Anak kampung
dibawah pohon mangga
Di Jakarta
Jangan Lupa Asal

Laut Disana
Begitu luas..
Jangan Lupa Asal



   

<< February 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, February 08, 2012
Irma Jilbab di warnet

The Great Hunter) – Irma, gadis SMU di warnet

“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maas s.” Irma terus mengeluh keenakan membuat libidoku makin meningkat.
Kemaluanku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Irma. Lalu kurebahkan Siswi berjilbab itu dilantai room warnet yang sempit itu sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu kujilati payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  sebelah kanan..
Pada suatu hari, aku sedang berada disuatu kota kecil di sebelah timur *******. Siang yang terik, membuatku ingin berteduh disuatu tempat yang dingin. Beberapa saat berkendara, tiba2 dipinggir jalan kulihat sebuah warung internet kecil yang nampak ramai. Wah, lumayan nih, berteduh sambil ngenet, pikirku.

Ketika aku masuk, ternyata warnet itu penuh. Terpaksa aku menunggu selama beberapa lama. Lima menit berlalu, dari luar masuklah seorang gadis cantik dengan tinggi semampai berjilbab putih yang salah satu ujungnya ia sampirkan kebelakang. Wajah Siswi berjilbab itu  manis dan lugu, dengan bibir yang seksi. Tubuhnya sekal dan payudaranya membusung ranum, terbalut kemeja putih dan rok abu-abu panjang. Lip gloss yang ia pakai semakin membuat bibir Siswi berjilbab itu  menantang untuk dikecup. Dari baju seragam SMU yang dia kenakan, terlihat jelas dia adalah siswi sekolah didekat warung internet itu.

“ada yang kosong nggak mas?” tanya gadis itu. Suaranya yang merdu kecil mendesah semakin membuat birahiku menaik. Akhirnya karena seluruh room penuh, dia menunggu juga sambil duduk disebelahku. Setelah tersenyum padaku, dia menyibukkan dirinya dengan bermain HP.

Beberapa saat kemudian, ada satu orang yang keluar, dan segera aku beranjak berdiri untuk memakai room warnet yang baru saja ditinggalkan, namun sang gadis itu juga turut berdiri.

“mas, bisa barengan gak?” tanya gadis itu. “Mau buka email sekalian belajar internet nih… kan mas bisa sekalian ngajarin..” kata gadis itu sambil tersenyum. Gila, batinku. Anak ini tidak tahu, kalau dia berhadapan dengan seorang manka seks jilbab.

“mmm..boleh aja…” kataku sok santai, padahal adik kecil dibawah sudah mulai bereaksi. Aku segera mengulurkan tanganku. “wawan.” Dia menyambut tanganku sambil tersenyum manis. “Irma.” Segera kamipun masuk ke room warnet yang bersekat tinggi dan rapat dengan pintu tinggi pula, seolah sudah disetting untuk perlakuan2 mesum seperti yang ada diotakku.

Di room warnet yang tidak terlalu lapang itu, kami hanya duduk dilantai beralaskan karpet tebal. Irma kusuruh duduk di depan monitor dan aku duduk di sebelah Gadis alim yang ayu itu . Beberapa kali, aku dapat melihat dengan bebas kesintalan tubuh Irma tanpa sepengetahuannya. Segera aku berpura-pura mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita, padahal sebentar-sebentar .

“Ma.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanyaku mulai memasang strategi.
“Tahu sih dari teman-teman, tetapi aku ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet… tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” kata Siswi berjilbab itu  malu-malu.
“Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kataku bercanda sambil pelan-pelan merangkul pundaknya dan Siswi berjilbab itu diam saja sambil tertawa malu-malu.
“Kalau aku lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pintaku.
“iihh… gak usah mas… malu, baca gituan…”katanya sambil malu-malu, namun diam saja ketika aku mengambil alih komputer sebentar.
“ngapain malu? Kan ini juga bagian dari belajar..”kataku beralasan sekenanya sambil mengetik salah satu situs.

Lalu aku mulai membuka cerita porno di 17tahun.com. Irma mulai membacanya dengan penuh perhatian. Lama-kelamaan, kulihat wajah Gadis alim yang ayu itu  agak menegang, sepertinya Siswi berjilbab itu mulia terangsang membacanya. Terlihat wajah Irma agak berubah dan sedikit gemetar saat membacanya dan aku dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja kulakukan perlahan-lahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan aku ingin mengambil kesempatan. Nampaknya mulai berhasil karena Siswi berjilbab itu diam saja. Sedangkan kemaluanku yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Irma membaca beberapa cerita lalu aku bukakan gambar-gambar porno.

“Iiih.. gambarnya fulgar banget Mas..” kata gadis alim berjilbab itu malu-malu, membuatku semakin tak tahan.
“Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kataku mulai memancing.
“Kalau kamu mau, aku punya film-nya.” lanjutku.
“Ngga ah, aku takut ketahuan orang.” sepertinya dqbclia masih takut kalau ada orang lain yang melihat perbuatan kami. Padahal warnet itu beruangan yang sangat rapat dan bersekat tinggi, jadi aku merasa sangat aman..
“Percaya deh samaku, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.”
“Nah kan Mas Wawan mulai nakal..” kata Siswi berjilbab itu  dengan polos dan malu-malu, membuat pikiranku semakin jorok saja.
Lalu kami berdua tertawa. Kemudian aku membuka film porno di flashdisk yang kubawa. Aku mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita dimasuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Irma kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduk gadis manis berjilbab itu mulai sudah tidak tenang.

“Kamu pernah lihat film ginian ngga Ma..”
“Belum pernah Mas, cuma gambar-gambar di majalah saja.” jawab Gadis alim yang ayu itu  dengan suara agak gemetar.
Sepertinya Siswi berjilbab itu mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut.
“Kalau gitu aku matiin saja, ya Ma? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya.
“Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian buat pelajaran…” kata gadis berjilbab itu polos.
Jawaban gadis caantik alim itu membuat si otong semakin tidak tahan.

Secara perlahan-lahan tanganku mulai memegang dan mengelus tangan Siswi berjilbab itu  yang halus, Siswi berjilbab itu diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan. Yang anehnya, Siswi berjilbab berparas lugu itu diam saja ketika aku merapatkan duduknya dan aku pegang tangannya yang berbulu halus dan kutaruh di atas pahaku. Mata Gadis alim yang ayu itu  tetap tertuju pada adegan film. Terdengar Irma mendesah pelan, ketika gadis bule di film itu kemaluannyadisodok-sodok oleh si negro dengan kemaluaannya yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. aku eprcaya Irma semakin bernafsu dibuatnya.

Kini Irma semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Tangan Irma tetap berada di atas pahaku, lalu tangan kiriku mulai beraksi membelai kepalanya, terus ke arah punggungnya. Irma kelihatan menggelinjang ketika tanganku membelai lembut punggungnya, lalu menyusup kedalam jilbabnya bagian belakang dan meraba lehernya.
“Acchh.. Mas Wawan, jangan, Irma merinding nih..” kata Siswi berjilbab itu  dengan nada mendesah membuat aku semakin bernafsu.
Aku tetap tidak peduli karena Siswi berjilbab itu juga tidak menepis tanganku, malah agak meremas pahaku. Tangan kiriku juga tidak diam, aku remas-remas tangan kanan Irma dan sengaja kutaruh tepat di atas kemaluanku.

“Ma, kamu cantik deh, kayak bintang film itu.” kataku mulai merayu.
“Masa sih Mas?” sepertinya Siswi berjilbab berparas lugu itu terbuai dengan rayuanku. Dasar anak masih 17 tahun.
“Bener tuh, masa aku bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.”
“Ih.. Mas Wawan bisa aja” kata gadis alim berjilbab itu malu-malu.
Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluannya sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan gadis alim ranum berjilbab itu semakin keras memegang paha dan tanganku.
“Kamu terangsang ya Ma?” tanyaku.
Gadis alim yang ayu itu menoleh ke arahku lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi ditambah bau khas tubuhnya.
“Kalau Mas, terangsang juga yah?” Siswi berjilbab itu balik bertanya.
“Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik,” rayuku, dan Siswi berjilbab berparas lugu itu hanya tertawa kecil.
“Aku juga kayaknya terangsang Mas,” kata gadis itu malu-malu.

Melihat situasi ini, tanganku mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan aku arahkan tangan kananku ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolah dan jilbab putihnya. Sedangkan tangan kiriku pelan-pelan menyingkap rok panjangnya sampai keatas paha, lalu tanganku kujatuhkan ke atas pahanya dan kuraba pahanya dengan penuh perasaan. Irma semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit.
“Aaahh, jangan Mas, Irma takut, Irma belum pernah beginian, nanti ketahuan orang mass.. oohh..” kata Siswi berjilbab itu  sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kananku yang ada di atas pahanya yang sedang kuraba, sedangkan tangan kirinya meremas-remas rok panjangnya yang sudah tersingkap.
Terasa sekali bahwa Irma juga terangsang akibat kuperlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas.

Aku yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Irma. Karena aku tahu bahwa Siswi berjilbab itu sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kananku makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya.
“Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Irma semakin mendesah lirih takut ketahuan pengguna warnet lain diluar.
Badan Irma makin menggelinjang dan Siswi berjilbab berparas lugu itu sedikit berontak namun tenaganya tak mampu menandingi kekuatanku. Tangan kiriku pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis, turun ke bawah menyibakkan jilbabnya ke pundaknya, lalu membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tanganku bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, aku remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan.

“Ooohh.. Maas Wawaaan.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” aku semakin bernafsu mendengar suara rintihan Gadis alim yang ayu itu  menahan birahi yang bergejolak.
Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika aku terus meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putting gadis cantik itu yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kananku yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik rok Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  yang tersingkap dan meraba-raba celana dalamnya, yang ketika aku pegang ternyata sudah basah.
“Ooohh.. Mass.. jangaann… mmhh..enakk.. teerruuss.. aahh..”

Kepala Irma mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, aku cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Irma. Lidah kami saling mengulum dan aku arahkan lidahku pada langit-langit bibir siswi berjilbab berbuah dada ranum itu. Semakin tidak menentu saja getaran badan Irma. Sambil berciuman kupegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan kusuruh Siswi berjilbab itu untuk meraba batang kejantananku yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.
“Mmmhh.. mmhh..” aku tidak tahu apa yang akan Siswi berjilbab berparas lugu itu ucapkan karena mulutnya terus kukulum dan hisap. Segera kulepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tanganku membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudara Siswi berjilbab itu  yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. kuraba dan kuremas seluruh payudaranya. Hal ini membuat Irma semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Irma menarik diri dari ciumanku.

“Mas.. jangan diterusin, Irma ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya Siswi berjilbab itu sadar akan perbuatannya.
Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mntkovenutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaanku was-was, jangan-jangan Gadis alim yang ayu itu tidak mau meneruskan. Padahal aku sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahiku yang tinggi telah melupakan segalanya, aku mencari akal agar Irma mau melampiaskan birahi yang sudah sampai rfvzyke ubun-ubun.
“Jangan takut Ma, kita kan ngga akan berbuat jauh, aku cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.”
“Tapi Irma takut maaas…”
“Bukannya kamu juga menikmati Ma.”
“Iya, tetapi Irma takut kalau sampai keterusan, Mas!”
“Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.”

Irma terdiam dan memandangi wajahku, lalu aku membelai kepalanya yang masih tertutup jilbab. Aku tersenyum dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun ikut tersenyum. Sepertinya Siswi berjilbab itu percaya akan kata-kataku. Film telah habis dan berganti film bokep yang lain. Aku berinisiatif untuk berubah posisi dan mengangkat tubuh Irma.
“Maass, Irma mau diapaiin?” Siswi berjilbab itu berpegangan pada pundakku.
Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok.
“Irma mas pangku yah”
Aku angkat Irma dan aku pangku Siswi berjilbab itu.
“Ma kamu cantik sekali..” rayuku dan Siswi berjilbab itu zdmrohanya tersenyum malu.
“Boleh aku mencium bibir kamu..?” Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya.
“Tapi janji ya Mas Wawan ngga akan berbuat seperti di film tadi?”
“Iya aku janji.”
Irmaikyhau terdiam lalu matanya terpejam.
Dengan spontanku dekati wajahnya lalu kucium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu kucium bibirnya. Ternyata Siswi berjilbab berparas lugu itu membalas. Aku masukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Birahinya mulai bangkit lagi. Irma membalas ciumanku dengan ganas dan nafsunya dzckmelumat bibir dan lidahku. Tangan Gadis alim yang ayu itu  meremas-remas kepala dan pundakku. Ciumanberlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tanganku tidak berbuat lebih jauh agar Irma percaya dulu bahwa aku tidak akan berbuat jauh. Setelah aku yakin Irma sudah lupa, tanganku mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya.

“Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya.
Ternyata birahi Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan aku sentuh putingnya yang sudah mengeras.
“Aaahh.. aahh.. mmhh..” aku semakin meningkatkan kreatifitasku.
Putingnyaku pilin-pilin. Badan Irma menggelinjang k eenakan. Bibirku turun ke bawah, aku jilati pangkal lehernya yang tidak tertutup jilbab.
“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maas s.” Irma terus mengeluh keenakan membuat libidoku makin meningkat.
Kemaluanku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Irma. Lalu kurebahkan Siswi berjilbab itu dilantai room warnet yang sempit itu sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu kujilati payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  sebelah kanan.

“Maass Wawano..” Irma mendesis keenakan.
Ku jilati putingnya dan kuhisap dengan keras.
“Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.”
Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri kuhisap. Seperti bayi yang kehausan, aku menyedot putingnya semakin keras. Irma makin menggelinjang dan mendesah-desah. Tangan kiriku lalu mulai mkiemoeraba pahanya, aku buka paha Siswi berjilbab itu , terus tanganku meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jariku menyentuh kemaluan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  di atas celana dalam yang sudah basah.

Awalnya, “Oouhh Maass jangaann..” tettwakapi kemuidan, “Oouughh Maass terruuss..”
Aku masukkan jari tanganku ke mulut Irma, lalu dihisapnya jariku dengan penuh nafsu.
“Mmmhh..” mulutku terus tiada henti menghisap-hisap puting payudara Siswi berjilbab berparas lugu itu  secara bergantian.
Tanganku terus menekan-nekan kemaluan Irma. Sambil kuhisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri, aku masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya.
“Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Irma terus mendesah-desah.

Setelah puas meremas-remas payudara Gadis alim yang ayu itu , aku pegang dan kutuntun tangannya untuk memegang kemaluanku yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Irma diam saja di atas celanaku, lalu tangannya kudekap di kemaluanku. Lama-kelamaan Irma mulai meremas-remas sendiri kemaluanku.
“Oohh Ma.. enak Ma.. terus Ma..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali.
Jari tangan kiriku pun terus meraba kemaluan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tanganku tepat berada di atas vaginanya yang sudkxqzwah sangat basah, aku tekan tanganku dan jari telunjukku masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya. Tubuh Irma semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.

“Maass, jangan Maas.. Irma ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh.”
Aku tahu Irma akan mendekati klimak sebab tangan Siswi berjilbab berparas lugu itu  mencengkeram erat kemaluan sayyzhpwka.
“Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Irma mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda Siswi berjilbab itu telah mencapai klimak.
Tubuh Siswi berjilbab itu  langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Aku kecup bibirnya dengan lembut, lalu mata Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  perlahan terbuka.
“Mas.. Irma sayang kamu.”
“Aku juga sayang kamu Ma.”
Aku kecup lagi bibirnya dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun membalas sambil tersenyum. Aku lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas kuhisap.
“Ihh.. Mas nakal, tete Irma dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi.
“Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajah Siswi berjilbab itu  yang berkeringat.

“Mas, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanya Gadis alim yang ayu itu  tiba-tiba.
Rupanya Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua.
“Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku.
“Iya, Irma pengen lihat, kayak apa sih?”
Tanpa pikir panjang, langsung saja kubuka celana panjang dan CDku. Langsung saja kejantananku keluar dengan tegaknya. Ukuran punyaku lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Irma langsung terbelalak matanya melihat senjatakuenyo yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.
“Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..”

Aku rabtwjvnih tangan Irma dan aku suruh Siswi berjilbab berparas lugu itu meraba dan mengocoknya. Tampak Irma agak gugup dan gemetar karena baru sxlotcwekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.
“Aah.. Ma enak banget, terus Ma.. ahh..”
Lama keyujaolamaan Irma terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Aku remas-remas payudaranya.
“Mas, ahh.. Irma masih lemas.. ahh..”
“Ma, cium dong punyaku” pintaku.
Langsung saja Siswi berjilbab itu menciumi batang kejantananku, marohwyungkin Siswi berjilbab itu belajar dari film tadi.
“Terus Ma, emut Ma biar keluar aahh.. kamu pintar Ma.. emut Ma..” qgunpintaku lagi.
“Ngga mau, Irma ngeri, lagian ngga cukup di mulut Irma.”
Posisi Irma duduk bersandar didinding bilik warnet, sedangkan aku berdiri dengan lutut menghadap Irma.

Aku remas buah dada Irma, “Ahh Maass..”
Ketika Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu membuka mulutnya, langsung saja aku masukkan batang kemaluanku ke mulutnya dan kukeluar masukkan batang kejantananku.
“Mmmhh.. mmhh..” Irma sepertinya kaget, tetapi aku tidak peduli.
Lama-kelamaan justru Irma yang sekarang menyedot batang kejantananku.
“Aaahh.. Ma kamu pintar Ma.. terus ah.. enaak..”
Aku sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga kucoba tahan. Irma rupanya sudah lupa diri, Siswi berjilbab itu semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluanku, sedazcgutngkan kedua tangannya memegang pantatku.

Cepat sekali Gadis alim yang ayu itu belajar. Aku membungkuk dan kedua tangan meremas paha Irma, lalu aku buka kedua belah paha Siswi berjilbab berparas lugu itu , Irma mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera kubuka resleting roknya dan kuangkat rok Siswi berjilbab itu  sehingga nampak CD yang berwarna putih. Tangan kananku segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah.
“Mmhh.. mmhh..” Irma menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulut Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu  yang kecil mungil agak kesusahan.
Aku buka baju seragam dan BH-nya, Siswi berjilbab itu melepas kulumannya dan aku kembali merebahkan tubuhnya di lantai. Aku tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa. Jilbabnya sengaja kubiarkan karena membuatnya semakin menggairahkan. lalu aku membuka celana panjang dan CDku agar lebih mudah beraksi. .

Mata Irma terpejam, segera kulumat bibirnya dan Siswi berjilbab itu pun membalas. Tangan kiri Gadis alim yang ayu itu  tetap memegang batang kejantananku dan tangan kanannya meremas-remas pundakku. Sedangkan tangan kananku membelai-belai kepalanya yang masih tertutup jilbab dan tangan kiri tetap meraba CD Irma yang sudah sangat basah. Aku masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jariku bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir.
“Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kananku langsung mengisap dan meremas-remas tetenya.
“Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya.
Tangan Irma meremas-remas burungku yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Irma. Segera kubuka celana dalamnya. Dan mulutku mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan kuciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Irma meremas-remas rambutku.

Ku buka belahan vagina Siswi berjilbab itu  dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera kujilat dan hisap kelentitnya.
“Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Irma mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya.
Ku sedot liang vagina Siswi berjilbab berparas lugu itu  yang masih perawan dan berwarna merah.
“Oouhh.. Mass, Irma ngggcbjeaa kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Irma bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dam bergetar prtyqkeras.
“Aaahh..” Irma mencapai klimak yang kedua kalinya.
Aku hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Kemudian tubuh Siswi berjilbab itu  kembali lemas, matanya terpejam. Segera kubuka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantananku tepat diliang vaginanya. Irma merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Mahqovecta Siswi berjilbab itu  terbuka sayu dan lemas.

“Mas.. jangan maass, Irma masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap te rbuka lebar.
“Katanya Irma pengen ngelihat punya Mas keluar cairan.”
“Iya, tetapi Irma ngga pernah begin ian, Irma ngeri dan takut sakit..”
“Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.”
Segera kubasahi batang kem aluanku dengan ludah, setelah itu kuarahkan ke lubang vagina Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , setelah pas, perlahan-lahan kutekan masuk, sempit sekali rasanya.
“Achh Mass sakit..” pekiknya tertahan. tampak wajahnya menahan sakit “Pelan-pelan Mas, sakrpwhit!” segera berhenti aksiku mendengar keluhannya.
Setelah Gadis alim yang ayu itu mulai tenang, aku tekan sekali lagi.
“bgcsviAkhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang tanganku dengan kuat.
“Tenang Ma, jangan tegang, nanti juga enak.”

Kemudian kulumat bibir Irma, dan Siswi berjilbab berparas lugu itu pun membalas, segera kutekan lagi sekuat tenaga. Aku mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, aku coba lagi.
“Achh.. Mass Wawan, sakit!”
Aku tidak peduli dengan desahan dan pekikan tertahan Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu , dengan lebih agak keras kutekan kemaluanku dan, “Bless..” torpedo besarku masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya, kepala Irma mendongak ke atas menahan sakit.
Aku diamkan beberapa saat, lalu kutekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan sayhwtfa ke sarang Irma.
“Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” aku berhenti sebentar, lalu kucoba masukkantberuy lagi.
Semakin Siswi berjilbab itu bermemekik tertahan, semakin bertambah nafsuku. Lalu kutekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaanku. Aku keluarkan pelan-pelan dan kumasukkan lagi dan seterusnya.
“Ahh.. ahefcwmh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..”
Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mulai terangsang lagi.

Semakin lama, kupercepat goyangan. Tanganku meremas-meremas payudara Siswi berjilbab itu .
“Ohh Ma.. kamu cantiik Ma..”
“Mass, teruss Mass, akhh.. Irma ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantatku yang naik turun.
Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vitalku, rupanya aku akan segera klimaks.
“Maass.. oougghh Mass, Irma ngga tahaan.. oughh Mas Wawano.. aahh!” Irma berteriak tertahan sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air maniku menyembur dengan deras ke dalam vagina Irma.
“Ooughh Ma aku keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” spermaku mengalir dengan kencang, tubuhku bergetar dan berguncang he bat.
Tangan Irma mencengkeram erat pundakku dan aku mendekap erat tubuh Irma yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan sayfyripa. Terasa hangat batang kemaluanku. Banyak sekali cairan yang keluar. Mata Irma terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuh Siswi berjilbab itu  benar-benar tidak berdaya dan pasrah.

Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantananku tetap di dalam kemaluannya. Aku ciumi bibir dan seluruh wajah Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu . Setelah itu aku lepas tubuhnya dan dari lihat batangku dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan lantai warnet itu.

Setelah ambil nafas sebentar, aku segera mengambil tissue dari tas ranselku, dan membersihkan kontolku. Aku juga mendekati Irma dan pelan-pelan membantunya membersihkan memeknya. Mata gadis alim itu menatap sayu kepadaku. Terlihat matanya berkaca-kaca. Aku mencium keningnya lagi untuk menenangkan gadis berjilbab itu.

“Irma takut hamil maas…” kata Irma pelan dipelukanku.
“jangan takut, nanti mas kasih resep biar nggak hamil.. ” kataku menenangkannya. Tentu saja seorang hunter handal sepertiku sudah mempersiapkan semuanya, termasuk pil anti hamil yang manjur.

Beberapa saat kemudian, setelah tenaga kami sudah lumayan pulih, kami segera memakai baju kami kembali dan keluar dari warnet itu. Lalu segera aku membawa Irma pulang, agar aku bisa memberkan obat untuknya dirumahnya. Tunggu saja, aku masih ingin menikmati tubuhnya.


Posted at 11:39 am by pohonmangga

north face pas cher
December 2, 2012   08:39 PM PST
 
Christmas is probably the most special day of the year for children. One thing that makes it special is the popular tradition of Santa Claus. ,566111,http://ikankecill.blogdrive.com/archive/115.html
cheap north face jackets
November 25, 2012   09:58 AM PST
 
Super cute! My little man would look so stylin' in those!,202226,http://ikankecill.blogdrive.com/comments?id=115
discount north face jackets
November 22, 2012   09:37 PM PST
 
HHH Yes, the design of national policy is important, how our economic development plans for the next five years, how the implementation, how to make our economy even faster. Are designed to advance our focus to invest money in what ways it should be carefully arranged.,385007,http://ikankecill.blogdrive.com/archive/115.html
Name
September 26, 2012   08:02 AM PDT
 
Go for someone who makes you smile because it takes only a smile to make a dark day seem bright.,460455,http://ikankecill.blogdrive.com/archive/115.html
lv purses
September 7, 2012   07:51 PM PDT
 
If you wish to be the best man, you must suffer the bitterest of the bitter.,492682,http://ikankecill.blogdrive.com/comments?id=115
Namejoni
September 3, 2012   11:34 PM PDT
 
anjriiit
birkenstock sandals outlet
August 31, 2012   09:32 PM PDT
 
Don't know what is wrong what is rite but i know that every one has there own point of view and same goes to this one,756533,http://ikankecill.blogdrive.com/archive/115.html
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry