. Sedangkan bibi Tutik dan Yanti, aku belikan 2 parfum lokal untuk setiap orang. Yanti tampak hepi banget diberi oleh-oleh parfum dariku. Aku memang sengaja memilih parfum dengan botol yang unik, sehingga terlihat sedikit mahal.

Ayah dan ibu pulang dari kantor sekitar jam 6 sore. Malam itu bibi Tutik aku minta untuk memasak petai udang kecap favoritku. Aku melepas rindu dengan ayah dan ibu. Kami berbincang-bincang sampai larut malam. Tak terasa kami telah berbincang-bincang sampai jam 11 malam.

Kemudian aku berpamitan dengan ayah dan ibu. Badanku sangat letih. Aku sudah hampir 36 jam belum tidur. Aku tidak terbiasa tidur di dalam pesawat. Sewaktu aku hendak menuju ke kamar tidurku, aku sempat berjalan berpas-pasan dengan Yanti. Melihat aku hendak berpas-pasan dengannya, Yanti langsung membungkukkan sedikit badannya sambil berjalan. Mata kami tidak saling memandang satu sama lain. Menurut tradisi kami, tidak sopan pembantu bertatap pandang dengan majikan saat berjalan berpas-pasan.

Malam itu, meskipun badan letih, aku masih belum langsung tidur. Aku sedang melihat-lihat photo-photoku dan teman-teman di Melbourne di handphoneku. Aku sempat kangen sedikit dengan Melbourne. Aku juga sempat berpikir mengenai Yanti, dan penasaran sekali bagaimana ibu bisa menemukan pembantu secantik Yanti.

Keesokan harinya aku bangun jam 10 pagi. Aku sudah tidak ingat sudah berapa jam aku tidur. Suasana rumah sedikit hening. Ayah dan ibu sudah pasti balik ke kantor lagi. Aku memanggil-manggil bibi Tutik, dan tidak ada jawaban darinya. Tak lama kemudian Yanti muncul dari kebun belakang.

“Nyo Hasan wis mangan? (tuan muda Hasan sudah makan?)” tiba-tiba Yanti bertanya memecahkan suasana hening di rumah.

Istilah ‘Nyo’ adalah kependekan dari ‘Sinyo’ (bahasa Belanda rancu) yang sering dipake di Jawa yang artinya tuan muda. Aku berusaha membalas pertanyaan Yanti dengan bahasa Jawa. Tapi aku sudah tidak terbiasa berbincang-bincang dengan 100% bahasa Jawa.

“Durung, aku sek tas tangi kok. Mana bibi? Aku sudah laper nih! (Belon, aku baru aja bangun tidur. Mana bibi? Aku sudah lapar nih)” jawabku separuh Jawa separuh Indo.



“Bibik melok nyonya. Ora ero budal nang endi. Nyonya mau tetep pesen nang aku lek Nyo Anton pengen tuku apo gawe mangan isuk (Bibi ikut nyonya. Tidak tau pigi kemana. Nyonya tadi titip pesan kepada saya kalo tuan Anton ingin beli apa untuk makan pagi)” kata Yanti.

Pagi itu aku berharap bibi Tutik memasak untukku. Tapi apa boleh buat, aku akhirnya meminta Yanti untuk beli nasi pecel favoritku di dekat rumah. Hanya sekita 100 meter dari rumahku. Setelah memberi uang kepadanya, Yanti pun langsung segera berangkat. Sambil menunggu Yanti kembali, aku menyalakan TV sambil menonton acara-acara di MetroTV, RCTI, Trans TV, dan lain-lain. Rindu sekali aku dengan siaran-siaran televisi *********** Aku sudah tidak sabar untuk menonton acara favoritku seperti Extravaganza, Empat Mata, dan banyak pula yang lainnya. Hanya sekitar 20 menit, Yanti telah kembali. Sambil makan nasi pecel aku kembali menonton TV, sedangkan Yanti juga kembali ke kebun belakang kira-kira mencuci atau menjemur pakaian.

Mataku sempat mencuri-curi pandang ke kebun belakang. Terlihat wajahnya berkeringat karena terik matahari. Seperti yang aku duga, Yanti sedang menjemur pakaian. Aku merasa kasihan terhadapnya, karena rata-rata pakaian yang dijemurnya dalah milikku. Kulihat Yanti sedang berjinjit-jinjit sambil menjemur pakaian. Hari Yanti tidak mengenakan jubah longgar dan panjangnya tapi hanya kaos panjang yang sedikit ketat plus jilbabnya, sehingga aku bisa melihat bentuk tubuhnya lebih nyata. Perut Yanti ramping sekali. Payudaranya sedikit menonjol kedepan. Aku sedikit bergairah melihat kelakuan Yanti saat itu. Aku menjadi tidak berkonsentrasi menonton TV, mataku tetap melirik saja ke arah Yanti. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara bibi Tutik.

“Hasan sek tas tangi?! Cek siange tangine. (Hasan baru bangun. Kok siang banget bangunnya)” suara bibi Tutik membuyarkan semuanya.

“Bibi teko endi? Tak carik-carik mau. (Bibi dari mana? Dari tadi aku cari-cari)” jawabku.

“Bibi sek tas melok nyonya nang pasar. Mari ngono barengi nyonya nang omahe koncone nyonya diluk. (Bibi tadi ikut nyonya ke pasar. Setelah itu nemenin nyonya ke rumah temannya sebentar)” jawab bibi.

“Hasan gelem opo siang iki? Gelem sambel lalapan Tutik? (Hasan pengen apa siang ini? Pengen sambel lalapan Tutik)” tanya bibi. Maklum memang sambel lalapan bikinan bibi Tutik tiada duanya. Makanya aku menamakannya ‘Sambel Lalapan Tutik’. Aku pernah berpikir untuk membuka depot khusus masakan bibi Tutik. Mungkin suatu hari nanti rencanaku ini bisa terwujud.

“Wuahhh … gelem bibi. Wis kangen aku mbek sambel lalapan tutik. Goreng ikan pindang mbek goreng tempe sisan yo. (Wuahhh … mau bibi. Dah kangen aku ama sambel lalapan tutik. Goreng ikan pindang dan goreng tempe juga yah)” jawabku dengan girangnya.

Hari demi hari, waktuku hanya terbuang menonton TV, makan masakan-masakan bibi Tutik, dan jalan-jalan ama teman-teman lama. Kadang-kadang aku berkunjung ke rumah sodara ayah, sodara ibu, dan sepupu-sepupuku. Lama kelamaan bahasa Jawaku kembali lagi seperti yang dulu.

Sampai pada suatu hari, sekitar pertengahan bulan December 2006. Sudah sebulan lamanya, aku hanya bisa memandang sosok Yanti dari kejauhan. Semakin banyak memandang, semakin tumbuh rasa penasaran yang besar pula. Yanti tampak semakin lama semakin cantik di mataku. Sehingga aku juga sering mengintip dia kalau sedang mandi dan melihat Yanti telanjang seutuhnya. Dan maaf, kata-kata yang sebenarnya adalah Yanti semakin membuatku bernafsu. Ingin sekali aku memiliki dirinya, jiwa dan raganya. Aku seperti kerasukan saat ini, tiap kali aku melihat Yanti, otakku selalu terbayang-bayang dirinya bersetubuh dengan diriku terlanjang.

Pada suatu hari, seingatku itu hari Jumat. Aku bangun kesiangan, lewat jam 11 pagi. Kepalaku pening karena bangun kesiangan. Kulihat sekeliling, bibi Tutik sedang tidak ada di rumah. Aku masa bodoh dengan keadaan sekitar yang sunyi. Aku duduk di sofa empuk di ruang keluarga, tapi kali ini aku tidak menyalakan tv. Kudengar Yanti sedang di halaman belakang seperti biasanya mencuci baju. Kali ini aku memberanikan niatku untuk mendekati, mungkin awalnya harus saling kenal dulu biar akrab. Aku tidak pernah ngobrol santai dengan Yanti selama ini, kebanyakan aku ngobrolnya dengan bibi Tutik. Karena mungkin aku telah dibesarkan juga oleh bibi Tutik, jadi apa saja bisa nyambung bila ngobrol dengan bibi Tutik.

Aku beranjak dari sofa dan menuju halaman belakang untuk mengajak Yanti ngobrol. Namun hanya terhitung beberapa langkah dari pintu belakang, aku terpeset dan terpelanting di belakang. Bunyi ‘gubrakan’ tubuhku lumayan keras, dan pinggangku sakitnya bukan main. Yanti terkejut melihat tubuhku yang terpelanting ke belakang. Aku meringis kesakitan, sambil memegangi pinggangku yang sakitnya bukan main.

“Nyo Hasan … kok iso moro-moro tibo? … (tuan muda Hasan … kok bisa tiba-tiba jatuh? …)” tanya Yanti panik.

Aku hanya bisa meringis sambil menunjuk lantai yang masih basah.

“Lahh … nyo Hasan mosok ora ketok lek tehel’e sek basa ngono … endi seng loro? … (lah … tuan muda Ansan masa ngga liat kalo lantainya masih basah … mana yang sakit? …)” tanya Yanti sekali lagi.Aku hanya bisanya meringis sambil memegang pinggulku yang masih saja sakit.

“Mlebu sek nyo Hasan … tak urut’e cekno mendingan … longgo’o ndek sofa sek … Yanti golek obat urut ndek kamar nyonya? … (masuk dulu tuan muda Hasan … aku urut biar mendingan … duduk saja di sofa … Yanti cari obat urut di kamar nyonya? …)” pinta Yanti.

Aku menurut saja dengan permintaan Yanti. Aku baringkan tubuhku di atas sofa empuk. Tak lama kemudian Yanti kembali sambil membawa minyak tawon. Dia memintaku berbaring dengan posisi telungkup, dan menyuruhku membuka setengah pakaian atasku. Saat ini aku ngga ada pikiran apa-apa, karena aku masih berkonsentrasi membuang rasa sakit di pinggangku.

Yanti terus mengurut-urut pinggangku yang sakit lumayan lama, dan sekali-kali memijatnya. Aku akui pijatan dan urutan Yanti terasa nikmat, sehingga perlahan-lahan rasa sakitnya mulai menghilang. Ternyata pertolongan pertama yang ditawarkan Yanti sangat ampuh.

Kini rasa sakit di pinggangku perlahan-lahan membaik, meskipun masih ada sedikit rasa sakit. Namun rasa nikmat pijatan dan urutan Yanti membuat akal sehatku mati. Aku kemudian timbul rencana lain di dalam otakku.

“Yanti … ora enak iki ndek sofa … nang jero kamarku wae … ndek sofa iki kudu arep melorot wae badanku … (Yanti … kagak enak nih di atas sofa … di dalam kamarku aja … di atas sofa seperti yang mau melorot saja badanku …)” pintaku. Yanti hanya mengangguk pertanda setuju. Kemudian aku menuju ke kamarku. Yanti memintaku untuk menunggu di kamar dulu, dia mau menyelesaikan jemuran baju dulu, karena tanggung.Di dalam kamar, otak kotorku sedang merencanakan taktik bagaimana mendapatkan tubuh Yanti. Segala cara dan taktik telat aku pikirkan, dan banyak sekali yang ada di otak ini.Selang beberapa saat Yanti mengetok pintu kamarku, dan aku menyambutnya dengan gembira.

“Yanti, bibik Tutik nyang endi? Teko omah jam piro jerene? (Yanti, bibi Tutik pergi mana? Jam berapa nanti pulang katanya?)” tanyaku.

“Bibik ono urusan’e, ketokan’e sesok jange te-ko omah maneh. Koyok’e urusan penting. (Bibi ada urusan, keliatannya besok baru pu-lang rumah lagi. Kayaknya urusan penting)” jawab Yanti.

Mendengar jawaban Yanti tersebut, aku girangnya bukan main. Berarti hanya aku dan Yanti saja yang ada di rumah saat ini. Papa/Mama pasti sedang di kantor, dan biasanya mereka baru pulang sekitar jam 6 sore, dan ini masih baru jam 12 siang lewat. Aku mencium bau kemenangan.

“Yanti, pinggangku sek rodo loro … tolong uruten maneh yo … urutan-mu uenak tenan … ora kalah mbek pijetan’e sing wis mahir (Yanti, pinggangku masih rada sakit nih … tolong diurut lagi yah … urutan-mu enak banget … kagak kalah ama pijetan professional)” kataku sambil memujinya.

“Nyo Hasan iki ono-ono wae … iki sing pertama Yanti mijetin wong liyo … ora ono pengalaman’e (tuan muda Hasan ini ada-ada aja … ini baru pertama kali Yanti pijitin orang lain … masih belon ada pengalaman)” tundas Yanti.

“Walah walah … sing pertama wae wes hebat … pasti Yanti pisan hebat ndek bidang liyo (walah walah … yang pertama kali aja sudah hebat … pasti Yanti ada kehebatan di bidang lain) pujiku sekali lagi.

“Nyo Hasan iso wae seh … (tuan muda Hasan bisa aja sih)” jawab Yanti singkat.

“Yanti ojok jeluk aku nganggo jeneng ‘nyo’ … koyok cah cilik wae … jeluk nganggo jeneng mas Nan wae … (Yanti jangan panggil aku dengan nama ‘nyo’ … kayak anak kecil aja … panggil mas Nan aja)” pintaku. Yanti hanya menganggutanda setuju.

Suasana kamar sempat hening, hanya terdengar bunyi napas Yanti yang sedang asyik mengurut pinggangku. Tiba-tiba Yanti bertanya

“Wes mendingan saiki mas Nan? (Dah mendingan sekarang mas Nan)”.

Otakku langsung merespon pertanyaan Yanti dengan cepatnya.

“Pinggangku wes mendingan, tapi roso-roso’ne pokangku rodo linu. Coba’en diurut pisan pokangku. (Pinggangku sudah mendingan, tapi rasanya pahaku rada linu. Coba diurut juga pahaku)” jawabku ngawur tapi mengena.

Tanpa protes atau bertanya Yanti langsung mengurut pahaku. Pertama-tama paha kananku kemudian paha kiriku, saling bergantian. Posisi tubuhku kini terlentang, sehingga setiap urutan-urutan yang diberikan Yanti sangat terasa nikmat. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam celana dalamku, ingin berdiri saja maunya. Yah singkat kata, batang kontolku dah dari tadi ingin sekali berdiri, tapi masih tertahan oleh celana dalamku. Setelah selang beberapa saat, dengan tanpa malu-malu, tanpa basa-basi, dan dengan pasang muka beton, aku mulai memberanikan diri.

“Yanti, saiki pokangku wis ora linu maneh, tapi saiki endokku dadi rodo linu. Koyok’e nyambung teko pokang. Tolong sisan, tapi dielus-elus endokku lek ora keberatan. (Yanti, sekarang pahaku dah ngga linu lagi, tapi sekarang buah zakarku jadi rada linu. Kayaknya nyambung dari paha deh. Tolong juga, tapi dielus-elus saja buah zakarku kalo ngga keberatan.)”, pintaku tidak tau diri.

Yanti sempat terhenti, dan bengong aja melihat tingkah polahku yang tidak tau diri itu. Di raut wajah gadis alim itu tidak tampak seperti protes atau marah, melainkan seperti kaget dan bengong seakan-akan bertanya-tanya.

“Kok iso linu endok’e mas Nan… emange endok’e mas Anton melok kepleset? (Kok bisa linu buah zakar mas Anton … emangnya buah zakar mas Nan ikut terpeleset?)” tanya Yanti lugu.

“Yah, koyok’e ngono. (Yah, kayaknya begitu)” jawabku singkat.

Tanpa banyak tanya lagi, meskipun mula-mula merasa risih, Yanti perlahan-lahan mulai mengelus-elus buah zakarku dari luar celanaku. Rasanya tidak begitu nikmat, tapi ada getaran napsu yang muncul dari otakku.

“Uenak mas Nan? (Enak mas Nan?)” tanya Yanti. Aku menjawab dengan mengeleng-gelengkan kepalaku pertanda tidak enak.

“Yo opo sek uenak? (Trus gimana yang enak?)” tanya Yanti lagi.Aku berpikir sejenak, kemudian aku perolotin celanaku berserta celana dalamku. Serentak melihat gelagatku, Yanti kaget bukan main dan secara reflek memejamkan matanya.

“Mas Naann … lopo kok mlorotin katok … ora ono acara’ne ngomong dhisik … (Mas Naannn … kenapa kok melorotin celana … tanpa ada acara ngomong lagi)” protes Yanti dengan matanya yang masih terpejam.

“Loh, Yanti sek tas mau takok yok opo cekno uenak … lah ya aku plorotin wae katok’e … cekno uenak elus-elusan’e (Lho, Yanti tadi tanya gimana caranya biar enak … yah aku lepas saja celananya … biar enak elus-elusannya)” jawabku menyakinkan Yanti. Yanti masih tetap memejamkan matanya, tapi tangannya mencoba meraba-raba pahaku mencari buah zakarku lagi. Setelah mendapatkan buah zakarku, Yanti kembali mengelus-elusnya lagi. Kali ini … alamak … enak banget. Terasa lembut sekali tangan Yanti. Serentak saja, batang penisku langsung tegak dan mengeras.

“Lah … opo iki mas Nan … kok atos soro? (Lho … apa ini mas Nan … kok keras banget?)” tanya Yanti heran dengan mata sambil terpejam.

“Yo delok’en wae Yanti … buka’en moto-mu cekno weruh … ora bahaya kok (Yah liat aja Yanti … buka dulu matanya biar tau … ngga bahaya kok)” jawabku dengan jantungku berdegup-degup kencang.Perlahan-lahan Yanti membuka matanya, dan langsung terbelak kedua matanya sambil terheran-heran.

“Lah … manuk’e mas Nan kok iso ngaceng koyok ngono … linu sisan tah? (Lho … burung mas Nan kok bisa tegang kayak gitu … linu juga tah?)” tanya Yanti lugu.

“Iki jeneng’e manukku ‘happy’ alias seneng … soale endok’e dielus-elus wong wedok sing ayu kayak Yanti (Ini namanya burungku ‘happy’ alias senang … soalnya buah zakarnya dielus-elus wanita cantik kayak Yanti)” kataku mulai merayu.

“Mas Nan iki … (Mas Nan ini …)” kata-katanya terputus dan terlihat wajah Yanti yang malu-malu atas pujianku itu. Yanti ternyata masih lugu dalam hal beginian, membuatku semakin yakin kalo Yanti ini masih ting-ting alias perawan. Tanpa disuruh olehku, Yanti mulai mengelus-elus batang penisku dengan lembut, kadang-kadang mengurut-urutnya. Tak karuan rasa, semakin dielus, semakin tegang dan tegak berdiri. Yanti dari tadi senyum-senyum saja, dan tampak wajahnya yang masih malu-malu.
Setelah lama dielus-elus oleh Yanti batang penisku berserta buah zakarnya, aku ingin melaju di langkah berikutnya. Aku semakin berani dan tidak sungkan-sungkan lagi. Sambil berbaring kutatap wajah cantik dan manis Yanti.

“Yanti …” kataku.

“Emmm …” jawab Yanti singkat.

“Saiki gantian yo … (Sekarang gantian yah)” kataku.

“Gantian yo opo? (Gantian gimana?)” tanya Yanti.

“Hmmm … ngene … saiki gantian aku … teko mau Yanti wis delok manukku mbek endokku … sek dielus-elus maneh … saiki gantian aku seng delok tempik’e Yanti (Hmmm … gini … sekarang gantian aku … dari tadi Yanti dah liat burungku ama buah zakarku … dan dielus-elus lagi … sekarang gantian aku yang liat memek Yanti” kataku tanpa basa-basi.

“Emoh mas Nan … isin aku … ojok mas Nan … (Ngga mau mas Nan … malu aku … jangan mas Nan)” tolak Yanti.

Penolakan Yanti yang setengah hati itu membuatku makin penasaran dan makin bernapsu. Aku beranjak dari ranjang, dan memaksa lembut Yanti untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjangku. Setelah berhasil merebahkan tubuhnya Yanti langsung bertanya.

“Mas Nann … kate diapakno aku? (Mas Nannn … mau diapain aku?)” tanya Yanti pasrah.
“Menengo wae Yanti … ora aku apak-apak’no kok … mek arep delok tempik’e Yanti … ora adil lek teko mau manukku tok seng didelok (Diam aja Yanti … ngga bakalan aku apa-apain kok .. cuman pengen liat memek Yanti aja …ngga adil kalo dari tadi burungku saja yang diliat)” kataku bohong. Padahal dibalik benakku banyak hal yang aku ingin lakukan terhadap Yanti, terutama terhadap tubuhnya.

Aku singkap jubah panjangnya, dan aku tarik celana dalam dibalik Jubahnya. Yanti berusaha menahannya, tapi usahanya sia-sia, karena dia menahannya dengan setengah hati alias tidak dengan sekuat tenaga. Kelakuan Yanti ini seperti lampu hijau untukku. Seakan-akan pasrah saja mau diapain olehku. Setelah berhasil melepas celana dalamnya, aku tarik roknya ke atas perutnya, agar supaya aku bisa melihat jelas memeknya. Sementara jilbabnya kubiarkan saja menempel di kepala gadis alim ini. Secara reflek Yanti menutup memeknya dengan tangannya.

“Wes mas Nann … isin tenan aku … (Udahan mas Naannn … malu banget aku …)” kata Yanti.

“Durung Yanti … ojok mbok ditutupi tok tempik’e … ora ketokan … (Belon Yanti … jangan ditutup terus dong memeknya … ngga keliatan)” kataku protes.

Aku kemudian tarik tangannya yang sedang menutupi memeknya. Yanti langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya, dan kedua pahanya menyilang. Yanti masih terus berusaha menyembunyikan memeknya dariku. Bisa aku maklumi perasaan malu yang sedang Yanti alami. Aku mencoba merayu dan menyakinkan Yanti apa adanya.

“Ojok isin-isin Yanti … ora ono sing ndelok kok … men aku tok wae … (Jangan malu-malu Yanti … ngga ada siapa-siapa yang bisa liat kok … cuman ada aku saja …)” rayuku lagi.

Kini Yanti mulai pasrah, dan kedua pahanya yang tadinya menyilang, sekarang sudah mulai kendor. Segera saja aku ambil kesempatan ini untuk mengendorkan pertahanan Yanti. Setelah aku berhasil membuka selangkangan Yanti … alamak … aku langsung menelan ludah. Memek Yanti begitu indah dan subur ditumbuhi oleh jembut-jembut yang masih lembut. Aku yakin jembut-jembut ini tidak pernah sekalipun Yanti cukur sejak pertama kali tumbuh, sehingga masih tampak halus lembut.

Kucoba lagi membuka selangkangan Yanti lebih lebar lagi, aku ingin sekali menemukan biji etil Yanti. Aku merasa kesulitan menemukan biji etil Yanti dengan mata terlanjang. Ketika aku mencoba membuka bibir memek Yanti untuk menemukan biji etilnya, Yanti langsung protes.

“Mas Nan … ojok mas … (Mas … jangan mas …)” pinta Yanti. Aku semakin gemas dengan nada penolakan pasrah Yanti.

Aku tidak mengubris permintaan Yanti, dan semakin gencar bergerilya mencari biji etilnya. Ternyata tidak susah menemukan biji etilnya dengan mencari pakai tangan. Aku mainin biji etilnya dengan gemas.

“Mas Nan … wes mas … uisin tenan aku … (Mas Nan … udahan mas … malu banget aku)” mohon Yanti.

Otakku sudah gelap, dan tetap memainkan biji etilnya. Ternyata tidak perlu memakan waktu lama untuk membuat memek Yanti basah. Mungkin ini pertama kalinya Yanti merasakan nafsu birahi alias horny. Dia seperti tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi saat itu. Kedua tangan tidak lagi menutup wajahnya. Tangan kanannya bersembunyi di balik bantal, dan tangan kirinya meremas guling. Yanti menggigit bibir bawahnya, seolah-olah menahan geli. Tidak kudengar suara desahan dari mulut Yanti, tapi nafasnya kini sudah berubah menjadi memburu. Aku berasumsi bahwa Yanti masih belum bisa atau belum terbiasa mendesah.

“Yanti … tempik mu wis buasah tenan saiki … (Yanti … memekmu dah basah banget sekarang)” pujiku.

“Masss … masss … wes masss … Yanti mbok opok’no … jarene mbek delok tok … saiki kok di dolen tempik ku (Masss … masss … udahan masss … diapain Yanti … katanya cuman mau liat aja … sekarang kok dimainin memekku)” protes Yanti pasrah.

“Aku wes kesengsem karo tempikmu iki … gemesi wae … tak elus-elus malah dadi buasah … (Aku dah jatuh cinta ama memekmu … bikin gemes aja … dielus-elus malah jadi basah) … ” kataku sambil bercanda.Belum selesai aku melanjutkan kalimatku, Yanti secara reflek tiba-tiba menjerit

“Mas Antonnn … massssss …”. Yanti orgasme di atas ranjangku.Aku biarkan Yanti mengambil nafas dulu biar sedikit tenang.

“Yanti sek tas mau kok bengok … loro tah? (Yanti barusan aja kok teriak … sakit?” tanyaku pura-pura ****.

“Ora loro mas … sek tas-an Yanti koyok kesetrum … rasa’e koyok nang surgo … uenak tenan … atiku saiki sek dek-dekan (Ngga sakit mas … barusan Yanti kayak kena setrum … rasanya seperti di surga … enak banget … jantungku sekarang masih deg-degan)” jawab Yanti.

Kini saatnya giliranku untuk orgasme. Kontolku sudah sejak tadi tegang melihat kelakuan Yanti. Pekerjaanku masih belum tuntas. Aku bingung apa yang harus aku katakan ke Yanti bahwa aku ingin menyodok kontolku ini ke dalam memek wanita alim yang masih perawan itu.

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak bertanya atau berkata apapun. Aku mencoba untuk langsung main terobos saja. Aku kembali membuka selangkangan Yanti, dan mencoba mengarahkan kontolku ke mulut memeknya. Yanti protes lagi.

“Mas Nan arep opo? (Mas Nan mau apa?)” tanya Yanti heran.

“Oh … aku gelem kesetrum sisan … koyok Yanti seng mau (Oh … aku juga mau kesetrum … kayak Yanti tadi)” jawabku spontan.

“Lah … terus laopo manuk’e mas kate mlebu nang tempikku? (Lho … trus kenapa burung mas mau masuk ke memekku?)” tanya Yanti heran.

Yanti benar-benar masih bau kencur di dalam urusan seperti ini. Mungkin tidak ada orang yang pernah mengajarinya teori tentang hubungan seks atau biasanya disebut dengan hubungan pasutri (pasangan suami istri).

“Aku baru iso kesetrum lek manukku mlebu nang tempikmu (Aku baru bisa kesetrum kalo burungku masuk ke memekmu)” jawabku gombal.

“Ojok mas … engkuk loro … jarene wong-wong (Jangan mas … nanti sakit … katanya orang-orang)” katanya.

“Ojok wedhi Yanti … tak mlebu pelan-pelan wae … tak jamin ora loro (Jangan takut Yanti … dimasukin pelan-pelan aja … dijamin ngga sakit)” rayuku.

Yanti diam saja dan pasrah.Aku kemudian mengarahkan ujung penisku ke bibir vagina/memek Yanti. Yanti memejamkan matanya, dan kini giginya kembali menggigit bibir bawahnya. Tangan kananku memegang pangkal penisku agar batang kontolku tegak dengan mantap, dan tangan kiriku berusaha membuka bibir vagina Yanti, supaya aku bisa melihat lubang memeknya. Karena Yanti masih perawan, ngga mudah untuk menembuh pintu masuk gadis perawan. Hal ini sudah aku alami sekali dengan pacar lamaku. Aku ngga ingin melihat Yanti nantinya menangis seperti yang dialami oleh mantan pacarku yang dulu, setelah aku paksa masuk batang kontolku ke lubang memeknya yang masih perawan.

Pertama-tama aku basahi terlebih dahulu ujung penisku dengan air ludahku biar menjadi pelumas sementara, kemudian aku dorong masuk ujung penisku kira-kira sedalam 2 centi. Setelah berhasil masuk kira-kira kedalaman 2 centi, aku diam sejenak, kulihat Yanti sedikit meringis menahan perih.

“Perih Yanti?” tanyaku iba.
“Rodok perih mas (Rada perih dikit mas)” jawab Yanti yang kini matanya kembali terbuka memandangku.

“Tak mlebu alon-alon yah … lek perih ngomong’o … ojok meneng ae … (Aku masukin pelan-pelan yah … kalo perih bilang aja … jangan diam aja) …” suruhku.

Suasana kamarku makin panas saja rasanya. Aku lepas bajuku, sehingga kini aku sudah terlanjang bebas. Kondisi Yanti masih lengkap, hanya jubah panjangnya saja yang tersingkap dan jilbabnya juga masih tidak dilepaskan. Batang penisku yang dari tadi sudah masuk 2 centi itu masih tampak keras saja. Aku kini tidak lagi memegangi batang kontolku, karena dengan menancap 2 centi saja di dalam memek Yanti dalam kondisi amat tegang, mudah untukku menembus semua batang kontolku. Tapi kini aku harus memasang taktik biar Yanti nantinya juga menikmati. Perih adalah maklum untuk gadis perawan yang sedang diperawani.

Kedua tanganku kini menahan tubuhku. Aku membungkuk dan menatapi wajah berjilbab Yanti yang cantik itu. Yanti masih terlihat sedikit merintih karena rasa pedih yang dialaminya.Aku menekan lagi batang penisku, masuk sedikit, kira-kira setangah sampai 1 centi. Yanti meringis lagi.

Aku mainkan pinggulku maju dan mundur agar batang penisku maju mundur di dalam liang memek Yanti. Batang kontolku cuman mentok sampai kedalaman kira-kira 3 centi. Tapi aku terus bersabar sampai nanti tiba nanti saatnya yang tepat. Aku teruskan irama maju mundur batang kontolku di dalam memek Yanti.
Perlahan-lahan suara rintihan Yanti semakin memudar, dan wajah Yanti tidak lagi merintih. Ujung penisku terasa basah oleh cairan yang kental. Aku yakin cairan ini bukan air liurku yang tadi, melainkan cairan murni dari memek Yanti.
Sekarang batang kontolku bisa masuk perlahan-lahan lebih dalam lagi, dari 3 centi maju menjadi 4 centi, kemudian dari 4 centi masuk lebih dalam lagi menjadi 6 centi.

"Sek perih Yanti? (Masih pedih Yanti?)" tanyaku. Yanti menggeleng-gelengkan kepala pertanda tidak lagi sakit.

Napas Yanti kini kembali memburu dan terengah-engah, dan tidak lagi menggigit bibir bawahnya. Tangan kanannya meremas sarung ranjangku dan tangan kirinya meremas selimutku.Goyangan pinggulku aku percepat sedikit demi sedikit, memberikan sensasi erotis terhadap memek Yanti. Dalam sekejap kini aku bisa membuat batang kontolku kini terbenam semuanya di dalam lubang kenikmatan milik Yanti.

"Sek perih Yanti? (Masih pedih Yanti?)" tanyaku sekali lagi. Yanti kali ini tersenyum malu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.

"Tempik mu wis uenak maneh? (Memekmu dah enakan lagi?)" tanyaku bercanda. Yanti mengangguk.

"Yanti ... buka en klambimu ... mosok ga kroso panas tah? ... buka en ae cekno adem (Yanti ... buka dong bajumu ... masa ngga merasa panas? ... buka aja biar sejuk)" kataku. Aku sebenarnya ingin memperawani Yanti dalam keadaan benar-benar terlanjang.

Yanti menurut saja, dan kemudian dia melepas jilbab, jubah, kaos dalam bersama BH-nya, dan masih membiarkan rok dalamnya, karena batang kontolku masih sibuk menari-nari di dalam lubang memeknya. Tampak payudara Yanti yang merekah dengan ukuran 32C menurut tafsiranku. Tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Pas untuk ukuranku. Puting susunya berwarna coklat gelap. Typical atau khas payudara wanita asli *********** Melihat puting susunya yang menantang seperti itu, membuatku gemas rasanya. Aku mencubit sambil memelintir puting susunya, dan Yanti protes atas tindakanku tersebut.

"Masss ... loro masss ... (Masss ... sakit masss ...)" protes Yanti lembut. Aku pun kemudian senyum padanya, dan langsung menghentikan tindakanku tersebut.

Aku merasa sudah lama aku menggenjot tubuh Yanti siang itu. Tapi aku masih belum menampakkan tanda-tanda akan datangnya klimaksku. Aku sejak tadi berpikir antara iya atau tidak nantinya aku memuncratkan air maniku ke dalam memeknya. Sejujurnya aku berkeinginan hati untuk menyirami memek Yanti dengan air maniku, tapi aku juga rada kuatir akan konsekwensinya bila terjadi apa-apa dengannya, alias hamil nantinya.

Nafas Yanti semakin memburu saja, tapi wajahnya tampak makin gelap saja. Darah Yanti seakan-akan memanas dan terkumpul di atas kepalanya. Kali ini Yanti tak kuat untuk menahan genjotan-genjotan dan gesekan-gesekan nikmat yang diberikan oleh batang kontolku. Mulut Yanti kini tak terkontrol. Untuk pertama kalinya mulut Yanti mendesah atau merintih basah.

"Uhh ... ohhh ... masss ... masss ... kerih (geli) masss ..." rintih Yanti.
"Aku kerih sisan Yanti ... Yanti wis arep ngoyo? (Aku geli juga Yanti ... Yanti sudah mau pipis?)" tanyaku penasaran melihatnya sudah seperti cacing kepanasan. Leher Yanti sudah mulai berkeringat. Sekujur badanku juga tidak kalah keringatnya. Semakin berkeringat, semakin seru saja aku menggagahi tubuh Yanti.

Seperti tau apa yang aku maksud dengan kata 'pipis', Yanti pun menganggukkan kepalanya. Yanti sudah akan memasuki tahap orgasme yang kedua kalinya.Tidak sampai hitungan 2 menit, Yanti tiba-tiba memekik sambil tangan kanannya meremas biceps-ku.

"Masss ... ampunnn masss ... kerih mbanget ... arep ngoyo ketok'e ... aahhh ... (Masss ... ampunnn masss ... geli banget ... ingin pipis rasanya ... ahhh ...)" pekik Yanti dengan tangan kanannya yang masih meremas biceps-ku.

Tidak salah lagi, Yanti telah mencapai orgasme keduanya. Memeknya semakin basah saja. Aku berhenti menggenjotnya dan mendiamkan batang kontolku tertanam dalam-dalam di dalam memeknya yang basah nan hangat serta berdenyut-denyut itu. Kurasakan setiap denyutan daging-daging di dalam memek Yanti.Setelah buruan nafasnya mereda, aku cabut batang kontolku keluar dengan maksud untuk melepas roknya yang masih menempel di tubuhnya. Aku ingin melihatnya bugil tanpa busana apapun. Saat kutarik batang kontolku, aku melihat sedikit bercak darah di tengah-tengah batang kontolku, dipangkal kontolku, dan di daerah bulu jembutku. Kuperawani sudah Yanti yang berjilbab itu, dan ini adalah bukti keperawanan Yanti yang telah aku renggut darinya.
Yanti kini bugil tanpa selembar kain apapun. Aku kembali memasukkan batang kontolku ke dalam memeknya. Masih terasa basah liang memek Yanti.

"Yanti ... saiki aku sing kate ngoyo ... siap-siap yo (Yanti ... sekarang aku yang harus pipis ... siap-siap yah)" kataku.

Yanti seperti tidak mengerti apa yang aku katakan, tapi kepala mengangguk saja (hanya menurut saja). Aku kembali menggenjoti liang memeknya lebih cepat dari biasanya. Kupercepat setiap hentakan-hentakan, dan bisa kurasakan kenikmatan gesekan-gesekan terhadap daging-daging di dalam memek Yanti. Memberikan sensasi yang luar biasa dasyatnya.Wajah Yanti kembali memerah, dan kini nafasnya kembali memburu lagi. Kali ini Yanti sudah tidak malu-malu lagi untuk mendesah dan merintih nikmatnya bercinta.

"Yanti ... kepenak temenan nyenuk karo Yanti ... tempik-mu gurih tenan (Yanti ... enak/senang banget ngentot ama kamu ... memekmu gurih banget)" pujiku sambil terus menggenjot memeknya.

"Masss Naannn ... masss ... aku arep ngoyo maneh ... ahhh masss ... (Masss Naann ... masss ... aku pengen pipis lagi ... ahhh masss ...)" desah Yanti.

"Iku jenenge arep teko Yanti ... ora arep ngoyo (Itu namanya mau datang Yanti ... bukan mau pipis)" jawabku sambil tertawa renyah dan Yanti pun tersenyum bingung. Mungkin baginya istilah 'datang' masih terasa aneh.

Sekujur tubuhku berkeringat dan tergolong basah kuyup. Sudah berapa tetes keringatku yang jatuh di perut dan dada Yanti. Posisiku menyetubuhinya masih tetap berada di atas. Sejak tadi aku belum menyuruhnya merubah posisi. Mungkin bagiku lebih nyaman untuk Yanti digagahi dengan posisiku di atas. Yanti masih termasuk bau kencur dalam masalah beginian.

Batang kontolku makin lama terasa makin mengeras. Lahar mani di dalamnya ingin segera meletup keluar. Aku sudah tidak mampu untuk berpikir dengan akal sehat kembali. Otot-otot disekujur batang kontolku sudah tidak mampu lagi membentung lahar panas yang ingin segera menyembur keluar. Aku sudah tidak perduli lagi dengan rasa kuatirku tadi. Aku hanya ingin menyemburkan lahar panas ini secepat mungkin. Isi otakku sudah gelap rasanya.

"Yanti ... aku arep teko iki ... ora iso di tahan maneh ... saiki Yanti ... saikiii ... Yantiii ... (Yanti ... aku mau datang nih ... ngga bisa ditahan lagi ... sekarang Yanti ... sekaranggg ... Yantiii)" aku mengerang keras diiringi oleh semburan lahar panas dari batang kontolku yang mengisi semua liang memek Yanti. Semburan panas dari batang kontolku mendapat sambutan hangat dari Yanti. Aku memeluk erat tubuh Yanti, dan Yanti membalas memelukku sambil memekik memanggil namaku. Aku hanya dapat menduga bila Yanti mendapatkan orgasme-nya yang ketiga kali. Batang kontolku berkali-kali memuntahkan lahar panasnya di dalam lubang kenikmatan milik Yanti. Mungkin sekarang liang memek Yanti penuh sesak oleh lahar maniku.

Aku diam sejenak, mengatur nafasku kembali. Tubuhku masih menindih tubuh Yanti. Kini semua keringatku bersatu dengan keringat Yanti. Aku memeluk Yanti, sambil menciumi lehernya. Batang kontolku masih menancap di dalam memek Yanti. Aku masih belum ingin mencabutnya sampai nanti batang kontolku sudah mulai meloyo.

"Yanti ... terima kasih ... " bisikku dalam bahasa Indo.

Yanti hanya diam saja. Tak lama kemudian, aku mendengar Yanti menyedot ingusnya. Ternyata mata Yanti tampak berkaca-kaca. Aku menduga kuat Yanti ingin sekali menangis, dan tampak penyesalan di wajahnya. Melihat tingkah laku Yanti, aku berusaha memberinya comfort (kenyamanan), dan rayuan agar membuatnya lega atau tidak sedih kembali. Aku mengatakan kepada Yanti bahwa ini adalah rahasia kita berdua, dan mengatakan bahwa aku sayang kepadanya. Aku berjanji padanya bahwa ini adalah untuk pertama dan terakhir kalinya aku menyetubuhinya. Pembantuku yang berjilbab itu begitu menurut dengan kata-kataku dengan polos dan lugu.

Aku sedikit ada rasa penyesalan telah memperawani gadis cantik dan imut juga alim berjilbab seperti Yanti. Aku meminta maaf kepadanya karena aku khilaf dan tidak dapat menahan keinginanku itu karena sejak lama aku memantau dan melihat sosok dirinya dari kejauhan. Begitu dekat dengannya, aku tidak mampu lagi menahan nafsu birahiku.

Selama liburan musim panas tersebut, aku sering sekali mencuri-curi waktu dan tempat untuk bersetubuh dengan Yanti. Sejak pertama kali memperawaninya, agak susah untukku untuk menggagahi tubuh nikmatnya lagi. Yanti selalu menolak dengan alasan takut sakit atau apa gitu. Tapi dasar lelaki yang penuh dengan akal muslihat, aku tetap berhasil menikmati tubuhnya dan memeknya berkali-kali.

Untung saja, makin lama Yanti semakin menyukai berhubungan badan denganku. Banyak teknik yang aku ajarkan kepadanya, dari BJ, HJ, dan posisi bercinta yang lain (doggy style, woman on top, gaya menyamping, dll). Aku kadang meminta Yanti memberikan BJ atau HJ di ruang keluarga sambil aku menonton TV disaat tidak ada orang di rumah.

Sejak saat itu pula, aku selalu memakai condom untuk mencegah sesuatu yangtidak diinginkan. Aku tidak ingin aib ini sampai tercium oleh anggota keluargaku yang lain.

Sudah sering kali aku bermain cinta dengan Yanti di liburan musim panas ini. Aku sempat mengganti tanggal pesawatku kembali ke Melbourne agar aku bisa lebih lama di *********** Aku kembali ke Melbourne untuk melanjutkan studiku lagi sekitar akhir Februari. Semenjak kembali ke Melbourne lagi, aku kangen dengan Yanti, dan rindu bercinta dengannya. Kadang-kadang aku menelpon rumah di waktu siang hari (waktu Indonesia) untuk mengobrol dengan Yanti. Dan seputar obrolan kami adalah tentang 'gituan' aja.

Studiku tinggal 1 semester lagi. Aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan studiku ini, agar aku bisa kembali ke Indonesia bertemu kembali dengan Yanti. Sebenarnya aku sendiri tidak tau bagaimana masa depanku dengan Yanti. Tapi aku berkeinginan untuk tetap tinggal di Malang, paling tidak melanjutkan atau bekerja di kantor perusahaan papa. Dengan ini aku bisa senantiasa dekat denganYanti. Biarlah nanti waktu yang akan menentukan nasibku dengan Yanti. Aku juga sudah dijodohkan dengan seorang wanita cantik pilihan keluargaku, calon istriku itu juga berjilbab seperti Yanti. Namun aku tak dapat melupakan wanita berjilbab pembantu keluargaku itu. Aku bertekat untuk menikahi Yanti juga. Toh aku cukup mampu menghidupi beberapa istri. Secara materi dan tentu saja secara seksual. Tamat.

Posted at 05:44 pm by pohonmangga
Make a comment  

Wednesday, February 08, 2012
Irma Jilbab di warnet

The Great Hunter) – Irma, gadis SMU di warnet

“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maas s.” Irma terus mengeluh keenakan membuat libidoku makin meningkat.
Kemaluanku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Irma. Lalu kurebahkan Siswi berjilbab itu dilantai room warnet yang sempit itu sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu kujilati payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  sebelah kanan..
Pada suatu hari, aku sedang berada disuatu kota kecil di sebelah timur *******. Siang yang terik, membuatku ingin berteduh disuatu tempat yang dingin. Beberapa saat berkendara, tiba2 dipinggir jalan kulihat sebuah warung internet kecil yang nampak ramai. Wah, lumayan nih, berteduh sambil ngenet, pikirku.

Ketika aku masuk, ternyata warnet itu penuh. Terpaksa aku menunggu selama beberapa lama. Lima menit berlalu, dari luar masuklah seorang gadis cantik dengan tinggi semampai berjilbab putih yang salah satu ujungnya ia sampirkan kebelakang. Wajah Siswi berjilbab itu  manis dan lugu, dengan bibir yang seksi. Tubuhnya sekal dan payudaranya membusung ranum, terbalut kemeja putih dan rok abu-abu panjang. Lip gloss yang ia pakai semakin membuat bibir Siswi berjilbab itu  menantang untuk dikecup. Dari baju seragam SMU yang dia kenakan, terlihat jelas dia adalah siswi sekolah didekat warung internet itu.

“ada yang kosong nggak mas?” tanya gadis itu. Suaranya yang merdu kecil mendesah semakin membuat birahiku menaik. Akhirnya karena seluruh room penuh, dia menunggu juga sambil duduk disebelahku. Setelah tersenyum padaku, dia menyibukkan dirinya dengan bermain HP.

Beberapa saat kemudian, ada satu orang yang keluar, dan segera aku beranjak berdiri untuk memakai room warnet yang baru saja ditinggalkan, namun sang gadis itu juga turut berdiri.

“mas, bisa barengan gak?” tanya gadis itu. “Mau buka email sekalian belajar internet nih… kan mas bisa sekalian ngajarin..” kata gadis itu sambil tersenyum. Gila, batinku. Anak ini tidak tahu, kalau dia berhadapan dengan seorang manka seks jilbab.

“mmm..boleh aja…” kataku sok santai, padahal adik kecil dibawah sudah mulai bereaksi. Aku segera mengulurkan tanganku. “wawan.” Dia menyambut tanganku sambil tersenyum manis. “Irma.” Segera kamipun masuk ke room warnet yang bersekat tinggi dan rapat dengan pintu tinggi pula, seolah sudah disetting untuk perlakuan2 mesum seperti yang ada diotakku.

Di room warnet yang tidak terlalu lapang itu, kami hanya duduk dilantai beralaskan karpet tebal. Irma kusuruh duduk di depan monitor dan aku duduk di sebelah Gadis alim yang ayu itu . Beberapa kali, aku dapat melihat dengan bebas kesintalan tubuh Irma tanpa sepengetahuannya. Segera aku berpura-pura mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita, padahal sebentar-sebentar .

“Ma.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanyaku mulai memasang strategi.
“Tahu sih dari teman-teman, tetapi aku ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet… tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” kata Siswi berjilbab itu  malu-malu.
“Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kataku bercanda sambil pelan-pelan merangkul pundaknya dan Siswi berjilbab itu diam saja sambil tertawa malu-malu.
“Kalau aku lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pintaku.
“iihh… gak usah mas… malu, baca gituan…”katanya sambil malu-malu, namun diam saja ketika aku mengambil alih komputer sebentar.
“ngapain malu? Kan ini juga bagian dari belajar..”kataku beralasan sekenanya sambil mengetik salah satu situs.

Lalu aku mulai membuka cerita porno di 17tahun.com. Irma mulai membacanya dengan penuh perhatian. Lama-kelamaan, kulihat wajah Gadis alim yang ayu itu  agak menegang, sepertinya Siswi berjilbab itu mulia terangsang membacanya. Terlihat wajah Irma agak berubah dan sedikit gemetar saat membacanya dan aku dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja kulakukan perlahan-lahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan aku ingin mengambil kesempatan. Nampaknya mulai berhasil karena Siswi berjilbab itu diam saja. Sedangkan kemaluanku yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Irma membaca beberapa cerita lalu aku bukakan gambar-gambar porno.

“Iiih.. gambarnya fulgar banget Mas..” kata gadis alim berjilbab itu malu-malu, membuatku semakin tak tahan.
“Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kataku mulai memancing.
“Kalau kamu mau, aku punya film-nya.” lanjutku.
“Ngga ah, aku takut ketahuan orang.” sepertinya dqbclia masih takut kalau ada orang lain yang melihat perbuatan kami. Padahal warnet itu beruangan yang sangat rapat dan bersekat tinggi, jadi aku merasa sangat aman..
“Percaya deh samaku, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.”
“Nah kan Mas Wawan mulai nakal..” kata Siswi berjilbab itu  dengan polos dan malu-malu, membuat pikiranku semakin jorok saja.
Lalu kami berdua tertawa. Kemudian aku membuka film porno di flashdisk yang kubawa. Aku mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita dimasuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Irma kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduk gadis manis berjilbab itu mulai sudah tidak tenang.

“Kamu pernah lihat film ginian ngga Ma..”
“Belum pernah Mas, cuma gambar-gambar di majalah saja.” jawab Gadis alim yang ayu itu  dengan suara agak gemetar.
Sepertinya Siswi berjilbab itu mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut.
“Kalau gitu aku matiin saja, ya Ma? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya.
“Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian buat pelajaran…” kata gadis berjilbab itu polos.
Jawaban gadis caantik alim itu membuat si otong semakin tidak tahan.

Secara perlahan-lahan tanganku mulai memegang dan mengelus tangan Siswi berjilbab itu  yang halus, Siswi berjilbab itu diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan. Yang anehnya, Siswi berjilbab berparas lugu itu diam saja ketika aku merapatkan duduknya dan aku pegang tangannya yang berbulu halus dan kutaruh di atas pahaku. Mata Gadis alim yang ayu itu  tetap tertuju pada adegan film. Terdengar Irma mendesah pelan, ketika gadis bule di film itu kemaluannyadisodok-sodok oleh si negro dengan kemaluaannya yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. aku eprcaya Irma semakin bernafsu dibuatnya.

Kini Irma semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Tangan Irma tetap berada di atas pahaku, lalu tangan kiriku mulai beraksi membelai kepalanya, terus ke arah punggungnya. Irma kelihatan menggelinjang ketika tanganku membelai lembut punggungnya, lalu menyusup kedalam jilbabnya bagian belakang dan meraba lehernya.
“Acchh.. Mas Wawan, jangan, Irma merinding nih..” kata Siswi berjilbab itu  dengan nada mendesah membuat aku semakin bernafsu.
Aku tetap tidak peduli karena Siswi berjilbab itu juga tidak menepis tanganku, malah agak meremas pahaku. Tangan kiriku juga tidak diam, aku remas-remas tangan kanan Irma dan sengaja kutaruh tepat di atas kemaluanku.

“Ma, kamu cantik deh, kayak bintang film itu.” kataku mulai merayu.
“Masa sih Mas?” sepertinya Siswi berjilbab berparas lugu itu terbuai dengan rayuanku. Dasar anak masih 17 tahun.
“Bener tuh, masa aku bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.”
“Ih.. Mas Wawan bisa aja” kata gadis alim berjilbab itu malu-malu.
Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluannya sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan gadis alim ranum berjilbab itu semakin keras memegang paha dan tanganku.
“Kamu terangsang ya Ma?” tanyaku.
Gadis alim yang ayu itu menoleh ke arahku lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi ditambah bau khas tubuhnya.
“Kalau Mas, terangsang juga yah?” Siswi berjilbab itu balik bertanya.
“Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik,” rayuku, dan Siswi berjilbab berparas lugu itu hanya tertawa kecil.
“Aku juga kayaknya terangsang Mas,” kata gadis itu malu-malu.

Melihat situasi ini, tanganku mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan aku arahkan tangan kananku ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolah dan jilbab putihnya. Sedangkan tangan kiriku pelan-pelan menyingkap rok panjangnya sampai keatas paha, lalu tanganku kujatuhkan ke atas pahanya dan kuraba pahanya dengan penuh perasaan. Irma semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit.
“Aaahh, jangan Mas, Irma takut, Irma belum pernah beginian, nanti ketahuan orang mass.. oohh..” kata Siswi berjilbab itu  sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kananku yang ada di atas pahanya yang sedang kuraba, sedangkan tangan kirinya meremas-remas rok panjangnya yang sudah tersingkap.
Terasa sekali bahwa Irma juga terangsang akibat kuperlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas.

Aku yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Irma. Karena aku tahu bahwa Siswi berjilbab itu sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kananku makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya.
“Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Irma semakin mendesah lirih takut ketahuan pengguna warnet lain diluar.
Badan Irma makin menggelinjang dan Siswi berjilbab berparas lugu itu sedikit berontak namun tenaganya tak mampu menandingi kekuatanku. Tangan kiriku pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis, turun ke bawah menyibakkan jilbabnya ke pundaknya, lalu membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tanganku bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, aku remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan.

“Ooohh.. Maas Wawaaan.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” aku semakin bernafsu mendengar suara rintihan Gadis alim yang ayu itu  menahan birahi yang bergejolak.
Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika aku terus meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putting gadis cantik itu yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kananku yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik rok Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  yang tersingkap dan meraba-raba celana dalamnya, yang ketika aku pegang ternyata sudah basah.
“Ooohh.. Mass.. jangaann… mmhh..enakk.. teerruuss.. aahh..”

Kepala Irma mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, aku cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Irma. Lidah kami saling mengulum dan aku arahkan lidahku pada langit-langit bibir siswi berjilbab berbuah dada ranum itu. Semakin tidak menentu saja getaran badan Irma. Sambil berciuman kupegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan kusuruh Siswi berjilbab itu untuk meraba batang kejantananku yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.
“Mmmhh.. mmhh..” aku tidak tahu apa yang akan Siswi berjilbab berparas lugu itu ucapkan karena mulutnya terus kukulum dan hisap. Segera kulepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tanganku membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudara Siswi berjilbab itu  yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. kuraba dan kuremas seluruh payudaranya. Hal ini membuat Irma semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Irma menarik diri dari ciumanku.

“Mas.. jangan diterusin, Irma ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya Siswi berjilbab itu sadar akan perbuatannya.
Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mntkovenutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaanku was-was, jangan-jangan Gadis alim yang ayu itu tidak mau meneruskan. Padahal aku sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahiku yang tinggi telah melupakan segalanya, aku mencari akal agar Irma mau melampiaskan birahi yang sudah sampai rfvzyke ubun-ubun.
“Jangan takut Ma, kita kan ngga akan berbuat jauh, aku cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.”
“Tapi Irma takut maaas…”
“Bukannya kamu juga menikmati Ma.”
“Iya, tetapi Irma takut kalau sampai keterusan, Mas!”
“Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.”

Irma terdiam dan memandangi wajahku, lalu aku membelai kepalanya yang masih tertutup jilbab. Aku tersenyum dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun ikut tersenyum. Sepertinya Siswi berjilbab itu percaya akan kata-kataku. Film telah habis dan berganti film bokep yang lain. Aku berinisiatif untuk berubah posisi dan mengangkat tubuh Irma.
“Maass, Irma mau diapaiin?” Siswi berjilbab itu berpegangan pada pundakku.
Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok.
“Irma mas pangku yah”
Aku angkat Irma dan aku pangku Siswi berjilbab itu.
“Ma kamu cantik sekali..” rayuku dan Siswi berjilbab itu zdmrohanya tersenyum malu.
“Boleh aku mencium bibir kamu..?” Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya.
“Tapi janji ya Mas Wawan ngga akan berbuat seperti di film tadi?”
“Iya aku janji.”
Irmaikyhau terdiam lalu matanya terpejam.
Dengan spontanku dekati wajahnya lalu kucium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu kucium bibirnya. Ternyata Siswi berjilbab berparas lugu itu membalas. Aku masukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Birahinya mulai bangkit lagi. Irma membalas ciumanku dengan ganas dan nafsunya dzckmelumat bibir dan lidahku. Tangan Gadis alim yang ayu itu  meremas-remas kepala dan pundakku. Ciumanberlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tanganku tidak berbuat lebih jauh agar Irma percaya dulu bahwa aku tidak akan berbuat jauh. Setelah aku yakin Irma sudah lupa, tanganku mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya.

“Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya.
Ternyata birahi Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan aku sentuh putingnya yang sudah mengeras.
“Aaahh.. aahh.. mmhh..” aku semakin meningkatkan kreatifitasku.
Putingnyaku pilin-pilin. Badan Irma menggelinjang k eenakan. Bibirku turun ke bawah, aku jilati pangkal lehernya yang tidak tertutup jilbab.
“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maas s.” Irma terus mengeluh keenakan membuat libidoku makin meningkat.
Kemaluanku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Irma. Lalu kurebahkan Siswi berjilbab itu dilantai room warnet yang sempit itu sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu kujilati payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  sebelah kanan.

“Maass Wawano..” Irma mendesis keenakan.
Ku jilati putingnya dan kuhisap dengan keras.
“Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.”
Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri kuhisap. Seperti bayi yang kehausan, aku menyedot putingnya semakin keras. Irma makin menggelinjang dan mendesah-desah. Tangan kiriku lalu mulai mkiemoeraba pahanya, aku buka paha Siswi berjilbab itu , terus tanganku meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jariku menyentuh kemaluan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  di atas celana dalam yang sudah basah.

Awalnya, “Oouhh Maass jangaann..” tettwakapi kemuidan, “Oouughh Maass terruuss..”
Aku masukkan jari tanganku ke mulut Irma, lalu dihisapnya jariku dengan penuh nafsu.
“Mmmhh..” mulutku terus tiada henti menghisap-hisap puting payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  secara bergantian.
Tanganku terus menekan-nekan kemaluan Irma. Sambil kuhisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri, aku masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya.
“Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Irma terus mendesah-desah.

Setelah puas meremas-remas payudara Gadis alim yang ayu itu , aku pegang dan kutuntun tangannya untuk memegang kemaluanku yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Irma diam saja di atas celanaku, lalu tangannya kudekap di kemaluanku. Lama-kelamaan Irma mulai meremas-remas sendiri kemaluanku.
“Oohh Ma.. enak Ma.. terus Ma..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali.
Jari tangan kiriku pun terus meraba kemaluan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tanganku tepat berada di atas vaginanya yang sudkxqzwah sangat basah, aku tekan tanganku dan jari telunjukku masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya. Tubuh Irma semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.

“Maass, jangan Maas.. Irma ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh.”
Aku tahu Irma akan mendekati klimak sebab tangan Siswi berjilbab berparas lugu itu  mencengkeram erat kemaluan sayyzhpwka.
“Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Irma mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda Siswi berjilbab itu telah mencapai klimak.
Tubuh Siswi berjilbab itu  langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Aku kecup bibirnya dengan lembut, lalu mata Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  perlahan terbuka.
“Mas.. Irma sayang kamu.”
“Aku juga sayang kamu Ma.”
Aku kecup lagi bibirnya dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun membalas sambil tersenyum. Aku lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas kuhisap.
“Ihh.. Mas nakal, tete Irma dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi.
“Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajah Siswi berjilbab itu  yang berkeringat.

“Mas, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanya Gadis alim yang ayu itu  tiba-tiba.
Rupanya Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua.
“Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku.
“Iya, Irma pengen lihat, kayak apa sih?”
Tanpa pikir panjang, langsung saja kubuka celana panjang dan CDku. Langsung saja kejantananku keluar dengan tegaknya. Ukuran punyaku lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Irma langsung terbelalak matanya melihat senjatakuenyo yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.
“Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..”

Aku rabtwjvnih tangan Irma dan aku suruh Siswi berjilbab berparas lugu itu meraba dan mengocoknya. Tampak Irma agak gugup dan gemetar karena baru sxlotcwekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.
“Aah.. Ma enak banget, terus Ma.. ahh..”
Lama keyujaolamaan Irma terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Aku remas-remas payudaranya.
“Mas, ahh.. Irma masih lemas.. ahh..”
“Ma, cium dong punyaku” pintaku.
Langsung saja Siswi berjilbab itu menciumi batang kejantananku, marohwyungkin Siswi berjilbab itu belajar dari film tadi.
“Terus Ma, emut Ma biar keluar aahh.. kamu pintar Ma.. emut Ma..” qgunpintaku lagi.
“Ngga mau, Irma ngeri, lagian ngga cukup di mulut Irma.”
Posisi Irma duduk bersandar didinding bilik warnet, sedangkan aku berdiri dengan lutut menghadap Irma.

Aku remas buah dada Irma, “Ahh Maass..”
Ketika Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu membuka mulutnya, langsung saja aku masukkan batang kemaluanku ke mulutnya dan kukeluar masukkan batang kejantananku.
“Mmmhh.. mmhh..” Irma sepertinya kaget, tetapi aku tidak peduli.
Lama-kelamaan justru Irma yang sekarang menyedot batang kejantananku.
“Aaahh.. Ma kamu pintar Ma.. terus ah.. enaak..”
Aku sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga kucoba tahan. Irma rupanya sudah lupa diri, Siswi berjilbab itu semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluanku, sedazcgutngkan kedua tangannya memegang pantatku.

Cepat sekali Gadis alim yang ayu itu belajar. Aku membungkuk dan kedua tangan meremas paha Irma, lalu aku buka kedua belah paha Siswi berjilbab berparas lugu itu , Irma mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera kubuka resleting roknya dan kuangkat rok Siswi berjilbab itu  sehingga nampak CD yang berwarna putih. Tangan kananku segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah.
“Mmhh.. mmhh..” Irma menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulut Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  yang kecil mungil agak kesusahan.
Aku buka baju seragam dan BH-nya, Siswi berjilbab itu melepas kulumannya dan aku kembali merebahkan tubuhnya di lantai. Aku tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa. Jilbabnya sengaja kubiarkan karena membuatnya semakin menggairahkan. lalu aku membuka celana panjang dan CDku agar lebih mudah beraksi. .

Mata Irma terpejam, segera kulumat bibirnya dan Siswi berjilbab itu pun membalas. Tangan kiri Gadis alim yang ayu itu  tetap memegang batang kejantananku dan tangan kanannya meremas-remas pundakku. Sedangkan tangan kananku membelai-belai kepalanya yang masih tertutup jilbab dan tangan kiri tetap meraba CD Irma yang sudah sangat basah. Aku masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jariku bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir.
“Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kananku langsung mengisap dan meremas-remas tetenya.
“Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya.
Tangan Irma meremas-remas burungku yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Irma. Segera kubuka celana dalamnya. Dan mulutku mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan kuciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Irma meremas-remas rambutku.

Ku buka belahan vagina Siswi berjilbab itu  dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera kujilat dan hisap kelentitnya.
“Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Irma mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya.
Ku sedot liang vagina Siswi berjilbab berparas lugu itu  yang masih perawan dan berwarna merah.
“Oouhh.. Mass, Irma ngggcbjeaa kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Irma bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dam bergetar prtyqkeras.
“Aaahh..” Irma mencapai klimak yang kedua kalinya.
Aku hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Kemudian tubuh Siswi berjilbab itu  kembali lemas, matanya terpejam. Segera kubuka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantananku tepat diliang vaginanya. Irma merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Mahqovecta Siswi berjilbab itu  terbuka sayu dan lemas.

“Mas.. jangan maass, Irma masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap te rbuka lebar.
“Katanya Irma pengen ngelihat punya Mas keluar cairan.”
“Iya, tetapi Irma ngga pernah begin ian, Irma ngeri dan takut sakit..”
“Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.”
Segera kubasahi batang kem aluanku dengan ludah, setelah itu kuarahkan ke lubang vagina Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , setelah pas, perlahan-lahan kutekan masuk, sempit sekali rasanya.
“Achh Mass sakit..” pekiknya tertahan. tampak wajahnya menahan sakit “Pelan-pelan Mas, sakrpwhit!” segera berhenti aksiku mendengar keluhannya.
Setelah Gadis alim yang ayu itu mulai tenang, aku tekan sekali lagi.
“bgcsviAkhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang tanganku dengan kuat.
“Tenang Ma, jangan tegang, nanti juga enak.”

Kemudian kulumat bibir Irma, dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun membalas, segera kutekan lagi sekuat tenaga. Aku mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, aku coba lagi.
“Achh.. Mass Wawan, sakit!”
Aku tidak peduli dengan desahan dan pekikan tertahan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , dengan lebih agak keras kutekan kemaluanku dan, “Bless..” torpedo besarku masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya, kepala Irma mendongak ke atas menahan sakit.
Aku diamkan beberapa saat, lalu kutekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan sayhwtfa ke sarang Irma.
“Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” aku berhenti sebentar, lalu kucoba masukkantberuy lagi.
Semakin Siswi berjilbab itu bermemekik tertahan, semakin bertambah nafsuku. Lalu kutekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaanku. Aku keluarkan pelan-pelan dan kumasukkan lagi dan seterusnya.
“Ahh.. ahefcwmh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..”
Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mulai terangsang lagi.

Semakin lama, kupercepat goyangan. Tanganku meremas-meremas payudara Siswi berjilbab itu .
“Ohh Ma.. kamu cantiik Ma..”
“Mass, teruss Mass, akhh.. Irma ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantatku yang naik turun.
Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vitalku, rupanya aku akan segera klimaks.
“Maass.. oougghh Mass, Irma ngga tahaan.. oughh Mas Wawano.. aahh!” Irma berteriak tertahan sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air maniku menyembur dengan deras ke dalam vagina Irma.
“Ooughh Ma aku keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” spermaku mengalir dengan kencang, tubuhku bergetar dan berguncang he bat.
Tangan Irma mencengkeram erat pundakku dan aku mendekap erat tubuh Irma yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan sayfyripa. Terasa hangat batang kemaluanku. Banyak sekali cairan yang keluar. Mata Irma terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuh Siswi berjilbab itu  benar-benar tidak berdaya dan pasrah.

Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantananku tetap di dalam kemaluannya. Aku ciumi bibir dan seluruh wajah Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu . Setelah itu aku lepas tubuhnya dan dari lihat batangku dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan lantai warnet itu.

Setelah ambil nafas sebentar, aku segera mengambil tissue dari tas ranselku, dan membersihkan kontolku. Aku juga mendekati Irma dan pelan-pelan membantunya membersihkan memeknya. Mata gadis alim itu menatap sayu kepadaku. Terlihat matanya berkaca-kaca. Aku mencium keningnya lagi untuk menenangkan gadis berjilbab itu.

“Irma takut hamil maas…” kata Irma pelan dipelukanku.
“jangan takut, nanti mas kasih resep biar nggak hamil.. ” kataku menenangkannya. Tentu saja seorang hunter handal sepertiku sudah mempersiapkan semuanya, termasuk pil anti hamil yang manjur.

Beberapa saat kemudian, setelah tenaga kami sudah lumayan pulih, kami segera memakai baju kami kembali dan keluar dari warnet itu. Lalu segera aku membawa Irma pulang, agar aku bisa memberkan obat untuknya dirumahnya. Tunggu saja, aku masih ingin menikmati tubuhnya.

Posted at 11:39 am by pohonmangga
Comment (1)  

Wednesday, January 18, 2012
iseng belajar hipnotis

Iseng saja sebenarnya, aku belajar hipnotis. AKu belajar dari seorang master hipnotis. Tak ada maksud apa-apa. Kurang lebih sebulan setelah belajar, aku dirasa mampu untuk mempraktekkan ilmuku. Aku awalnya praktek kepada seorang sukarelawan yang ditunjuk oleh masterku. Intinya hipnotis itu adalah dengan menggunakan objek, yang mana korban harus paling tidak konsentrasi ke objek tersebut. Sebenarnya amat susah kalau menghipnotis seseorang apalagi orang itu bukan yang kita kenal. Kurang lebih setelah dua bulan lamanya aku pun sudah bisa menggunakan ilmu hipnotis. Hipnotisku adalah dengan objek perkataan dan gambar spiral.

Aku masih SMA kelas 2. Tak ada yang menarik pada diriku, cuma anak sekolahan biasa. Satu-satunya yang menarik mungkin kak Ratih. Orangnya sudah kuliah, cantik dan banyak cowok2 tertarik kepadanya. Tak ada satupun keluargaku yang mengetahui tentang kemampuanku menghipnotis orang. Dan lucunya, hal itu menjadi iseng ketika aku mencoba kepada mbak Ratih.

Pulang dari kuliah mbak Ratih dianter ama pacarnya. Namanya Tono. Tampak mbak Ratih orangnya sangat tertutup dengan orang lain. Dan karena pakaiannya sopan dan sikapnya yang baik, orang-orang enggan kepadanya. Dan kuliah Tono pun orangnya juga baik-baik, teman sekampusnya, baru jadian seminggu. Hari itu ndak ada ayah dan ibu. Ayah dan ibu pergi ke arisan keluarga, pulang baru hari kamis. Total seminggu di rumah kami sendirian, hanya ditemani Denok, pembantu kami.

Mbak Ratih langsung masuk ke kamar, ganti baju, dan mandi. Setelah makan malam, kami berdua nonton tv. Mbak Ratih tampak kecapekan, aku bisa melihat raut wajahnya yang kusut.

"Gimana kampusnya mbak?", tanyaku.

"Capek dik", katanya. "Banyak sekali kegiatan."

"Sudah semester 2 kan, harusnya lebih bersemangat lagi", kataku.

"Ntar juga kamu bakal ngerasain koq yang namanya kuliah gimana", katanya.

Aku manggut-manggut. TV menampilkan film action. Kami berdua menontonnya tanpa bicara. Sampai kemudian ketika iklan aku nyeletuk.

"Kak, aku barusan belajar hipnotis nih, mau aku hipnotis?", tanyaku sambil nyengir.

Dia menatapku dengan tatapan aneh. "Belajar dari mana?"

"Dari internet, belom dicoba sih tapi boleh dong kalau kakak jadi orang yang dicoba", kataku.

"Hahahah, aku ndak percaya ama yang begituan", katanya.

Aku lalu mengeluarkan papan yang bergambar spiral. Lalu menyerahkannya ke kakakku.

"Apa nih?", tanyanya.

"Objeknya, coba aja lihat, klo bisa dan berhasil ya berarti berhasil", kataku.

"Kayaknya seru nih, paling juga nggak bisa", katanya sambil tertawa.

"Sudah lihat saja itu gambarnya, mulai ya?", kataku.

"OK", ia masih ketawa kecil

Ia sebenarnya tak tahu, inti dari hipnotis adalah mendapatkan ijin dari korban. kalau korban sudah menyetujui, selanjutnya tinggal dari ucapan dan perintah kita saja, sampai ia benar-benar dalam kekuasaan kita. Korban bisa menyetujui dengan cara mengiyakan dihipnotis, ataupun dengan cara menyetujui ketentuan yang kita berikan atau perintah yang kita berikan. Dan kakakku sudah masuk ke situ.

"Bayangin saja itu spiral adalah sebuah jalan, kakak ada di pinggir ujung spiral, lalu tujuan kakak adlah ke tengah spiral itu.", kataku.

Mbak Ratih melihat gambar spiral yang ia pangku tersebut. Ia mengurutkan garis spiral dari pinggir, lalu ke tengah secara perlahan.

"Jangan hiraukan suara lain selain suaraku", kataku. Ini adalah lapis perintah kedua. Artinya, apabila seseorang sadar dari hipnotis, maka ia harus melewati kesadaran berlapis dulu baru sadar sepenuhnya.

Aku lalu mencobanya konsentrasinya. Aku keraskan volume tv sejenak. Mbak Ratih tak beranjak dari papan spiral itu. AKu paling tidak harus melakukan lima lapis kesadaran.

"Kemudian, satu-satunya yang mbak patuhi adalah suaraku, setelah aku panggil nama mbak diulang tiga kali. Ratih, ratih ratih!", kataku. "Kalau mengerti mengangguklah!"

Mbak Ratih mengangguk.

"Kemudian, mbak akan sampai kepada titik tengah spiral. Apabila sudah sampai, mbak akan terasa lelah, matanya sangat berat dan mengantuk. Maka tidurlah!", kataku.

Tak berapa lama kemudian mbak ratih tertidur di sofa, ia tampak benar-benar . Aku mengecilkan volume tv. Dia sudah dalam lapis keempat. Lapis kelima sekarang.

"Mbak akan mematuhi apapun yang saya inginkan dan katakan, apabila aku bertepuk tiga kali lalu memanggil namamu tiga kali, Ratih, ratih, ratih, segera sadar dari pengaruh hipnotisku. Kalau mengerti mengangguklah!", kataku.

Ia mengangguk. Bagus deh. Artinya kalau ingin sadar ia harus melewati lima kali kesadaran. Dan itu tidak mudah.

Aku pun mencoba iseng. Sebenarnya aku udah lama ingin melihat toketnya mbak Ratih yang terlihat menonjol dari Kaosnya itu.

"Ratih, ratih, ratih", panggilku.

Mbak Ratih menjawab, "iya".

"Buka BHmu dan tunjukin dadamu", kataku.

Mbak Ratih pun dengan mata terpejam meraih tali Bra-nya di punggung. Lalu ia menaikkan kaosnya. Tampaklah olehku pemandangan yang sudah sangat lama ingin aku lihat. Mulusnya bongkahan putih itu. Dadanya putih, putihnya pink. Sempurna dan gedhe. Aku lalu menyentuhnya, kuremas dan kutekan putingnya itu. Ohh...rasanya luar biasa. Aku lalu mendekatkan diriku ke dadanya, kuciumi dada itu. Kukecup lembut, kuhisapi pentilnya. Mbak Ratih hanya mendesah, dalam pengaruh hipnotis ia bisa merasakan sensasi ini. Aku lalu menghentikan aktivitasku. Wah, kalau ketahuan Denok berabe nih. Aku lalu mematikan tv dan membopong mbak Ratih. Aku masuk ke kamarnya dan kuletakkan ia di atas ranjang. Aku kunci pintu kamarnya lalu melakukan apa yang aku lakukan tadi di sofa.

"Oh...Mbak...hmmm", aku mengenyot putingnya bergantian, kiri dan kanan. Mbak Ratih hanya naik turun nafasnya, mendesah.

"Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya!", kataku.

Benarlah, mbak ratih mulai meremas kepalaku. Ia seakan-akan tak mau melepaskan kenikmatan ini. Dadanya aku ciumi dengan rasa sayang, dan ketika aku jilati bagian pinggir payudaranya, ia menggelinjang hebat, sepertinya itu G-spotnya, aku teruskan dan ia makin mencengkram kepalaku, ia peluk erat kepalaku. Aku lalu bergelirnya ke perutnya, kuciumi pusarnya, lalu aku tatap wajahnya. Cantik sekali mbak Ratihku ini.

Aku ingin sekali mencium mbak Ratih dari dulu, aku lalu menempelkan bibirku ke bibirnya. Mulutnya yang sedikit terbuka aku jelajahi dengan lidahku. Kuhisap salivanya dan kutelan. Kuciumi apapun yang ada di wajahnya. Bau rambutnya sangat harum dan aku masih meremas toketnya yang gedhe tadi.

Penisku sudah on dari tadi sebenarnya. Aku lalu melepas celanaku hingga tubuh bagian bawahku telanjang.

"Mbak Ratih sekarang duduk", kataku.

Mbak Ratih lalu duduk, masih memejamkan matanya dan lemas. Aku tuntun tangannya memegang penisku, oh nikmat sekali.

"Mbak anggap yang mbak pegang ini lolipop, kulumlah tapi jangan digigit, jilati dan hisap!", kataku.

Mbak Ratih lalu membungkuk. Aku yang duduk di atas ranjang itu hanya melihat aksinya. Mula-mula ia jilati penisku persis seperti lolipop. Lalu ia kulum.....aawwww...itu lidahnya menari-nari di dalam mulutnya. Ia jilati punyaku seluruhnya hingga basah.

"Mbak boleh mengocok pake mulut kalau mau", kataku.

Dan mbak Ratih nurut saja, kini kocokan mulut, hisapan dan jilatan menyatu membuat sensasi penisku serasa ngilu. Aku masih perjaka lagian. Ohh...nikmat banget. Aku meremas toketnya dengan gemas. Mbak Ratih pelan sebenarnya oralnya, cuman enak banget, bener-bener penisku dijadiin lolipop. OOuuuwwww,....mau keluar nih......

"Kalau sesuatu keluar, telan ya", kataku.

Ooowww...ndak kuat lagi...aaaaaa...aaa...AAAAHHHHH...Croott..croott.. ..crooot...croott...Muncratlah pejuhku di dalam mulutnya. Ia menghentikan aktivitas ngocok dan menjilati spermaku. Lalu ia telah semuanya. Aku bisa mendengar suara tenggorokannya menelan sesuatu. Glup.

Aku lemas.

"Sudah mbak. Sekarang mbak tidur saja!", kataku. Mbak Ratih berbaring. Aku membetulkan branya, lalu aku memakai celanaku lagi. "Mulai sekarang mbak kalau aku panggil patuh pada perintahku, mengerti?"

Mbak Ratih mengangguk.

"Baguslah, sekarang hitung sampai seratus lalu sadar",kataku.

"Satu....dua...tiga...", mbak Ratih mulai menghitung. Aku lalu keluar kamarnya dan masuk ke kamarku.

Lemes deh....nikmat banget mbak Ratih sepongannya.

Esoknya hari minggu. Mbak Ratih keluar kamar dengan wajah sayu. Ia tak sadar apa yang terjadi tadi malam. Aku menonton film kartun saat itu. Aku menoleh kepadanya.

"Kemarin aku koq bisa ada di kamar ya?",tanyanya.

"Lha, kan mbak sendiri yang masuk kamar", kataku.

"Ahh...ndak inget", katanya.

Hari itu mbak Ratih ada acara keluar jalan-jalan bersama teman-temannya. Jadilah aku di rumah sendirian. Hanya ada Denok di rumah menemaniku. Oiya. Denok ini cewek masih single, usianya sudah 34 tahun. Dan dia jadi pembantu di rumah ini sudah lama. Denok sendiri seorang janda, anaknya berada di desa diasuh oleh orang tuanya. Dan di kota ia mencari penghidupan yang layak. Aku kemarin bisa menghipnotis mbak Ratih, apakah bisa juga kepada Denok? Iseng lagi ah....

"Denoook!", kataku.

"Ya Den", katanya.

Ia memakai T-Shirt dan celana pendek. Tubuhnya sintal, ndak gemuk, juga ndak kurus. Toketnya biasa saja sih, wajahnya juga ndak jelek-jelek amat. Hitam manis kalau boleh kunilai.

"Lagi ngapain?", tanyaku.

"Lagi bersihin dapur", kata Denok. "Perlu apa Den?"

"Coba duduk sini", kataku.

Denok bertanya-tanya, mau apa majikannya ini.

"Aku sedang belajar hipnotis nih, boleh nggak jadi subjeknya?", tanyaku.

"Emang bisa?", tanyanya.

"Yaaa....namanya juga nyoba. Tenang aja deh ndak bakal aku apa-apain, lagian juga belum tentu berhasil", kataku.

"Aden ini ada-ada saja, udah ah, mau lanjutin kerjaan saja", katanya.

"Eeee...tunggu dulu, sebentar saja koq. Kalau tidak bisa ya udah", kataku. "Tapi cuman sebentaaar saja"

Denok menghela nafas. Ia agak aneh juga, bahkan mungkin ia mengira aku tak akan berhasil.

"Baiklah, pertama aku ingin dirimu rileks dulu", kataku.

Denok menghela nafas lagi. Ia mungkin mengira ini cuma permainan anak kecil yang harus ia turuti. Maklum sejak kecil ia sudah bekerja di sini.

"Bukan begitu Denook, yang rileks, santai gitu lho", kataku.

"Iya, iya", katanya.

Tak perlu kuceritakan lagi bagaimana langkah-langkah hipnotisku. Sebab caranya sama seperti apa yang aku lakukan kepada mbak Ratih. Dan.....Denok sudah dalam pengaruhku. Berhasil juga ternyata kepada pembokat sendiri. Kini Denok hanya menatap dengan tatapan kosong. Siap menerima perintahku. Aku mulai horni nih.

"Denok, denok, denok", kataku.

"Iya den", jawabnya dengan tatapan kosong.

"Kamu patuh kepada perintahku? "

"iya", katanya sambil mengangguk.

"Apa pendapatmu tentang diriku?", tanyaku.

"Aden itu orangnya suka males, dan kelakuannya jelek. Suka godain diriku, pokoknya ndak suka deh", kata Denok. wah, ternyata dia ndak suka kepadaku. "Dulu waktu kecil sih lucu, setelah gedhe aden jadi nakal, suka keluyuran kemana-mana, padahal kalau baik Denok pasti suka".

"Ini jujur?", tanyaku.

"Iya", kata Denok.

Aku koq jadi gemes dengan pembokatku ini.

"Baiklah buka bajumu!", kataku.

Denok patuh saja kepadaku. Ia buka bajunya. Tapi cuma T-Shirtnya saja. Aku bisa lihat ternyata dadanya besar juga. Selama ini Bra-nya-lah yang membuat ia seperti mempunyai dada kecil. Dan aku bisa melihat tonjolan bongkahan yang padat dari kedua bra-nya. Shit! Jadi konak diriku.

"Maksudku semua bajumu sampai tidak memakai apapun", kataku.

Akhirnya Denok pun melepas satu per satu bajunya. Sementara celanaku sudah sesak, aku pun terpaksa melepaskan semua bajuku sekalian. Kini kami berdua telanjang. Denok duduk di sofa sambil menatap dengan tatapan kosong lagi. Shit, beneran toketnya gedhe! Putingnya berwarna coklat, tapi kulitnya mulus, aku melihat ke bawah. Wah dia rajin cukur bulu bawah sana ternyata. Aku mengamati seluruh tubuhnya. ternyata Denok ini montok, aku lalu mendekat ke wajahnya dan kucium bibirnya. Sedapnya. Setelah dilihat-lihat ia tak hanya hitam manis, tapi juga bikin aku horni. Itu toket gedhenya.

"Denok, kamu patuh padaku-kan?", tanyaku.

Ia mengangguk.

"Pernah bercinta?", tanyaku.

"Pernah", jawabnya.

"Aku ingin kau anggap aku ini suamimu, cintailah diriku dengan rasa cinta yang sangat dalam, melebihi apapun. Anggap rasa cintamu padaku saat ini seperti balon yang kecil. Lalu perlahan-lahan balon itu kau tiup, besar, makin besar, besar, besar jangan khawatir sebab balon itu tak akan bisa meletus tapi hanya bisa membesar dan mengecil. Dan tiuplah balon itu sampai sangat besar melebihi apapun", kataku.

Denok memejamkan mata. Sesaat kemudian ia membuka matanya dan melihatku.

"Aden...!", panggilnya.

"Denok", kataku.

Ia langsung memelukku. Dadanya membuat penisku makin keras mengacung. Ia menubrukku di sofa. Wajah kami saling berhadapan. Apa ia tak sadar kalau tak berpakaian?

"Aden, Denok cinta ama aden, sangaaaat cinta", katanya.

Aku lalu menciumnya, kami pun berpanggutan. Baiklah keperjakaanku buat Denok saja. Lagi pula aku sudah horni. Kami saling berpanggutan, aku lalu menghisap teteknya yang gede itu. Alamaaaakkk...nikmat banget, kuhisap kiri dan kanan, kukenyot dan kuremas. Kenyal sekali. Baru kali ini aku menetek setelah sekian lama.

"Adeeen....oucchh...he-eh den itu. Netek sama Denok", katanya.

Denok kini merebahkan dirinya, ia pasrah kuhisapi teteknya. Aku lalu ke bawah dan kuciumi perutnya, putingnya masih kumainkan, ia menggelinjang. Lama-lama aku pun ke bawah, makin kebawah dan kusapu itu vaginanya dengan lidahku. Ia menggelinjang hebat. Kujilati tempat kewanitaan itu. Rasanya asin, aku terus hisap dan kujilati hingga sangat basah. Denok pun tak kuasa lagi, ia meremas-remas kepalaku lalu pahanya mengempitku sambil ia bangkit.

"Awww....deeeenn....Denok keluar niii", katanya. Aku lalu bangun. Punyaku sudah mengacung. Ingin masuk saja sepertinya.

Aku lalu menciumi bibirnya lagi, kami berpanggutan lagi. Lidah kami sailng menghisap. Aku siapkan rudalku, dan kutindih Denok. SLEBB...awww...adududuh.....enak...gini ya rasanya? Penisku seperti disedot-sedot di vaginanya. Masalahnya ini vagina koq ya sempit ya, bukannya Denok sudah punya anak? Dan apa ini karena ia tak pernah dipake?

"Enak den, ....terus...entotin pembantumu ini!!", katanya.

Aku tak berlama-lama, kugenjot itu vagina. Denok merintih-rintih keenakan. ia meneriakkan namaku berkali-kali, aduh baru juga 10 menit nih goyang. Rasanya sudah diujung. Enak banget. Maklum aku masih baru pertama ginian, aku pun keluar. Pejuku muncrat di dalam rahimnya. CROOOOTTT.....CROOOOTT.....CROOTTT...

"Aaaahhh...adeeeenn....aww....awww....panas itunya", katanya.

Kubenamkan lama di dalam sana, Denok memelukku.

"Baru pertama ya den?", tanyanya.

"I...iya", kataku.

"Dulu suamiku juga baru pertama kali gituan cepet", katanya.

"Nikmat ndak?", kataku.

"Iya sih, kan Denok keluar dulu cinta", katanya genit .

Aku perlahan-lahan cabut penisku yang masih tegang itu. Ngilu rasanya keluar di dalem. Tapi
nikmat banget. Aku arahkan penisku ke mulut Denok. Ia jilati sisa-sisa sperma yang nempel di penisku. Wow ia lakukan itu seperti seorang pro. Baiklah, sekarang aku puas. Setelah itu kusuruh ia berpakaian dan melanjutkan pekerjaannya. Tapi dengan satu catatan, ia tak boleh menunjukkan cintanya kepadaku kecuali aku minta. Pengaruh hipnotisku jalan.

Malamnya, mbak Ratih sedang di kamar. Ayah dan ibu sudah tidur, cuma diriku saja yang ada di ruang tamu nonton tv. Ah sialan, koq aku jadi horni ya? Memang sebenarnya kepingin sih kalau aku gituan sama mbak Ratih. Baiklah kutunggu agak malaman aja.

Lama menunggu, akhirnya sudah jam 12 malam. Aku mengetuk pintu kamar mbak Ratih.

"Mbak, masih bangun?", tanyaku.

"Kenapa dik?"

Eh dia masih bangun.

"Boleh masuk?", tanyaku.

"Iya", katanya.

Aku pun masuk. Dan....mbak Ratih pakai t-shirt dan kuyakin dia tak pake BH, juga celana pendek. Sial, bikin aku berdebar-debar aja. Aku lalu panggil dia, "Ratih, ratih, ratih"

Dia yang sedang sibuk menulis, mungkin PR, langsung tegap duduknya. Ia taruh pensilnya dan menatap ke depan dengan pandangan kosong. Aku sudah ndak tahan lagi nih. Aku lalu melepaskan semua bajuku. Kuhampiri mbak Ratih, lalu kupeluk dia dari belakang, kucium bau rambutnya, kumasukkan kedua tanganku ke dalam t-shirtnya dari bawah. Aku lalu raba dadanya. Nah kan, ndak pake Bra. Aku lalu Melepaskan t-shirtnya, kuangkat tangannya sedikit hingga tampak ketiaknya yang putih itu. Aku tempelkan penisku yang sangat ngaceng itu ke punggungnya.

"Mbak, apakah mbak cinta aku?", tanyaku.

"Iya, sangat cinta".

Aku melihat puting susunya yang mengacung ke atas. membuatku gemas untuk mencubitnya, maka jemari tanganku pun bergerilya meremas toketnya. Kupuntir-puntir putingnya, mbak Ratih menarik nafas lalu ia mengeluh..

"Nikmati saja mbak, lepasin juga dong celananya".

Mbak Ratih lalu berdiri dan menurunkan celana pendeknya, hingga tampaklah olehku CD-nya.

"CD-nya juga", kataku.

Ia melepaskannya juga.

Sekarang kami berdua telanjang. Aku berdiri di hadapannya, lalu mengisap teteknya. Kujilati dan kuhisap, sambil kupeluk kakakku yang sudah terhipnotis itu. Aku tarik dia lalu kubaringkan dia di tempat tidur. Kuciumi dua bukit kembar itu, sambil kugigit sekali-kali, perjalananku ke bawah, ke perut, lalu kulihat memeknya yang ditumbuhi sedikit bulu. Aku membuka pahanya lebar-lebar, kobelai pahanya, dan kuciumi bibir vaginanya. Lalu aku jilat klitorisnya, lidahku pun menari-nari di sana. Harum sekali baunya, apakah mbak ratih selalu merawat ini?

Mbak Ratih menggelinjang, berkali-kali ia mengeluh. Diremasnya rambutku, dan aku terus-menerus melanjutkan aksiku, sambil kuremas toketnya.

"Dik, mbak mau pipis dik, oooohh...aaaahhh....", kata mbak Ratih.

Benar. Ia mengejang hebat sambil mengempit kepalaku beberapa saat. Aku menghentikan aksiku. Tampak pejuh berhamburan keluar dari vaginanya. Tempat kewanitaannya sangat basah. Aku lalu duduk dan bersiap memerawani kakakku sendiri. Perlahan-lahan kugesek-gesek lembut ke bibir vaginanya. Mbak ratih menggelinjang. Rasanya sungguh nikmat. Aku tak mau menyakiti mbak ratih, aku ingin berusaha lembut. Aku lalu mendorong pinggulku, penisku perlahan masuk. SLLEEEBB...ougghh....sempit banget, tapi agak lancar karena ada pelumas tadi. Aku dorong dan mbak ratih menjerit...

"AWWwww....sakit dik, aduuuhh...", katanya.

Aku dorong selaput daranya hingga robeklah dia. Aku tak bisa berhenti begitu saja. Aku istirahatkan sejenak punyaku. Lalu kudorong lagi perlahan. Ketika mbak Ratih kesakitan aku hentikan, begitu terus sampai mentok. Nikmat sekali punyaku disedot-sedot. Aku tarik, lalu perlahan kudorong lagi. ouuuggghh....nikmat. Aku tindih tubuh mbakku. Aku peluk dan kuhisapi teteknya, lalu kukulum dia. Kemudian kugoyang pinggulku maju mundur perlahan. Lama-lama rasa sakit itu sudah hilang, mbak Ratih pun hanya bisa bilang ah dan uh saja. Aku bisa lihat tetek mbak Ratih naik turun dengan goyangan perlahan pun, woohhh, impianku selama ini akhirnya terkabul juga.

Clek,,...clek...cleek...cleek..., suara becek gesekan vagina dan penisku terdengar di kesunyian malam ini. Aku rasanya sudah ndak tahan nih, udah mentok di ujung. Paling tidak aku tidak secepat tadi pagi dengan Denok. Ouughh...nikmat banget udah...ndak tahan.....keluar di mana ya?

"Mbak, keluar nih", kataku.

"Mbak sudah keluar dari tadi dik...ah...aah...ahh...", kata mbak Ratih. Ia masih menatapku dengan pandangan kosongnya.

"Di dalem ya, AAAHhhhh....", jeritku. Creeett.....crettt.....creeetttt...sperma akhirnya keluar dan kubenamkan di dalam rahim mbakku. Aku tak mencabutnya hingga habis.

Aku pun lemas kupeluk mbak Ratih. Tampak di vaginanya keluar sedikit cairan putih dan merah darah selaput daranya. Aku lalu tiduran di sampingnya. Ia memejamkan mata, mungkin kelelahan karena aksiku tadi. Aduh gimana ya nanti klo hamil. Aku bingung juga nih. Lama aku berpikir tentang tindakanku ini. Memang sih aku kepingin ngentot ama kakakku, tapi klo dia tahu aku menghipnotisnya...aduh...gimana nih.

Aku lalu melihat mbakku yang mendengkur halus.. Ia ternyata sudah tertidur. Melihat toketnya yang padat itu, aku jadi horni lagi, aku lalu miringkan tubuhnya, sehingga tampaklah bongkahan pantatnya. Penisku mengeras lagi, dan aku tanpa pikir panjang langsung masukkan ke vaginanya dari belakang. SLEBB...aww...masih sempit juga. Malam itu pun aku mengerjainya lagi sambil ia tertidur.

Paginya ia tak ingat lagi kejadian tentang tadi malam. Pagi seperti biasa, ibu dan ayah pergi ke kantor. Mbak Ratih ke kampus, aku sendirian di Rumah. Denok tampak sedang membersihkan rumah. Aku berdiri di depannya.

"Denok, denok, denok", kataku.

Seketika itu ia menjatuhkan sapunya dan berkata, "Iya den?"

Aku turunkan celanaku. Muncullah burungku.

"Isepin dong!", kataku.

Dengan patuhnya Denok berjongkok dan langsung melakukan blow job. Ahh...nikmat banget. Ia mengulum penisku seperti permen, sambil tangan kirinya mengocoknya. Punyaku yang tidur langsung tegang dan bereaksi. Denok yang sudah ahli ini, tak butuh waktu lama untuk bisa membuatku hampir klimaks.

"Sudah, sudah...buka bajumu!", kataku.

Ia berdiri dan melepaskan bajunya satu demi satu. Aku lalu memeluk dan menciuminya, kuhisap teteknya dengan lembut. Lalu ia kutuntun untuk bersandar di sofa. Ia menungging, dan kumasukkan penisku ke tempatnya. BLESS...aww..nikmat....aku pun bergoyang maju mundur. Pantatnya yang semok itu membuatku sangat bergairah. Aku meremas teteknya, sambil kuhujamkan penisku dalam-dalam.

"aaahh...ahh...ahh...ahhh..oowwcc...ooucchh... aww. ..aahh...uh...uh...", hanya itu yang keluar dari mulut Denok.

Oww...sial, aku keluar.

"Denok berlutut, ayo hadap sini!", kataku.

Ia lalu berlutut dan menghadap ke diriku.

"Buka mulutnya", kataku.

Ia membuka mulutnya. Kukocok penisku yang mau keluar itu dan Crooottt.....crott.....crooott...tumpahlah sperma ke mulutnya itu.

"Bersihkan", kataku.

Ia menjilati sperma yang ada di penisku.

"Jangan lupa telan ya", kataku.

Denok pun menjilatinya dengan rakus dan menghabiskan menu sperma hari ini. Setelah bersih ia kusuruh pakai baju lagi.

Begitulah setiap hari, malam hari aku ngentotin kakakku dan pagi hari atau siang hari aku dengan Denok. Paling tidak sebulan lamanya, hingga kemudian aku ingin berterus terang dengan mbak Ratih bahwa hampir setiap malam aku begituan dengan dirinya.

Posted at 08:53 am by pohonmangga
Comment (1)  

dapet perawan lesbian

Seperti yang sudah kukisahkan dalam [b]Dapet keperawanan ponakan[/b],aku masih tetap menjalin hubungan gelap dengan keponakanku Ella.
Bahkan dia kutempatkan di rumah kontrakan yang cukup besar di dekat tempat kuliahnya.Biar pas lagi pengen maen,bisa tenang gak kaya di kos-kosan.
Biasanya seminggu sekali aku suka rutin kesana.Ya sekedar melepas rindu sama Ella.Tapi ini baru dua kok dah lagi pengen ngewe dia.Apa gara2 malem minggu kemaren dia ngasih servis yang hebat ya???Au ah,yang penting sekarang aku lagi pengen ngewe aja.
Daripada terus karena hari rabu sore,aku langsung ngeluncur aja kesana.Bilang sama kedua istriku ada bisnis orang mau bikin rumah aja.So pulang pasti malem.Padahal ya pengen melepas rindu aja sama si Ella.
Perjalanan ke Ciputat emang macet.Ampyu...n dah.Udah macet,panas,mana jauh lagi.Cos dari tempat usahaku cukup jauh.Ya ujung ke ujung dah.
Aku berangkat pake kijangku.Pas ngelewatin kampus dia yang kokoh berdiri megah,kulihat para mahasiswa dan mahasiswinya lagi bubaran kuliah kali.Wah,banyak yang cantik2 euy.Dalam hati,kapan dapat memek mahasiswi perawan lagi ya??Ah bagen dah.Yang penting sebentar lagi,aku dapat melepaskan hasratku sama si Ella ponakanku.Aku mampir di Alfamart sebentar beli makanan wat oleh2.
Setelah melewati jalan gang yang cukup wat satu mobil,nyampe juga ketempat kontrakan si Ella.Kuparkir mobil di halaman yang cukup luas.Tapi kok sepi amir.Biasanya si Ella langsung nyambut kalo denger suara mobilku.Tapi ini tidak.Emang sih kagak ngasih kabar dia dulu.Pan biasanya rutin datengnya.Kalo gak malem sabtu,ya malem senen.Tadinya ya pengen ngasih kejutan dia aja.
Kulihat di halaman ada sepatu cewek,tapi sepi amir.Kemana si Ella ya?Aku ketok2 pintu kagak dibukain.Dikunci lagi.
Untung aja aku punya kunci cadangan.Toh aku yang ngasih rumah kontrakan wat si Ella.Kumasukan kunci,dan langsung terbuka.Untung kuncinya yang di dalem dicabut si Ella,so gampang aja bukanya.
Tapi kok sepi ya.Kemana si Ella?Kalo pergi,kenapa ada sepatu cewek di depan ya.Batinku.
Penasaran aku langsung menuju kamar depan,kubuka gak ada siapa2.
Pas aku ke kamar belakang,anjri....t!!!Terdengar suara orang lagi horny.Deg,hatiku langsung panas!!!Setan alas,jangan2 si Ella selingkuh.Anji...ng!!!Batinku.Aku langsung esmosi tingkat tinggi.Pengennya langsung kudobrak kamar belakang tuh.Biar kuhajar orang yang selingkuh sama si Ella.Gini2 aku juga ban hitam taekwondo pas kuliah dulu.Tapi aku menenangkan diri.Harus dilihat dan diintip dulu,sama siapa si Ella selingkuh.
Dengan mengendap2,aku menuju kamar belakang.Anjrit,ternyata gak dikunci.Pintu kamarnya terbuka sedikit.
Kudengan erangan dan rintihan keenakan dari dalam kamar.Tapi aneh,kok seperti ada dua cewek!!!.Wah,tambah panas aja hatiku.Sapa ne cowok yang berani2 maen sama si Ella,bawa cewek lain lagi.Syeta...n!
Dengan perlahan,aku mengendap2.Dan ketika kulihat dari pintu yang terbuka sedikit,Astaghfirullaahal'adhi....m!!!,kulihat si Ella lagi telanjang bulat dan bergumul sama seorang cewek!!!Anjrit,jeruk minum jeruk neh!!!Lesbian brow.Kulihat teman ceweknya sama2 telanjang bulat,lagi dalam posisi 69.
Wo...w,hatiku jadi dag dig dug plus kaget.Kok si Ella bisa maen sama cewek ya?Bisex kali ya?Apa penyakit si Ella belum sembuh yang demen sama sesama cewek sejak dari pondok dan sekolahnya dulu?Batinku sambil terus ngintip.
Aku semakin penasaran dan jadi horny berat euy.Wa...h,bisa dapet dua memek nanti.Batinku.
Yang di dalem asyik aja.Mereka gak nyadar kalo ada yang ngintipin mereka main.Si Ella kagak nyangka kalo aku bakal datang.
Dan yang bikin aku tambah horny,kuliat temen si Ella cantik banget brow.Tetek gede,langsing,pantat semok,memeknya gundul kagak berbulu.
Jadi ngiler aku ngeliatnya.Pengen aku segera masuk dan gabung dengan mereka.Tapi aku menahan diri dulu.Pemandangan langka bro.Aku ingin menikmatinya dulu.
Kuliat si cewek ngobel memek si Ella dan jilatin itilnya.Kudengar Ella mengerang,mendesah dan merintih keenakan.Begitu juga si cewek itu.
Karena aku dah gak kuat,akhirnya aku membuka pintu dengan keras dan berteriak,Ella....!!!Lagi ngapain kamu???Tampak Ella dan temen ceweknya terperanjat kaget dan langsung menghentikan aksinya dan segera temen ceweknya menyambar selimut dan menutupi tubuhnya.
Wajah mereka tampak memerah bercampur putih karena saking kagetnya.A....a...Anu o....m,ka ka kapan datengnya?Ella gelagapan.
Aku berkacak pinggang sama melotot.O....h,jadi kamu selingkuh ya?Ma ma ma ma...fin Ella om.Ella gak ta ta tahu.Kenapa gak nel nel nelpon Ella dulu om ka ka kalo mo datang.Ella semakin gelagapan dan tampak cemas.
Temennya apa lagi.Mukanya sampe pucat gak bisa ngomong.
Kututup pintu dan kukunci lalu kuambil biar mereka gak bisa kabur.O...h,jadi begini ya kamu La?Kataku sambil menampakkan wajah emosi.Padahal dalam hati ketawa.
Temen si Ella mo ngambil bajunya.Tapi langsung kubentak.Diam kamu.Tetep duduk!!!.Si cewek ketakutan.Kuambil kursi pelastik dan duduk dihadapan mereka.
Maafin Ella o...m,beneran Ella gak bermaksud begini.Kata Ella memelas.Beneran om,Ella gak pernah selingkuh sama cowok lain,cuman,cuma...n!!!.Cuman apa?Kataku membentak.
Gini o...m,maafin Ella ya.Sungguh Ella gak bisa ngilangin rasa suka Ella om sama cewek.Ini dah ada sejak Ella mondok dulu om.Ella terisak.Temennya diam aja sambil tertunduk.
Ini siapa?Kataku sambil menunjuk temennya.Ini Devi om.Temen Ella mondok dan sekolah dulu.Kata Ella.O...h,jadi gitu ya??I...i...iya om.Ella sering begini om sama Devi semenjak di pondok.

Devi temen kuliah di kampus om,cuman beda jurusan aja.Ella menjelaskan dengan gelagapan.Kuambil hp,lalu kufoto keduanya.
Wa...h,gak bisa dibiarkan ne,kalian harus dihukum.
Ja...jangan o...m,pliz,kasian aku o...m!!!.Tiba2 si Devi membuka suara.Kemudian dia menuju kearahku dan merangkul kakiku.Pliz,jangan om,aku janji gak bakal gini lagi om.Maafin Devi!!!Dia merajuk sambil terisak.
Ya udah,om gak bakal ngehukum kamu dan menyebar foto kamu,tapi kalian berdua harus puasin om.
Tiba2 si Ella bangkit dan langsung merangkulku dan menciumi aku.Beneran ya om ku saya....ng.Kata Ella sambil terus menggelendoti aku.Aku aja sampe kaget bercampur senang loh.Udah,sekarang kamu Devi,bukain baju om semua.Si Devi ragu2.Tapi kemudian si Ella ngedipin dia,e...h,akhirnya dia mau juga loh.Pas dia jalan ke arahku,alama....k!!Teteknya sekel banget.Bulat dan padet.Putingnya pink lagi.Walo ada bekas cupangan si Ella,tapi indah banget brow.Kontolku langsung tambah ngaceng.Wo...w,kulitnya putih dan lembut,rambutnya panjang tergerai sepinggang.Anjri...t,cantik banget.Cantikan Devi malah dibanding Ella.Se...r,darahku berdesir ketika tangan dia mulai melucuti pakaianku.Anjri...t,lembut bange...t!!!Tampak bulu2 halus tumbuh di tangan dan betisnya.Menambah keseksian dia aja.Aku dah gak sabar,kubantu membuka pakaianku biar cepet2 telanjang bulat.Lalu kontolku yang sejak tadi ngaceng,akhirnya terbebas dan bisa bernafas lega.Dia tampak berdiri kokoh,gede dan panjang bagai berdirinya kampus si Ella dan Devi di depan tadi.
Mata Devi sampe melotot ngeliat kontolku.Kenapa kamu?A a anu om,Devi belum pernah ngeliat yang beginian.Jawabnya polos.Ya udah,sekarang kamu kocokin dan emutin.Tapi o...m?Sudah Dev,lakuin aja,kamu pasti suka kata si Ella.Akhirnya walau agak ragu,dia mau juga.Kutarik si Ella,lalu kami saling melumat bibir.Si Devi ngocokin dan ngemutin kontolku.A...w,uenak tena...n!!Mimpi apa ya semalam?!.Anjrit,sepongan Devi mantep banget brow.Gak nunggu lama,dia seperti dah ahli aja.Kontolku diemut dan disepong mulut seksi dia.A....h,sungguh nikmat.Si Ella tampak ganas memainkan lidahnya.Kuremas2 teteknya.
Lalu aku bangkit dari kursi dan minta pindah ke ranjang aja

Kugandeng Ella dan Devi ke atas ranjang.Kusuruh Ella ngambil hp di meja biar dia merekam.Kubaringkan Devi di ranjang.Kuangkat jempol ke arah Ella biar dia siap merekam,Ella mengangguk dan tersenyum.
Kupandangi seluruh tubuh Devi yang putih mulus.Nafasku dah gak beraturan.Jakunku naik turun.Ketika kutatap wajah Devi,dia memalingkan mukanya.Mungkin dia malu.Ketika tanganku memegang toketnya,dia tampak hendak menolak.Jangan o...m!Kenapa sayang?Sambil kuremas teteknya dengan lembut.Jangan o...m,Devi belum pernah disentuh cowok.Sambil memalingkan mukanya gak berani menatap wajahku.
Aku semakin semangat aja.Mana mau dengar larangan dia.Hehehe.Bego aja!Kuremas teteknya dengan lembut.Gak ada reaksi.Semakin kutatap wajahnya,kelihatan semakin cantik aja.Wajah dia keluar keringat.
Ketika mau kukecup keningnya,dia gak mau.Tapi kubiarkan saja.Mungkin dia malu dan gak biasa.Kuremas dan kumainkan puting susunya.Devi tampak menahan nafas.Mau ku kiz lagi,dia masih menolak.Gak habis akal,tangan kiriku meremas2 tetek kirinya,mulutku lalu hinggap di tetek kanannya.Kulumat dan kusedot2.Tangan kananku langsung menuju pangkal pahanya.Anjrit,memeknya tembem banget.Licin dan gak berbulu.Langsung kuremas dan kukobel.Telunjukku memainkan itilnya.Tiba2 terdengar rintihan Devi.A.....h,ssshhh,mmmhhh o....h.
Gantian mulutku melumat teteknya Devi.Sekarang Devi jadi larut dalam permainan.Tangan dia meremas2 rambutku.Tanganku aktif mengobel memeknya yang semakin basah.Kulihat mata Devi terpejam.Dia sampe menggigit bibir bawahnya.Mungkin dia merasakan sensasi yang lain ketika dia maen sama Ella.Ketika kulumat bibirnya,dia langsung membalas lumatanku.Kuserbu dengan ganas.
Lalu kujilati telinganya,kemudian lehernya yang penuh keringat,kucupangi sampe dia mengerang dan mendesah2.Jilatanku terus turun dan hinggap di teteknya.Kujilati dan kusedot2 putingnya.Ketika kugigit dengan halus,dia mengerang dengan keras.A....kh,o...h!Kucupangi sampe teteknya yang putih mulus penuh bekas warna merah.Ketika jilatanku terus turun kebawah sampe perutnya yang rata,dia semakin merintih dan mendesah.Kepalanya bergerak2.Aku semakin bernafsu saja.Ciuman dan jilatanku semakin kebawah.Sudah tercium aroma khas yang bikin syahwat semakin kuat.Lalu mulutku kini hinggap di bukit kenyal yang gundul.Tiba2 Devi mengapitkan pahanya.Gak tinggal diam,aku jilati atasnya.Dia semakin mengerang dan mendesah.A....h,ssshh,mmmhh o....h.Karena semakin terlarut,Devi gak melawan ketika kulebarkan pahanya.Dan kini tampak di mukaku memek dia yang dah sangat basah.Lobangnya berwarna pink dan tampak sempit.Memeknya menebar aroma khas bercampur bau keringat.Maklum aja,tadi dia dah maen sama Ella.Kusibak labia mayoranya dan kini tampak lobang kecil nan sempit berwarna pink.Ketika kumainkan itilnya dengan jariku,pantat devi tampak bergoyang dan bergetar hebat.Lalu aku berjongkok dan memulai menjilati memeknya.Nafasku semakin memburu.Kujilati dan kukenyot itilnya.Devi semakin mengerang dan mendesah2.Lima menit kemudian,devi mengapitkan pahanya sampe aku kesulitan bernafas.Tangan dia sampe menjambak rambutku.Dari memeknya keluar cairan kental berbau anyir dan agak asin.Kujilati sampe habis.Jilatanku gak berhenti.Aku merasa belum puas.Namanya nemu barang baru.Pantat Devi sampe bergerak2 hebat.Tangan dia pun gak berhenti meremas rambutku.
Tiba2 kontolku ada yang melumat dari bawah.Tampaknya Ella gak kuat melihat permainan kami.Dia menyepong dan mengocok2 kontolku dengan mulutnya.A...H,terasa sangat nikmat.Untung aku tadi sebelum berangkat minum levitra dulu,so aku jadi kuat.
Kemudian aku meminta posisi 69.Aku yang dibawah,dan Devi yang diatas.Kepalaku diganjal bantal biar enak ketika ngenyot memek Devi dari bawah.Devi sepertinya dah terlarut dalam asyiknya permainan.Tiba2 Ella maju ke arah devi dan minta dia ngenyot teteknya.Devi tampak asyik ngenyotin teteknya Ella.Lalu ella memegang kontolku dan mengarahkan ke memeknya,ketika dah pas di mulut memek dia,lalu Ella menekan kebawah,slep blez.Kontolku masuk ke memek Ella.A....h,ssrhh,nikmatnya.Kini Ella bergerak menaik turunkan pantatnya.Dia asyik cipokan sama Devi.Aku yang keenakan jilatin dan ngenyotin memek Devi.Lima menit kemudian Ella orgasme.Lalu dia mencabut memeknya dari kontolku.
Aku yang dah gak kuat pengen ngentot memek Devi,segera membalikan badan.Kuganjal pantat Devi denan bantal.Kulebarkan paha devi,dan kutaruh tepat di lobangnya.Ketika kugesek,mata devi semakin merem melek.Terasa memeknya sudah sangat licin.
Tiba2 Ella ikut nimbrung lagi.Dia meremas2 tetek devi dan kadang mengenyot putingnya.Tangan devi pun kulihat meremas tetek Ella dan ngobel memeknya.Erangan dan rintihan semakin membuatku bernafsu.Aku telah bersiap,kutekan kontolku ke memek Devi,tapi meleset karena licin.Juga karena pantat devi yang bergerak2 terus.Sehingga aku rada kesulitan.Kuusap2 lagi kontolku dan bersiap menembak.Ella dan devi tampak asyik.Kulebarkan lagi kedua paha devi.Ella tampak meremas2 tetek devi,dan devi pun aktif mengobel memek Ella.Kini kontolku dah tepat di lobang memek devi yang semakin basah oleg lendir.Tangan kananku membantu membimbing kontolku supaya tepat sasaran.Kugesek2 pelan,lalu agak kutekan,masuk kepalanya doang.Terasa sangat sempit dan hangat,kutarik keatas lagi,lalu dengan sekali hentakan,slep,pret blez,a.....Kh,saki.....t.Devi berteriak kesakitan ketika kontolku berhasil masuk tembus seluruhnya kedalam memek devi.A....h,terasa kontolku dijepit dan diremas2 memek devi.Memeknya berkedut2.Untung memeknya dah sangat basah dan licin.

Hingga gak sulit untuk kujebol.Ella mengerti banget.Dengan sigap dia meremas dan menyedot teteknya Devi.Hingga Devi gak lama merasakan sakit memeknya berhasil kujebol.Aku mendiamkan kontolku dalam memek Devi.Terasa hangat dan nikmat.Sejenak kudiamkan meresapi sensasi nikmat memek Devi.
Lalu aku mulai memompa kontolku.Kini Devi dah merasakan nikmat memeknya kuentot.Kumaju mundurkan pantatku memompa keluar masuk kontolku.A....h,sungguh sangat nikmat.Pantat devi dah bergoyang2 mengikuti irama sodokan kontolku.Memeknya terasa mencengkram dengan kuat.A...w,sungguh nikmat.Ella dan devi saling meremas toket dan berciuman bibir.
Sambil menggenjot kontolku,aku ngobelin memek Ella yang nungging rada nyamping di depanku.Tiba2 devi mengerang hebat.A....h,o....m!!!Memeknya berkedut2 dan mencengkram kuat kontolku.Tampak Ella yang kukobel memeknya juga ikut mengejang.Mungkin dia orgasme juga.
Lalu aku semakin memacu genjotanku.Lima menit kemudian,kontolku terasa ada yang mau keluar.Aku semakin keras memompa kontolku.Dan pada hentakan terakhir diiringi suara erangan Devi,a....h,ser.Crot crot crot,kontolku memuntahkan laharnya dengan banyak dalam memek Devi.Dilanjutkan erangan Ella.Aku ambruk lemas sambil memeluk tubuh Devi.ella terbaring lemas juga disamping tubuh aku dan devi.Kunikmati akhir orgasmeku.Kurasakan setiap kedutan dan remasan memek devi yang mencengkram kuat.Sungguh sangat nikmat.Nikmat tiada taranya.Pengalaman yang baru kualami.Aku yang mempunyai dua istri aja belum pernah sampe begini.
Sepulug menitan perkiraan,kontolku lemas dan keluar sendiri dari memek devi.Aku berbaring sambil memeluk devi.Disebelahnya Ella juga terbaring lemas.Ketika kuraba kontolku ada cairan basah yang agak lain.Ketika kulihat tanganku,ternyata darah bercampur peju.Ketika devi melihat tanganku,tiba2 dia bangun dan melihat memeknya.Dan ketika dia melihat darah dari memeknya,dia langsung nangis dengan keras sambil memeluk Ella.
La,om mu jahat,jaha...t.Tangis dia.Tapi kemudian Ella sigap.Dielusnya rambut Devi sambil menenangkan dia.Sudah vi jangan menangis.Tenang aja,omku ga jahat kok.Dia orangnya baik dan penuh tanggung jawab.Dan dengan rayuan dan support yang diberikan Ella,akhirnya dia tenang.Tapi isaknya masih terus.Kupeluk devi sambil kubelai rambutnya yang hitam.Tenang sayang,om akan tanggung jawab,om gak bakal nyia2in kamu.Devi takut hamil om.Isaknya sambil menaruh mukanya di dadaku.Tengang sayang.Kalo kamu hamil om akan tanggung jawab.Jawabku menenangkan.
Iya vi,tenang aja.Lagian gak bakal hamil,gua jamin kata Ella.Seminggu lagi elu kan mens.Kata Ella.Udah lah dev,om Eggy baik kok.Aku bisa gini aja kan sama om Eggy.Tambah ella menenangkan Devi.Akhirnya devi berhenti menangis.
Kami saling berpelukan sambil saling mengelus tubuh.Dev gimana rasanya tadi?Lain kan?Kata ella nanya devi.Au ah.Timpal devi sambil mencubit tangan Ella.Lalu kami saling tertawa.Setelah itu,kami melanjutkan permainan kami,lebih hot dan seru.Devi pun sekarang gak ragu lagi.Gila,kami maen mulai jam 5 sore sampe jam 9 malam.Sampe lupa makan tuh.Akhirnya,setelah puas,lalu kami mandi bertiga.Sungguh indah.Aku dimandiin dua bidadari cantik.Andai aku gak janji pulang sama istriku,tentu pengen maen sampe pagi.
Kusuruh Devi pindah kosan jadi satu rumah sama ella.Dan dia pun mau.Tak lupa,aku juga memperlakukan devi seperti ke Ella.Biarin aja dia maen di rumah,asal jangan sama cowok aja.Ternyata mereka memang bisex.Sama cowok siap,sama cewek pun dia mau.Aku sih seneng aja.
Ya,akhirnya aku punya peliharaan lagi.Tak lupa sebelum pulang kukasih gopek wat uang jajan devi.
Dan tentunya hubungan kami pun tetap berjalan sampe sekarang.Untungnya kedua istriku gak sampe curiga.Dan semoga aja jangan sampe ketahuan.
Lucunya,kadang kalo sama istriku Nida nengokin ponakannya Ella ke tempat kontrakannya,aku ngelakuin ngentotan sama Devi dan Ella pas ada kesempatan dalam kesempitan.Hehehehe.Dan sensasinya sungguh
sangat rua...r biasa.Si Devi sama si Ella kusuruh ikut KB.Ya biar dia gak hamil.Lagian kasian kalo mereka hamil duluan.Masa mahasiswi PTN islam bisa bunting.Hehehehe.
Emang hidup harus dinikmati selagi ada kesempatan.Gila juga aku ini.Memek kakak ipar pun aku gasak sampe punya anak.Hehehe.Pis ah.Tiada maksud apa2.Hanya sekedar ingin berbagi pengalaman aja.Moga terinspirasi.Bukankah berbagi itu amalan baik dan termasuk sedekah?Hehehehe.Ntar lah kubagi cerita dari pengalamanku yang lain.

Posted at 08:51 am by pohonmangga
Make a comment  

kepergok selingkuh

Dunia lendir memang gak bosen2 kalo dibahas.Agan2 dah pada tahu,kalo bercinta alias ngentot itu sangat nikmat.Dan kenikmatan bercinta akan terasa lebih nikmat kalo dilakuin sama selingkuhan.Betul apa betu....l???Hehehehe.
Akan kuceritakan kisah ngentotku sama selingkuhanku yaitu Teh Salwa seorang akhwat istri dari kakak iparku Mas Fulan.Seperti yang pernah kuceritakan dalam kisahku ngentot teh salwa,aku masih terus melakukan perselingkuhan sampe sekarang.Bahkan aku punya anak dari teh Salwa.
Siang itu,aku habis pulang dari Serpong untuk urusan bisnis.Karena bakal lewat Pamulang,iseng2 aku telpon Mas Fulan kakak iparku.Ya sekedar tanya kabar dan kalo bisa pengen mampir gitu.Aslinya pengen ketemu Teh Salwa coz dah lama gak ketemu.Hehehe,sekedar ingin menyalurkan hasrat kalo ada kesempatan.
Tapi mas Fulan lagi gak ada di rumah.Dia lagi ngedosenin katanya.Tapi kalo mau mampir,dateng aja.Coz di rumah katanya ada teh Salwa istrinya.Yes,yes,ye....s!!!.Ini yang kuharapkan.Jadinya aku bisa ngentot tenang bareng teh Salwa.
Sekitar setengah jam kemudian,aku nyampe di komplek perumahan tempat mas Fulan dan teh Salwa tinggal.Tak lupa aku membawa oleh wat mereka terutama anaknya mas Fulan,eh anakku lah buah perselingkuhanku dengan teh Salwa.
Setelah nyampe,aku pencet bel dan bilang salam.Assalaamu'alaikum!!!.Tak berapa lama ada jawaban wa'alaikum salam dari dalam rumah kemudian pintu pun terbuka.
Eh Eggy,ayo masuk.Sambutnya ramah.Dari mana Gy?Bareng Nafisah?Tanya dia.O...h,habis dari Serpong teh,ada urusan bisnis.Nggak lah teh,Nafisah mah lagi di rumah.Setelah duduk di kursi,teh Salwa bikinin aku minuman.Lalu sama2 duduk dan ngobrol.Mang bisnis apaan Gy?Adalah,pokoknya lumayan kataku.Ni oleh wat Najif.Kataku sambil ngasih bungkusan.Ah gak usah repot2 Gy.Gak juga teh,kan wat anakku.Jawabku sambil cengengesan.Teh salwa nyubit pahaku.A...w,sakit teh.
Tadi Eggy habis dari Serpong,terus nelpon mas Fulan mo mampir,eh dia lagi ngajar katanya.Ya udah aku mampir kesini aja,toh dia juga nyuruh.Kataku sambil pindah duduk ke samping teh Salwa.
Sayang,aku kangen.Langsung kupeluk teh salwa dan kukiz pipinya.Egy,tenang dulu donk.Aduh,eggy dah kuangen banget teh.
Tanpa menunggu basa basi dulu,aku langsung menyergap teh Salwa.Dia sampe kewalahan loh.Langsung kupeluk dia sambil kuremas2 teteknya dari balik gamisnya.Gy,nanti ada orang!Kata dia dengan nafas berat.Ah biarin teh.Kan mas Fulan lagi ngajar ngedosenin.Tukasku.
Tanpa menunggu lama,aku langsung menarik rok dia keatas.Kuremas memeknya dari balik CD-nya.A....h,sshhh!Teh Salwa mendesah dan mengerang.Pelan2 donk Eggy.Kata Teh Salwa.Eggy dah gak kuat teh,kangen banget ma teteh.Dah lama kita gak ngentot sayang.Kataku sambil menarik dan melepas jilbab dan gamis dia.Setelah dia telanjang,aku membaringkan dia di sofa.Tanpa menunggu lama,aku langsung menjilati seluruh badan dia.Dengan terburu2 aku pun melepas semua pakaianku.
Kubuka kedua paha dia dan langsung aku menyerbu memeknya.Kujilati memeknya dan kusedot itilnya.A....h,mmmhh,sshhh,o....h,terus saya....ng!Teh Salwa merintih dan mengerang mendapatkan serangan dari aku.
Lalu,tanpa menunggu lama aku menindih dia dan mengarahkan kontolku ke lobang memeknya.Aku menggesek2 dulu sebentar,lalu slep,blez.Kontolku langsung ilang ditelan memek teh Salwa.A....h,nikmat banget.Memeknya tetep sempit dan peret men.Maklum dia lahiran lewat cesar.
Kudiamkan kontolku sejenak merasakan kedutan dan remasan memek teh Salwa.Lalu aku mulai memompa kontolku.Plok plok plok.Suara paha kami beradu.A.....h,ssshh,yang kenceng saya....ng!Teh Salwa mengerang dengan keras merasakan nikmatnya sodokan kontolku.Kami terus bergumul.Entah berapa kali teh Salwa dapet orgasme.Yang jelas aku belum.
Sekitar 15 menit kemudian,aku pun menyusul mau orgasme.Sayang,egy mau dapet neh!A...h,terus sayang,yang kence...ng!Teh Salwa berteriak kenceng.Aku pun semakin mempercepat sodokanku.A...h,o...h,saya....ng,eggy mo nyampe ne..h!Aku juga saya...ng!Lalu,se...r.Crot crot crot.Kontoku memuntahkan laharnya dengan banyak dalam memek teh Salwa.Teh Salwa memelukku dengan erat.Kedua kakinya mengapit kuat di pinggangku.Kami menikmati sisa2 dari orgasme kami.Kami saling berpelukan dengan lemasnya.
Sedang asyiknya kami begitu,tiba2."Astaghirulla....h!!!Tete....h!!!Lagi ngapain kalia....n???!!!.Kami terperanjat dan bangun.Kulihat di depan ada seorang cewek cantik berdandan akhwat sambil bertolak pinggang.Ampyu....n!Kacau deh!

Ampyu....n,kiamat kubro ne.Teh Salwa gak bisa ngapa-ngapain.Wajahnya merah padam.Dia bagaikan patung aja.
Astaghfirullaah!Bener2 gak nyangka.Ternyata teteh lebih dari bintang.Kata si cewek berapi2.Teh salwa gak ngejawab.Dia malah menangis.Hey kamu!Dasar baingan,binatang kamu!!Katanya ke aku.Bener2 kalian.Gak tahu malu.Katanya lagi.
Maafin teteh de,teteh khilaf.Katanya sambil merangkul cewek itu.Ternyata dia adiknya teh salwa.Teteh gak tahu malu.Bener2 binatang.Aisyah gak bakal maafin teteh.Katanya sambil mendorong salwa.
Aku hanya melongok aja menyaksikan itu.Ya dah mati kutu waktu itu.
Siapa itu?Kata si Aisyah sambil menunjuk ke arahku.Ampun ais,jangan bilang sapa2.Teteh bener2 khilaf,tadi dia memaksa teteh.Dia adik ipar mas fulan.Biadab kalian!Katanya lagi.
Lalu Aisyah menuju ke arahku.Plak,plak.Pipiku kena tampar dia.Syetan kamu.Tega bener kamu ngotorin kakak iparmu sendiri.Timpalnya.Anjrit.Denger gitu aku panas juga.Enak banget dia bilang gitu.Salwa lagi.Bilang dipaksa sama aku.Pas dia mau nampar aku lagi,langsung kutangkap tangannya.Kepalang tanggung dah.Fikirku.Eit,jangan gitu cantik.Tangan mu lembut banget ya.Syeta...n,lepasin tanganku.Kata dia sambil berusaha menarik tangannya pengen lepas.
Hey cantik.Tanya kakakmu.Gue bermain sama2 senang tau.Ibli...s,lepaskan tanganku.Katanya lagi.
Fikiranku dah gelap.Dah kepalang tanggung.Mending kugarap sekalian.Fikirku.Langsung kutarik dia ke sofa.Dia berusaha terus ingin lepas.Tangan kirinya berusaha mencakar mukaku.Tapi apa daya men.Tenaga cewek.Gini2 gue juga sabuk item karate sama taekwondo.
Udah kutarik dan langsung kutindih dia.Syeta....n,lepasin aku jahannam.Dia teriak2 sambil berusaha ingin lepas.Udah diem cantik.Sebentar lagi kamu bakalan dapet yang enak.Timpalku.Tiba dia menggigit tanganku.Syetan.Sakit juga.Langsung aja dengan reflek kuhantam lehernya.A....kh.Dia pingsan men!Kubaringkan dia di sofa.
Adik mu teh?Tanyaku sambil melirik teh salwa.Tiba2 plak,plak,salwa menampar mukaku,bajingan kamu Eggy.Kata dia sambil menangis.Udah lah teh.Toh kita dah ketahuan.Iya,gara2 kamu,hancur keluargaku.Gimana kalo dia bilang mas fulan?Isak Salwa.
Tenang aja sayang,eggy jamin gak bakal sampe ketahuan,tenang aja say.Aku tertawa ngehkeh ke teh salwa.Mau ngapain kamu eggy?Tanya teh salwa pas melihatku mendekat ke arah Aisyah adiknya yang terbaring pingsan di sofa.Hehehe,mau ngasih yang enak adikmu.Tiba2 teh salwa memegang dan menarik tanganku.Jangan eggy!Jangan kau rusak adikku.Kata teh salwa memohon dan menghiba.Sudah kamu diam aja.Kamu mau keluargamu hancur?Apa mau dia ngoceh dan ngomongin kita selingkuh?Bisa dipenjara kita nanti.Gua kagak apa2,tapi kamu!!Mau nama baik kamu sebagai ustazah hancur?Bentakku ke teh Salwa.Tapi eggy,kata teh Salwa.Sudah diam aja.Liatin,eggy jamin dia gak bakal ngoceh.Timpalku.
Lalu aku duduk samping sofa.Kuperhatikan aisyah yang lagi terbaring pingsan.Amboy,cantik banget.Idungnya mancung.Bulu matanya brow,lentik banget.Wajahnya itu loh,cantik khas indo Arab persis kek kakaknya salwa.Bedanya dia masih langsing coz masih 20tahun.Kupandangi wajahnya yang cantik,lalu kucium bibirnya.Anjri...t,sege banget.Lalu kuambil HP dan siap merekam.Eggy,mau ngapain kamu?Tanya salwa.Sudah kamu diam aja.Kamu mau ketahuan kalo kita selingkuh?Bentakku.Tenang aja.Aku gak bakal ngapa2in adikmu.Jawabku.Kesini aja,bantuin aku.Mesti ngapain aku gy?Timpal salwa.Udah,pegangin ne hp.Kamu rekamin aja.Eggy mau nelanjangin dia wat direkam.Biar bisa ngancam dia supaya diam gak ngoceh ke orang2 dan suami kamu.Eggy,kamu janji ya gak bakal ngapa2in adikku.Kata salwa.Iya,sudah kamu rekam aja.Timpalku.
Ya karena mungkin fikiran salwa juga dah gelap,mau aja dia kusuruh ngerekam.Mungkin karena takut ketahuan dan imej dia yang ustazah takut hancur kali.Hehehehe.Jadi syetan juga dia mau bantuin gue ngegagahin adiknya.Lalu kutarik dan kulepas jilbabnya aisyah.Anjri....t,cantik banget euy dia tanpa jilbab.Rambutnya hitam panjang tapi ikal.Persis Salma Hayek euy.Aku sampe menelan ludah ngelihat leher dia yang jenjang.Kusuruh Salwa untuk merekam setiap yang aku lakukan.Lalu aku melepas seluruh gamisnya dan sekarang Aisyah tinggal memakai BH dan Cd.Alama....k!Putih dan mulus banget kulitnya.Kuusap2 seluruh tubuh dia.Begitu lembut dan licin.Pas kutarik BH nya,ambo...y,sekel banget brow.Teteknya bulet kek apel.Putingnya warna pink kecoklatan.Urat2 hijau kelihatan saking putih kulit teteknya.Salwa terus merekam setiap yang aku lakukan.Lalu aku mulai meremas dan menjilati teteknya Aisyah.Wa....h,nikmat betul.Ukurannya lumayan besar,34D.Kucupangi tetek dan lehernya.Lalu jilatanku terus turun ke perutnya.Wa....w,bener2 lembut dan licin kulitnya.Aku memberi isyarat Salwa supaya terus merekam.Kecupan dan jilatanku akhirnya sampe kebawah ke pangkal pahanya Aisyah.Sejenak kupandangi memek Aisyah yang masih terbungkus CD warna krem.Gila,memeknya tembem banget.Tampak jembutnya membayang di celdamnya.Lalu kucium dari luar.Mmmhh,memeknya wangi banget men.Kuhirup aroma yang keluar dari memek aisyah.Salwa terus merekam setiap apa yang kulakukan sama adiknya yang lagi pingsan.
Lalu aku menarik dan melorotkan CD Aisyah kebawah.Subhaanallaah!Begitu indhnya.Memeknya diselimuti jembut yang tebal tapi tertata rapih.Mungkin dia rajin merawatnya.Sejenak aku pandangi memeknya itu.Nafasku dah gak karuan.Tapi aku berusaha mengatur nafasku itu.
Kuusap-usap pahanya yang putih lembut

Wow,halus banget!Kuelus dan kuusap2.Licin banget.Betisnya penuh bulu2 halus.Lalu kujilatin mulai dari kakinya keatas.Rasanya nikmat banget.
Kubuka dan kurenggangkan kedua paha Aisyah.Kini dihadapanku terpampang lobang kenikmatan Aisyah yang aku yakin belum terjamah lelaki manapun.Lobangnya berwarana pink kecoklatan berbalut bulu jembut hitam nan lebat.
Sejenak aku pandangi.Lalu aku menyibak labia mayoranya.Anjri...t,lobangnya sempit banget.Pasti nikmat kalo kontolku bisa bersarang didalamnya.Kuusap2 dengan jariku.Dalam pingsannya sepertinya Aisyah merasakan nikmatnya memeknya kuusap2.
Kumainkan dan kupilin2 itilnya.Jakunku dah naik turun.Nafasku terasa berat terbawa birahi.Lalu mulutku hinggap di lobang kenikmatan Aisyah.Kujilati lobangnya dengan lidahku.Terasa asin2 gurih.Memeknya wangi sabun sirih.Menambah gairahku tuk terus menjilatinya.Pas kusedot itilnya,tiba2 dari memek Aisyah keluar cairan kentel berbau agak anyir dan rasanya asin2 sepet.
Mungkin dia dah orgasme walaupun dia pingsan.Kini memeknya dah semakin basah oleh cairan yang habis kujilati.Lobang memeknya yang merah merekah kini tampak mengkilat.Aku dah gak mikirin teh Salwa ngerekam kegiatanku apa kagak.Yang jelas aku lagi terhanyut dalam kenikmatan menjilati memeknya Aisyah.
Waktu kukobel memeknya dengan jariku,tampak pantat Aisyah bergerak2.Seakan ikut mengimbangi jilatanku.
Kemudian aku memindahkannya kebawah diatas karpet persia yang tebal dan lembut.
Kulihat teh Salwa yang merekam kegiatanku sepertinya ikut terlarut dan terhanyut.Sepertinya dia mau ikut.Tapi kubiarkan aja.
Kuambil bantal dari sofa dan mengganjal pantatnya Aisyah.Kuremas pantatnya yang cukup semok.
Kini aku dah bersiap,kuarahkan kontolku tepat di lobang memek Aisyah.Eggy,kamu mau ngapain?Tanya teh Salwa.Tenang aja sayang.Eggy cuman menggesek2nya doang.Jawabku.Teru aja rekam.Tambahku.
Lalu aku mulai menggesek2 kontolku.A....h,nikmat banget.Memek Aisyah pun semakin basah dan licin aja.Terasa lobang memeknya berkedut2.
Sambil menggesek2 kontolku,aku meremas teteknya yang sekal.Sesekali aku menyedot putingnya.Lehernya yang jenjang habis kujilat dan kucupang.Begitu juga kedua payudara Aisyah.Tampak bekas berwarna merah hasil cupanganku.
Aku gak peduli,walau teh salwa melarangku untuk memasukkan kontolku kedalam memeknya Aisyah.Aku terus berusaha menggesek2 kontolku dan menekannya masuk pelan2.
Biar teh salwa gak curiga,kusuruh dia merekamku dari depan.
Sapa yang tahan,kalo kontol dah tepat diatas lobang memek.Begitu juga aku.Secara perlahan,sambil menggesek2 kontolku di memeknya,aku juga menekan kontolku biar bisa masuk.Gila,memeknya sempit banget men.Beberapa kali kontolku meleset.
Tapi untungnya memek Aisyah dah licin dan becek oleh cairan.Hingga sambil meremas dan menjilati teteknya Aisyah,tangan kiriku tetap membantu dan mengarahkan kontolku supaya tepat di lobang memeknya dan membantu kontolku menerobos masuk.
Kini kontolku dah masuk sebatas helemnya.Gila,sempit banget.Dan terasa seperti ada yang menghalangi.Mataku merem melek merasakan kehangatan memek Aisyah yang berkedut2 meremas2 kepala kontolku.Sambil mengalihkan perhatiannya teh Salwa supaya dia terus merekam,aku berusaha terus menekan kontolku supaya terus masuk.
Secara perlahan tapi pasti,dengan menekan kuat pantatku kedepan,akhirnya kontolku bisa masuk setengahnya.A...h,nikmat banget.Memeknya terasa semakin meremas2 kontolku.Lalu dengan hentakan keras,akhirnya kontolku berhasil masuk seluruhnya.Kudiamkan sejenak kontolku didalam memeknya.A...h,terasa kontolku direms2 dan memek Aisyah seperti menyedot kuat kontolku.
Aku dah gak peduli sama teh Salwa.Kini aku mulai memompa keluar masuk kontolku.Eggy,kamu masukin ya?Tanya teh Salwa.Aku gak jawab.Malah aku semakin kenceng memompa keluar masuk kontolku.Mataku merem melek merasakan nikmatnya jepitan memek Aisyah.Aku semakin kenceng menggenjot kontolku.Gak ku dengar teriakkan teh salwa.Aku larut dalm nikmatnya ngentot memek Aisyah yang perawan.
Sekitar tujeh menitan lebih aku menggenjot kontolku keluar masuk.Aku merasakan sesuatu akan keluar dari kontolku.Maka aku semakin cepet dan kenceng memompa kontolku.Dan sedetik kemudian diiringi erangan kenikmatanku,A....h,ser,crot crot crot.Kontolku memuntahkan laharnya dengan banyak dalam liang kenikmatan Aisyah.
Lalu aku ambruk lemas diatas tubuh Aisyah.Gak kuhiraukan teh Salwa yang marah dan memukuli badanku.Aku masih merasakan sisa2 dari orgasmeku.
Setelah kontolku lemas dan keluar sendiri dari memek Aisyah,aku terduduk lemas samping tubuh aisyah yang tertidur pingsan.
Tiba2 plak plak,teh salwa menampar kedua pipiku.Gila kamu Eggy.Adikku kamu emba juga.Katanya sambil terisak dan emosi.Kubiarkan aja dia berceramah.Lalu kuhampiri dia dan kupeluk lalu kukiz.Sudahlah sayang.Toh semua dah terjadi.Teh salwa memukul2 tubuhku.Langsung aja kutindih dia.Dia berusaha berontak ingin lepas sampe hp yang tadi dipake merekan terlepas.Untung jatuh ke sofa.Sempat khawatir juga hp nya rusak.Gimana kalo rusak.Ntar rejamannya hilang.Lalu kutindih teh salwa diatas sofa.Tampak dia berontak.Tapi gak kupedulikan.Terus kuremas dan kukobel memeknya.Walau kontolku masih agak lin dan lemas,aku tetap merangsang teh Salwa

Kutindih teh salwa diatas sofa.Kuremas teteknya dan kukobel memeknya.Tampak dia mulai terangsang.Langsung kulebarkan kedua pahanya,dan langsung kutusuk memeknya dengan kontolku.
Aku gak memberi kesempatan jeda.Langsung kupompa dan kugenjot kontolku dengan ritme cepat.Mendapat serangan cepat dan mendadak membuat teh salwa gelagapan.Tapi tusukan kontolku sekarang membuatnya merem melek.Mulutnya gak berhenti merintih dan mengerang.Saya....ng,terus sayang,ena....k,a....h,mmmhh o...h.
Pantat teh salwa bergoyang mengimbangi sodokan kontolku.Badan kami dah basah oleh keringat.Entah berapa kali teh salwa mendapat orgasme.Sedang aku terus menggenjot memeknya.Aneh juga aku lama sekali orgasme.Mungkin karena dah 2x maen sama teh salwa dan ngentot Aisyah.
Teh salwa sampe ampun2an karena dah gak kuat.Saya....ng,udah sayang.Teteh dah gak kuat.Namun aku terus menggenjot kontolku.Saya...ng,kamu jaha....t,udah saya....ng.Teh salwa memohon2 agar aku udahan.Tapi kubiarkan aja.Sekitar 20menit aku menggentot memek teh salwa.Terasa sesuatu mau keluar dari kontolku.Maka aku semakin mempercepat sodokanku.Terdengar kecipak dan suara plok plok plok.Dan pada hentakan terakir.Seiring eranganku,a....kh,eggy nyampe te...h!Ser.Crot crot kontolku memuntahkan laharnya.Gak sebanyak tadi waktu pertama ngentot sama teh salwa.Dan ngecrot banyak sekali pas ngentot memek aisyah.Mungkin dah abiz kali.
Aku jatuh lemas diatas tubuh teh salwa.Dia memelukku dengan erat.
Setelah agak lama,aku mencabut kontolku dan duduk di sofa samping teh salwa.
Tiba2 teh salwa bangun,dan plak plak.Pipiku ditamparnya.Gika kamu eggy.Bener2 bejat.Udah kakaknya,adiknya kamu embat juga.
Udahlah sayang.Toh semuanya dah terjadi.Lagian kalo gak gitu,kita bakal ancur.Gimana kalo dia bilang mas fulan?Terus gimana kalo dia bilang ayah ibumu?Bisa ancur kita.Aku sih gak apa2.Tapi imej kamu yang ustazah gimana?Teh salwa akhirnya diam.
Udah sayang,sekarang bantuin aku beresin adikmu.Mau kamu gimanain lagi Eggy?Udah bantuin aja.Ambilin air anget sama anduk kecil.Kataku.Teh salwa akhirnya ke dapur menyiapkan air hangat.Pas dia lagi kedapur,aku ngeliatin tubuh aisyah yang lagi pingsan.Gila nafsuku bangkit lagi men.Maka aku langsung menindih dia.Pas kubuka pahanya,kulihat di selangkangannya ada bercak darah bercampur peju.Tanpa banyak cingcong,kuarahkan kontolku yang udah bangun ke lobang memeknya.Gak seperti pertama tadi,kini kontolku dengan mudah masuk memek aisyah.Slep,blez.A....h.Memekmu enak banget aisyah.Beruntung sekali aku bisa ngentot memekmu yang perawan.
Pas aku lagi genjot memeknya Aisyah,teh salwa dateng dari dapur dengan membawa sewadah air hangat dan handuk kecil.Eggy,ngapain kamu?Udah sini sayang.Ayo gabung aja.Nggak ah.Bejat kamu eggy.Udah sayang ayo sini.Akhirnya teh Salwa mau juga.Memang nafsu sex teh salwa sangat besar.Dia menaruh wadah dan handuk di meja.Lalu dia nyamperin kami.Sambil terus aku menggenjot memek aisyah,aku melakukan frenckiss sama teh salwa.Memeknya kukobel dengan tangan kananku.5menit kemudian,kontolku mau keluar lagi.Memang memek aisyah super sempit dan peret.Walau dia lagi pingsan,tapi kontolku seakan diremas2 dan disedot2 memeknya.Beda sama memek teh salwa yang udah turun mesin.Maka pada genjotan terakhir,kontolku memuntahkan laharnya.Teh salwa pun mengejang tanda orgasme karena kobelanku dimemeknya sangat cepat dan tepat di gispotnya.
Setelah puas,aku dan teh salwa membersihkan tubuh aisyah dengan air hangat.Lalu kami memakaikan gamisnya dan jilbabnya dengan rapi.Aku dan teh salwa pun mandi bareng.Setelah itu kami pun sama2 berpakaian.Lalu kami keruang tamu lagi tuk melihat Aisyah.
Kulihat dia masih pingsan bro.Hantamanku tadi tepat di tengkuknya.Memang dulu pas belajar karate,aku berlatih cara melumpuhkan lawan.Kemudian aku memijit dia.Dan ketika minyak angin kuarahkan ke hidung aisyah,akhirnya dia siuman.
Dia yang kududukkan di kursi menatap kami berdua.Tiba-tiba dia terbangun dan menuju ke arahku mau menamparku.Tetapi dia....

Limbung dan hampir terjatuh.Beruntung aku cepat menangkap dia.Bajingan lepaskan aku.Najis aku kena tanganmu.Kata dia.
Kenapa kamu cantik?Jangan marah2 donk.Kataku sambil cengengesan.Kalian berdua bintang,syetan.Kata aisyah.Teh salwa nunduk dan diem.Awas,aku bakal ngomong sama mas fulan.Sama abi dan umi juga.Kata Aisyah mengancam.
Siapa yang bejat sayang?Tanyaku sambil cengengesan.Kamu Eggy.Bener2 bejat kamu ya.Beraninya kamu merusak kakakku.
A...h,kata siapa sayang.Tanya aja sama tetehmu.Apa mas Eggy maksa.Timpalku sambil ketawa.
Lalu aku mengambil hp dan membuka file rekaman tadi.Aisyah sayang,kalo kamu mau bilang sama mas fulan silahkan.Sama abi umi juga silahkan,tapi lihat dulu ini.Aku memperlihatkan rekaman tadi sama Aisyah.Tiba2 dia jatuh duduk karena lemas.Wajah dia pucat pasi.
Aisyah sayang,apa kamu gak merasakan perih di memekmu?Tanyaku sambil cengengesan.Udah,tinggal bilangin aja.Tapi kamu juga bakal ikutan loh.Aku balik mengancam.
Lalu aku keluar rumah sebentar untuk menaruh hp di mobilku.Kemudian aku masuk lagi.Kulihat teh salwa terdiam.Sedang aisyah menangis sambil tangannya memukul2 sofa.
Udah aisyah diam.Kamu jangan menangis.Awas kalo kamu macam2.Videonya akan mas eggy sebar.Semua orang bakal tahu.Terutama teman2 kampusmu.Ancamku.Udah nurut aja.Tenang,mas Eggy bakal tanggung jawab kalo kamu ada apa2.Tukasku.Tanya aja tetehmu.Mas Eggy dah lama selingkuh ma dia.Bahkan keponakanmu bukan anaknya mas fulan.Dia darah daging mas Eggy.Mendengar ini teh salwa diam menunduk.Aisyah terdiam kaget.Udah,sekarang ikutin aja kemauan mas eggy.Mas eggy juga tetep tanggung jawab ngurusin dan biayain teteh kamu.
Kuhampiri Aisyah.Tampak air matanya berlinang.Teh salwa tetap diam dan membisu.Kutatap wajah dia.Tapi dia memalingkan mukanya.Tampak dia sangat marah dan benci.Tapi kupegang kepalanya dan kuusap2.Ku tatap matanya dan kupegang dagunya.Udah sayang,tenang aja.Mas Eggy bakal tanggung jawab.Lagian mas Eggy juga suka sama kamu.Asal kamu nurut,mau apa aja mas eggy kasih.Tapi kalo macem2,liatin aja.
Lalu kukecup keningnya.Dia gak menghindar.Ya mungkin dia takut ancamanku.Teh salwa diem aja sambil ngeliatin kami.
Lalu kupeluk aisyah dari samping.Dia tampak mau nolak,tapi kubisikin,inget ya Aisyah sayang,kamu harus nurut.Apa boleh buat.Gak ada pilihan lagi wat dia.Bahkan ku ancam,kalo mau bunuh diri juga silahkan.Tapi inget,kamu tahu juga kan hukumnya?Kataku sambil ketawa.
Sekarang bukain pakaian mas Eggy,cepa...t!Bentakku.Kini Aisyah bener2 menuruti perintahku.Teh salwa cuman terisak melihat adiknya kuperlakukan begitu.Tapi dia gak bisa ngapa2in.Gak punya kuasa men!
Ketika kulihat jam dinding,gila dah pukul dua.Aku sempet kaget juga.Lalu aku bilang ke teh salwa.Sayang,telponin suamimu kapan dia pulang.Pura2 aja mas Eggy pengen ketemu.Teh salwa menuruti perintahku.Dengan nada bicara yang datar seakan tanpa dosa dia nlp mas fulan suaminya.Ternyata jawabannya dia gak bisa pulang cepat.Sebab di kampusnya ada rapat dan seminar.Paling tidak juga pulangnya jam 9/jam 10 malam.Dia minta sampein maaf sama aku karena gak bisa nemuin.
Yes,yes,ye....s.Itulah yang kuharapkan.
Setelah aisyah melepas pakaianku sehingga tinggal aku memakai CD,aku meminta dia duduk di samping kananku.Begitu juga,aku meminta salwa duduk disamping kiriku.Bener2 kanan kiri oke gan.Aisyah,bukain CD mas Eggy!Dengan agak ragu2 dia menarik CD Raiderku kebawah.Dia tampak terkejut melihat kontolku yang gede dan berdiri tegak.Kenapa sayang,kamu suka ya?Dia diem aja.Lalu kusuruh dia ngemutin dan ngocok2 kontolku.
Begitulah kawan,biar gak kepanjangan.Akhirnya Aisyah takluk juga.Kami akhirnya bisa bermain threesome sama kakak beradik.Setelah tahu nikmatnya ngentot,akhirnya Aisyah bermain sangat liar dan ganas.Dibarengin ganasnya permainan kakaknya teh salwa.Aku sampe kewalahan.Jam6 sore kami berhenti bermain.Setelah puas,aku lalu pulang.Berikutnya,dua hari kemudian aku nelpon aisyah dan kami menghabiskan malam yang indah di villa daerah cibodas.Sekarang gak ada paksaan lagi waktu bercinta.Setelah satu bulan aku sempat khawatir kalo dia hamil.Eh ternyata tidak.Maka pada masa awal dia mens,aku menyuruhnya ikut suntik KB yang 3bulan.Biar gak was2 kalo maen.Selama hampir dua tahun aku selingkuh sama kakak iparku teh Salwa dan adiknya Aisyah.Setelah itu,aisyah dapat jodoh dan menikah setelah lulus.Dia dibawa suaminya pergi ke Batam.Sebelum dia menikah,kami bermain dulu sama dia sampe puas.Tentu di rumah kakaknya teh salwa.Dan kami maen bertiga.
The End!

Posted at 08:49 am by pohonmangga
Make a comment  

dapet keperawanan ponakan

Setiap lelaki pasti ingin dapet yang masih perawan.Gak peduli dia jejaka bahkan duda.Yang punya bini pun,kalo bisa pengen ngentot sama perawan lagi.
Suatu hari,keluargaku kedatangan anaknya kakak sepupu istriku yang pertama yaitu Nida.Ya boleh dibilang keponakan lah.Namanya Laila dan panggilannya Ella.Dia duduk dibangku kelas tiga Madrasah Aliyah di salah satu kota di Jawa Timur sambil mondok di sebuah pesantren.
Rencananya dia pengen liburan semester pertama di Jakarta.Dan sebagai tujuannya adalah rumahku.
Tujuan dia pengen diantar ngeliat-liat tempat bakal dia kuliah nanti setelah lulus Aliyah.Oh ya,dia sekolah sambil nyantren yang sekolah maupun pesantrennya itu cewek semua.Dia minta dijemput di stasiun Gambir coz dia langsung naek kereta api dari pesantrennya.Aku dan istriku Nida menunggunya pagi2 coz kata dia kereta tibanya pagi hari.
Aku belum tau rupa anaknya.Hanya istriku yang tau.Waktu itu pas jam 6,akhirnya kereta tiba.
Setelah agak lama menunggu,tiba2 kulihat ada anak gadis memakai jilbab dengan menenteng tas besar menuju kearah kami.
Setelah dekat,dia bilang salam.Assalamu'alaikum.Kami jawab Wa'alaikum salam.Dia lalu cium tangan sama aku dan istriku.Pa kabar tante Nida?Sapanya.Oh ini suami tante om Eggy itu ya?Katanya sama istriku.Iya Ella.Duh ganteng juga ya suami tante.Maaf ya,Ella gak bisa hadir pas nikahan tante,kan Ella mondok sama sekolah.Gak apa2 Ella.Yang penting kan doanya kata istriku.
Akhirnya kami menuju mobilku di tempat parkir dan langsung menuju rumahku.
Kalo diperhatikan,Ella ini anaknya cantik banget.Kulitnya putih,hidungnya mancung,matanya lentik.Dan yang paling menarik senyumnya itu bro.Dia punya lesung pipit.Anaknya sopan,tapi cepet akrab.
Setelah perjalanan 1 jam karena agak macet.Maklum Jakarta,pagi2 dah pada macet brow,akhirnya sampe juga ke rumah.
Setelah nyampe,istriku menyuruh Ella mandi,sarapan,lalu istirahat.Aku melanjutkan ke tempat usahaku jualan.
Aneh banget,di toko aku kepikiran terus tuh sama si Ella.Adu...h,senyumnya itu yang ada lesung pipitnya yang bikin keingetan terus.
Sorenya aku pulang ke rumah.Kebetulan pas giliran aku sama Nida.Malamnya kami makan malam bersama sambil ngobrol.Ya ngobrol pengalaman dia sekolah sambil mondok.
Waktu itu,Ella pake pakaian nyantenya.Dia gak pake jilbab.Ternyata dia sangat cantik bro.Rambut panjang sepinggang,dan lehernya sangat jenjang..Aku aja yang liat jadi .Setan alas,fikiran kotor dah menghinggapi otakku.
Dia bercerita tentang pengalaman sekolah dia.Katanya sekolah sama pondoknya cewek semua.Kecuali guru dan pengurusnya.Dah gitu ketat banget katanya.Ketika kutanya dah punya pacar,dia malah ngoceh,boro2 pacaran om,ketemu cowok aja jarang2.Katanya.Pokoknya ketat banget.Hp aja gak boleh punya.
Setelah jam 8,aku pamitan mo istirahat.Istriku Nida asik ngobrol sama Ella sambil asik bermain sama Anakku Alfan yang berumur 3 tahun.
Tapi,boro2 bisa tidur,mataku kebayang si Ella terus.Jam 9 lebih aku belum bisa tidur juga sampe istriku dan anakku yang udah tidur masuk ke kamar.Kutanya Ella dah tidur,jawab Nida belum masih nonton TV katanya.Karena dah sange berat,aku langsung aja maen sama Nida istriku sambil ngebayangin si Ella.Nida sampe ampun2an maen denganku.Katanya gak seperti biasanya.Suara rintihannya sampe keras banget.Padahal aku lagi ngebayangin ngentot sama Ella keponakan istriku.
Besoknya istriku nganterin nida liat2 kampus.Pertama ke bekas kampusnya dulu pas Nida kuliah.Gak kerasa,Ella dah 3 hari di rumahku.Semakin kuperhatikan,semakin cantik aja.
Pagi itu,istriku nganterin anakku yang pertama sekolah TK.Biasanya dia nungguin sampe anakku selese sekolah sekitar jam 11 siang.Maklum TK elit.Jadi pulangnya rada siang.Aku gak berangkat ke matrialku pagi ini,biar nanti siang aja.Toh dah ada orang kepercayaanku.
Aku pengen ngobrol sama si Ella.
Aku ajak dia di ruang tamu.Ya gitu,sebagai omnya aku tanya2 sekolah dia,pondok dia.Juga tanya2 apa dia dah punya pacar.Ya seperti jawaban dia sebelumnya,dia belum punya pacar.Ketika kutanya apa ada cowok dari pesantren sekitar yang kenal,dia jawab boro2.Ketat banget om.Katanya.
Terus ketika kutanya apa dia pengen punya pacar,dia jawab pengen banget.Masa katanya dah abg dia masih belum punya pacar.Dia jarang ketemu cowok luar.Maklum dia mondok semenjak lulus SD.Paling ketemu ya sama sodaranya di rumah.Sama tetangga sekitar aja dia jarang keluar.Aku sengaja ngajakin ngobrol yang agak nyerempet.La,kamu dah pernah ciuman sama cowok belum?Dia jawab boro2.Paling dalam mimpi doang.Katanya.Dia juga cerita,karena sekolah dan pondoknya cewek semua,so dia agak demen juga sama sesama cewek.Batinku,wah parah neh sekolah sama pondok.Bisa bikin anak didiknya jadi lesbian.Hehehe.
Aku bawain majalah dewasa,dikasih ma dia.Ne liatin la,buka2 aja.Malu om,katanya.Ngapain malu.Kan pendidikan sex itu harus dipelajari sejak dini.Apa lagi kamu dah dewasa.Aliyah lagi setingkat SMA.Aku meyakinkan.Akhirnya walau agak malu2,dia mau juga buka2.
La,katanya pacaran satu jenis itu kan dosanya lebih besar daripada pacaran sama lawan jenis.Apa lagi kalo maen sama sesama jenis.Kataku.Iya juga sih om.Jawabnya.Wah parah tuh sekolahan,bisa2 kamu jadi lesbian la kalo lama2.Dia cuman senyum.
Kamu mau gak om Eggy ajarin biar kamu gak jadi lesbian?Mau mau om,tapi gimana caranya om?Katanya semangat.Gampang banget la.Jawabku.Lalu aku ngambil DVD bokef dari kamar.Kusetel BF indonesia.I...h si Ella malu2 tuh.Tapi dia penasaran banget.Om,gak enak neh.Ntar tante Nida tau gimana?Tenang aja la,kan baru jam 9.

Tante Nida pulangnya kan nanti jam setengah dua belas.Wi...h,kuliat si Ella nahan nafas pas liatin si cewek ngemutin kontol cowoknya di film.Aku pindah duduk samping si Ella.Sambil kuelus tangannya,aku usap2 rambutnya.Gimana la,asik gak?Dia cuman senyum malu2.Gitu la.Aturan cewek tuh sama cowok,bukan demen sama cewek.Kataku.
Tampaknya Ella dah naek tuh.Aku juga horny berat.Jakunku dah naek turun.Kontolku dah ngaceng dari tadi.
La,Kamu dah pernah liat barang cowok asli gak?Si Ella cuman menggeleng.Nafasnya dah berat tuh.Tanpa dia sadarin,aku ngeluarin kontolku yang udah ngaceng berat.Kuliat Ella lagi khusyuk liatin film.Tanpa dia sadarin,aku tarik tangan si Ella dan menaruh telapak tangannya di kontolku.A....w!!!Apaan sih om?Dia kaget banget.Tenang aja la.Ini barang om Eggy.Biar kamu tau.Hayoh,mau jadi lesbian gak?Dosa besar loh,lebih dari zina.Kataku.Akhirnya tangan dia hinggap juga di kontolku.Se...r,anget banget.Tangannya lembut banget.Tapi dia belum ngapa2in.Aku sabar aja.Lalu sambil ku belai rambutnya,aku cium pipinya,eh dia langsung narik tangannya dari kontolku.Jangan om,dosa!Hayoh,dosa mana sama lesbian?Jawabku.Om cuman pengen kamu normal aja la,gak mau jadi lesbian.Terus gimana kalo kamu nanti gak suka sama cowok?Masa cantik2 kamu gak normal suka sama cewek.Masa jeruk minum jeruk.Katakaku.Ella akhirnya diam aja.
Pas ku pegang teteknya,ella cuman bilang,jangan om,ella geli.Dengan sabar kutarik ulur dan kurangsang dia.

Udah om geli!!!Kata Ella.Tapi terus aja kuremas dengan pelan dari luar bajunya.Nafas Ella semakin berat.Gimana la,enak mana cowok sama cewek?Tapi Ella diam aja.Kayaknya dia semakin meresapi setiap yang kulakukan.Lalu tanganku mulai hinggap diatas memeknya.Gila,pas kupegang dan kutekan empuk banget.Ella menggelinjang ketika kuremas memeknya dari luar.O...m,jangan om!!!Ella takut!.Takut apa sayang.Tenang aja.Nanti juga biasa kok.
Laku kukecup kening dia,Ella terpejam.Tampak dia menggigit bibir bawahnya ketika semakin kuremas tetek dan memeknya.O...m,ntar tante Nida tau om!Kata nida dengan nafas berat.Tenang aja La,tantemu gak bakal tau.Jawabku dengan bernafsu.
Perlahan tanganku mencoba menelusup kebalik bajunya,dan dengan pengalamanku,tangan kiriku berhasil menembus kebalik baju dan BH ella kemudian hinggap di tetek dia,se...r,deg.Jantungku seakan mau copot.Teteknya empuk banget.Kulitnya sangat halus.Empuk dan kenyal.Langsung kuremas dengan pelan,kupilin putingnya dan Ella mendesah,a....h,o...m!Tangan kananku langsung menerobos kebalik roknya dan CD Ella dari atas dan langsung hinggap di memeknya.Anjri....t!Memeknya tembem dan penuh dengan bulu.A....h,om Eggy....!!!Nida mendesah sambil menggelinjang ketika tangan kananku meremas memeknya.Ella semakin merem melek.Sayang,pegangin burung om!Tanpa berkata,tangan Ella langsung hinggap di kontolku.Dia mengocok dan meremas2 kontolku.A...h,nikmat banget.Tangannya halus banget.
Lalu aku menyingkap baju Ella ke atas.Kutarik juga BH nya keatas,dan menyembullah tetek dia yang putih dengan puting susu yang berwarna pink.Urat2 tampak hijau saking putihnya tetek Ella.Busye...t,indah banget!Teteknya bulet dan padet.Besarnya lumayan.Kutaksir 34D.
Langsung mulutku hinggap di teteknya.Sambil kuhisap teteknya,tangan kananku ngobel memeknya.A....h,o....m!!!Geli bange....t!Ella mendesah.Sayang,gimana,enak gak?Dia cuman mengangguk sambil menggigit bibirnya merasakan nikmatnya perlakuanku.Tangan Ella semakin meremas2 kontolku.Ketika kulumat bibirnya,dia membalas dengan ganas.Cukup lama aku memperlakukan Ella begitu.Memeknya banjir oleh cairan lendir.
Sayang,buka aja ya bajunya,biar gak susah dan lebih enak.Ella cuman mengangguk tanda setuju.Langsung kubuka kancingnya dan kutarik keatas.Kucopot BH nya dan kutarik Rok dan CD nya kebawah.Kubaringkan Ella di sofa.Kini dia telanjang bulat.Didepanku tampak sesosok abg cantik nan elok berkulit putih terlentang di sofa sambil telanjang bulat.
Gak sabar,langsung kubuka paha dia dan mulutku langsung hinggap di memeknya yang lebat oleh jembut dan tembem.
Kujilati lobang memeknya dan kusedot2 itilnya.Memeknya wangi sabun sirih.Tiba2 dia menjerit dan mengapitkan kedua pahanya.A....h,om Eggy....!!!Dan dari memeknya keluar lendir kenikmatan.Kujilati sampai habis.Terasa asin2 gurih.Lobang memeknya berwarna pink kecoklatan dengan lobang yang sangat sempit.
Kenapa sayang?Enak gak?Enak banget om.Ella belum pernah sampe gitu.Kamu pernah gak diginiin?Belum pernah om.Paling remas2 tetek dan memek sama Nabila temen sekelasku om.Jawabnya polos.Ya maklum aja sekolah sama pondoknya cewek sumua.Jadi wajar kalo timbul lesbian gitu.Tapi yang jelas,Ella penuh rasa kepenasaran dan nafsu sexnya meluap2.
Ella pengen liat burunya cowok kan?Dia cuman menganguk.Pas kuliatin kontolku,mata dia sampe melotot.Wo...w,burung om gede banget.Lebih gede dari yang di film.Jawabnya polos.Sekarang kamu emutin ya kek yang di film itu.Gak mau om,jijik ah.Cobain dulu,pasti kamu suka.Lalu aku melorotin dan membuka seluruh pakaianku hingga sama2 bugil.Pertama Ella seperti mo muntah pas nyepong kontolku,tapi lama2 dia jadi seperti ahli.A...h,nikmat banget.
Lalu kujilatin seluruh tubuh nida tanpa ada yang terlewat.Kucupangi teteknya tanpa mencupang lehernya yang jenjang.Bisa berabe nanti kalo Nida istriku melihat bekas cupangan.Dah tiga kali Ella mencapai orgasme kuperlakukan begitu.
Sayang,kamu mau yang lebih enak lagi gak?Enak gimana om?Wah pokoknya enak deh.Kek yang di film itu.Kataku sambil menunjuk TV.Kebetulan filmnya pas cowok lagi ngentot memek ceweknya.Tapi Ella takut om?Takut kenapa sayang?Tuh liat,di film aja ceweknya keenakan gitu.
Lalu kami pindah kebawah diatas karpet.Kubuka dan kukangkangkan paha Ella lebar2.Kini tampak memeknya merekah merah dengan lobang kecil nan sempit menganga siap menanti datangnya hujaman kontolku.
Kuambil bantal dan kuganjalkan di pantat Ella biar kontolku lebih gampang masuk.
Kini aku dah bersiap.Kontolku di gesek2 dilobang memeknya.Mata Ella merem melek meresapi kenikmatan.Kepalanya bergerak.Dia menggigit bibirnya.Desahan dan erangan dia semakin keras.Untung rumah lagi sepi.
Memek Ella semakin licin dan basah aja.Aku belum menekan masuk kontolku.Kuingin Ella semakin terangsang biar memeknya siap dijebol kontolku.
Kadang kulumat bibirnya dan kusedot2 teteknya.Ketika kontolku digesek2 di lobang memek dia,pantat ella gak berhenti bergoyang.
Sayang,om masukin ya?Tapi Ella gak menjawab.Dia dah terlena dalam kenikmatan.Dengan perlahan kugesek2 dulu kontolku dan kucoba menekan kontolku dengan pelan.A...h,enak om.Begitu kata Ella ketika kontolku kutekan dan kugesek2 di memeknya.Semakin lama memeknya semakin licin.Tangan nida berpegangan di lenganku.Ketika kutekan,kontolku masuk palanya doang.A....h,anget dan nikmat.Tampak memek Ella berkedut2.Ketika kutekan lagi,seperti ada yang menghalangi.Kontolku tergelincir dan lepas lagi.Gila,licin tapi sempit banget.Lalu kutaruh lagi kontolku dan kutekan terus kedalam memeknya,a...kh,perih om!Kata Ella.

Tenang sayang,sebentar lagi pasti enak dan nikmat.Gila banget.Memeknya sempit banget.Sebenarnya aku bisa aja langsung menjebol memeknya.Tapi aku kasihan.Takut dia kesakitan.Dia kan masih perawan.Aku ingin secara perlahan2 biar memek dia yang perawan gak begitu kesakitan ditembus kontolku yang gede dan panjang.
Kini kontolku dah masuk setengahnya.Kudiamkan sebentar.Terasa memeknya menjepit kontolku dengan kuat.A...h sangat nikmat.Kontolku seperti diremas2 dengan kuat.Lalu aku menarik dan menekan kontolku dengan perlahan.A....h,a....h a....h!Enak banget om,tapi perih.Kata Ella.Tenang sayang,sebentar lagi pasti kamu keenakan.Om Eggy akan ngasih kamu kesenangan dan membuatmu terbang.
Kutarik,kutekan perlahan kontolku.Kedua paha Ella semakin kulebarkan.Memeknya semakin licin dan basah aja.Lalu pada suatu kesempatan,ketika kontolku kutarik keatas,aku menekan kuat kontolku dalam memeknya,slep,pret seperti ada yang robek,lalu blez kontolku amblas masuk semua.A.....kh,sakit o....m!Ella berteriak kesakitan.Dia sampe menggigit pundakku karena menahan kesakitan.A....h,nikmat banget.Kontolku telah amblas semua dan berhasil menerobos selaput dara dia.Kubiarkan sebentar biar memek dia adaptasi terhadap barang asing yang baru masuk.A...h,sangat2 nikmat.Memeknya meremas2 dengan kuat dan menyedot2 kontolku.
Lalu aku mulai memompa naik turun kontolku.A....h,enak om,terus o....m!Nida mulai mendesah dan mengerang keenakan.Nampaknya dia dah mulai merasakan nikmatnya kugoyang.Ella,enak gak?Enak banget om,terus o....m!!!Kupompa kontolku dengan perlahan.A....h,sshhh.....h o...m!!Yang keras o...m!Erang Ella.Aku terus memompa kontolku.Pantat Ella gak berhenti bergoyang mengikuti irama sodokan kontolku.Memeknya gak berhenti meremas2 dan menyedot2 kontolku.Aku hampir gak kuat pengen muncrat.Maka semakin kencang aku memompa kontolku.Ah ah ah ah ah,o....m!Lalu pada hentakan terakhir,aku memuncratkan cairanku,ser,crot crot crot.Kontolku memuncratkan cairan dalam memek Ella disertai erangan hebat dia.Kami orgasme hampir bersamaan.Gila,baru pertama aku merasakan memek perawan kek gini.Cepet sekali aku orgasme.
Tubuhku ambruk diatas tubuh Ella.Kami meresapi dan menikmati sisa2 orgasme kami.Kontolku tetap menancap di memek Ella.Setelah agak lama,kontolku jadi lemas dan keluar sendiri dari memek Ella.Lalu kupeluk dan kuusap2 punggung dia.
Ketika kuliat memek Ella,ternyata ada bercak darah cukup banyak bercampur dengan cairan kenikmatan.Sayang,memekmu berdarah,kataku dengan gugup.Mana om?Ketika dia melihat darah di memeknya,dia langsung menangis dengan keras.O....m,om Eggy jaha....t.Tangisnya.Lalu aku memeluk dia.Maafin om sayang,om saya...ng banget ma Ella.Om gak mau kalo kamu sampe jadi lesbian.Tenang aja sayang,om bakal tanggung jawab.
Setelah kubujuk dan kurayu2 dia,akhirnya tangisnya berhenti juga.Bener om mau tanggung jawab?Katanya sambil cemberut.Beneran sayang.Om,kita dah ngelakuin dosa om.A...h tenang aja sayang.Kan dosaan lesbian daripada ginian.Hayo...h,kamu juga pasti tahu ka...n?Jawabku ngeles.Dia cuman diam aja.Sudahlah Ella sayang,tadi enak ka...n?Kataku sambil menjawil dagunya.I....h,om Eggy genit!Kata Ella sambil mencubit pahaku.Akhirnya kugelitik dia dan seterusnya kami main ngewe lagi sampe puas.Aku sampe lemes banget.Nafsu sex Ella sangat besar.Hampir aku keteteran.Ketika kutanya berapa lama kalo dia mens,dia jawab lima hari.Dan ketika kutanya kapan dia haid,ternyata sekarang dia lagi dalam masa gak subur menurut perhitunganku.Moga aja gak salah dan gak sampe dia hamil.Bahaya kalo sampe gitu.Akhirnya setelah puas kami mandi bareng.Dan kupesan dia supaya bersikap biasa seakan gak terjadi apa2.Ya begitulah,sampe Nida istriku pulang.Aku dah berangkat ke toko matrialku.Untung Nida gak curiga dan bertanya melihat Ella keponakannya kalo jalan agak lain.
Sorenya,aku berpesan sama Ella kalo malem jangan mengunci kamarnya.Jam satu,ketika Nida dan anak2ku tidur,aku mengendap2 ke kamar yang dipake Ella kemudian main ngentot lagi sampe jam 3 pagi.
Dan tebak aja,selama Ella di rumahku,setiap ada kesempatan,kami ngentotan lagi.Gak terasa hingga dua hari masa liburan Ella selesai,akhirnya dia pamitan mau berangkat kembali mondok dan sekolah.Dia juga sudah menetapkan mau kuliah di UIN Jakarta.Malemnya sebelum pagi dia berangkat naik kereta,kami main ngentot lagi.Kukasih dia duit 1.5 juta.Kubilang buat bekal dia.Tadinya dia menolak mendapat uang segitu.Tapi setelah kubujuk wat bekal dia dan membeli buku2 wat sekolah dan persiapan dia kuliah nanti,akhirnya dia mau jua.
Ya duit segitu itung2 sebagai bayaran aku maen ma dia.Hehehe.Ku kasih no hp ku,biar pas dia kangen,bisa menelponku.Maklum,pondoknya melarang santrinya punya hp.Jadi pas dia kangen,dia menelponku di wartel.Selama satu semester terakhir selalu kutransfer duit ke rekening dia 500rebu.Hitung2 biaya nelpon dia di wartel.Ella seneng banget.
Sampe dia lulus dan kuliah di UIN dan dia ngekost,kami suka janjian dan menuntaskan hasrat sex kami.Gak lupa pula selalu kukirim dia duit.Bahkan kalo dia maen ke rumahku dan ada kesempatan,kami pasti maen gituan.Sampe sekarang pun Ella duduk di semester 4,aku masih suka gituan.

Sungguh puas maen sama Ella.Seorang santriwati dan sekarang menjadi mahasiswi.Top dah.Maennya ganas banget.Dan yang paling top,goyangan dan memeknya yang empot2 ayam dan cengkraman memeknya yang kuat

Posted at 08:48 am by pohonmangga
Make a comment  

om dan keponakan.

Kisah ini terjadi sekian tahun yang lalu ketika aku masih berumur 15 tahun. Aku bersekolah di sebuah SMP favorit di kotaku dan ketika itu masih duduk di kelas 3 SMP. Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudara dengan kakakku yang tertua telah menjadi dokter umum dan kakakku yang satu lagi masih kuliah di salah satu perguruan tinggi negri. Karena melihat keberhasilan kedua kakakku, maka ayah dan ibuku pun menuntut hal yang sama dariku. Setiap kali aku mendapatkan nilai yang jelek, pasti habislah aku terkena amarah dari kedua orangtuaku. Bahkan ayah sering memukuliku dengan sabuknya.

Ketika itu aku mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran sejarah, karena aku memang tidak terlalu pandai di bidang itu. Karenanya, makian dan cambukan ayah pun harus kuterima dengan lapang dada. Pamanku yang bernama Winata, masih berumur 26 tahun sudah sering membelaku ketika ayah marah karena aku mendapatkan nilai buruk. Tapi tampaknya pembelaannya sia-sia saja karena semakin dia membelaku, bukannya kasihan, ayah justru semakin geram dan Oom win selalu saja terkena makiannya pula.

Sambil menangis, aku pun mengadu ke Oom Win tentang perlakuan ayah di kamarnya yang persis berada di sebelah kamarku.

"Papa jahat, Oom"
"Sudah Anna, kamu tenang saja"
"Anna pengen mati aja Oom, badan Anna sakit semua dipukulin Papa terus"
"Hush jangan bilang gitu Anna, ayah tetap sayang kok sama kamu"

Kemudian aku menyingkapkan dasterku dengan tujuan menunjukkan pahaku yang sudah berwarna kebiru-kebiruan terkena pukulan ayah. Kemudian Oom Win beranjak mengambil body lotion dan membaringkan aku yang masih terisak-terisak di kasurnya.

"Sudah diam, jangan menangis terus, sini Oom pijitin"

Oom win dengan kelembutannya mengoleskan body lotion itu di pahaku dan memijit-memijit pahaku yang telah terbentang tanpa penutup di depan matanya.

"Auch Oom pelan-pelan, sakit Oom"
"Iya, Oom pelan-pelan kok Anna."

Karena memang aku sudah akrab dengan Oom Win sejak aku kecil, kami tumbuh bersama lebih sebagai kakak adik daripada hubungan paman-kemenakan. Kemudian Oom memegang bahuku untuk menenangkanku, tapi karena punggungku dan bahuku juga terkena pukulan ayah, maka aku pun mengerang kesakitan.

"Auch Oom sakit sekali punggung Anna"
"Coba kamu lepas saja daster nya Anna, biar Oom pijitin juga punggung kamu"

Aku pun mengambil posisi tengkurap ketika Oom Win memijat-memijat punggungku. Sesekali, tangannya yang lembut menyentuh bagian paling sensitif dari tubuhku, terutama karena memang aku adalah remaja puber yang baru saja mendapatkan perubahan-perubahan di tubuhku. Tangannya sesekali menyentil bagian samping payudaraku, dan setiap kali itu pula badanku menyentak-menyentak.

"Kenapa kamu Anna, sakit ya?"
"Nggak kok Oom, cuman Anna kaget"
"Ooh, itu normal kok, tandanya kamu sudah dewasa"

Pipiku memerah menahan malu, karena ternyata Oom Win mengetahui apa maksudku. Kemudian dengan cepat Oom Win membalikkan badanku dan dia dapat melihat payudaraku yang mulai tumbuh besar dengan pentilnya yang mencuat dibawah miniset yang kupakai karena aku mulai terangsang, terutama karena pandangannya yang menyapu bagian-bagian tertentu dari tubuhku itu.

"Wah Anna, kok susu kamu sudah sebesar itu kamu masih pakai miniset?"

"Iya Oom, habis Anna tidak tahu harus bagaimana"
"Besok pulang sekolah ikut Oom yah ke mall kita beli BH buat kamu"
"Oom serius?"
"Iya, tapi kamu tahu nggak ukurannya?"
"Wah kalau itu sih Anna nggak tahu Oom, gimana dong?"
"Coba sini Oom lihat"

Dengan cepat pula Oom Win menarik miniset yang kupakai, dan refleks tanganku menutupi susuku yang tidak ditutupi dengan apapun juga. Pelan-Pelan tangan Oom Win menarik tanganku yang menutupi susuku itu.

"Gila, Anna, susu sebesar itu kamu masih pakai miniset. Kalau kamu di sekolah, pasti temen-temen kamu sering melihat pentil kamu dong"
"Iya Oom, temen-temen Anna yang cowok kadang-kadang ada yang jahil pura-pura tak sengaja menyenggol Anna punya"
"Tuh kan, barang segitu gede mustinya dibungkus yang bener, Anna"

Kemudian, dengan tangannya Oom Win mulai memegang-memegang susuku, mengusap-mengusapnya dengan body lotion tapi tidak menyentuh pentilnya.

"Wah ini pasti ukurannya 34B"
"Kok Oom tahu?"
"Oom cuman kira-kira, Anna, besok kita tanya aja sama Mbaknya yang jaga toko, OK?"

Sebelum aku menjawab pertanyaan Oom Win, tiba-tiba mulutnya sudah "ngempeng" di pentilku, karena kaget tubuhku tersentak dan bukannya mengelak, aku pun malahan membusungkan dadaku ke arah Oom Win. Tiba-Tiba Oom Win melepaskan mulutnya dari pentilku, dan seketika itu pula tubuhku semakin maju mengikuti arah kepalanya.

"Enak nggak Anna?"

Dengan malu-malu aku mengangguk dan dengan liar Oom Win mulai memegang-memegang susuku lagi, menggoyang-menggoyangkannya sambil memilin-memilin putingku yang sudah keras sekali. Kemudian, Oom Win keluar dari kamar dan ketika dia kembali, akan terjadi peristiwa yang lebih asik lagi.

Oom Win kembali ke kamarnya ketika aku masih mengelus-mengelus putingku sendiri.

"Lho, Anna, kamu lagi ngapain?"
"Um, um, lagi cobain sendiri Oom, ternyata geli-geli gimana gitu enak kok"

Oom Win ternyata mengambil 2 butir telur dari lemari es. Kemudian, dia mengikat kedua tanganku ke belakang (di belakang pinggang), dan setelah itu mencium bibirku. Ketika tubuhku tersentak karena aku merasakan pentilku telah beradu dengan benda dingin yang aneh, tanpa kusadari ternyata Oom Win mengelus-mengelus kan telur-telur itu tadi ke kedua pentilku. Karena aliran dingin itu pula, aku meronta-meronta kegelian dan tidak berdaya karena kedua tanganku masih terikat. Aku hanya bisa memaju mundurkan dadaku saja dan justru itu menambah keasyikan sendiri ketika kedua putingku kembali menyentuh telur yang dingin itu.

"Oom, Anna pengen pipis."
"Pipis aja disini, Anna, nggak Papa kok"

Karena memang aku belum pernah berhubungan sex sebelumnya, cairan yang keluar kental dan tak henti-hentinya itu ternyata lendir birahiku yang kuketahui setelah Oom Win sendiri menjelaskannya kepadaku.

Setelah "pipis" itu, aku merasakan badanku lemas terkulai. Dengan tangan yang masih terikat, Oom Win mulai melucuti celana dalamku.

"Oom, jangan dibuka Oom, Anna barusan aja pipis"
"Anna, biar Oom bersihkan pipisnya"

Kemudian Oom Win melepas celana dalamku yang sudah basah oleh lendir perawanku. Dengan liar, Oom Win menjilati memekku yang sudah basah itu.

"Geli ah Oom, kok Oom nggak jijik jilatin pipis Anna?"
"Hmph, hmph, memek kamu kenyal Anna"

Justru mendengar kata-kata jorok dari Oom Win itulah berahiku timbul lagi dan ketika memekku sudah merasakan nyot-nyotan yang hebat, aku pun berteriak.

"Sudah Oom, Anna mau pipis lagi"

Karena Oom Win benar-benar melepaskan lidahnya dari memekku, pinggulku dengan selangkangannya yang telah terbuka lebar dan berlendir itu pun terangkat. Kemudian setelah beberapa saat, Oom Win berbalik menjilatiku lagi. Dan tak lama kemudian, aku pun mengerang hebat.

"Arghh Oom, Anna pipis lagi Oom"

Cairan kental yang deras (lebih hebat dari yang pertama kurasakan) mengalir kembali di memekku. Oom Win mulai melucuti pakaiannya dan aku kaget melihat ujangnya berdiri tegak menantang.

"Lho kok bisa berdiri gitu sih Oom?"
"Memang itu keistimewaan laki-laki, Anna, ade Oom ini bisa juga lemes dan lucu tapi bisa juga jadi gede dan tegak"

Pelan-Pelan Oom Win mengarahkan ujangnya ke memekku.

"Oom, mau dimasukkan kemana Oom, memek Anna tidak berlubang"
Dengan sabar Oom Win berkata, "Setiap memek perempuan berlubang, Anna dan lubang itu baru berguna setelah ada laki-laki yang mau masuk ke lubang itu"
"Tapi Anna tidak pernah melihat lubangnya, Oom"
"Nanti kamu juga merasakannya, tidak usah ingin melihatnya, Anna"

Daging yang kenyal itu (kepala ujang Oom Win) mulai menggesek-menggesek bagian yang menonjol dari memekku, oleh karenanya cairan yang keluar tadi mulai lagi mengalir di memekku dan aku merasa lagi kegelian.

Karena masih perawan, maka lubang memekku mungkin memang sulit ditemukan oleh Oom Win. Sambil masih terus menggosok-menggosokkan kepala ujangnya, Oom Win memijit-memijit bibir memekku dan merekahkannya pelan-pelan. Dengan tangan yang masih terikat, aku meronta-meronta.

"Oom, sakit Oom"
"Kamu mau kita cari lubang itu nggak?"
"Mau Oom"

Oom Win mulai mengarahkan ujangnya ke lubang memekku. Pelan-Pelan dia menggesek-menggesek kan kepala ujang itu dan aku mulai merasakan adanya "lubang" di memekku. Pelan-Pelan sambil digosok-digosokkan maju mundur, akhirnya clep, ujang Oom Win masuk menembus selaput daraku.

"Arhh Oom, sakit sekali," darah segar pun mengalir di selangkanganku.

Dengan ujangnya yang masih menancap, Oom Win hanya tersenyum melihat reaksiku. Dia masih diam dan sambil pelan-pelan mengelus-mengelus bahuku dan susuku. Setelah aku agak tenang, Oom Win memutar-memutar pinggulnya sehingga aku merasa geli yang hebat di seluruh bagian rahimku dimana tertancap ujang Oom Win. Daging yang kenyal itu melesak-melesak menyenggol-menyenggol semua bagian seakan-seakan mengocok-mengocok isi perutku. Pelan-Pelan Oom Win mulai menggenjot ujangnya dengan memaju mundurkan ujang nya dari lubang di memekku.

"Memek kamu sempit sekali Anna, dede Oom serasa dipijitin"
"Argh Oom, ah, geli ah.."

Oom Win tidak hanya menggenjotku, tapi meremas-meremas putingku dengan liar, melumatnya dengan lidahnya mengecup-mengecupnya dan karena tanganku yang masih terikat di belakang punggung, aku pun hanya pasrah atas apa yang akan dilakukan Oom Win.

"Oomm Anna pipis lagi Oom"

Dan ketika cairan kental itu keluar lagi dari memekku, Oom Win masih menancapkan ujangnya di memekku sambil menunggu sampai gerak badanku agak melemah.

Setelah itu, tubuhku diangkatnya dan kakiku dilingkarkan ke pinggangnya, dan dia memainkan aku seperti bonekanya, naik turun dan oleh karena gerakan itu juga, setiap kali tubuhku bergoyang-bergoyang, pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu tipis dan bidang itu. Kegelian yang kurasakan makin hebat karena ujang Oom Win semakin melesak masuk ke dalam lubangku itu.

Direbahkannya lagi tubuhku dan diganjalnya pinggangku dan pantatku dengan tumpukan bantal sehingga memekku semakin terkuak lebar dan itu memudahkan Oom Win untuk menancapkan ujangnya di lubangku. Pada posisi itu pula akhirnya ujang Oom Win terasa berdenyut-berdenyut dan akhirnya menyemprotkan cairan yang banyak bersamaan dengan orgasmku yang terakhir.

Setelah itu, aku pun terbaring lemas dan pelan-pelan Oom Win melepaskan ikatan tanganku kemudian memandikan aku dan mengeringkanku dengan penuh kelembutan.

"Sekarang Anna sudah menjadi perempuan ya, Oom?"
"Iya, lubangnya ada kan Anna?"
"Eh iya Oom"
"Tapi, sebagai perempuan kamu tidak boleh sembrono memasukkan semua ujang-ujang ke dalam lubang memekmu itu, apalagi kalau sampai ujang-ujang itu menyemprotkan cairan seperti ujang Oom tadi"
"Kenapa Oom?"
"Karena cairan yang menyemprot itu berisi benih laki-laki, Anna. Kamu bisa saja hamil"

Karena wajahku pusat pasi mengetahui kenyataan itu, Oom Win menenangkan aku dan memberiku pil anti hamil untuk mencegah aku hamil.

Malam itu, aku tertidur pulas setelah "pipis" untuk kesekian kalinya dari hasil memilin-memilin puttingku sendiri. Setelah kejadian itu, setiap kali ayah memarahiku, lubangku tidak pernah menganggur untuk diisi ujang oleh Oom Win.

Posted at 08:43 am by pohonmangga
Make a comment  

ternyata masih perawan

aku sekolah dibawah naungan suatu yayasan, dimana dalam 1 lingkungan pagar terdapat 2 tingkat sekolah, yaitu SMP & SMA. Aku yang pada saat ini sedang duduk di bangku sekolah kelas 3 SMA, dimana tahun-tahun penentuan demi masa depan. Suatu saat ketika aku bersama teman-temanku sedang istirahat di kantin, ada 2 sesosok perempuan yang masih terbilang kecil mendatangi kantin yang aku singgahi. Mereka bersikap centil/ganjen sekali, ketika mereka selsai makan di kantin tersebut, teman saya ada yang nyeletuk "itu kan lonte'" haaa, aku sempat tercengan, bocah sekecil itu sudah menjadi PSK.

Rasa penasaran di hati sangat tinggi, untuk mengicipi tubuh wanita itu. Salah satu dari 2 anak tersebut sudah menjadi pacar teman ku, wah temanku pintar juga, untuk mendapatkan tubuh gratis dia mempacari anak kecil itu. Terlintas juga lah untuk mencoba yang satunya, mungkin aj diteruima, toh tujuannya buat kesenangan dan nafsu birahi.

alhasil aku bisa berkenalan dengan dia, dia adalah priska(nama samaran). Pendekatan pun aku mulai, dengan membawanya jalan-jalan tiap malam dalam 1 minggu kami pun jadian. Semakin positif aj pikiran ini untuk bergegas menikmati tubuhnya yang mungil & seksi itu.berjalan 2 hari pacaran, aku sudah memberanikan diri untuk mencium dan meremas buah dadanya, namun untuk menyentuh memeknya belum aku beranikan.

Pada suatu hari, setelah aku selsai menjaga toko, aku mengajak priska untuk jalan. Dan dia pun tidak menolak ajakan ku itu, padahal waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Kami jalan menuju pantai, dimana pantai tersebut memang biasa digunakan untuk pacaran. Tiba di pantai, kami pun mulai mencari tempat yang sepi untuk berduaan yang tak terlihat oleh seorang satupu. Akhirnya dapat lah suatu tempat yang sangat sepi, dimana itu adalah dbawah suatu jembatan kecil yang telah tidah digunakan. Dalam pikiran saya "wahhh .. tempat ini sangat mendukung sekali, siapapun tak akan melihat keberadaan kami, karna jembatan itu tertutup oleh semak-semak dan pepohonan, sehingga air laut pun tak dapat terlihat".

Diantara semak-semak yang lebat dan tinggi, aku pun langsung mencium bibirnya sambil meremas buah dadanya, dia terus mendesah, sehingga kemaluanku berdiri tegang sekali. Dipuncak nafsu yang tinggi, tangannya aku arahkan ke kemaluan ku untuk menyuruhnya mengocok, aku pun sambil membuka celana jean yang aku kenakan. Celanaku sudah terlepas hingga dalemannya, namun dia tubuhnya masih terbalut sempurna oleh kain, aku pun mulai membukanya satu persatu, dia pun tak menolak dan pasrah apa yang akan terjadi nanti. Dimalam yang dingin karena hembusan angin pantai, kami tak terbalut sehelai benang . Karena aku yang masih polos dalam melakukan hubungan sex, aku tidurkan lah dia diatas baju putihku. Setlah kami rebah di tanah yang beralaskan baju, akupun langsung mengarakhkan kemaluanku agar masuk ke memeknya. Sungguh susah sekali untuk masuk ke memeknya, dengan perlahan pun aku masukin, sedikit masuk aku keluarin lagi, terus begitu dengan perlahan, priska mendesah kesakitan ketika kemaluanku meluncur sempurna didalam memeknya. Sejenak aku hentikan dengan posisi kontol di dalam memeknya, dia menangis, aku berfikir dia menangis karena kesakitan, karena kontolku yang cukup gemuk dan panjang sehingga kalu berdiri saja bisa sampai ke udelku. akhirnya aku terusin untuk menggoyangnya, dia pun terus merintihkan kesakitan itu. Aku sempat terfikir dan bertanya pada diri sendiri, apakah anak ini masih virgin?ah g mungkin teman-temanku bilang kalau dia dan temennya itu perek. akhirnya aku lanjutin lagi untuk mengentotnya dengan doggy style, wahh karena sma2 masih tolol dalam urusan perkentotan, ternyata kami g bisa doggy, akhirnya kami lanjut lagi dengan cara aku diatas tubuhnya, terus menggenjotnya dengan kecepatan tinggi dia pun menangis lagi aku pun tambah naik diatas puncak kenafsuan tangisnya. Tak lama kemudia, aku terasa mau keluar, dan tanpa banyak biacara, ohhh yessss air mani ku memuncrat dahsyat didalam memeknya. Priska masihtertidur dengan tangisannya, aku pun sudah memulai untuk mengenakan celana jeans & kaos. Aku suruh priska agar cepat mengenakan pakaian, karena waktu menunjukan pukul 01:00 AM WITA.

Motor melaju kencang menuju rumahnya, karena takut priska dimarahin oleh orang tuanya, sesampai didepan pagar rumahnya, aku mencium keningnya, priska membisikan suatu kata-kata di kupingku "sayang ... kamu telah mengambil keperawananku" dalam hatiku"haaa ... antara ercaya tak percaya".
aku pun bilang ke priska "makasih ya sayang" priska pun masuk ke halaman rumahnya, dan aku meluncur untuk pulang kerumah. Sesampai dirumah, aku langsung ke kamar mandi untuk melakukan mandi, setelah aku perhatikan, ternyata baju putihku penuh dengan bercak-bercak darah "wahh ternyata benar, anak kelas 2 SMP ini masih perawan.

Beberapa hari kemudian aku mendapat gaji. Mulailah pikiran untuk menginap di hotel bersamanya. Ajakan itu tidak ditolak oleh priska. Kamipun menuju hotel yang berkelas bintang 2 dengan harga Rp.225.000,-.

Sesampai didalam, kamar kami langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, ronde pertama pun kami mulai di kamar mandi di batup dan belajar untuk doggystyle, wahh memeknya berdarah lagi, sungguh mencengangkan diriku,aku pun semakin semangat untuk menggenjotnya dengan kecepatan tinggi, ketika terasa mau keluar, aku arahkan kontolku ke mulutnya, lalu air maniku pun keluar di dalam mulutnya. Priska sempet menelan semua air maniku, namun ia tak tahan hingga memuntahkan air mani tersebut.

setelah bersih-bersih kamipun tidur-tiduran di kasur, dan mulain lagi untuk rode ke2. dipertengahan aku ingin mencoba sex melalui lubang pantat, dia asempet menolak, namun rasa semangatku mengalahkan tolakannya. Alhasil dengan perlahan aku masukkan kontol ini ke lubang belakang, dia merintih keaskitan dan berkata "sayangg sakit sekalii, sakitnya melebihi awal masuk ke memek aku" dan aku pun berusaha untuk menenanginnya "iyaa sayang sabarr yaaa, awalnya doang sakit, setelah ini enak lagi koq" berhasil melakukan yang orang bilang ANAL, aku pindah kan lagi ke memeknya, sesekali aku pindahkan ke pantatnya, ketika mau keluar, aku mau sensasi baru, dengan cara mengeluarkan air maniku didalam pantatnya, ahhh sungguh nikmat sekali. Kami pun ke kamar mandi untuk mandi bareng

Lama kami mandi bareng, aku pun memulai lagi percintaan, cukup lama sekali yang yang, sampai aku memanfaatkan kelamaan ini untuk belajar semua gaya dalam bercinta. dari berdiri, menggendong,dari samping,doggy, diatas meja, hingga menampar-tampat pantatnya, sampai-sampai memeknya mengeluarkan darah lagi, wahh sungguh sensasi yang luar biasa. Nafsu ini makin naik terus, dan kontolku mulai terasa untuk mengeluarkan air mani, aku putuskan saja untuk mengeluarkan air mani ini didalam memeknya. Aku terus tampar pantantnya, desahan dan rintihannya membuat nafsuku semakin menggelinjang tinggi, tak lama kemudia air maniku keluar dalam mekinya lalu keluar seuah kalimat "sayangg enakk sekaliii, air manii didalam hangatt sekalii sayanggg". Setelah ronde k3 kami sempet istrahat sebentar di kasur dan smabil merokok saya mengobrol dengannya.

Selsei merokok beberapa batang, kamipun bergegas kekamar mandi untuk bersih-bersih dan mandi bareng.
Karena waktu yang telah malam, aku bergegas mengantarkannya pulang. Dengan menggunakan kendaraan roda dua, kuantar dia pulang menuju rumahnya. Sesampai rumahnya Dan seperti biasa, didepan rumahnya pagar rumahnya mencium keninganya dan mengucapkan terimakasih, dia pun begitu.


kesalah informasi temanku sungguh membawa nikmat untukku, yang perek itu sebenernya wanita yang dipacarin temanku. Tapi tak rugi bagiku, karena keperjakaanku lepas dalam keperawanan priska

setelah berfikir, kamar hotel aku sewa yang belum ku gunakan dengan waktu yang full sesuai peraturan hotel tersebut, karena msih ada sisa waktu yang lebih. Karena hari ini adalah malam minggu, aku memutuskan untuk tidak pulang ke rumah, dan mengajak teman-temanku untuk dugem di hotel tersebut, karena tamu hotel mndapatkan freepass untuk masuk ke clubnya sebanyak 4 orang.

Posted at 08:37 am by pohonmangga
Make a comment  

petak umpet

saat itu gue kelas 2 smp... tapi gue dah kenal yang namanya coli, ngentot dan hal sebagainya,,, tapi gue masih suka permaenan-permaenan anak-anak normal pada umumnya laya maen layangan, maen bola, maen petak umpet...

suatu sore gue bareng 5 orang temen gue yang sebaya lagi maen petak umpet kebetulan bermain di rumah gue,,, karena memang rumah gue paling memungkinkan untuk maen petak umpet dibanding rumah temen-temen gue yang lain,,

dirumah gue ada seorang pembantu namanya mba susi,,, mba susi orang jawa, kulitnya kuning langsat, wajahnya wanita desa banget, orangnya kecil paling 150 cm, perawakannyanya juga biasa toketnya sedeng paling ukuran 34A setau gw dia janda padahal umurnya baru 25 taun katanya suaminya kabur g pengen tau lah gue kenapa kabur suaminya itu,, sebelum gue maen petak umpetgue bilang dulu ke mba susi kalo ada telepon dari orang tua gue bilang gue lagi keluar,,, biar gue bisa lancar bermain petak umpetnya,,

gw : mba,, kalo ada telp bilang aku lagi main ya,,,
mba: iya den,, mba mau istirahat dulu ya,,, nanti kalo ada apa2 mba ada dikamar
gw : iya mba,,,

gue pun segera bermain petak umpet bareng temen2 gue,,, dan setelah kita hompimpa jadilah temen gue nina yang jaga,,, gue dan temen-temen gue pun segera berpencar nyari tempat persembunyian yang strategis,,, wah gawat tempat persembunyian favorit gue dah diambil 4 temen gue yang lain,, dan gue pun berpikir ah gue ngumpet dikamar mba susi aja ah,,, gue pun segera berlari ke kamar mba susi,,

pas gue ,masuk mba susi lagi tidur siang,,, gue pun langsung masuk diem2 biar mba susi ga bangun,,, setelah gue sembunyi gue pun memperhatikan tidurnyamba susi,, waw yang gue liat toketnya naek turun karena dia lagi bernafas,, bajau kaos putih longgar dipadukan dengan rok hitam yang tersingkap hingga ke paha mambuat darah gue berdesir.. dan berfikir untuk megang toket dia gan,, gue pun perlahan menggapai toket yang ada dihadepan gue,,, gue pegang perlahan gue remes pelan, pelan, pelan dan agak kenceng... remasan gue diikutin ngacengnya kontol gue,,,

mba susi pun cuman bisa melenguh,,, "hmmm,,, nnggghh,,,," dan tiba-tiba dia buka matanya sontak dia kaget gue ada dihadepan dia,,

mba : aden!! lagi apa??? (sambil nutupin toketnya pke tangan)
gw : mba maap mba,,, aq tadi mau ikut ngumpet aja dikamar mba,,, eh g sengaja liat mba lagi tidur trus liat susu mba gt,,, maap y mba janganbilangin papah atau mamah
mba : ko aden gt sih,,, mba juga yang salah tadi pintu kamarmba g dikunci,,
gw : ... maap y mba... (kontol gue pun mulai lemes)
mba : iya mba maapin aden,, asal,,,
gw :asal apa mba??
mba : asal aden suruh temen-temen aden pulang dan aden balik lagi kesini...
gw : iya mba,, iya,,,

gue pun langsung menghampiritemen-temen gue dan nyuruh mereka pulang dulu dengan alesan gue mau pergi sama mba susi,,, mereka pun pulang dan gue segera kembali k kamar mba susi,,,
ketika gue masuk kamar mba susi gue kaget karena ngeliat mba susi udah telanjang bulet gan,,tanpa sehelai baju maupun pakaian dalam... otomatis kontol gue langsung ngaceng lagi gan,,

mba : den langsung tutup sama kunci aja pintunya ya,,
gw : eh,, iya mba,,, (gue pun tutup pintunya sama dikunci )
mba : den sekarang aden buka baju juga ya,,,
gw : i,,iya mba (gue buka semua baju yang nempel dibadan gue)
mba : (sambil tiduran) den,,, sini dong susu mba aden remes-remes lagi kaya tadi,, mba kepengen den,,
gw : iya mba

gw remes toket mba susi sambil dia tiduransementara gue duduk dipingir kasur toketnya ga begitu besar tapi masih kenyel gt gan,, karena mungkin dia belom punya anak kali ya,, "den enak den,,, hmm susu mba dijilat dong den,,," gue pun jilat dan kenyot susu mba susi,,, kepala mba susi bergerak kanan dan kiri kaya menikmati hal yang sudah lama dia nantikan,, gue juga liat tangan kiri dia gosok-gosok memeknya,,, "hmmmpp...denn,,, nikmat denn nikmat,,, ahhhh lagi dennn,,,"

selama 10 menit gue nikmatin toket mba susi sampe mba susi minta stop dan segera raih kontol gue dan,,, langsung kontol gue diisep dan "mbaa,,, sssttt,,, linu mbasstt,, ahhm,,, mbaaa..." rupanya mba susi jago banget ngisep kontol gue karena gue hampirg tahan mau keluar,,, setelah dia selesai ngisep kontol gue dia langsung berbaring lagi dan mintague arahin kontol gue masuk ke memeknya dia,, gue liat memek dia udah basah banget gan,,, memek dia mungil gan,, dihiasi bulu2 yang g lebat tapi justru dicukur rapih,,,

segera gue duduk dihadepan paha dia yang lagi ngangkang,, kontol gue diraih mba susi langsung diarahin ke memeknya dia,,, kontol gue di gesek2in dulu didepan mekinya dia sampe dia g kuat dan nyuruh dorong kontol gue biar masuk ke memeknya dia,,, gue teken kontol gue sampe akhirnya amblass gan,, pas didalem tuh rasanya kontol gue kaya dijepit daging yang licin gt,, nikmat banget pokoknya,, gue pun maju mundurin kontol gue dalem mekinya,,,

gw : ahh, ahh, mm,,mmba,,enak m,ba,,,
mba : ssstt,,, ahh,, ah,,, denn nih mba kasih yang lebih enak,,
dia maju mundurin pinggul dia ditambah gerakan memutar,, makin kualahan gue ngdepin mba susi,,
gw : aah,,, mba aku ga kuat mba mau keluar nih,,, ssttt mbaa,,,
mba : ayo den,,, kita keluarin barengan ssttt,,, ahh,,,,
gw : mbaa,,,, aku keluaarr,,, (gw peluk mba susi )
mba : denn!!!! ahhh,,,, ahh,,,, ahh,,, mba juga ,, nikmat denn,,,,,,,

akhirnya kita berdua pun pelukan dengan gue diatas dan mba susi dibawah gue,, asli nikmat banget,,, badan kita gemetaran gt,, dan ngos-ngosan,,,

gw : mba tadi enak mba,, aku nanti boleh minta lagi ga,,,
mba : iya den boleh ko tapi jangan bilang tuan y den,,,, aden kontolnya enak,,,
gw : mba juga,,, bisa jepit-jepit gt,,

dan kita pun tidur siang bareng di kamar mba susi...

Posted at 08:29 am by pohonmangga
Make a comment  

gadis beliaku

perkenalkan nama gw Dika ( nama samaran ) 20th, gw adalah penggemar bb17 dan ingin ikut meramaikan suasana di forum cerita panas ini, dan cerita ini adalah kejadian 2 taon yang lalu dan masih berlangsung pada saat ini

gw adalah anak pertama dari 2 bersaudara
sekarang ini sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi di Jawa, tepatnya jawa barat.kita langsung aja keceritanya ya
gw adalah anak rantau, oleh karena itu gw kos di kota B, kos gw termasuk kos daerah kumuh, walaupun keuangan keluarga gw mampu mencari tempat yg lebih bagus, tapi gw senang dengan kos gw ini, hal pertama yg gw peroleh adalah privasi.

kos gw masuk ke gang dan gang itu langsung masuk ke kamar tempat gw tinggal, jadi gw ga gitu takut keliatan kalo membawa ce atau orang baru ke kamar gw.
gw menyadari kalo gw pedofil pada saat gw ketemu dengan gadis kecil di kota B.

dalam cerita ini ada 3 gadis belia yang menjadi saluran nafsu bejat gw
yang pertama namanya Ani ( 14th ), Nia ( 15 th ) dan Ike ( 13 th ).
cerita pertama yang akan gw ceritain adalah kisah Ani.
tahun 2007 gw datang ke kota dengan harapan dapat berbakti kepada orang tua dengan mendapat gelar sarjana. dengan bantuan anak temen mama, gw mendapatkan kamar kos yang sesuai dengan selera gw, pertemuan gw dengan Ani dimula dari kesenangan gw maen game master di mal yang ada di kota B.

hari senin yang sepi dimana orang2 masih pada sibuk dengan kesibukan masing2 dan kebetulan gw hari itu tidak ada kuliah karena dosen yg mengajar berhalangan, gw langsung menghabiskan waktu untuk bermain di salah satu mal,pada saat gw hendak bermain arena bermaen di game master gw melihat seorang gadis kecil berpakaian seragam smp yang sedang menangis. karena kasihan gw samperin gadis itu dan gw tanya ada apa,"lagi ngapain disini?koq nangis?
"ani baru diganggu ma temen2 ani"
dari situ gw tau kalo nama gadis ini Ani
"diganggu kenapa?
"rencananya hari ini ani diajak untuk maen game, tapi ga taunya uang ani dirampas"
"dimana anak2 yang merampas uang km?
"mereka udah pergi kak,ani ditinggal disini dan ga ada uang untuk pulang"
gw binggung mau ngapain, mu pergi kasihan ma si ani, gw bawa ke sekuriti bisa2 si ani dibawa ke orang tuanya karena bolos dari sekolah,makin kasian jadinya.

akhirnya gw tanya,"ani mau pulang sekarang?kalo ani mau pulang kakak bisa kasih uang ongkos buat ani"
"ga brani pulang kak"
"nanti ketahuan bolosnya" ani bisa dimarah mama"
"ya udah kalo gitu,ani temenin kakak maen game mau ga?ani juga boleh maen koq"
boleh nih kak?
"tapi ani harus ganti baju dulu"balas gw
"ntar kalo ani ketahuan maen sambil pake baju seragam bisa di tangkap"
"tapi ani tidak ada baju ganti"
"waduh" batin gw, makin repot aja nih
"ya udah gini aja deh"
"ani tunggu di depan wc,sekaran kak beliin baju buat ani"
"ntar diganti di wc aja"
dengan senang dia berdiri sambil mengiyakan saran gw
pada saat di berdiri gw melihat dengan jelas bagaimana rupa gadis cilik ini ketika sudah berhenti menangis, parasnya cantik seperti boneka, mulus terawat, mungkin karena parasnya yg cantik ini lah dia sering diganggu disekolahnya,tinggi badannya semampai, kaki yang mulus bersih, kulit sawo matang,tapi yang membuat dada gw bergejolak adalah buah dadanya yang sebesar bola tenis, yang tercetak jelas di baju seragamnya yg sedikit ketat.
nafas gw memburu melihatnya

tapi logika masih berbicara dan gw berpikir ada apa dengan gw, koq gw bisa nafsu ma gadis kecil.
akhirnya kami sepakat untuk bertemu di depan wc dekat arena bermain, dia menunngu disana dan gw membeli baju.
dengan harus menahan malu gw membeli baju gadis kecil, dan ditanyain macam2 oleh penjualnya, gw bilang aja buat ponakan gw, dan timbul pikiran iseng gw untuk membeli baju yang menurut gw seksi
baju dengan belahan dada yang sedikit turun, dan celana yang sedikit ketat. biar jadi pencuci mata pikirku. dalam hati gw berpikir apa gw dikerjain dan di tipu ya ma si ani itu, tapi gw membuang jauh pikiran itu, kalo emang gw ditipu ya salahkan gw yang terlalu baik

setelah membeli baju gw kembali ke wc tempat kami janjian tadi
gw serahkan bajunya dan menunggu si ani ganti baju.
sekitar 10 menit gw menunggu akhirnya si ani keluar juga dengan baju barunya, nafsu yang udah turun tadi kembali bangkit, baju yg gw beli cocok dan bener2 menggoda naluri gw
belahan dada yang mulus tanpa cacat, bokong yang padat, serta wajah yang malu2 bener2 membuat adik kecilku marah
"kakak koq liatinnya kayak gitu"
katanya sambil menyadarkan gw
"baju ama celananya bener2 cocok dengan km"
"tapi baju ini terlalu terbuka" ani malu pakenya"
"tapi ani bener2 cocok pake baju itu" ya udah kita pergi maen"

singkat kata kami bermaen bersama dan ketawa bersama
tiba waktunya pulang karena jam udah menunjukan jam pulang sekolah
rencananya kami hendak pulang dengan taksi, tapi rupanya rumah Ani sejalan dengan arah kos ku, jadinya km pulang dengan angkutan umum
gw mengantar ani pulang sampai dekat dengan rumahnya
dan tidak lupa gw menunjukan jalan buat menuju ke kos gw
"nih no telp kakak, kalo km mau pergi maen lagi. bajunya km simpan aja, anggap sebagai hadiah perkenalan"
hari itu kami berpisah dan tidak ada kabar dari dia sekitar seminggu
hari minggu gw dapat sms dan gw terkejut karena sms itu berasal dari ani
"kakak ada di tempat ga?ani mau berkunjung nih
"datang aja nih, gw tunggu didepan gang"
"iya kak, tunjukin jalannya, ani ga tau daerah sana
"seeep"
tidak sampai 30 menit ani tiba di kos gw
dia memakai baju yang gw beliin, gw menelan ludah melihat tubuh gadis belia ini.
"kak, ani pengen maen2 disini,bosen dirumah, papa ama mama pergi keluar kota, jadi ani ditinggal sendiri ma pembantu"
"di sini paling ada playstation, komik, ma komputer aja
"terserah kamu mau maen apa" kata gw pada ani
"ya udah ani maen komputer aja deh" ada gamenya kan kak?
"ada koq, kamu tinggal pilih mau maen game apa"
gw nyalain komputer gw, dan gw melanjutan kegiatan gw, kerjain tugas kuliah yang banyak

setelah sekitar 1 jam ngerjain tugas yang sebagian besar sudah selesai dan gw bisa merenggangkan badan gw, gw sadar satu hal, kamar kos gw koq sepi banget, padahal si ani sedang maen game, koq ga ada suaranya, dalam hati gw berpikir mungkin si ani ga mau ganggu gw yang sedang ngerjain tugas,
5 menit kemudian si ani meminta ijin untuk menggunakan kamar mandi,"kak, ani pinjam kamar mandinya ya"
tinggal dibuka pintunya ni, ga dikunci koq" bales ku
pada saat ani ke kamar mandi timbul niat iseng gw untuk mengintip si ani
dengan perlahan2 gw mendekati kamar mandi, samar2 gw mendengar erangan pelan dari dalam kamar mandi, dengan pesaraan bingung sehingga niat untuk mengintip sirna sudah.
gw menajamkan telinga untuk mendengar suara apa yang keluar dari kamar mandi
"ah....uh.....ssssssttttt....h eeegggghhhh"
hanya itu yang terdengar dari tempat gw berdiri

pikiran gw menganalisa suara yang terdengar dari dalam kamar mandi, ini adalah suara orang sedang terangsang dan yang sedang terangsang adalah ani yang masih berumur 13 tahun pada saat itu

dengan binggung gw mencari sumber rangsangan, gw liat komputer gw, dan gw melihat sumber itu

player di komputer gw sedang memainkan film porno yang ada dalam komp gw

pada kondisi ini naluri mengalakan logika gw, gw tutup jendela dan pintu kamar gw dan gw mengetuk pintu kamar mandi

"ni, km kenapa? kamu ga apa2 kan?
" ga apa apa kak, ohhhh,ani ga apa2" dia menjawab dengan nafsu dan terkejut karena gw sadar dengan apa yang dilakukannya di kamar mandi
"ni, buka pintunya, km ga apa2 kan"
"ga apa apa koq kak, ntar lagi ani keluuaarrrr"
gw berusaha masuk ke dalam kamar mandi, dan setan menang kali ini, ani lupa mengunci kamar mandi, mungkin karena dia terlalu bernafsu sehingga dia menguncinya.

akhirnya pintu kamar mandi terbuka, dan apa yg gw liat makin membuat kejantanan gw makin memuncak, ani duduk di pinggir bak mandi gw sambil mengelus memeknya, pemandangan indah yang tak terlupakan sepanjang hidup gw, memeknya yang masih rapat, berwarna merah, tembem dan tidak berbulu ini makin membuat gw tidak dapat menahan diri

gw gendong ani, dia tidak berusaha memberontak, karena nafsunya sudah berasa di ubun2, gw bawa ani ketemapat tidur, tanpa banyak bicara gw langsung menjilat memek ani yang sudah basah

"aaaaahhhhhhh" lenguh yang panjang ketika memek ani gw jilat, gw berusaha mencari klitorisnya yang masih kecil, dan pada saat gw menemukannya gw isap dengan lembut, tubuh ani bereaksi dengan isapan itu dan melengkung dan melenguh panjang

"eeeeenaaaakkkkk kak, lebih enak dari tadi ani elus2"
untung kamar kos gw terletak jauh dengan rumah kos disekitar gw
jadi gw tidak takut kalo erangan ani terdengar, tapi demi jaga2 gw menghidupkan lagu dengan suara yang lumayan keras di komputer gw

"kak koq berhenti, lagi donk kak,enak banget" proter ani yang kemudian gw balas dengan senyuman, dan dia mengerti bahwa kepergian gw tidak lama

sambil menyalakan lagu gw menyuruh ani untuk membuka semua bajunya dan dia tanpa banyak nanya dia membuka semuanya, setelah selesai menyalakan lagu, giliran gw yang membuka semua baju gw

"ni, jilat burung kakak ya" dan gw menyuruh ani untuk berada diatas gw
agar gw juga dapat menjilat memeknya, gw terkejut karena tidak ada penolakan dari ani, dia menurut aja apa yg gw suruh.

mungkin karena dia sudah menonton film porno selama 1 jam sehingga dia sedikit belajar dan pandai mempraktekkan apa yang telah dia tonton. dari menjilat dia dengan insiatif sendiri mulai menghisap penis ku, isepan yang kencang dan basah membuat gw tidak dapat manahan nafsu, gw suruh ani untuk tiduran dan sekarang posisi gw menindih badan kecil ani

"ni, kamu udah pernah mens blom?
"udah kak, baru berhenti kemarin" jawabnya dengan mata nanar karena nafsu yang tinggi

yess.... batin gw
serem juga kalo gw bikin hamil anak 13 tahun

dengan perasaan yang tenang gw mengarahkan penis gw ke lubang memek ani,gw tusuk pelan2 "sakit kak, pelan2" erang ani
gw terpaksa harus bersabar, karena ukuran penis gw terlalu besar dibandingkan dengan ukuran lubang memek ani,

gw tusuk pelan2, trus berhenti, agar sakit yang dialami oleh ani tidak berlangsung lama. setelah usaha sekitar 5 menit, penis gw udah masuk setengah, dan ada yang menghalangi usaha masuknya penis gw, jangan2 selaput dara si ani.

"ni, yang ini tahan sedikit ya" sebelum ani menjawab gw tusuk dengan sedikit tenaga dan penis gw masuk semuanya.

"saaaaakkkkkiiiitttt.......saa akiiit kak" erang ani pada saat selaput daranya ditembus oleh penis gw.

gw biarin penis gw agar memek ani dapat membiasakan dengan ukuran penis gw yang lumayan besar, setelah diam selama 2 menit, gw mulai menggoyangkan pinggul dengan pelan2, agar dapat merangsang ani yang nafsunya rada turun karena sakit, dan usaha itu berhasil dengan gemilang

ani mulai bernafsu lagi, desahannya makin lama makin membuatku bernafsu untuk mengenjot badan kecilnya

"ennnaaakkk bangeet kak, lebih enak ditusuk sama burung kakak dari pada maen sendiri di kamar mandi" racaunya

karena sempitnya memek ani membuat penis ku makin berkedut, menandakan puncak gw udah makin dekat, ani pun demikian racaunya makin lama makin tidak karuan

"piiiipiiiissss kak........ aniiiii mau piiipiiissssss"

"pipis aja ni, pipis yang banyak, kakak juga mau pipis"

"oooooouuuuggggghhhhhh....."er ang kami berdua, kami mencapai puncak bersamaan

permainan yang akan gw ingat seumur hidupku, semenjak kejadian dikamarku ani semakin rajin datang ke kamar kosku, pada saat pulang sekolah dia pasti mampir untuk meminta jatah, atau pada saat hari minggu gw yang suruh dia datang ke kos gw untuk memuaskan nafsuku

suatu ketika gw bertanya pada ani

"ni, kamu nyesel ga kakak ambil keperawanan km?
"ani tidak nyesel kak, ani seneng ma kakak" kakak yang bantu ani pada saat ani kesusahan, kakak jadi temen ani pada saat ani butuh temen, kakak yang ngajarin ma ani untuk menjadi orang yang tegas dan tidak cengeng" jawabnya

memang benar, semenjak itu ani sudah tidak pernah diganggu oleh temen2 sekolahnya, karena gw yang mengajarkannya untuk berlaku tegas dan tegar

Hubungan ku dengan ani berlangsung setelah kejadian di kamar kos ku, semenjak hari itu sifat ani dari seorang gadis yang cengeng menjadi gadis yang ceria, tegas, berani, percaya diri dan terutama centil, dan dia tetap baik, dan jujur serta tidak cemburu.

pernah satu hari ani datang hanya dengan menggunakan celana pendek dan jaket dan tidak memakai cd dan bh, tujuan dia berpakaian seperti itu adalah untuk memberikan kejutan dan membangkitkan nafsuku menjadi lebih tinggi lagi.

suatu hari ani curhat dengan ku bahwa dia dulu sering menjadi bulan-bulanan anak senior di sekolahnya, salah satunya adalah nia yang menjadi ketua geng kelompok penganggu tersebut.

tetapi semenjak bergaul dengan ku ani sudah tidak pernah diganggu lagi, hal ini dikarenakan ani semakin percaya diri.

karena ani sudah tidak bisa dijadikan kekesalan anak2 geng disekolahnya, gengnya mencari korban lain dan ternyata mereka salah korban, korban yang mereka pilih adalah adik dari anak2 preman didekat kos ku.

suatu hari ani melihat nia diganggu oleh preman2 yang sering nongkrong dekat kosku, ani berniat menolong dan berhubung ani dekat dan mengenal gw dan gw mengenal bos dari preman2 itu melepaskan nia karena mereka menganggap nia juga kenalan gw. karena nia kapok dengan kejadian tersebut, dia tidak pernah mengganggu anak2 lain lagi, dan mereka berdua menjadi sahabat yang cukup dekat.

suatu hari ani mambawa nia ke kos untuk dikenalkan pada ku, gw sedikit terkejut dengan kunjungan itu dan ani mengenalkan gw sebagai pacarnya dan tentu saja hal ini mengejutkan gw dan nia.

bodi nia jauh lebih bagus ketimbang ani dimana bodi nia jauh lebih montok, dengan dada yang masih kecil tapi padat, bentuk badan yang sintal, serta bokong yang montok dan padat, menurut gw memeknya sudah pasti tembem dan sudah pasti seret dan sempit.

gw menegak air liurku dan penis gw menjadi setengah berdiri meliat bodi yang dimiliki oleh si nia. dan perubahan ini di cermati oleh ani. setelah ngobrol sebentar dengan nia, dia minta ijin untuk pulang.

"kakak dikaaaaaa........." tanya ani dengan manja
dari nada suaranya gw tau kalo ani sedang nafsu dan dia menyimpannya dengan baik dihadapan nia

"kenapa ani?kamu lagi gatel ya memeknya?
" iya nih kak, gatel banget, masukin donk penggaruknya, biar ilang gatelnya dan gw bisa tidur dengan tenang malam ini"
berhubung gw lagi nafsu karena melihat bodi temennya akhirnya gw menutup pintu dan kamar kos ku. dan gw ke kamar mandi karena gw pengen kencing begitu gw keluar dari kamar mandi si ani sudah telanjang dan tiduran ditempat tidurku, sambil membuka kedua paha mulusnya dan memperlihatkan memeknya yang merekah basah karena nafsu yang telah dia tahan dari sekolah.

melihat pemandangan itu penis gw yang udah setengah berdiri menjadi berdiri dengan penuh, gw buka baju dengan terburu-buru dan menjilati memek yang mengundang pria untuk menjilatnya

"aahhh....kak..... isep yang kuat kakk...."
"lidah kakak enaaakkk banget........"
disela-sela acara menjilat gw masukin jari tengah gw kedalam memek ani
mendapat perlakuan seperti itu kontan membuat ani menjerit keenakan dan membuat ani mengejang dengan hebatnya. gw biarin ani untuk menikmati puncaknya sambil mengelus penis ku sendiri.

ani tidak diam melihat itu dia pun bergerak untuk menghisap penis gw yang udah tegak dengan maksimum.

basah dan hangatnya mulut ani membuat gw udah ga tahan untuk mengenjot tubuh kecil.

dengan tidak sabar gw menyuruh ani untuk tiduran, agar gw dapat memulai acara tusuk menusuk, gw arahkan penis gw ke memeknya, pelan tapi pasti penis gw udah masuk semuanya

"oooouuuugggghh.......ssssssst tttttttt" erang dan desis kami berdua
kontol kakak emang yang paling enak" erangnya
"emangnya km pernah pake yang lain? tanya gw dengan binggung
"pernah dimasukan pake jari kak, sebanyak apapun jari yang ani masukin ke memek ani, tidak ada yang menandingi enaknya kontol kakak dika, ani sudah bernafsu dari tadi malam, sudah tidak sabar menikmati kontol kak dika"
sedikit bangga gw mendengar pengakuannya dan ini makin membuat gw bernafsu

setelah 5 menit mengenjotnya dari posisi tidur

"kak, ganti posisi yuk, ani mau diatas, ada servis yang mau ani tunjukan"
akhirnya kami pun berganti posisi gw tiduran ani berusaha memasukan penis gw kedalam memeknya

dengan menggigit bibirnya ani memasukan penis gw kedalam memeknya, melihat parasnya seperti itu birahi gw menjadi semakin tinggi. begitu semuanya sudah pada tempatnya, tiba2 ani bertanya pada gw

"kak, kakak senang ya ma kakak nia? tadi ani liat kontol kakak sedikit membesar begitu melihat tubuh kak nia"
"iya ni" jawabku dengan jujur, kami tidak pernah berbohong satu sama lain
"ani pengen kakak janji, kakak ga akan melupakan ani" kata ani dengan mata yang sedikit sendu
"kakak ga akan ngelupain ani koq, tenang aja ya" jawab gw sambil bangun untuk mencium keningnya
"kakak janji ya"
"iya ni, kakak janji"
"kalo gitu, ani akan bantu kakak dika untuk bisa menikmati tubuh indah kak nia"
sebelum gw bisa menjawab pernyataannya, ani sudah mengenjot sambil merapatkan memeknya, mendapat perlakuan itu badan gw menggigil karena keenakan.

"gilaaaaa....enaaaakkkk aniiiii......dimana loe belajarnya" erang gw
rupanya posisi ini membuat kami tidak dapat menahan gejolak orgasme kami berdua

"ahhhhhhhh........."teriak kami berdua
kami sama2 mendapatkan puncak kenikmatan

hari itu berakhir dengan janji ani kepadaku bahwa dia akan membuat gw menikmati tubuh indah nia

seminggu setelah janji ani kepadaku untuk dapat menikmati tubuh indah nia, hari minggunya ani mengajak gw jalan2, ani sekaligus mengajak nia
"hari yang tepat untuk menggenapi janji ani pada kakak"
"sabar ya kak, kakak akan dapat menikmati nia sore ini"
tapi jangan lupain ani ya" kata ani ketika dia menelpon

setelah janjian dengan ani dan nia, kami bertemu di kos gw, dari sana baru kami akan pergi jalan2, sekitar jam 10 siang, dua bidadari gw muncul, ani datang dengan pakaian paling seksi, rok mini, dengan tank top putih, sedangkan nia datang dengan pakaian yang biasa2 aja, kaos merah dengan motif hati, serta celana pendek yang sedikit ketat sehingga bokongnya yang montok tercetak jelas. setelah mereka tiba di kos gw ani tidak segan2 mencium gw dengan hotnya, ciuman tersebut diikuti dengan permainan lidah yang panas, dalam hati gw sadar, kayaknya ini adalah taktik yang dilancarkan oleh ani untuk membantuku untuk mendapatkan nia, dengan membuat nia terangsang melihat permainan kami, oleh karena itu gw melayani permainan ani juga dengan panasnya.

"ahhh....ohhh" desah kami berdua karena nafsu sudah mulai menjalar di tubuh kami.

melihat tingkah laku kami, nia cuma bisa melongo dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut. ani melepaskan ciuman kami sambil berkata pada nia

"kak nia, kakak santai aja dulu ya, ani mau melepas kangen ma kakak dika karena km udah seminggu tidak bertemu, kak nia maen komputer dulu atau baca komik aja dulu" bohong ani. gw tau kalo ani bohong karena selama seminggu ini ani selalu datang ke kos gw untuk minta jatah sexnya

"ok deh ni, tapi gw ga nyangka kalo kamu yang biasanya kalem di sekolah, tapi bisa liar kalo ketemu ma kak dika"

"jelas liar kak, kak dika kan pacar ani, lagi pula ani sudah ngerasain gimana enaknya nge-sex, hehe" timpal ani seenaknya

"hah? jadi loe udah pernah?ma kak dika ya?

"iya kak, ya udah kakak istirahat dulu sana"
"ani mau ngelepas kangen"

singkat kata, gw menyalakan komputerku untuk nia, walaupun gw tau kalo itu tidak akan berguna nanti. ani langsung melepaskan semuanya bajunya, ternyata di balik bajunya ani tidak memakai pakaian dalam, gw dan nia yang melihat hal tersebut sama2 terkejut

"ani dari rumah emang udah ga pake ya? tanya gw
"iya kak, enak ga pake apa2 didalam, biar cepat nafsunya, lagi pula enak kak ga pake apa2, dingin,hehehe"

"emangnya km gw malu kalo diliat orang lain?lagi pula baju dan rok yang gampang terliat" tanya gw

"biarin diliat orang kak, ani senang kalo diliat orang lain, tapi yang boleh jamah n menikmatinya hanya kakak dika seorang"

"anak ini bisa jadi calon wanita exebisionis" batin gw

gw hanya bisa menghela nafas mendengar alasannya, tapi logika gw udah ga gitu jalan melihat pemandangan didepan gw dan masih ada gadis belia yang dapat gw nikmati sebentar lagi, entah kenapa gw merasa yakin dengan strategi yang dilancarkan oleh ani untuk membuat nia terangsang dan ikut menikmati permainan kami nantinya.

akhirnya kami mulai permainan kami dan benar saja, nia tidak meyentuh komputer yang kunyalakan untuknya, sepertinya dia penasaran dengan permainan kami.

gw dan ani memulai permainan kami dengan acara ciuman2 yang hot dan liar, ciuman ini tidak saja menaikan nafsu kami tapi juga menaikan nafsu nia yang tadi cuma bisa melihat, nia melihat ciuman kami berdua dengan muka yang merah padam.

tiba2 ani melepaskan ciuman gw, dan pada saat gw hendak protes karena gw menikmati ciuman yang panas ini ani bertanya pada nia

"kak nia sudah pernah ciuman belom?
"udah donk" balas nia cukup lama
kayaknya dia sedang melamunkan sesuatu
"pernah ciuman seperti ini ga" bales gw karena gw tau ini akan mengarah kemana
"errrrr.....be.....lom.... kak"
"sini kak, biar kak dika yang ngajarin"
"gak mau ah...malu gila"
gw dekatin nia sambil berkata " untuk apa malu, yang disinikan cuma kita bertiga, ga ada yang akan ngelaporin koq tenang aja"
"tapi cuma ciuman aja ya"
gw tidak jawab langsung gw cium dengan mesra dan makin lama makin panas
"emmmm.......ssssstttttttt t" desah nia dibalik ciuman kami, nafsu yang tertimbun tadi sekarang keluar dengan lancar

ketika tangan gw bergerak menuju untuk mengelus buah dadanya, tiba2 ani datang memisahkan kami, hal ini dilakukan ani supaya gw ga bergerak terlalu jauh dan merusak rencana yang telah direncanakannya, kadang2 gw salut dengan cara berpikir ani, dia sudah dewasa secara logika.

"udah2, sekarang giliran gw" kata ani

sekilas gw melihat bagaimana ekpresi nia yang masih mau melanjutkan ciuman kami yang panas, gw melihat tanda2 nafsu yang ditunjukan oleh nia yaitu nafas yang memburu, dada yang naik turun, dan posisi paha yang mengapit memeknya tanda sudah gatal pingin digaruk. tapi gw berterima kasih pada ani karena menghentikan tangan gw yang hendak merasakan buah dada nia, karena hal ini akan merusak rencana kami berdua

kami melanjutkan permainan kami berdua dengan panas, gw menyentuh dada ani dan meremasnya dengan ganas, mencium puting ani yang sudah keras karena nafsu, buah dada ani menjadi padat karena nafsu ani sudah sampai diubun2

"kak dika.........geli kak.....ta....piiii.....ennnnn aaaaak bannget"
"yang keras isepnya kak....cupang susu ani...."
"kak dika, memek ani gatel banget..."
"mau dijilat atau ditusuk sekarang ni?
"dijilat kak....ani sudah lama tidak merasakan jilatan lidah kakak"
tanpa lama2 gw langsung menidurkan ani di tempat tidur, dengan kepala ani menghadap nia, gw lakukan ini dengan harapan dia bisa melihat semuanya

"ouugghhhh....kak enak banget....jilat terus kak...jangan berhenti......kak nia sini donk kak"
tanpa canggung lagi nia mendekat,"a..da apa ni?tanya nia dengan suara gemetar karena nafsu yang sudah tidak tertahan lagi

"buka celananya kak...ani mau jilat memek kakak, kasihan kakak tidak ada yang nemenin...."

tanpa ada keraguan nia membuka celana pendeknya, dan tanpa disuruh dia juga membuka baju, bh dan cdnya

nia sudah dalam genggaman kami berdua, nafsu sudah menguasai nia. dan gw terkejut secepat ini kah nia dikuasai oleh nafsu, alasan mengapa ntar lain kali gw jelasin.

"gimana caranya ni?
"nia jongkong dimulut ani dengan memek nia dimulut ani, biar ani yang bekerja nanti"

penis ku sudah tidak tahan lagi, akhirnya gw berdiri dan mengarahkan penis gw didepan mulut nia, karena nia sudah tinggi nafsunya, bau precum yang keluar dari penisku malah membuat dia langsung menghisap penisku, masih canggung karena blom bisa, tapi nia tidak pernah menggunakan giginya tanpa diberitahu, anak ini seorang natural dalam urusan isap menghisap

"gilaaaaaa.....nikkkkmmmma t banget memek gw"erang nia karena dijilat oleh ani

"aniiiiii.......pipiss nihhhhhhhhh" teriak nia karena mendekati puncaknya
"arrrgggghhhhhhhhhhh...... ." teriak nia karena mendapatkan orgasmenya yang pertama

tanpa basa basi gw langsung menarik nia untuk tiduran dan mengarahkan penisku kearah memek nia, cukup sulit memasukannya karena memek nia yang masih perawan.tapi karena nia yang sudah memuncak nafsunya membuat memeknya basah dan sedikit terbuka sehingga hanya sebentar kemudian penis ku masuk sepenuhnya

"oooohhhhhh.........." erangku dan nia begitu penisku masuk sepenuhnya kedalam liang kenikmatan nia

gw sedikit terkejut karena tidak ada rasa sakit yang dirasakan oleh nia malah dia mengerang keenakan, jangan2 anak ini sudah tidak perawan lagi, karena penasaran gw mengeluarkan penis ku dan melihat kearah memek nia dan gw melihat darah yang keluar dari memek nia

"masih perawan koq, tapi koq ga sakit ya si nia? batinku binggung, akhirnya teori nafsu tinggi menjawab semua itu

karena nafsu gw yang sudah tinggi, pikiran tentang teori tersebut hanya berkelebat sebentar di benakku dan gw melanjutkan tugas gw untuk menikmati dan memuaskan nafsu nia

"ani, kamu jongkok dimulut nia, biar dia bisa belajar menjilat memek kamu"
ani menurut dan jongkok di mulut nia

dan gw mengenjot memek nia dengan sedikit liar karena nafsu gw yang sudah tidak terbendung lagi

"ahhhh....eggghhhhh.....ouuugg hhhhh" desah kami bertiga karena keenakan

"kak, ani mau pipis nih......lidah kak nia hebat banget, ga kalah dari lidah kak dika"

"arrrrrrggggggghhhhhhh......"e rang panjang ani karena orgasme
ga lama kemudian giliran nia yang orgasme
"kaaaaaakkkkk.....niiiiaaaaaaa aaa pipissssss" erang nia orgasme
"ennnaaaakkkkk...bangggget ttt kak dika"
ani dan nia sudah mencapai puncaknya sedangkan gw masih blom dapat, karena gw tidak ingin menguras tenaga nia terlalu banyak, gw memilih ani untuk mencapai orgasme gw

"ni... kak dika masukin ya"
"i...yyyyaaaa kak, ani blom puas"
setelah 10 menit mengenjot memek ani akhirnya gw menyudahi permainan ini dengan menembakan sperma gw ke dalam memek ani

hari minggu itu gw mendapatkan perawan baru yaitu nia dan menambah koleksi gadis belia ku yang akan memuakan nafsuku

satu hal yang gw ketahui dari ani, dia mandul, karena selama ini gw selalu mengeluarkan sperma gw kedalam memeknya, tapi dia tidak pernah hamil. gw tau ani yang mandul karena gw pernah menghamili seorang tante yang menjadikan gw sebagai gigolonya.karena penasaran gw mambawa ani ke dokter kenalan gw yang sama2 suka menikmati daun muda dan mendapat konfirmasi bahwa ani benar2 mandul dan gw dapat dengan tenang mengeluarkan sperma gw didalam memeknya kapan pun gw mau

Posted at 08:27 am by pohonmangga
Make a comment  

Next Page
Anak kampung
dibawah pohon mangga
Di Jakarta
Jangan Lupa Asal

Laut Disana
Begitu luas..
Jangan Lupa Asal



   

<< June 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed