Anak kampung
dibawah pohon mangga
Di Jakarta
Jangan Lupa Asal

Laut Disana
Begitu luas..
Jangan Lupa Asal



   

<< March 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, March 06, 2013
pembantu kecil 6

Sama seperti French kiss kita yang pertama, ciuman demi ciuman ku daratkan dengan penuh penghayatan di bibir dia, lidah kami pun saling membelit. Suara cepakan dan cecapan terdengar dari bibir dan lidah kami dalam balutan air ludah yang kami pertukarkan serta berpadu dengan nafas kami yang saling memburu oksigen di sela sela jeda longmarch kegiatan silat lidah kami. Namun bedanya kali ini dia dengan berani memeluk bahuku dan mengusap-usap tengkukku seiring ritme yang tercipta di antara kami, sedangkan tanganku mengelus, meremas dan menjelajahi pantat mungilnya serta mendorong dorongnya ke depan untuk menggesekkan selangkangan kami. Dia menanggapinya dengan semakin merapatkan tubuhnya ke tubuhku.

Foreplay yang panas dan romantis

Kegiatan saling belit itu berlangsung agak lama, aku memang sangat menikmati moment ciuman dengannya dan tidak ada alasan untuk tergesa gesa. Namun seiring waktu, ciumanku kupadu dengan cecapan dan jilatan ke leher dan telinga latri. Latri seperti tidak mau kalah, ciumannya pun mendarat bertubi tubi di wajah dan leherku.

Sejenak kurenggangkan jarak tubuh kami, wajah kami pun menjauh. Kutatap matanya, latri balas menatapku. Sekian lama kami membisu dan bertukar pandang. Mengatur nafas. Mengatur ritme. Dan aku menanyakan sekali lagi kehatiku, benarkah aku menginginkan ini?

Tiba tiba latri melengkungkan badannya ke belakang, dia menggunakan tanggannya untuk menyangga tubuhnya dengan menumpukannya ke ke-dua lututku. Dada kecil itu sekarang tersaji dengan menantang di depan mataku, dia menatapku seakan menantang. Dan dia tersenyum, misterius, aneh sekaligus menggairahkan. Latri sejenak melirik dadanya sendiri lalu kembali menatapku. Masih dengan senyuman menantang.

Menerima tantangan itu, tanpa menunggu lama lagi, kususupkan wajahku ke dadanya, ku kenyot kedua buah dada kecil itu dari balik kaos dan BHnya yang masih terpasang. Sejenak bermain di permukaan dadanya, tanganku mulai menelusup ke balik bajunya. Dia mendesah, dengan masih melengkungkan badannya ke belakang. Suara desahannya semakin menjadi.

Mulutku bermain main di perut datarnya ketika kedua tangganku menyingkapkan kaosnya. Latri mendesah lagi, lalu membantuku untuk membuka bajunya sendiri. Payudara kecil itu masih terlindung BH berwarna krem, tapi salah satu putingnya sudah sedikit mengintip keluar dari BH kecil yang ternyata masih sedikit kegedean buatnya. Puting itu cerah, berwarna merah muda segar dan menantang, wujudnya sebesar ujung jari kelingking serta tampak sudah mengeras. Semerta merta kudaratkan lidahku dengan gerakan menyapu ke atasnya.

“aaaaagggghhhhh…” latri mendesah panjang seiring sentuhan lidahku di permukaan putingnya

Sejenak kemudian, BH nya sudah tanggal di lantai sedangkan sapuan dan jilatan itu sudah berubah gaya menjadi kenyotan dan empotan halus. Kedua tangannya yang tadinya bertumpu di lututku berpindah ke leherku, sambil bergelayutan mesra. Aku menyapu seluruh permukaan payudara kecilnya dengan bibir dan lidahku. Tanganku melingkar dipinggul kecilnya untuk membantunya mempertahankan posisi itu. Sengaja ku pertahankan untuk menyentuhnya seringan mungkin agar muncul efek geli yang berdasarkan pengamatanku dari rangsangan-rangsangankuku beberapa saat tadi, aku ketahui semakin mengangkat birahinya. Latri semakin menggeliat geliat liar. beberapa saat kemudian, tubuhnya mengejang menyentak nyentak, kakinya yang sebelumnya menjuntai mengapit erat pinggulku di sertai pekikan keras.

“aaaakkkkkkhhhhh…”

Lalu tubuhnya terhempas, kepalanya tersandar lemas di bahuku dengan kaki masih mengangkang, selangkangannya bergesekan dengan selangkanganku. Dadanya yang sudah mulai berkeringat menempel erat di dadaku. Terengah engah dia berusaha berkata…

“papaaaah…eehhh…hhhh…latttriiihh…eehhh…hehhh…hehhh …” katanya sambil memelukku lebih erat. Badannya masih melejat lejet lemah lebih lanjut.

Kurasakan celana di atas memeknya basah kuyup, rupanya dia mendapatkan orgasme. Seperti bekas yang ku temukan di lantai beberapa saat setelah dia orgasme waktu masturmasi sambil mengintip aku dan istriku yang sedang bersenggama, ternyata dia jenis cewek basah. Lendirnya banyak banget. Jenis cewek kayak gini ini biasanya cepet banget orgasme, tapi juga langsung lemes setelahnya karena produksi hormone yang berlebih, tapi cepet panas lagi, sebagian besar cewek dengan type ini mampu menghandle multi orgasme, sebagian lagi langsung lemas setelah first-O.

Tapi cewek jenis ini bisa di ajak longmarch apabila melakukan hubungan sex, karena lendirnya yang terus menerus keluar, jadi tidak membikin Mr. P lecet. Salah satu jenis cewek favoritku. Pernah aku menggarap ABG setype dengan dia, semalam mampu melayaniku tujuh kali, tapi esok paginya dia tepar. Dan dua hari kemudian meneleponku untuk mengajak ngesex lagi, gratis katanya…ketagihan dia rupanya. Hehehe…

“kamu sudah dapat orgasme lat?” kataku sambil tersenyum menatap matanya, tubuhnya sekarang sudah agak menjauh, sehingga kami dapat saling berpandangan. Tangannya masih bertengger di bahuku dan nafasnya masih ngos-ngosan. Kulirik dada kecil itu…kenceng. Ampun DJ! Mana tahan…

“ah, papa nakal…” jawabnya singkat smbil tersenyum juga di sela senggalan nafasnya

“pindah dalem yuk, di sini dah mulai terik mataharinya…” ajakku

“ayuk pah…”

“di kamar papah atau di kamarmu?”

“di kamarku aja pah…”

“napa?”

“biar keliatan papah yang nakalin latri…hihihihi…”

Aku mencubit hidungnya dan mulai berdiri sambil menggendongnya. Seperti menggendong anak kecil di depan, kakinya melingkar di pinggangku otomatis memek basahnya menempel ketat di kontol tegangku. Sedangkan tangannya menggelayut manja di leherku. Kepalanya dia sandarkan ke pundakku. Sengaja sambil menggendong aku remas remas pelan pantatnya sambil mengobel pelan daerah lobang pantat dan lobang memeknya. Sambil menyandarkan kepalanya ke pundakku, kudengar dia mendesis desis halus. Kurasakan cairannya tambah membanjir. Apalagi seiring langkah kakiku, kelamin kami saling menggesek dengan cara beradu yang (menurutku) erotis. Kontolku tambah kencang, libidoku naik, nafsuku sudah tak tertahankan. Kali ini, memeknya yang memang sudah tidak perawan itu pasti akan ku jelajahi setiap inci pada relung kenikmatannya.

“ackhhh…” erangnya pendek saat aku membaringkannya ke ranjangnya sendiri sambil dengan sengaja menyorongkan senjataku ke selangkangannya. Matanya, seperti sebelumnya, menatap, kali ini diantara senyum anehnya, latri meggigit kecil bibir bawahnya. Erotisme Lolita…ancurrr...

“aaahh…papah nakal…” desahnya lagi sambil tersenyum lebar

Aku meringis sambil mengangkat-angkat alisku dengan mimik om-om genit. Hehehe…

"peluk latri lagi pah..."

Hmmm......"peluk latri lagi pah..."

Hmmm...

Aku memutuskan untuk tidak memeluknya kali ini. Lagipula, aku masih ada janji untuk menghukumnya, dan itu akan ku lakukan. Hehehe…becanda. Kupegang kedua betisnya, lalu ku kangkangkan kakinya. Dengan gerakan lemas kakinya mengikuti arah tanganku. Aku meliriknya sekilas sambil tersenyum simpul. Matanya seolah bertanya apa yang hendak aku perbuat. Tanpa basa basi ku sorongkan mulutku kearah memeknya dan mulai menjilat, menyedot bahkan menggigit gigit kecil bukit mini itu dari balik celana hotpantsnya.

“papah!... agggghhttthtt…” latri bereaksi sepontan saat mulutku mendarat di permukaan memeknya dari luar celana. Sepontan pula sentoran cairan panas melanda mulutku. Luapan cairan orgasme ataukah squirt? Aku tidak peduli, semakin membanjir itu memek, semakin keras aku menyedot. Latri tersengal, mengejang dan menggelepar gelepar menghadapi gempuranku. Entah berapa kali anak 17 tahun itu sudah orgasme dari awal ciuman kami.

Tanganku menggenggam kolor hotpantsnya, pelan pelan ku tarik celana itu ke bawah. Latri membantu dengan sedikit mengangkat dan mengejang kejangkan pinggulnya. Tak lama kemudian barang itu terpapar di depanku.

Tak ku sangka, vaginanya begitu merah-muda, dengan rambut yang masih sangat jarang jarang. Sisi luar bibir vaginanya terbelah dengan sempurna dan menonjol dengan cantik. Elegan namun imut. clitorisnya berwarna sedikit lebih cerah dari daerah labia minora atau bibir vagina-nya. Dengan gemetar ku sibakkan bibir vagina itu dengan jempol kananku. Lorong itu terlihat berkerut kerut eksotis, setiap lekukan mengkilat dilapisi cairan yang seakan tidak pernah kering. Perlahan ku elus clitorisnya dan terpampang pemandangan yang membuat darahku berdesir sampai ke kepala. Memeknya mengedut dengan sentakan-sentakan spontan. Memeknya…Empot Ayam!

Kepala latri masih tergolek lemas ke samping seakan masih menikmati orgasme yang barusaja di berikan oleh permainan mulut dan lidahku dari luar celananya. Tanpa dia sadari, aku sudah melepaskan celanaku dan mengarahkan penis tegangku ke lobang vaginanya. Sebenernya aku masih pengin mengenyot barang itu, tetapi kedutan tadi membuatku tidak kuat menahan lebih lama lagi untuk menusuk dan menjelajah relung yang sudah menganga pasrah di hadapanku ini. Aku mulai menggesek gesekkan kepala penisku ke permukaan bibir memeknya. Latri masih tergolek sambil terpejam, walau memeknya bereaksi dengan mengirim kedutan kedutan erotis yang membuatku semain gila. Lalu…

BBBBLLLLESSS…
Pelan tapi pasti lobang itu akhirnya aku tembus…

“aaaagggghhhhhh! Paaaaapaaaaah!” erangnya panjang sambil berusaha menarik kepalanya keatas untuk melihat memeknya yang mulai tertembus rudalku…sekilas kulihat matanya nanar melotot, menandangku panik saat merasakan kontholku menyeruak lorong memeknya. Masuk...masuk…mili demi mili, lebih dalam…dan semakin dalam…

Terlambat latri!! semua sudah terlambat kini… papa brengsekmu ini tidak dapat menahan gejolak libidonya lagi…

Tiba tiba…
JDUK! Eh?

“mentok??” tanyaku di dalam batin…Lalu…

SLUPT…SLUPT…PTETTT…PTETTT…SLEPT…SLEPT…!!!

memeknya bereaksi terhadap benda asing…empot ayam itu secara reflek memeras penisku yang baru ¾ masuk ke lorong memeknya.

Memek yang cetek, empot ayam serta becek banget…Kombinasi aneh tapi luarrr biasa nikmatt…

Dan aku pun mulai memompa!

Kugenjot dia dengan ritme pelan, aku mulai dengan RPM rendah, pinggulku dengan telaten kugerakkan maju mundur, berputar dan kuselingi gerakan gerakan zig-zag secara ritmik. Latri sudah tidak sanggup lagi menatapku, matanya kini membalik ke atas bersamaan dengan lenguhan dan goyangan kepalanya mengikuti ritme goyanganku. Tangannya menari narik sprei dengan kuat, dia mendesah, melenguh dan meracau. Aku tingkatkan RPM goyanganku. Dia mendelik, lenguhannya semakin keras. Memeknya tek henti henti menyemburkan lendir putih licinnya. Rasa licin, panas disertai emputan ayam dan pentokan dinding rahimnya di ujung penisku membuatku serasa melayang. Terbang!


Kuraih pinggulnya dengan kedua tangan untuk memaksimalkan efek goyangan pinggulku. Masih dalam posisi MOT, aku menghujamnya dengan telaten dan variatif. Suatu waktu aku bergerak secara konvensional, maju-mundur, di kombinasi dengan gerakan memutar dan memilin, di lain waktu ku gerakkan pinggulku dengan arah keatas-bawah seperti mencungkil-cungkil. Sesekali waktu, aku memberinya kesempatan bernafas dengan menghentikan sebentar gocekan pinggulku, tempo itu aku gunakan untuk kembali mencecap putingnya yang semakin menantang itu.

Kepala latri yang tergolek ke samping aku tegakkan, sehingga sekarang dia terlentang dengan sempurna, penisku masih dengan nyaman bersarang di relung vaginanya. Dengan gaya kodok, aku masih menelungkupi tubuh mungilnya, tapi tidak langsung menindihnya. Kuelus kembali rambut ikalnya, ku singkirkan beberapa helai yang jatuh dan lengket di wajahnya karena keringat. Matanya sayu membuka, sambil berusaha mengatur nafas dia tersenyum. Latri mengangkat sedikit kepalanya sambil membuka bibirnya. Isyarat minta cium.

Dan kami kembali ber French kiss. Dalam dan intim…

Persetubuhan ini memang aku bikin se-relax mungkin, di dalam pikiran jahatku, aku ingin menanamkan kesan yang dalam di benak latri, agar prosesi seperti ini bisa berlangsung secara kontinyu. Damn !! Sebut aku banjingan, tetapi kalau kalian tidak memungkirinya, hal itu juga yang ada di benak kalian kan?

Cplup…

Bibir kami terlepas dari FK yang dalam

Dan aku mulai mengayuh lagi, aku mulai dengan RPM rendah lagi, hanya kali ini aku variasikan dengan hentakan hentakan kuat sesekali tempo. Vagina latri mulai bereaksi kembali, walau pinggulnya masih passive, mungkin karena lemas, tetapi relung vaginanya benar benar aktif, mengempot dan memilin penis ku yang menjelajahinya.

“aaaaa…AAGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …aaaa…AGGHH!!! …”

Latri mendesah seiring tempo hentakanku. Sebenarnya aku masih ingin berlama lama, toh tidak ada yang mengharuskan kita terburu buru. Tapi kelihatannya sudah waktunya menyelesaikan ronde satu, lagipula, aku sudah tidak menghitung lagi berapa kali tadi vagina kecil itu sudah menyemburkan cairan orgasmenya. Kupercepat RPM. Menengah! Dan Tinggi!!

Aku meyentak nyentak kuat

CPLOK CPLOK CPLOK CPLOK

Suara testisku terdengar kencang waktu menampar nampar pantat kecilnya seiring genjotanku


“AAAAAAAAAAAAA………………………AAAAAAAAAAAAAAA………………AAAAAA AAAAAAAAA………….AAAAAAAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAA….IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHH HHH……..”

Desahan latri berubah menjadi lengkingan panjang

Dan aku kayuhan itu semakin kupercepat…

CPAK CPAK CPAK CPAK CPAK

“ARRGGHHH !!!” aku mengeram saat puncak itu berhasil kudaki

Kuhujamkan dalam dalam penisku ke relung vagina latri. Spermaku ku muntahkan semuanya di sana. Aku mengerang lagi saat merasakan guyuran cairan panas di sekujur penisku. Dan aku melejang lejang lagi. nafasku memburu. Kemudian aku limbung, terjatuh tertelungkup di atas tubuh latri. Nafasnya tak kalah tersengal.

Perlahan aku geser tubuhku ke samping, memberinya kesempatan untuk menghirup udara. Kupandang wajahnya, latri masih memejamkan matanya, berusaha mengatur nafas. Beberapa saat kemudian, dia menoleh ke arahku. Aku sengaja belum bekata kata, kubelai wajahnya dan kembali ku tatap matanya. Bibirnya mendekat dan kita berciuman kembali. Singkat namun dalam. Kami berpelukan.

“pah, boleh latri bilang kalau latri…say…eh…enggak jadi ding…” latri tidak menyelesaikan kalimatnya, dia hanya langsung menyusupkan kepalanya ke dalam pelukanku.

Aku tersenyum, ayolah, masa aku tidak bisa menebak sih lanjutan kalimatnya? Tapi aku sengaja tidak menanggapinya secara verbal, aku hanya menarik wajahnya dan mengecup keningnya. Latri menunduk lagi dan mempererat pelukannya, dan kami berpelukan kembali dalam kebisuan. Dibenakku terfikirkan hal-hal yang entah akan dapat aku sampaikan dalam bentuk kata kata atau tidak di dalam kehidupan ini. Hal seperti: Lat, aku juga…

Ini gila! Masa aku falling sih? GILAAAA!!!

Aku falling in love?? Kalimat itu masih terus menjerit jerit di batinku, dan yang paling menyiksaku adalah kenyataan bahwa aku memang menyayanginya entah dalam konteks apa, aku sendiri juga masih bingung. Dan yang barusan terjadi, apa itu dia anggap sebagai ekpresi sayang, atau perwujudan dari nafsu bejad majikannya? Kalau yang barusan adalah pemerkosaan, kenapa dia malah hampir mengungkapkan perasaannya kepadaku? Apa memang bener kata-kata rika? Apa aku memang semenarik itu? Ah, jangan GR lah, bajingan sepertiku seharusnya sudah tidak pantas untuk terlihat menarik di hadapan wanita manapun…Dan aku semakin dalam tenggelam dalam lamunanku.

Nafas latri mulai teratur, dinginnya AC di kamarnya mengeringkan keringat kami dengan cepat. Dan sejuknya seakan membius tubuh lelah kami. Tak seberapa lama, aku sudah mendengar desisan halus nafas latri. Rupanya latri sudah tertidur. Ndablek juga cewe satu ini! Padahal… Ah…

Dan aku mempererat pelukanku

Hangat…
---

Epilog
Saat ini latri ada di sebuah kota di luar propinsi yang kami tinggali, menyelesaikan kuliah manajemennya. Dengan biaya kami tentunya. Dia cukup dapat mengikuti mata kuliahnya walau masuk dengan ijazah SMA persamaan, dan kami semua bangga dengannya. Aku hanya sekali itu melakukan hubungan itim dengannya, karena itulah bisa di bilang hubungan kami malah jauh semakin akrab tapi sejauh ini juga tidak ada di antara kami yang menyatakan perasaan. Kadang, kalau ada kesempatan kami hanya berpelukan, Latri sering minta peluk, katanya pelukanku hangat dan nyaman. Kami saling menghormati sebagai dua individu dewasa.

Aku mencintai istriku, latri tahu itu, tetapi aku juga mencintai latri, dan aku kira latri juga tahu itu. Walau kata kata cinta tak pernah terlontar secara verbal dari mulutku. Setiap kutanyakan apa dia sudah punya pacar, latri hanya bilang dia sudah memiliki seseorang yang sangat berarti. Tapi aku tidak berani otomatis mengasumsikan orang itu adalah aku. Aku selalu menganggap cintaku bertepuk sebelah tangan kepadanya. Dan itu aku kira bagus. Menjagaku untuk tidak bertindak nekad dan melamarnya. Wedew, parah kalo itu sampe terjadi!

Hubunganku dengan istriku pun sejauh ini baik baik saja, membaik bahkan. Komunikasi kami juga semakin intens. Everything is fine between us.

Mbak yun akhirnya menikah lagi, dan sekarang sedang hamil anak ke tiganya dari suaminya yang ke dua. Semenjak dia kembali ke kampung, balik lagi ke kotaku, bekerja di sana sampai dia menikah lagi, terhitung hanya beberapa kali kami melakukan persetubuhan, tanpa komitmen dan hanya untuk penyaluran kebutuhan, kami berdua sudah dewasa dan kami menyadari benar pentingnya pemenuhan kebutuhan sexual itu. Lalu kami memutuskan untuk mengakhirinya, demi masa depan kami sendiri.

Rika?
Si ahli manipulasi itu sampai sekarang belum banyak berubah, baik wajahnya, lekuk tubuhnya, maupun kelakuannya. Bulan lalu aku menuruti keinginannya, membelikannya sebuah mobil Toyota Yaris, aku beliin second sih tapi dia sudah OK kok dengan itu. Kenapa aku sampai bela belain beliin dia mobil? Ya karena dia adikku, walau adik ipar tepatnya. Tapi aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri.

OK! Kalau suhu memaksa pengin tahu: ada suatu kejadian sehingga dia bisa ‘memaksaku’ membelikannya. PUAS?!

Posted at 12:13 pm by pohonmangga
Make a comment  

Thursday, March 07, 2013
dgn adik sepupu smp

Perkenalkan nama gw aldy...ini postingan pertama gw gan..(Asli.. Anti copas)
gw punya sodara jauh mmmm... bisa dibilang adik sepupu gw namanya NUR< dia ga cantik tp punya wajah yg napsuin kaya bintang" bokep.. rambutnya panjang, kulitnya sawo matang kulit indonesia bgt dan yg paling penting tubuhnya wangi bgt.... gw dah lama bgt kenal dia dari kecil... waktu dia masih sd gw ga ada napsu"nye walaupun dia sering mandi bugil didepan gw.... yahhh namanya juga bocah toketnya jg blom ada, gw biasa aja ngeliatnya... gw emang cukup deket sama dia bahkan dia sering minta diajarin ngerjain PR sama gw klo gw lagi ga ngapa"in... kadang dia cuma pake tanktop n ga pake bh yg klo diliat" pentil toketnya udah numbuh tapi masih kecil bgt dan dia jg pake celana pendek bgt... kadang klo dia lagi duduk bersila, gue bisa ngintip selangkanga nya yg masih belum ada bulu sama sekali... gw jd konak bgt klo dah ngeliat memeknya yg merah.... tp gw ga bisa ngapa"in yaa soalnya dia masih kecl bgt... kasian klo di apa'"in nanti nangis lagi...

waktu terus berlalu sampe akhirnya dia sudah SMP kelas 2... tubuhnya semakin bagus...kulitnya semakin eksotis... yaahh klo di liat" mirip sama ririn dehh artis sinetron yg manis bgt kl dah senyum.... dan dia semakin dekat aja sama gue pastinya... gue ga tau klo dia suka apa ngga sama gue... kadang dia sms gue dengan panggilan sayank... tp gw anggep biasa aje.... gue jd semakin penasaran aja ama si nur sepupu gw yg makin cantik ini... setiap pulang sekolah dia pasti mampir kesini ke rumah gw cuma pengen mampir aja katanya... n mau maen sama ade gw yg masih kecil... dia dateng dengan senyum manisnya sambil manggil gw...
kakakk... lagi ngapain sih dikamar aja emang ga ke kampus kak?
engga nur lagi libur... km udah pulang?
iya kak... ehh kak aq gerah bgt nih... aq minjem kamar kakak donk aku mau mandi trus ganti baju dikamar kakak...
owhh pake aja...
kakak jangan ngintip yahh.. hehee...
halaaahhh lagian kakak udah sering mandiin kamu waktu kamu kecil koq kakak udah tau dalemnya hahaa..
ihhh kakak mahh.. aku kan malu... tapi itukan dulu kak.. klo sekarang mah beda donk...
hehe.. iya beda dehh.. tambah gede...
hahh kak apanya yg gede..???
ngga... (aduuhh keceplosan gue..) ituu... mmmm... badannya tambah gede.. hehee.. dulu kan masih kecil... hehee... fiuuuuhhh....
hahaa.. kakak bisa aja nih... yaudah aku pinjem kamar kakak dulu yahh.....
Ok...

dan dia pun masuk kamar gue,... kebetulan dirumah sepi.. gue jadi sange ga karuan saat dia masuk kamar gue... gilaa kapan lagi ada kesempatan berdua kayak gini.... akal setan gue bermain gue langsung ngambil bangku tros naek plafon pelan" buat ngintip sepupu gw ini.... dan akhirnya gue udah bisa liat dia jelas banget... dia masuk kamar due dan tiduran sebentar dikasur gue... sambil menggeliat geliat badannya yg bagus itu semakin bertambah seksi... perutnya pusernya terangkat keatas... aahhhhh gue jadi konak liatnya... dia mulai membuka seragam smpnya... satu persatu kancingnya dia buka semakin terlihat putih tubuhnya... mmhhh.. seandainya bisa gue ciumin tubuh ya... oohhhh.. gw jadi makin konak gini.... dia pun membuka smua bajunya nur hanya memakai tanktop kuning.. ahhh seksi banget adik sepupu gue ini... dia buka jg roknya... kini dia tinggal memakai celana dalem putih... wow ceplakan belahan memeknya terlihat samar" dari tempat gue liat... tiba" gue mikir... aduuuuhh goblok banget kenapa gue ga rekam aje si nur pas mandi an gue jadi bisa coli kapan aja sambil liat tubuh dia... tp gue binging kamera DSLR gue ada dikamar gue,... mau gak mau gue harus ambl dulu... dan gue pun turun dari plafon di atas loteng langsung gue mengetuk pintu kamar gue... nurrr... nurrr...??
ada apa kakk... aku belum selesai baru jg masuuk...!
ga koq kaka cuma mau ngambil kunci motor sebentar...( gue spiik klo gue bilang ngambil kamera bisa curiga dia...
bentarr kak...
ketika dia buka .. dia masih pake tanktop doank dan bawahnya ditutup handuk...
duuhh maaf ya nur kakak harus balikin kamera temen kakak tadi dia nelfn katanya mau dipake...
ok gpp koq kak... kakak mau pergi bawa kunci mtor... ? ga jadi katanya ntar dia yg kesini ngambl kameranya...
owh yaudah aq mandi dulu ya kak...
oke... nur kamu tambah cantik aja klo pake tanktop gini.. hehe
kakak suka yaa ?
hehee iya kakak suka koq liat kmu kayak gni tambah manis...
masa sih kak ? hayoo kakak napsu yaa sama aku?? ngaku hayooo...???
hehe,... dikit... wkwkwwk yaudah mandi sono ntar kakak cium lohh..
idiiihhhh enak aja... weeeeee......
pintu pun ditutup nya... gue langsung naik ke atas plafon lagi untuk merekam bidadar manis ini... uhhh... kontol gue ngaceng lagi nihh....

gue pun menyalakan kamera gue... setting auto.. rekaman video siap... dia membuka tanktopnya... ketika tangannya terangkat keatas... gue zoom kamera kearak ketiaknya uhh mulus banget belum ada bulunya sama sekali... gue jadi napsu banget liatnya... pengen banget gue hirup dan gue jilat" ketiaknya pasti nkmat banget tuhh... tanpa terasa gue sambil ngocok... nur pun membuka celananya ooochhh... memeknya pun masih bersih... ga ada bulunya sama sekali... gue zooom ke ara memeknya.. dammmn... memeknya tembem mulus banget... coba aja bisa gue jilat udah gue isep" tuhh itilnya yg masih imut banget...

dia pun mandi dan menggsok semua tubuhnya sambil sesekali dia memilin" puting nya hahaa.. nampakya dia menkmati sentuhannya sendiri... tiba" dia duduk dilantai kamarmandi... dia sampoan ketika dia sedang menggosok rambutnya saat itulah posisi paling seksi dari eorang cewe bagi gue.... toketnya terlihat jelas.. belum besar tapi kenceng banget... dengan puting yg masih merah kecoklatan dengan tangannya yg terangkat ketiaknya yang bersih dan mulus itu pun terlihat jelas... putih... muluss serta dengan sisa bekas lipatan" diketiaknya yang makin bikin gue sange sama sepupu gw ini....

dammmn dia kemudian menggosok" memeknya sendiri sambil duduk dia meggesek"kan itilnya... disambut dengan meremas serta memilin" putingnya yg semakin tegang karena sentuhannya sendiri... oooccchhhh aaaaccchhhh.... aacchhh... SIALLL dia masturbasi dikamar mandi gue... klo dia lagi sange kenapa ga ngewe aja sama gue... shiitt... dia emakin memasukan jarinya kedalam memeknya aaaaaccchhhhkkkkk aaacckkhhkhhhhhh.... nafasnya tersengal- sengal.. nampaknya dia aka mengalami orgasme... gue langsung ngocok kontol gue semakin ceoatt dann dann... aaccchhhkkkk gila gue pengen muncraat gue pengen sampeee... aaacchhhhh aacchhhh nur pun menggeliat ga karan dikamar mandi sambil menjepit pahanya dann AAACCHHHHHHHHHHHHHHH...................... dia orgasme bersamaan dengan gue muncrat... yessss gue dah rekam semuanya... gue bisa coli kapan aja sambil bayangin tubuh dia yg masih ranum itu... tp gw ber fikir kenapa ga gue ajak ML aja sekalian si nur..... hmm tai nanti lah gue masih nunggu waktu yang tepat....!! byuuurrrr.... byuuurrrrr....... dia pun melanjutkan mandinya....

gue save videonya sipp... buat bacol (bahan coli) pribadi gue... gadis yg selama ini gue tahan" napsu ke dia... uhhhh... gue harus bisa ngentot si nur... tp gw mash bngung cara bujuknya...... ahh biarin aja suatu saat klo waktunya tepat gue pasti bisa bujuk dia apalagi gue udah tau dia punya nafsu yg gede juga...

kaakk... makasihh ya aku udah elesai nih kak... mandinya... terlihat senyum sumringah di bibirnya... menandakan kepuasan atas masturbasinya tadi... koq kamu masih pake tanktop nur...
iyaa.. kan tadi kakak suka katanya.. hehee..
wahh kamu godain kakak yaa..? klo kakak napsu gmna?
haha... coba aja klo berani.. hehee..
kak orang rumah pada kemana?
lagi pada kondangan bentar lagi juga pulang...
owhh kamu liburan sekolah kapan?
sabtu bsok aq ambil raport kak.. mulai senin aq libur 2 minngu...
km ga ada acara kemana"?
belum kak... kakak ajakin nur maen donk..
owhh gampang... gmna klo sabtu bsok kita kepuncak yuuk... tp jngan bilang mama papa klo perginya kepuncak nanti ga dibolehin..
owhhh gampang nanti aq bilang klo aq nginep dirumah temen...
ok nanti sms aq ya kak...
oke...

hari sabtupun tiba...
nur jadi ga ke puncak sama kakak...?

ohh iya.. tp nur boleh bawa temen ga kak?

ga usah nur... kita berdua aja lebih seru loh klo rame" ga asyiik..

owwhh... hayoo kakak mau ngapain sama nurr? nanti nur di apa"in lagi... hhee

yahh dikit doank... hehe becanda.. ya nggak lahh..

hehe klo di apa"in jg gpp koq.. hehe asal enak aja... hahaaa..

tenang nanti kaka bikin kamunya enak..

apaan tuhh kak?

nanti aja kamu pasti suka... ok bye abis maghrib kakak tunggu kamu di depan gang ya...
oke kakak...

gue pun memacu motor gue... dengan segala persiapan stamina pastinya gue harus bisa ngentot dia malem ini...
dia pun datang denga selana levis dan tanktop kuning dibalut jaket hirtam... uhh makin dewasa aja keliatannya.. padahal msaih smp.. kak,, aq cakep ga? woow kamu bidadari kakak malam ini kamu cantik luar biasa... yaudah ayuuk naik.. dan kita pun sampai sekitar pukul sepuluh malam...
kak sepi banget sihh... gpp kan jadi seru nur..
ihh kak apa" an sihh nur takut..
tenang ada kakak yg jagain kamu...

gue masuk kamar dan semua udah dipersiapin... gue kasih dia makan... sambil nonton film... kak bobonya bareng yahh nur takut... ok tenang kakak kelonin kamu dehh../ ihhh kakak nakal yahh.. hehe.. malam pun semakin larut gue membuka pembicaraan

nur kamu pernah nonton bokep ga?
hah.. pernah sihh koq kakak tau..?
yaa kakak nebak" aja... gmna klo skrng kita nonton bokep bareng mau ga?
kaka emang bawa kasetnya?
iya kakak bawa nih...
ihh kakak nakal yahh.. tapi nur jangan di apa"in yahh... hehe iyaaa tergantung.. hhe..
tergnatung apanya kak?
tergantung km pengen diajarin apa engga?
hahaa kakak mah bisa aja nih,,...

dan gue pun menyetel bokep amerika yg bernama zoey kush bintang bokep amerika yg masih muda.... tp desahannya mantap toketnya masih kecil dengan rambut panjang persis seperti bidadari di sebelah gue.. yg sebentar lagi gue exe..

gue melihat nur dengan muka merangsangnya... dia ga bisa nyembunyiin nafsu nya didepan gue.... nurr klo gerah buka aja jaketnya..
iya kak aq buka yahh....
dia pun membuka jaketnya dan hanya memakai tanktop kunng dan tubuhnya semakin seksi...... aduuhh gue konak lagi...
kak kakak. pernah kayak gitu blom?
hehe emang kenapa?
gpp..nanya doank...
nur mau kkak ajarin ga?
hah nur takut kak...
takut kenapa..?
nur takut sakit..
lahh kamu liat aja diflm itu cwenya ke enakan gitu koq...
Iya sihh... Tp gmna yahh... !!!

gue pun langsung membuka celana boxer gue... gue yakin banget dia pasti udah sange banget... klo pun dia nolak gue bakal ngeluarin jurus kedua yaitu anceman klo gue bakal nyebarin video bugil yg gue rekam kemarin...
ihh... kak nr maluu.. ihh gede bangett..
iya pegang aja nur gpp koq...
gue pun membimbing tangannya yg mulus wat megang kontol gue...
ahhhh... iya nur.. di elus" biar tambah ngaceng...
ihh kak jadi gede bgt sihh nur takutt... Emang enak ya kak dikocok" gini..
Iyahhh... Ahhhh... Terusss aahhhh...
aacchhhh....
nur sep kaya di film itu...
Ihhh.. Ga mau kak... Jijik..
Ayo donk sayang... Kk dah pengen bgt nihh...

Gue pun membimbing nya untuk turun menghisap kontol gue.. Dia masih malu" buat. Ngulum nya maka gw memancing nafsu nya lewat sentuhan ke arah toketnya... Tangan gw masuk lewat celah tangtop langsung gw sergap toketnya yg masih baru tumbuh itu... Gw pilin" puting nya... Sambil gw remes lembut...
Aaacchhhhh... Kakak... Toket nur di apain.. Geli kak... Jangan aaacchhh...
Gw tetep maksa.. Gw pilin" terus toketnya ... Dan ga rasakan putingnya semakin mengeras... Aacchhh... Nikmatin aja nur.. Ntar enak koq...
Aacchhhhhh... Kak... Aaaacchhhhhh... Kakak aduuhh... Mmhhhhh... aduuuhhhhh... kak.... geli bgt tauu.. aaacchhh...
Gue tarik dia ke atas.. Gw dudukin disamping gue...
gue pun mengankat tangan kanan nya... mhhh... gue napsu bgt klo liat ketiaknya yg masih mulus tanpa bulu sehelai pun... gue pun membenamkan wajah gue keketeknya... gue hirup aroma seksinya... mmmmuuuaacchh... gue jilat setiap pori" kulit ketiaknya.. gue sedot" mmhh.. kakak suka bgt ketek km nurr... aacchhh...
aduuhh kak koq ketek nur di jilatin sihh... aaccchhh geli kakk... nur ga kuat.. aaduuhhhhh aaaaccchhhh.. kak udahh kak.. geli bgt aduuhh.... gue tetep menjilat jilat ketiaknya sampe nur menggelijang menikmati sensasi gelinya... gantian nur yg satu lagi yahh..
Kakakkk,... Aaacchhhhh... Geli kak,.. Udahhh aaacchhh.... Ampun kak nur ga kuat klo di jilatin gini... Stooop... Aaacchhhhh... Entot nur aja kak... Entot nur sekarangg.... Aaacchhhhh.....

gue pun menelentangi nya gue tidurin sambil gue angkat kedua tangannya sehingga terpampanglah kedua ketiak mulusnya di hadapan gue... mmmuuaaacchhh gue jilatin lagi yg kiri sambil gue pilin" terus puting toketnya yg semakin mengeras...
aaacchhhh... Dari dulu kak suka liat ketek km sayang... Ketek km seksi.. Selalu bikin kk napsu... Sekarang kk pengen jilatin kk suka sayang...
Aaacchhhh.. Ya udahh klo kk suka gpp... Aaaachhhh jilatiin ajaahhh.. Accchhhh... Aaacchhhhhhhhh.. Terusss kak... Jilatin sepuas kk... Terussss... Aaaacchhhhhhh....

nur kaka buka yah tanktopnya..
iya kak.....cepet kak... Nur pengen di entot sama kk... Cepetan kaaak... Acchhhhh...

gue angkat tanktopnya keatas.. woow gila toketnya masih kecil bgt pentilnya jg masih merahh.. Pentilnya mancung karena dari tadi gw pilin" sampe dia sange...

langsung aja gue kenyot" perlahan gua jilat" aaccchhhh.. kakak enakk kak.. koq enak bgt sihh.. aaaccchhh teruss kak... adduuhhh yaaahh yaahhhhh,... aacckkkkkkghhhhhhhh..... gue pun buka baju dan celana gue... gue pelorotin juga celana dalemnya nur... uhhh udah basah coyy punya diaa...
gue pandangi tubuh mulus nya dari atas sampe bawah.. memek yg masih bersih tanpa bulu... Terlihat kacang itilnya yg merah...

aaccchhh gila akhirnya gue bisa ngewe si nur jg.... langsung gue tindihin dia gue lumat bibirnya,... gue isep" lidahnya... mmmhhh... Mmmmmmmhhhhhh.... Kakak... Mmmmhhhh.... Gw lumat bibirnya ga gw kasih ampun,,, maklum udah sange berat...

ciuman gue turun ke lehernya gue jilat " aaaccchhh.. geli kakk.. aaccchhhh... telinganya pun gue lumat... aaaccchhh... adduuuhhh kak.... nur ga kuat kaak aaaduhh.. aaaaccchhhh.... gue semakin napsu denger erangannya... gue jilatin seluruh tubuhnya.. lidah gue menelusuri setiap lekuk tubuhnya.. duhhh kak nur gelii.. jngan jilatin nur kaak.... aaccchhhhhh... accchhh.. giuman gue makin turun ke perutnya... gue cium gue raba" dan akhirnya gue mambuka selangkangannya lebar"... aacchhhhh...
gila memeknya bagus bgt.. langsung aaja gue julurin lidah gue... gue isep" itilnya sampe mengeras... aaaaccchhhhh... aduuuhh kakk memek nur di apain.. kak aaaaaccchhh... gue terus menjilat memeknya sampe makin tebel dan memerah... aaccchhh adduuhh kkk. kaaaakk.. nur MAUUU KAAAK.. NURRR PIPISSS KAAAK... AKKKKHHHHHHHHHHHHHHH.... ACCCHHHHHHH....

memeknya pun berkedut" menandakan dia sudah orgasme... tapi gue terus menjilat" memeknya sampe dia menggelijang ga karuan.. menahan kenikmatan yg baru pertama kali dia rasakan dari gue...

AAACCCCHHHHHH kak enak bangeeeeet.... enak bangeeet kaaaakk..... skrng gue nunggingin dia dari belakang gue bisa ngeliat dengan jelas memek merahnya dan lubang anusnya... owwhhh.. pemandangan yg bikin gue konak abiss... gue jilat lagi memeknya... sambil tangan gue meremas " toketnya dan kali ini gue juga mulai menjilat anusnya... gue jilat perlahan diantara memek dan anusnya... ketika lidah gue sudah tepat di lubang anusnya gue jilat sekitar lubangnya sambil gue tekan itil memeknya pake jempol gue... lalu gue mulai menjilat tepat dilubang anusnya yg makin mengkerut... aaaaaccccchhhhhhhhhh.... kk koq lobang pantatnya dijilat juga sih kak.. geli tauu aaaaccchhhhhh... kakak jangan kaak aaaccchhhh aaccccchhh... aaaacccchhh..
Tubuh nya bergetar hebat saat lidah gue mnyapu lubang anusnya... Nur mencengkram kuat sprei kasur... Wajahnya mendongak ke atas... Tubuhnya meliuk"... Aaaccchhhhhhh....ka kak entot nur sekarang kak.. ayooo nur ga kuat klo dijilatin teruss aaaacccchhhhhhh....

setelah gue puas menikmati gue akhirnya ga tahan juga pengen masukin kontol gue kememeknya.. gue kenbali menelentangkan nur dan gue membuka lebar" pahanya.. kak pelan" yahh...
iyaaahh.. Aacchhhhh... Ayo kak kita ngentot kaak... Achhhhh...
Dengan nada manjanya gw semakin napsu aja nih...

gue pun mulai menggesek" kontol gue ke memeknya yg makin basah.... gue gesek" keatas kebawahh... aaaccch nikmat bgt memeknya masih sempit nihh... aaaaacccchhh kak masukin kak... ayoo kak entot nur kak...
yahh kakak masukin yahh...
gue masukin pelan pelan aaccchhhhhhh gila sempit bgt memek km nurr... accchenak.. iyaa teruss kak.. terusss....
tahan ya nurr... gue teken makin dalemm.. makin dalem...... aaaccchhhhh.... aachhhhh aduu kk perihh kak...
tahan nur ntar lama" enak koq.. gue biarin kontol gue didalem memek nur... sampe memeknya terbiasa.. gue goyang pelan" maju mundur.. aaaccchhhhh aaccchhhh... yeessss enakk kakk ayo kak teruss yaahh enak kak... adduuhh enak bgt sih ngentot sama kakak... aaccchhhhhhh aacchhhhh.... gue peluk dia gue isep pentilnya... sambil gue genjot memeknya makin cepet,,,.... aacccchhhhhhhhhhh kakakk.... aawwwhhh... nur mau keluar lagi kak... kakk... nur KELUAAARRRRRR.... aaaaacccchhhh kak nurr keluaaarr.. AACCCCHHHHHHHHHHHH... ACCCHHHH.... udah kak jngan di genjot teruss kak... aduuh kak nur koq keluar terus sih kak.. Tubuhnya kembali bergetar hebat... Matanya terpejam... Dan pinggulnya terangkat... Seakan ingin merasakan lebihh dalam....
adduuhh... Aadduuuhhhh.... aaaaccchhhhh... aaaaaaaccchh...... AAAAAAAACCCCcChHHHhHHHHhHHh... Nurrr muunncrrraaatttt kakakkkk.. Memek nuurrrr aaaaacchhh......
Gue menikmati empotan memeknya...berkedut" seakan ingin menghisap habis kontol gue...
Aaaahhhhhh... Terusss sayaaang.... Nikmatiiin... Iyaaahh... Keluariinn yg banyaakkk....
Nur pun terdiam... Sambil tubuhnya bergetar sesekali... Gw yakin gw bakal bisa entot dia terus.. Setelah dia tau nikmatnya kontol gw....

Setelah istirahat sejenak... Gw lanjutin lagi...
gue angkat si nur gue trus dudukin di meja gue kangkangin... gue arahin lagi kontol gue.... aaaccchhhhh kkak enak kak... aacccchhh iya nurr kakak juga enak nih ngewe kamu.... aaaccchhh..... acccchhhhh.... KAKAK.. NUR SAMPE LAGI NIHHHH... kakak.. nurr keluaaarr nurrrr KELUAAAAArRRRRRRR.....
aaaaccccccccccccccchhhhhhhhh ACCCCCCCHHHHHHHHHHH.... badanya meliuk" menikmati nikmatnya orgasme yg dia rasakan... kak ayo keluarin kak... nur capeee..

yaudah skrng kkakak keluarin yahh km nungging nur...
iya kak... nih kak sodok lagi memek aku kak... ayo kak....
gue pun menempelkan kontol gue tepat dimemeknya.... jleeebb.. kali ini langsung masuk karena udah licin bgt... aaaccchhhhhh gila makin enak aja memek km nurr.. aaccchhh accchhhhh.... oowwwhhh... aaccchhh... terus kaak teruussss... gue peluk nur dari belakang.. gue remes " toketnya.... aaacccckkk kak... teruuss kakk.... aaaccckkk enak bgt dientot kayak gini kak,,... nur pengen di entot terus sama kakak... aaaccckkkkkkkhhhhhhhhhhhh..... kakakk... aku mau keluaarrrr AKU MAU KELUAARRR LAGI KAKK...... TAHAN NURRR KAKAK JUGA MAU KELUAR NIHHH.. HHHMMMFFFFFFFFFTTTTT.... HHHAAAAAAA..... AAAAAACCCCCCCCHHHHHHH... AYO KAK PUTER" PENTILNYA KAK... PUTER" KAAKK ENAKK AAACCCHHHH NURRRR KAKAK MUNRAATTT NIHH KAKAK MUNCRAAATTT.... ACCCCCCCCCCKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHH......... AAAAAACCCCCCCHHHHHHHHH... KONTOLGUE NYEMPROT" DIMEMEKNYAA NURR.. AACCCCCCCCCCHHHHHHHHH.. IYAAA KAK.. NUR JUGA KELUAR MIHHH...A AACCCCCCCCCHHHHHHHHH AACCCCHHHHHHHH ENNNNNNNNAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK,,,...ENNAAAAAAAAAAK KKKK KAKAKKKKK... AAAAAACCCCCCCCCCCHHHHHHHHHH.....

gue pun ambruk sambil memeluknya... aaahh enak bgt sih nur ngewe sama kamu..
iya kak... nur pengen diewe terus deh sama kakak...
iya tenang aja kakak pasti layanin kamu terus nur yg penting ini rahasia kita jngan sampe ada yg tau yaa...
iya kak... nur sayang kakak...

di villa itu enttah udah berapal kali gue ewe nur di kamar mandi.. ruang tamu...di villa itu setiap tempat gue passti jadiin tempat buat nikmatin tubuh mungil nya... Dan gw yakin adik sepupu gw ini hyper jg... Dia bisa orgasme berkali".... Mantaabb...

Ehhh kakak... Aku pernah liat bokep klo cewenya di sodok lewat pantat... Emang enak kak???
Yaa buat kk sih pasti enak... Tp buat km sakit... Tp lama" jg enak koq klo udah biasa...
Masa sihh kak.. Nur pengen nyoba kak...!!! Pinta nya memelas...
Bener nihh... Aduhhh... Kk jd pengen lagi nihhh.... Km kuat jg yahh ngewenya...
Heheee... Iya abisnya kontol kk gede bgt... enakk lagii... Memek nur pengen terus disodok kakaakkk...
Iyaaa... Nanti dirumah klo sepi kita lanjutin yahhh...
ASYIIIIikKK.... Masukin ke lobang pantat nur ya kakak... Nur pengen nyoba...
Ok sippp....

Posted at 04:21 pm by pohonmangga
Make a comment  

andin kecilku

Namaku Idan. Umurku 33 tahun. Sementara isteriku, Santi, 26 tahun.

Sejak menikah 2 tahun lalu, pernikahan kami terasa bahagia. Demikian juga dengan kehidupan seks. Isteriku yang cantik selalu memuaskan. Sampai saat ini setidaknya kami bercinta 2-3 kali dalam seminggu.

Namun sebagai laki laki, kadang aku memiliki fantasi seks. Dan fantasiku makin menjadi jadi saat pembantuku Marni membawa anaknya dari kampung yang baru berumur 12 tahun, Andin.

Andi baru lulus SD dan Marni membawanya ke Bandung untuk meneruskan SMP. Aku dan isteriku setuju saja. Hitung hitung membantu Marni agar anaknya mendapat pendidikan yg lebih baik. Dan aku udah menjanjikan seluruh biaya pendidikannya kutanggung.

Saat pertama melihat Andi aku memang udah tertarik. Anak ini cantik sekali. Kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya sipit tapi rada belo mirip Agnes Monica. Lalu aku suka membayangkan susunya yang baru tumbuh dengan putingnya yang kecil, atau memek anak anaknya yang pasti masih imut imut.

Aku mencoba menekan fantasi itu, terlebih Andin masih anak anak. Tapi makin kutekan fantasiku makin menjadi jadi. Aku tak kuat membayangkan saat kontolku yang gede menerabas memeknya yang mungil itu. Tak terbayang betapa enaknya. Dan setiap membayangkan kontolku langsung tegak mengeras.

Lama lama aku tak tahan juga. Akhirnya sore itu sehabis pulang kerja dan kebetulan isteriku lagi ga ada di rumah, karena dinas luar kota selama 3 hari, aku datangi Marni dan ngobrol dengannya. Pertama aku mengucapan terima kasih karena aku nilai pekerjaan Marni bagus dan rajin. Berikutnya tak lupa aku memuji kecantikan Marni dan Andin. Walaupun ga dipoles apa apa tapi ibu dan anak itu memang cantik. Dan akhirnya aku mengutarakan niatku ingin bercinta dengan Andin.

Seketika Marni terlihat kaget. Mukanya memerah. "Yang bener Pak? Andin kan masih kecil banget. Belum tau apa apa... Baru lulus SD..." Ujar Marni gemetar.

"Iya Marni aku tau. Maafkan aku Marni. Ini memang fantasiku dan aku tidak memaksa. Tapi tolong pertimbangkan kasian kontolku yang selalu tegang melihat anakmu yang cantik itu," ujarku dengan bahasa vulgar biar Marni tau bagaimana gairahku.

Marni terdiam lama. "Baiklah Pak, kasih kesempatan Marni untuk berpikir ya. Besok Marni bilang sama Bapak." Aku pun tersenyum dan mengangguk.

***

Besoknya Marni menepati janji menemuiku. "Pak, Marni udah pikirkan. Bapak dan ibu itu baik banget ama Marni. Segalanya dikasih, Andi pun mau disekolahkan, jadi Marni tak kuasa untuk menolak. Tapi kalau boleh Marni menawar, bolehkan ama Marni aja Pak jangan ama Andi... Dia kan masih kecil..."

Aku berpikir sejenak. "Mar, bukannya aku tak ingin dengan kamu. Tapi... Aku terobesi bercinta ama Andin...."

Kali ini Marni yang berpikir. "Baiklah Pak kalau begitu. Marni coba panggil Andinnya. Tapi saat Bapak mencoba bercinta Marni ikut lihat ya dan kalau Andin kesakitan jangan diteruskan...."

"Asiiikkkkk...." Ujarku girang. "Kamu memang baik Mar. Iya oke, ga apa apa sambil dilihat..." Aku pun memeluk Marni sakit girangnya. Saat memeluk terasa gumpalan susu marni menekan di dadaku, masih terasa kenyal juga dadanya.

Tak lama kemudian Marni datang lagi bersama anaknya, Andin ke kamarku. Anak itu memang cantik sekali dan ngegemesin. Apalagi sekarang dia pake rok mini warna kuning di atas lutut. Sementara atasannya kaos ketat warna putih.

Habis kututup pintu, aku duduk berdua dengan Andin di atas kasur, sementara marni duduk di kursi rias isteriku. Lalu Andin ku ajak ngobrol, soal belajar yang harus rajin dll. Sampai kemudian pertanyaan mulai menjurus.

"Andin cantik banget ya..."
"Om juga ganteng..."
"Hehe bisa aja kamu..."
"Eh din.. Boleh bantu om ngga?"
"Bantu apa om?"
"Kamu tau tau kan kontol Din? Kamu boleh bantu kontol om dielus elus ga? Soalnya pegel..." Ucapku sekenanya.
"Iya tau om.. Tapi itu kan ga boleh..."
"Ga apa apa Din coba aja..."

Tanpa menunggu jawaban Andin, aku segera memelorotkan celana panjangku hingga kini tinggal celana dalam dan atasan. Lalu kupelorotkan celana dalam. Tampak kontolku yang masih tertidur dengan bulu bulunya yang ga terlalu panjang karna sudah dipotong.

Lalu kupapah tangan kanan Andin yang masih mungil itu untuk menyentuh kontolku. Kulihat Andi ragu ragu. Tapi akhirnya tangan mungil itu menyentuh juga. Hanya hitungan beberapa detik aja kontolku berdiri tegak.

"Tuh kan sekarang jadi gede... Coba ya Din dielus elus.." Ujarku dengan mata mulai merem melek keenakan. Fantasi kontolku dielus elus tangan mungil kini jadi kenyataan. Kontolku semakin tegang dan keras. Birahiku pun makin meninggi. Lalu aku pun menanggalkan seluruh pakaianku. Bugil. Sementara Andi terus mengelus ngelus kontolku.

"Din buka dong bajunya kaya om.." Pintaku. Andin kelihatan ragu ragu, lalu melihat ibunya. Marni tersenyum sambil menanggung lalu mendekati Andin. Tanpa kuduga Marni sendiri yang membuka kaosnya Andi sentra bra kecilnya.

Dan luar biasa. Bener bener pemandangan langka. Susu yang baru tumbuh dengan puting kecilnya berwarna coklat memerah. Kontolku dibuat kencang aja dibuatnya. Aku pun tak sabar untuk merabanya.

"Om..." Bisi Andin saat kusentuh putihnya. Sepertinya anak sekecil Andi merasakan pula sensasi geli yang dibuatnya. Aku semakin gemas aja memainkan putingnya. Tak sabar aku pun berlutut di depan Andi yang duduk di pinggir ranjang dan mulai ngemut putingnya yang kecil itu. "Om....L bisiknya lagi. Sementara itu, Marni dengan serus memperhatikan permainan kami dari pinggir.

Rasanya birahiku makin menggebu gebu. "Din.. Boleh ga Andin ngemut kontol Om kaya om ngemut puting kamu tadi?" Pintaku.

Tanpa menunggu lama Andin setengah berlutut didepanku dan meraih kontolku untuk dimasukan ke mulutnya. Kepala kontolku mulai masuk ke mulut Andin yang mungil. "Ahh Andinn... Mainin lidahmu di kontol Om..."

"Ahhh terus Dinn..." Andin mulai memainkan lindahnya. Aku pun makin kegelian. Kontolku yang gede hanya seperempatnya aja masuk mulut Andin. Hampir 10 menit kontolku dimanjakan pilinan lidah Andin. Aku makin nafsu saja.

Kuangkat badan Andi sampai berdiri. Tanpa ku berkata lagi kulucuti roknya. Nampak kini CD mungilnya berwarna merah. "Kubuka ya CDnya Mar?" Tanyaku pada ibunya untuk meyakinkan dia sudah rela atau belum. Dan Marni pun mengangguk sambil tersenyum.

Segera saja kubuka CD itu. Kini di depan mukaku terlihat jelas memek mungil yang indah itu. Masih putih bersih dengan lubangnya yang kecil. Kuangkat Andi dan kurebahkan di kasur. Lalu ku berbaring di sampingnya. Aku kembali menjilati putingnya sambil tanganku mulai meraba memeknya. Sedikit demi sedikit jariku kumasukkan ke dalam memeknya dan kumainkan. Kucari cari kelentitnya dan terus kugerakkan. "Ommmm...." Bisikan Andin semakin jelas. Dan jariku pun mulai terasa basah. Ternyata anak sekecil Andin sudah bisa merasakan rangsangan seksual dan kini dia sedang merasakan enaknya. Aku pun semakin tak kuat untuk segera memasukkan kontolku ke memeknya.

Aku pun segera bangkit dan kini sudah di atas tubuh Andin. Lalu mulai kuarahkan kontolku ke memeknya. Dari pinggir Marni mulai menggam tangan anaknya sambil berujar kepadaku, "pelan pelan ya Pak..."

Kini kepala kontolku sudah berada di bibir memeknya Andi lalu kutekan perlahan lahan. "Ommmm...." Erangnya. Tangannya mulai mencengkram tangan ibunya. Lalu kutekan lagi kontolu hingga kepalanya kini seluruhnya sudah terbenam. "Ommmmm....." Andin semakin mengerang. Tangannya pun semakin mencengkram. Ibunya nampak mulai khawatir.

Sementara kontolku mendapat sensasi yang luar biasa. Lubang memek Andi memang masih sangat kecil. Kontolku dihimpit luar biasa. Ingin rasanya aku segera memasukkan seluruhnya. Tapi aku masih sadar ini pertama kali memek kecil itu dimasuki kontol dan aku harus hati hati.

Lalu kumasukkan lagi lebih ke dalam kontolku. "Ibuuuuuuuuu...." Jerit Andin.

"Pak Pak udah Pak..." Marni kaget. "Din kamu sakit sayang? Mau udahan?" Tanya Marni.

"Ga apa apa Bu, Om nya lebih pelan aja..." Ujar Andin lirih.

Hatiku lega. Kini kumasukkan lagi kontolku dan tiga per empat kontolku sudah terbenam. Kontolku yang besar dan panjang rasanya tak akan bisa masuk seluruhnya. Makanya setelah tiga per empat aku tak memaksakan lagi kini aku hanya tinggal memaju mundurkan.

"Ooommmm......" Desah Andin. Aku tahu Andin mulai merasakan nikmatnya. Aku pun semakin terbakar birahiku. Kumaju mundurkan kontolku.

"Oommmmmmmmmmm....." Andin makin meracau. Tubuhku pun semakin dijalari kenikmatan. Air pejuh rasanya makin terdesak ke ujung kepala kontolku.

"Dinnn enakkk bangetttt....." Erangku.
"Iya omm andin geliiii... Ooommm..." Rupanya Andin mau mencapai puncaknya. Dannn.... Crot crot crotttttttt.... Air pejuhku pun membanjiri memek Andin. Aku memeluk Andin erat begitupun Andin memelukku erat. Nikmat sekali rasanya.

Setelah beberapa lama kontolku kucabut. Nampak sedikit bercak merah di kontolku. Itu sepertinya darah perawannya Andin. "Biar Marni bersihin ya Pak.." Tiba tiba Marni berujar. Lalu dia mengambil handuk kecil basah dan mulai mengelap kontolku dan membersihkannya.

"Makasih ya Din.. Makasih ya Marni... Jangan pernah bilang ke siapapun kejadian ini..." Pintaku. Pasangan ibu dan anak itu pun tersenyum dan mengangguk. ***

Posted at 04:23 pm by pohonmangga
Make a comment  

pembantu tetangga

Malam itu aku menginap di rumah Mbak Kristin, karena saking ngantuknya aku tertidur di atas sofa. Sekitar jam 4 pagi aku terbangun, aku masih dalam keadaan telanjang bulat tapi tertutup selimut, tapi Mbak Kristin sudah tidak ada di sofa ah mungkin, dia pindah ke kamarnya dan tidur bareng anaknya. Aku berdiri dan mencari celanaku karena suasana gelap aku menghidupkan lampu. Saat lampu menyala ada suara seorang wanita menjerit, ternyata seorang perempuan masih remaja umurnya sekitar 15 tahun, dia kaget mungkin karena melihatku telanjang bulat, aku menutup mulutku dengan jariku, maksudnya menyuruhnya diam. Kudekati dia, kujelaskan bahwa aku temannya Mbak Kristin, semalam aku menginap disini, diapun memahami dan memberitahuku bahwa dia spontan kaget karena belum pernah melihat pria dewasa telanjang, katanya dia adalah pembantunya Mbak Kristin, namanya Ulfa. Ulfa tidak sekolah semenjak lulus SMP, dia ikut Mbak Kristin baru sekitar 3 bulan. Aku Tanya dia kenapa kaget melihat aku telanjang memangnya belum pernah punya pacar. Dia mengaku sudah punya pacar tapi belum pernah melihatnya telanjang. Kutanya lagi, terus kalau pacaran ngapain, jawabnya jujur katanya pernah ciuman dan diraba-raba susunya oleh pacarnya, tapi belum pernah sampai telanjang bulat. Ah berarti masih perawan? Dia menganggukkan kepala dengan malu-malu. Kuperhatikan matanya sedikit melirik ke arah kontolku tapi masih malu-malu. Aku pura-pura tidak tahu dan cuek saja serta sengaja tidak segera mengenakan celanaku. Aku masih telanjang bulat dan memintanya untuk mengambilkan celanaku, aku duduk di ruang makan yang hanya berbatas sebuah bifet dari ruang tamu. Dia membawakan pakaianku dan perlahan aku ambil celana dalamku aku sengaja memakainya di depan Ulfa. Dia melewatiku menuju ke dapur sambil melirik ke arah kontolku lagi. Dia tidak melihat di depannya ada baju dan celanaku, dia tersandung gesperku dan tertanting ingin jatuh, aku langsung menangkap tangannya, dan menarik tubuhnya hingga aku sendiri hampir saja ikut jatuh. Dengan kondisi itu tak sengaja kami sedikit berpelukan, wajahnya dan wajahku dekat sekali, aku ingin menciumnya tapi masih takut. Kulepaskan pelan tubuhnya dia menyempurnakan berdirinya aku juga, tapi tak sengaja tangannya menyentuh kontolku, dia minta maaf, aku tersenyum dan malah menyuruhnya menyentuh lagi, dia tersipu malu, aku mengambil tangannya dan kuarahkan ke kontolku, ayolah Ulfa, ga papa, ga usah malu, katanya kamu belum pernah lihat kontol kan? Sekarang kamu boleh pegang sepuasnya, dia malu dan menutup matanya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya dengan malu memegang kontolku. Akupun merasa nikmat disentuh oleh tangan seorang ABG, kuarahkan tangannya maju mundur mengurut kontolku, kuajari dia cara mengocok kontolku. Dia kemudian terus mengurut-urut kontolku perlahan tapi malu untuk melihatnya, tapi biarlah yang penting aku merasakan nikmatnya diurut sama tangan yang masih halus, meski pembantu tapi dia lumayan cantik, mungkin kalau dia anak orang kaya dan terawat rajin ke salon, wajahnya tak kalah cantik dibanding asmirandah. Kulitnya kuning langsat, bersih, dadanya besar untuk ukuran anak remaja, pantatnya juga seksi dan montok.

Kulihat dia sepertinya menikmati untuk terus mengurut-urut penisku, sekarang dia mulai tidak malu melihat kontolku, tangan kiri yang tadinya buat menutup matanya, kini kutarik ke leherku. Sehingga kamipun semakin berdekatan, kutarik pinggulnya kudekatkan tubuhnya ke tubuhku, dadanya menyentuh dadaku, jantungnya berdebar, dia sepertinya agak takut. Kubisikkan ke telinganya, ke kamarmu yuk, ga enak kalau disini entar Mbak Kristin bangun, entar aku ajarin yang lebih enak. Tanpa banyak protes, dia berjalan menuju kamarnya aku mengikutinya dari belakang, kuperhatikan bokongnya yang begitu sintal, pahanya yang begitu mulus nampak terlihat karena dia mengenakan baju tidur terusan dan panjang roknya di atas lutut. Warnanya juga transaparan dan tipis sehingga tali BHnya dan juga celana dalamnya samar-samar terlihat. Sesampai di kamarnya kututup pintu dan aku kunci dari dalam. Aku menyandarkan tubuhku di depan pintu kutarik tubuhnya dan kembali kuambil tangannya untuk terus mengocok-ngocok kontolku, kini tubuhnya bersandar di tubuhku, sambil terus mengocok kontolku, tapi gerakan mengocoknya masih sangat pelan dan lembut, mungkin karena baru pertama tapi aku malah menikmatinya. Tolong diemut dong kontolku, dia menggelengkan kepala, kupegang kepalanya dan kududukkan di depanku, kuarahkan kontolku ke mulutnya, kutekan pipinya agar mulutnya terbuka dan perlahan kumasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dia masih terlihat risih dan malu, tapi beberapa saat kontolku sempat masuk juga dalam mulutnya meski sebentar, tapi aku gak mau memaksa karena ini pengalaman pertama baginya. Kutarik tubuhnya dan kupeluk erat, kemudian perlahan kucium bibirnya, dia cantik juga meski pembantu aku tidak risih mencium bibirnya, karena menurutku Ulfa cantik juga dan aku beruntung seandainya Ulfa mau aku entot, soalnya dia masih perawan. Kupeluk tubuhnya erat, dan kuciumi bibirnya sementara tanganku mulai aktif menggerayang ke pantatnya, dari belakang kuangkat dasternya, sehingga aku menemukan lipatan celana dalamnya, kuselipkan tanganku dan kuremas-remas pantatnya, tangannya menahan tanganku, tapi aku cuek saja sambil terus meremas-remas pantatnya, perlahan kuturunkan celana dalamnya sambil terus kuremas dan kutarik pantatnya ke depan, sehingga kontolku sekarang bersentuhan dengan memeknya, tangannya berhenti mengocok kontolku kemudian memegang pinggulku, kutarik tangannya ke atas leherku agar tidak mengganggu kontolku yang sedang menyentuhnya memeknya yang mulai terasa hangat, kuangkat tubuhnya dengan sedikit kugendong, sehingga kontolku tepat berada di depan lubang memeknya, kugesek-gesekkan kontolku ke memeknya, kudorong dia hingga sebelah tempat tidur, dan kurebahkan dia di atas kasur sekalian aku menindihnya, kugesek-gesekkan semakin cepat kontolku, dia terpejam, kunaikkan dasternya ke atas hingga terbuka kedua belah dadanya, kulepas BHnya, dan kulum-kulum putingnya, Ulfa diam dan terus memejamkan matanya. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu, takut terlalu lama pemanasan malah nanti Ulfa sadar dan berhenti melayani nafsu bejatku, aku langsung membuka pahanya lebar-lebar, kulihat vaginanya yang mungil terlihat hanya seperti daging dengan garis tipis di bagian tengah, tidak ada rambut sama sekali, itilnya juga belum nampak keluar, kuarahkan kontolku ke pintu memeknya, kugesek-gesek dengan bantuan tanganku sambil mencari lubang senggamanya, setelah ketemu kudorong kontolku masuk ke dalam, tapi susah kutarik lagi dan kudorong pelan lagi, kini kepala kontolku sudah mulai masuk ke memek Ulfa, kukeluarkan pelan dan coba kudorong lebih ke dalam lagi, Ulfa memelukku erat dan minta kepadaku untuk pelan-pelan, sakit katanya. Kukeluarkan lagi perlahan dan coba kumasukkan lagi, tapi memang memeknya kecil dan sempit, tapi kontolku sudah merasakan sedikit kehangatan, kugoyangkan pantatkan naik kemudian turun sehingga kontolku sudah agak lebih ke dalam lagi, sepertinya kontolku menyentuh sesuatu, mungkin ini selaput dara, aku semakin hati-hati menggoyangkan pantatku, kasihan kalau Ulfa kesakitan, kemudian aku mengeluarkan kontolku. Aku ambil bantal di samping Ulfa kuletakkan di bawah pantat Ulfa, dengan posisi seperti ini perut dan memek Ulfa terangkat naik, ini akan membantuku memasukkan penisku jauh lebih dalam di dinding memek Ulfa, kembali kuarahkan batang penisku ke memek Ulfa, kumasukkan setengah dan menyentuh lagi selaput dara yang tadi belum berhasil kutembus, kudorong lebih dalam dengan hati-hati, tubuh Ulfa menegang kedua tangannya menggenggam erat ujung bantal, matanya terpejam seperti menahan sakit. Ku beri tenaga sedikit dibantu dorongan pantatku, dan slep… aku berhasil menembus selaput dara Ulfa, dan kontolku merasakan sensasi dari kehangatan yang luar biasa, aku berhasil menembus benteng pertahanan dari dinding vagina Ulfa. ah… benar-benar nikmat, aku kemudian mengocok-ngocok kontolku keluar masuk vagina Ulfa, dinding vagina yang begitu sempit membuat kontolku mendapatkan kenikmatan yang begitu hebat, kulihat Ulfa mengeluarkan air mata, mungkin karena tadi merasakan sakit, tapi sekarang dia mulai ikut sedikit menggoyangkan pantatnya, oh dia sudah menikmati permainanku. Tiba-tiba ohhhh…. Ternyata memek perawan ini membuat benteng pertahananku tidak terbendung, hanya beberapa menit berada di dalam memek Ulfa spermaku sudah mau keluar, secepatnya kutarik kontolku dan kugesek-gesekkan di paha Ulfa yang mulus, kugesek-gesek terus dan ohhhh spermaku muncrat juga…. Croootttt….. ohhhhh nikmat sekali, aku puas sekali malam ini, aku telah berhasil merenggut keperawanan Ulfa, memek nya nikmat sekali, ahhhh terima kasih Ulfa. aku kembali mengenakan pakaianku, kulihat Ulfa masih terdiam terkapar lemas tak berdaya, perlahan aku keluar dari kamar, dan melanjutkan tidur lagi di atas sofa, takut mbak Kristin besok pagi terbangun, kalau aku masih di kamar Ulfa, wah apa kata dunia? Kutarik selimutku dan kembali tidur, tapi aku membayangkan betapa nikmatnya memek perawan, oh terima kasih Ulfa.

Posted at 04:26 pm by pohonmangga
Make a comment  

gejolak abg

Pertemuan dan perkenalanku dengan Putri berawal ketika aku berkunjung kerumah kontrakkannya Ine, ditempat itu aku melihat Putri yg tak lain adalah sahabat Ine. Putri gadis manis berusia sekitar 19 tahunan dan berkulit sawo matang. Tatapan matanya nampak tajam dan penuh selidik, seakan ia penuh curiga terhadap orang yg baru dikenalnya. Dan sikapnya sedikit judes serta teramat pendiam. Namun kejudesannya itulah yg membuat aku tertarik ditambah lagi dngn wajahnya yg memang manis. Sehingga aku berusaha untuk dekat dan mencari tahu tentang Putri lewat Ine. Ternyata Putri tak ada bedanya dngn Ine, ia pun tinggal mengontrak atau kost dikota Garut ini. Ia ngekost tak jauh dari kontrakkan Ine. Hal inilah yg membuat aku sering datang ketempatnya Ine, selain itu jika tak bertemu dngn Putri aku bisa bermesraan dan memcumbu Ine jika Ine sedang butuh.
Seperti hari ini, pagi pagi sekali aku sudah tiba dirumah kontrakkannya Ine. Ternyata dirumah ini telah ada Putri lebih dulu yg tengah asyik menikmati semangkuk mie rebus sambil memperhatikan acara televisi. Ia mengenakan kaos hangat berwarna coklat bergaris hitam dan celana pendek blue jeans yg dipotong. "Ech, ada Putri..!"sapaku sambil masuk kedalam rumah . Putri hanya menoleh lalu melanjutkan makannya kembali.
"Nah, kebetulan si A'a datang!?"seru Ine yg baru keluar dari kamarnya sambil merapikan rambut dan pakaiannya. "A, temanin Putri dirumah ya A, aku mau keluar dulu....!!"lanjut Ine setengah memerintah terhadapku. Aku hanya menganggukkan kepala dan duduk dikursi tamu yg ada. "Put, kamu ditemanin si A'a ya, aku pergi dulu!!"ujar Ine kepada Putri sambil melangkah keluar rumah dan berlalu pergi dngn sepeda motornya. Meninggalkan aku dan Putri yg saling terdiam membisu. "A, kalo mau minum bikin sendiri aja ya!?" tiba tiba Putri berkata memecahkan kebisuan kami berdua, sambil merapikan mangkuk bekas mie yg telah habis dimakannya. "Och iya Put!!"jawabku spontan seraya memperhatikannya yg tengah melangkah menuju kedapur. "Hm, gede juga bokongnya......"gumamku dalam hati sambil kedua mataku memperhatikan bokong Putri yg bergeal geol mengikuti langkahnya. Bokong Putri memang cukup besar dngn tubuh setinggi 155cm dan berat badan 49kg. Toketnya pun lumayah besar dngn ukuran bra sekitar 36b. "Ach, kenapa aku berfikiran yg tidak tidak tengtang si Putri?"aku berusaha menepis fikiran kotorku terhadap Putri. Lalu beranjak bangkit untuk menutup pintu yg tak sempat ditutup oleh Ine tadi.
Selang beberapa lama kemudian, Putri kembali keruang tamu dngn membawa secangkir teh manis ditangannya. "Neh aku buatin, aku ga tega.., he he he"ujarnya dngn selera humor, membuat aku tak percaya menyaksikannya. Rupanya Putri memiliki rasa humor juga, meskipun hal itu jarang terjadi. "Ech, makasih Put.....?"jawabku masih diliputi dngn perasaan heran terhadapnya. "Gerah banget ya A, A tolong kipasnya dinyalain dong....!"pinta Putri kepadaku yg memang lebih dekat posisinya dngn kipas angin disudut ruangan. Sambil membuka kaos hangatnya Putri duduk kembali dikursi yg tadi ditinggalkannya. Kini ia mengenakan t-shirt putih tipis yg telah dipotong lengannya, hingga menyerupai tank-top. Saking tipisnya bahan kaos yg dikenakannya, membuat warna branya yg berwarna hitam terlihat jelas dan tak luput dari tatapan kedua mataku.
Saat aku tengah menikmati teh manis buatannya. Tiba tiba Putri beranjak dari duduknya dan merebah tubuhnya dilantai beralas karpet halus didepan televisi. Sekaligus dekat dngn kipas angin.
"Aahh, enak.., dingin euy!"ujarnya dngn tubuh terlentang membuat kedua toketnya membusung naik. Seiring dngn pendulumku yg juga tengah turun naik memperhatikan pemandangan didepanku. Kembali fikiran kotor menjalari isi benakku dan kontolku pun mulai bangun secara perlahan lahan. Sementara Putri se akan akan terus menggoda dngn gaya dan posisinya. Terkadang ia menggeliat membuat toketnya semakin membusung besar atau ia miring membelakangiku se akan akan ingin memamerkan bokongnya. Belum lagi saat ia membelakangiku tampak celana dalamnya yg berwarna hitam terlihat, karena celana jeansna sedikit melorot.
Namun aku tak mampu berbuat apa apa, hanya dapat menyaksikan dan melamun menahan nafsu birahiku yg kian membara. Kontol yg telah bangun terasa berontak ingin memcuat keluar. "A, tolong garukkin punggungku dong....!?"tiba tiba Putri membuyarkan semua lamunanku. Membuat aku sedikit kaget, namun aku cepat cepat berusaha mengusai diriku kembali. "Garuk dimana Put!?"tanyaku pelan sambil bangkit dari dudukku dan merangkak menghampirinya. "Disini ni A, gatel banget dech!!"ujar Putri sambil menunjukan bagian bahunya yg gatel dngn posisi menelungkup. Aku pun mulai menggaruk garuk, tepatnya mengusap ngusap bagian yg ditunjuknya. "Ketengah lagi A..."pinta Putri dngn nada manja. "Ada BHnnya Put!?"ucapku dngn perasaan hati yg mulai tak karuan, karena memang tempat yg diinginkan Putri terhalang dngn branya. "Dibuka aja A talinya..."ujarnya lagi. Maka dngn perlahan aku pun menaikkan t-shirts yg dipakainya sehingga tampak kulit pinggulnya yg sangat mulus berwarna sawo matang.
Dengan perlahan ku buka pengait tali branya dan mulai mengusap ngusap punggungnya. "Aduhhh.., enak A..."ujar Putri dngn kedua belah matanya terpejam. Membuat aku bebas untuk memperhatikan raut wajahnya yg manis dngn hidung mancung dan bibir tipisnya. "A..."ucapnya pelan sambil salah satu telapak tangannya merayap meraba raba ke arah selangkanganku. Membuat dadaku ...
...berdetak kencang dngn irama yg tak beraturan. Akhirnya telapak tangan Putri berhasil menyentuh kontolku yg menegang keras dibalik celanaku.
"A.., aku mau liat A!?"ujarnya lirih seraya membalikkan tubuhnya hingga terlentang. Kemudian Putri beranjak duduk bersimpung menghadap ke arah selangkanganku. Dengan rasa tak sabar, ditariknya retsleting celanaku kebawah. Akupun bangkit berdiri dan membantunya dngn membuka kancing celanaku supaya lebih mudah dan leluasa. Lalu telapak tangannya menyusup kedalam celana dalamku dan langsung menggenggam batang kontolku yg telah tegak berdiri. Tak puas hanya menggenggamnya, Putri melorotkan celana dan celana dalamku hingga melorot kelantai semuanya. "Oohh.., gede banget A...!?"ucapnya sambil melirik kearah ku. Kemudian kedua telapak tangannya mulai mempermainkan batang kontolku. Telapak yg satunya menggenggam batangnya sementara yg lainnya membelai serta mengusap ngusap kepalanya yg licin dan mengkilat. Membuatku kedua lututku terasa sangat lemas dan tak mampu lagi untuk menopang berat tubuhku.
Lidah Putri mulai menjilati kepala kontolku terus kebatangnya berulang ulang, sesekali ia memasukkan kedalam mulutnya dan mengemut emutnya. Membuat diriku tanpa sadar meremas serta membelai belai rambut dikepala Putri dngn kedua telapak tanganku. Sementara Putri terus dngn penuh nafsu memainkan serta mengulum kontolku, se akan akan kontolku ingin dilahapnya habis.
Akhirnya aku benar benar tak mampu lagi untuk berdiri. Tubuhku melorot mendekati tubuh Putri yg masih tersimpuh sambil terus berusaha memegang batang kontolku. Kutindihi tubuh Putri yg telah setengah bugil, karena bra serta t-shirtnya sudah tak lagi menempel tubuhnya dan menghampar dilantai. Dengan penuh nafsu ku lumat mulutnya hingga mulut kami saling berpagutan rapat satu sama lainnya. Lidahku menerobos berusaha memasuki mulut dan membelit lidahnya. Apa lagi aroma mulut Putri tercium sangat harum sekali. Tak puas hanya dngn melumat mulut dan bibir Putri, lidahku pun menjalar menjilati bagian wajahnya. Mulai dari hidungnya yg mancung, daun hingga lobang telinganya, hingga seluruh lehernya. Sehingga membuat tubuh Putri menggeliat geliat karena kegelian.
"Aaaaacchhhhh......, A'aa...."rintih Putri sambil menggeliat serta mengangkat bokongnya. Dari bagian leher lidahku terus melorot kebawah, kebagian dadanya. Dengan rakus segera ku lumat dan remas kedua toket Putri yg cukup besar berukuran bra 36b. "Aaaoowhhhh...."jerit kecil Putri sambil meremas remas rambut dikepalaku saat lidahku mengenyot salah satu pentil toketnya.
Sementara mulut dan lidahku terus menjilat serta mengenyot ngenyot pentil toketnya. Aku juga tak lupa membuat tanda cupangan disekitar daging toket Putri sebanyak banyaknya, membuat kedua buah toket Putri penuh dngn tanda merah bekas cupanganku. Salah satu telapak tanganku merosot menuju selangkangan Putri. Putripun seakan akan mengerti niatku, ia segera melorotkan celana pendek serta celana dalamnya. Maka jari jari tanganku tak mendapat halangan untuk mencapai lembah hitam yg lebat ditengah tengah selangkangannya. Kami berdua seolah olah tengah berpancu dalam buaian nafsu yg terkadang membuat nafas kami terputus putus dan mendesah tak menentu.
Putri membuka lebar lebar kedua pahanya saat jari telunjukku mulai masuk menerobos lobang memeknya. Membuat jari telunjukku leluasa untuk keluar masuk menyolok nyolok lobang memeknya. Sesekali tersentuh oleh telunjukku itilnya, membuat Putri sedikit mengejang dan menggeser geserkan bokongnya. Bahkan tak puas hanya dngn satu jari saja, aku berusaha mengikut sertakan jari tengahku juga. Untuk menyolok kedalam lobang memek Putri yg mulai basah dan lembab. "Aaaggghhhh...., szzssaaakiitt..., Aaaa...,."rintih Putri sambil memegangi tanganku berusaha untuk menahannya dan merapatkan kedua pahanya.
Aku pun mengurungkan niatku tersebut dan menarik kembali jari jari tanganku dari selangkangannya.
"Kamu duduk dikursi ya Put...."bisikku ditelinga Putri. "Mau diapain?"tanya Putri sambil menatap wajahku. "Udah kamu duduk aja......"pintaku lagi. Putri pun bangkit dan duduk pada kursi yg tak jauh dari tempat kami. Aku pun segera menghampiri Putri yg tengah duduk dikursi dan berjongkok didepan selangkangannya. Tanpa dipinta Putri segera mengangkang membuka lebar lebar selangkangannya. Kini aku benar benar dapat menyaksikan bulu jembut memel Putri yg sangat lebat. Ditengah hutan jembutnya nampak lobang memeknya yg berwarna merah semu dngn daging mungil diatasnya yg tak lain itilnya. Mulut dan lidahku segera melumat seluruh hutan jembut dan lobang memek tersebut. Ujung lidahku menyusuri setiap inci daging lobang memek yg telah basah dan lembab.
"Aaaahhhhh,..., ttteeerusss..., A..., eennaaakkk....., ouchhhh...., aaacchhh...."rintih Putri tak kala ujung lidahku menjilati lobang memeknya dngn kedua belah matanya terpejam. "Aaoowwhhhh......"jeritnya Putri lagi saat aku menyedot keluar itilnya seraya tangannya menekan kepalaku pada selangkanganya. Sehingga mulutku menempel rapat pada bibir memeknya. "Ooohhhh..., A'a sudddaaahhh Aaa..., oowhhhhhh....., uuddaahhhh,.., aaagghhhhh......,."rengek Putri dngn suara sedikit tersedah seraya merapatkan kedua pahanya menghimpit kepalaku.
Aku pun menyudahi permainanku terhadap memek Putri, Putri pun melonggarkan himpitan kedua pahanya pada kepalaku. Setelah terbebas aku beranjak bangkit berdiri dan melepaskan kaosku yg belum sempat aku buka tadi. Kini aku dalam keadaan bugil sama halnya dngm Putri yg tengah terlentang kembali dilantai beralas karpet. Dengan bantuan sebuah bantal milik kursi, aku mengganjal bokong Putri, supaya sedikit tinggi dan batang kontolku dapat masuk lebih dalam.
Kemudian kuhimpit tubuh terlentang Putri dngn tubuhku dan ku arahkan kontolku pada lobang memek Putri yg telah menganga lebar. Sedikit terasa sangat sukar, beberapa kali kontolku melejit dan ...
...keluar lagi. Dengan bersusah payah akhirnya batang kontolku berhasil amblas dan bisa melakukan penestrasi pada memek Putri.
"Aaawbbhhhh........., ssaaakkit..., A,....."rintih Putri seraya menggigit bibirnya dan telapak tangannya menahan perutku, saat batang kontolku amblas kedalam lobang memeknya. Namun lama kelamaan lobang memek Putri mulai licin dan kontolku semakin lancar keluar masuk kedalamnya. "Ooochhhhhh....,., tteerrruuusss...., A...., ooochhhh..., yesss....."desah Putri tak lagi merintih. "Iyaaa....., ooch yesss......, aaaacchhhhh..,"desah Putri lagi seperti orang xg tengah kesurupan. Membuat aku semakin bernafsu dan terus memacu gerakkan bokongku. Sampai akhirnya aku tak mampu lagi bertahan dan mencapai klimaxku.
"Aaaagghhhh...., Put aku ga ta tahaann Put..."erangku sambil memeluk erat tubuh Putri. "Iyaaa...., A...., tteeerruusss...., aku jugaaa...."jawab Putri seraya menggoyang goyangkan bokongnya. Akhirnya kami saling mengejang dan berpelukan erat erat, serasa tak ingin terlepaskan.
Beberapa saat kemudian kamipun saling bergulingan dan tergolek lemas dilantai. Kami saling bertatapan dan tersenyum penuh kepuasan. "Kamu nakal si A...."goda Putri sambil mencolek kontolku yg telah lembek dan loyo. Kemudian ia bergegas menuju kamar mandi. Aku pun segera bangkit dan merapikan pakaianku kembali, lalu merapikan karpet serta kursi yg baru aku dan Putri gunakan.
Jam 17.00. Ine baru pulang dngn membawa oleh oleh martabak telor. "Ga ada apa apa ne dirumah, Put!?"tanya Ine kepada Putri sambil menatap kearah kami berdua. "Ga ko In...!"jawab Ine sambil mengunyah martabak dimulutnya. "Ya udah, kalo gitu aku mandi dulu ya...."ujar Ine sambil ngeloyor pergi meninggalkan kami. Aku dan Putri yg tersenyum mengiringi kepergiannya, seolah olah kami berdua bangga telah membodohi Ine. Dan berharaf Ine takkan pernah tahu terhadap apa yg telah kami lakukan selama ia pergi meninggalkan rumah.

Posted at 04:30 pm by pohonmangga
Make a comment  

Previous Page Next Page